Penyakit

Bedah Invasif Minimal untuk Atasi Pembesaran Prostat Jinak

Bedah Invasif Minimal untuk Atasi Pembesaran Prostat Jinak

Seiring bertambahnya usia, kemungkinan seseorang untuk mengalami masalah kesehatan semakin besar. Malah, ada beberapa penyakit yang memang timbul pada usia-usia senja. Bagi pria, prostat adalah salah satu bagian tubuh yang masuk ke dalam kriteria itu. Dari beberapa masalah kesehatan yang menyerang prostat, di antaranya adalah pembesaran prostat jinak.

Belum diketahui pasti mengapa kondisi prostat akan memburuk seiring bertambahnya usia. Namun, dugaan yang banyak diyakini adalah lantaran perubahan keseimbangan hormon seks pria. Prostat sendiri merupakan sebuah kelenjar yang termasuk organ reproduksi pria. Ia terletak di rongga pinggul tepat di bawah kandung kemih dan mengelilingi uretra, dengan fungsi utamanya adalah mengeluarkan cairan prostat, yang merupakan salah satu komponen semen.

Pada pria berusia 21-30 tahun, berat dari kelenjar prostat sekitar 6 sampai 20 gram. Berat akan tetap konstan seiring dengan bertambahnya usia kecuali jika terjadi pembesaran prostat jinak. Istilah medis untuk pembesaran prostat jinak adalah Benign Prostatic Hyperplasia atau disingkat BPH.

Pembesaran prostat jinak dapat dipahami sebagai kondisi di mana terjadi pembesaran prostat non-kanker yang dapat memengaruhi proses berkemih. Kondisi ini biasa terjadi pada pria berumur 50 tahun ke atas. Biasanya, kondisi ini dapat dikenali (dan disadari) ketika timbul beberapa perubahan yang berkaitan dengan buang air kecil, seperti:

  • Pancaran aliran urine yang lemah pada saat buang air kecil;
  • Perlu mengejan saat buang air kecil;
  • Tidak dapat mengosongkan kandung kemih sepenuhnya;
  • Buang air kecil lebih dari dua kali di malam hari (nokturia);
  • Dorongan secara tiba-tiba untuk buang air kecil;
  • Terdapat darah dalam urine;
  • Inkontinensia urine atau tidak bisa menahan atau mengontrol buang air kecil, seperti mengompol;
  • Terasa sakit saat buang air kecil.

Tanda atau gejala umum dari pembesaran prostat jinak di atas mungkin berbeda antara satu orang dengan yang lain. Seseorang harus memeriksakan diri ke dokter agar mendapat diagnosis yang akurat mengenai kondisinya. Dengan diagnosis yang tepat dan akurat, dokter bisa memetakan masalah yang dialami dan melakukan pertolongan yang sesuai dengan masalah tersebut.

Ada beberapa prosedur medis yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi kelenjar prostat pasien, mulai dari serangkaian tes dengan berbagai macam sampel, sampai pemeriksaan-pemeriksaan dengan bantuan alat lain. Nantinya, dari serangkaian pemeriksaan itu dapat diketahui sejauh mana masalah yang terjadi.

Dokter umumnya langsung mengambil tindakan bedah invasif minimal jika kondisi pasien sesuai dengan kriteria. Indikatornya antara lain:

  • Tingkat keparahan gejala yang dialami pasien pada derajat sedang sampai parah;
  • Terapi obat tidak menghilangkan gejala yang dialami pasien;
  • Pasien mengalami penyumbatan saluran kemih, batu kandung kemih, darah dalam urin atau masalah ginjal.

Bedah invasif minimal untuk mengatasi pembesaran prostat jinak dikenal dengan istilah Transurethral Resection of the Prostate atau TURP. Tindakan medis ini dilakukan untuk membuang bagian dalam dari kelenjar prostat, demi mengurangi gejala yang disebabkan oleh pembesaran prostat.

Prosedur ini dilakukan dengan bantuan alat yang disebut resectoscope. Alat ini dilengkapi oleh sumber penerangan dan kamera yang membantu dokter menjangkau bagian prostat. Jika dibayangkan, prosedur ini cukup membuat tubuh bergidik. Sebab dokter akan menjangkau prostat dengan cara memasukkan resectoscope melalui penis dan saluran uretra. 

Kira-kira, berikut langkah-langkah atau tahapan prosedur TURP untuk mengatasi pembesaran prostat jinak:

  • Pasien akan diberikan anestesi umum  supaya tertidur, atau anestesi spinal dimana pasien tetap sadar tetapi tidak akan merasakan sakit;
  • Dokter  akan memasukkan resectoscope melalui penis dan ke dalam uretra. Nantinya, loop listrik yang ada di alat ini akan memotong jaringan prostat  yang menekan uretra;
  • Tindakan TURP umumnya memakan waktu 60-90 menit. 

TURP ini terbilang prosedur yang efektif mengatasi masalah pembengkakan prostat jinak. Tindakan operasi TURP dapat meredakan gejala dengan cepat. Kebanyakan pasien akan mengalami aliran urin yang lebih kuat dan lancar secara signifikan dalam beberapa hari setelah tindakan dilakukan.