Uncategorized

Cara Mengatasi dan Mengobati Penderita Halusinasi

Halusinasi merupakan gangguan persepsi yang menyebabkan seseorang melihat, mencium, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak ada. persepsi palsu tersebut bisa dialami oleh panca indra tanpa adanya stimulus dari luar. Penyebab halusinasi bisa dikarenakan gangguan mental, penyakit tertentu, atau efek samping obat yang dikonsumsi.

Jika salah satu anggota keluarga Anda di rumah mengalami halusinasi, jangan panik dan terburu-buru mengambil tindakan. Kecuali jika penderita melakukan hal yang bisa membahayakan dirinya atau orang lain. Lihat situasinya terlebih dahulu dan pelajari kondisi penderita agar bisa menanganinya dengan tepat. Jika halusinasi yang dialami membuat penderita ketakutan, coba untuk menenangkan dirinya terlebih dahulu. Jangan memberikan penjelasan bahwa penderita sedang mengalami halusinasi. Berikan rasa aman dan nyaman untuknya, serta yakinkan bahwa Anda akan menjaganya sehingga penderita tidak perlu merasa khawatir. 

Alihkan perhatian juga bisa membantu menangani penderita yang mengalami halusinasi. Ajak dirinya untuk berpindah tempat atau jalan kaki berkeliling di lingkungan sekitar jika penderita menunjukkan gejala halusinasi ketika berada di tempat atau ruangan tertentu. Anda juga bisa mengalihkan perhatian dengan mengajaknya mengobrol tentang hal-hal ringan atau sesuatu yang disukainya. Misalnya, makanan kesukaan yang sedang ingin dimakan, film yang baru saja ditonton, atau hobi berkebun yang sedang digelutinya. Namun, jangan memaksakan obrolan, ya. Lakukan secara perlahan agar dirinya tidak semakin tertekan.

Menangani orang terdekat yang sedang mengalami halusinasi bukan berarti Anda berbohong melihat atau mendengar yang ia rasakan agar dirinya merasa dipercaya. Alih-alih membuat dirinya semakin tenang, malah akan memperparah halusinasi yang dialami. Anda bisa mengatakan yang sejujurnya bahwa Anda tahu dirinya mengalami sesuatu, tetapi Anda tidak bisa mendengar atau melihat sesuatu seperti yang ia katakan.

Selain itu, ada beberapa hal lagi yang bisa Anda lakukan jika ada anggota keluarga yang mengalami halusinasi, di antaranya yaitu:

  • Ciptakan lingkungan rumah yang nyaman serta tidak memicu dan menghindari hal-hal yang bisa membuatnya berhalusinasi. Misalnya, kebisingan, keributan, dan suasana tegang di dalam keluarga
  • Mengikutsertakan penderita dalam setiap kegiatan keluarga. Tunjukkan pula kepadanya bahwa seluruh anggota keluarga menyayangi penderita serta memberi perhatian kepadanya
  • Jangan memberi kesempatan bagi penderita untuk menyendiri dan melamun
  • Anggota keluarga harus selalu siap jika penderita memerlukan bantuan
  • Memastikan penderita mengonsumsi obat yang sudah diresepkan secara teratur dan mengikuti jadwal konsultasi ke rumah sakit sesuai petunjuk dokter
  • Segera bawa ke rumah sakit jika penderita sudah menunjukkan gejala seperti konsentrasi menurun, cemas berat, mengikuti halusinasi, serta agresif untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Cara Mengatasi Halusinasi

Halusinasi masih bisa ditangani, meski tidak menjamin bisa sembuh sepenuhnya. Peluang kesembuhan bergantung pada penyebab halusinasi. Oleh karena itu, dokter akan memberikan perawatan sesuai dengan penyebab agar pengobatan berjalan efektif. Mengatasi halusinasi bisa dilakukan melalui:

1. Konsumsi obat-obatan

Pemberian obat diresepkan berdasarkan penyebab halusinasi. Misalnya, halusinasi timbul karena pasien berhenti mengonsumsi alkohol secara drastis. Maka penderita membutuhkan obat yang berfungsi untuk menenangkan sistem saraf. Jika halusinasi disebabkan oleh penyakit Parkinson dan demensia, maka pasien akan diresepkan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit tersebut.

2. Konseling Psikologis

Konseling juga menjadi cara mengatasi halusinasi yang memiliki peran penting, terutama jika halusinasi yang dialami disebabkan kondisi kesehatan mental yang terganggu. Konselor atau psikolog akan membantu pasien untuk mengerti lebih dalam mengenai kondisinya dan bisa memberikan penanganan yang tepat untuk mengatasinya. Salah satu contoh yaitu bagi pasien yang menderita paranoid.