Penyakit

6 Gejala Darurat dari Hernia Epigastrik

6 Gejala Darurat dari Hernia Epigastrik

Istilah “turun berok” sudah tidak asing di Indonesia. “Turun berok” merupakan kondisi ketika organ di dalam tubuh menjadi menekan organ lain karena lemahnya jaringan ikat di sekitarnya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah hernia. Hernia sendiri terbagi menjadi banyak jenis. Salah satu yang paling familiar adalah hernia epigastrik. 

Jenis hernia yang satu ini merupakan kondisi ketika otot perut melemah sehingga menyebabkan usus yang seharusnya berada di rongga perut menjadi menyasar ke area epigastrium yang merupakan dinding antara pusar dan tulang dada. Ketika Anda mengalami hernia ini, perut Anda akan tampak membengkak seperti benjolan. 

Umumnya benjolan akibat hernia epigastrik berukuran kecil. Gejala yang dialami penderitanya bisa hampir tidak dirasakan karena hanya sedikit nyeri perut. Namun pada beberapa penderita, ada gejala-gejala darurat yang bisa dialami. Jika mengalami gejala-gejala darurat di bawah ini sebaiknya Anda langsung berkonsultasi ke dokter sebab artinya Anda menderita hernia epigastrik yang tergolong parah dan bisa menyebabkan komplikasi. 

  1. Nyeri Perut Parah 

Nyeri perut merupakan gejala paling umum yang dirasakan oleh para penderita hernia epigastrik. Namun wajarnya, nyeri perut hanya terasa ringan dan tidak menimbulkan keluhan berlebihan. Apabila nyeri perut yang Anda rasakan sangat sakit, jangan ragu untuk segera menjumpai tim medis karena itu menunjukkan adanya kegawatdaruratan kondisi hernia yang mesti segera ditangani. 

  1. Demam Tinggi 

Hernia epigastrik juga dapat menimbulkan gejala demam. Demam tinggi dapat menyerang Anda apabila tekanan usus ke area epigastrium semakin kuat sehingga bisa memicu peradangan. Demam tinggi sendiri merupakan respons tubuh ketika ada peradangan di dalam tubuh sehingga memicu infeksi. 

  1. Mual dan Muntah 

Tekanan usus ke dinding yang menjadi pembatas antara pusar dan dada dapat memicu rasa tidak nyaman di perut sehingga merangsang rasa mual bagi para penderitanya. Bahkan gejala mual tersebut akan diikuti oleh gejala muntah pada tahap lanjutannya. Namun, gejala-gejala ini hanya terjadi jika usus sudah terlalu masung ke area epigastrium. Masuknya usus terlalu dalam ke area  epigastrium sendiri menunjukkan kondisi hernia epigastrik yang Anda alami sudah tergolong parah dan mesti segera mendapat pengobatan. 

  1. Pembengkakan Atas Pusar 

Gejala umum lainnya dari hernia epigastrik adalah munculnya benjolan di atas pusar. Benjolan tersebut menjadi petunjuk bahwa ada bagian usus yang “menyasar” tidak pada tempatnya menuju ke arah dada. Benjolan dari penyakit ini biasanya berukuran kecil. Perhatikan bagian atas pusar Anda, apabila benjolannya terus membesar, segeralah menyambangi rumah sakit karena artinya hernia yang Anda alami sudah semakin parah. 

  1. Kesulitan Buang Air Kecil

Dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, hernia epigastrik dapat menyumbat usus dan menimbulkan infeksi hingga ke saluran pembuangan. Salah satu gejalanya yang bisa Anda amati adalah sulitnya pasien hernia epigastrik untuk buang air kecil. Sumbatan pada usus serta infeksi yang merupakan komplikasi dari penyakit ini menjadi penyebabnya. 

  1. Pendarahan 

Organ tubuh yang tidak berada di area sewajarnya dan masuk ke area lain sangat rentan menimbulkan peradangan dan infeksi. Ini tidak terkecuali akan dialami oleh penderita-penderita hernia epigastrik. Dalam tahap yang lebih parah, infeksi dari hernia ini bisa menimbulkan pendarahan yang terus-menerus bagi penderitanya. Pada tahap ini, penderita harus segera mendapatkan penanganan segera, berupa operasi. 

***

Gejala hernia epigastrik di atas tergolong gawat darurat karena dapat memicu komplikasi bagi penderita penyakit ini. Beberapa komplikasi yang bisa saja Anda alami jika membiarkan gejala-gejala tersebut, antara lain penyumbatan usus hingga penggumpalan darah yang memicu beragam penyakit kronis lainnya.