Uncategorized

Cara Mengatasi Penyebab Ngorok Saat Tidur

 

Hidung tersumbat dan berat badan berlebih dapat menjadi penyebab ngorok alias mendengkur

Tidur mendengkur atau ngorok tentu merupakan hal yang sangat membuat tidak nyaman karena takut mengganggu orang di sekitar kita. Banyak orang yang beranggapan bahwa penyebab ngorok saat tidur dikarenakan kondisi tubuh yang lelah. Namun, perlu Anda ketahui ngorok saat tidur juga bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang tidak baik-baik saja. Oleh karenanya, ada baiknya segera atasi penyebabnya.

Pertama-tama, kamu perlu mengetahui terlebih dahulu kalau mendengkur atau ngorok dapat terjadi karena sirkulasi udara di dalam tubuh tidak mengalir bebas. Ada banyak penyebab ngorok yang mungkin terjadi, tetapi perlu dipahami jika saat seseorang mulai jatuh dalam tidurnya, otot yang ada di langit-langit, tenggorok, serta lidah akan melemah. Pelemahan otot itulah yang menghambat jalur udara. Kondisi ini akan semakin parah jika seseorang tidur dengan posisi terlentang.

Sirkulasi udara yang tidak lancer, dengan sedemikian rupa, akan menimbulkan getaran serta memunculkan suara dengkuran. Oleh karenanya, semakin lemah otot-otot tersebut, mereka akan semakin membuat sempit saluran udara, semakin sempit saluran udara maka semakin besar dengkuran—juga getaran yang dihasilkan. Hebat bukan?

Tidak.. Tidak hebat sama sekali. Justru mendengkur bisa menghasilkan banyak masalah jika tidak diatasi. Contoh sederhana, mungkin, kamu akan dijauhi oleh orang-orang terdekatmu saat tidur. Sebab mereka merasa terganggu dengan suara dengkuran yang keluar dari mulutmu. Tentu itu tidak berlaku jika orang-orang terdekatmu mampu menerimanya, memberikan toleransi, atau malah mereka mendengkur lebih keras darimu.

Namun, apa pun reaksi dari mereka, sebaiknya kamu harus mencari tahu penyebab ngorok versimu dan upayakan untuk mengatasi itu. Kalau kamu malas untuk mencarinya sendiri, di bawah ini coba disediakan. Semoga apa-apa yang tersaji di bawah ini mampu memenuhi ekspektasimu. Langsung saja, berikut beberapa upaya atau cara mengatasi ngorok berdasarkan beragam penyebabnya.

  • Jangan tidur terlentang

Alasannya sederhana dan sama seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Baiknya, kamu kembali menilik ke paragraf kedua. Nah, untuk mengatasinya seseorang disarankan untuk tidur dengan posisi miring, boleh ke arah kanan atau kiri. Dengan posisi tidur miring, kendati otot-otot di area mulut seseorag lemah, sirkulasi udara tetap tidak terganggu.

  • Tidur dalam waktu yang cukup

Katanya, lelah atau kecapekan merupakan penyebab ngorok paling utama. Percaya tidak percaya, memang begitu adanya. Orang yang sangat lelah biasanya akan ketiduran dan tak lama setelahnya terdengar suara dengkuran. Untuk mengatasi ngorok karena kelelahan, jalan satu-satunya adalah jangan lelah-lelah. Bagaimana caranya agar tidak kelelahan? Jaga kondisi, termasuk perbanyak istirahat.

  • Jangan kegemukan

Obesitas atau kegemukan jelas membuat penumpukan lemak di mana-mana, termasuk di sekitar leher. Penumpukan lemak itu menyebabkan penebalan jaringan dan menyempitkan saluran di tenggorokan. Mengatasi penyebab ngorok yang satu ini gampang-gampang susah, apa saja bisa kamu lakukan, yang terpenting jangan sampai kegemukan.

  • Mandi air hangat

Sinus disebut-sebut merupakan penyebab ngorok yang sering terjadi juga. Coba mandi air hangat sebelum tidur. Hal ini dapat membuka saluran pernapasan dan akhirnya mengurangi ngorok. Selain mandi air hangat, kamu juga bisa menghirup uap hangat selama beberapa menit sebelum tidur.

  • Tetap terhidrasi

Kurangnya cairan tubuh bisa membuat lendir pada hidung menjadi lebih lengket. Terkadang, kurang minum air putih juga bisa menjadi penyebab ngorok. Nah, untuk mengatasinya gampang saja, coba deh minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.

Di antara penyebab ngorok yang mungkin sekali terjadi, sedianya, mereka semua bisa diatasi dengan mudah dan sederhana. Namun, memang ada beberapa kondisi yang membuat ngorokmu susah untuk dikendalikan. Kalau sudah begini, kamu perlu untuk berkunjung ke rumah sakit dan berkonsultasi dengan dokter.