Bayi & Menyusui, Hidup Sehat

Makanan untuk Anak Muntah yang Bisa Cegah Dehidrasi

makanan untuk anak muntah

Banyak hal yang menyebabkan anak muntah, termasuk penyakit, mabuk perjalanan, dan berbagai masalah lainnya. Dalam beberapa kasus, muntah juga disertai dengan mual, sakit perut, dan diare. Mencegah dehidrasi merupakan kunci untuk memulihkan kondisi anak dengan cepat. Pemberian minuman dan makanan untuk anak muntah tidak boleh sembarangan karena salah pilih justru akan meningkatkan kejadian muntah kembali. 

Waspada dehidrasi

Muntah membuat cairan di dalam tubuh hilang sehingga penting untuk menggantinya sesegera mungkin. Kuncinya, minumlah air dalam jumlah kecil secara perlahan untuk mengganti cairan yang hilang. Dehidrasi serius bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Hal ini akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak atau lansia.

Beberapa ahli juga menyarankan untuk menghindari tempat panas. Carilah tempat teduh dan sejuk untuk melindungi tubuh Anda agar tidak banyak kehilangan cairan.   

Minuman untuk anak muntah

Anjuran pemberian cairan ke anak-anak berbeda tergantung setiap tahapan usianya. Berikut ini aturan pemberian cairan yang bisa Anda lakukan setelah anak muntah:

  • Bayi usia di bawah 6 bulan

Jika muntah lebih dari 1 kali, beri bayi ASI selama 5 menit setiap 30-60 menit. Setelah 4 jam tanpa muntah kembali, beri ASI sesuai jadwal semula

  • Bayi usia 6-12 bulan

Berikan 2 sendok teh larutan elektrolit oral tanpa rasa setiap 15-20 menit. Jika tidak muntah kembali selama beberapa jam, tingkatkan jumlah elektrolit. Jangan beri cairan secara cepat dalam jumlah banyak. 

  • Anak-anak usia di atas 1 tahun 

Berikan kotak kecil es batu dan beberapa teguk air setelah muntah. Anda bisa memberikan 2 sendok teh hingga 2 sendok makan larutan elektrolit oral tanpa rasa tergantung usia anak. Hindari pemberian jus tinggi gula dan soda sebab keduanya memicu muntah. 

Makanan untuk anak muntah 

Setelah 8 jam tidak muntah, coba berikan makanan padat untuk anak, kecuali jika anak Anda berusia di bawah 6 bulan yang masih membutuhkan ASI eksklusif atau usia 6-12 bulan yang masih membutuhkan MP ASI dengan tingkat kelarutan yang disesuaikan usianya. Jangan memaksakan makanan apapun jika anak tidak menginginkannya. 

Anak akan memberitahu orang tua jika lapar. Berikut ini makanan yang biasanya diberikan kepada anak setelah muntah: 

  • Biskuit
  • Crackers
  • Kentang rebus atau dihaluskan
  • Sereal tawar
  • Pisang 

Makanan-makanan tersebut tergolong ke dalam makanan kering dan hambar sehingga tidak memicu mual dan muntah. Selain itu, makanan tersebut juga tinggi karbohidrat yang mampu menggantikan energi yang hilang karena muntah. 

Apabila setelah 24 jam anak tidak muntah, mulai diberikan makanan biasa secara perlahan. Sebaiknya tidak memberikan makanan yang mengandung susu karena berisiko menyebabkan muntah kembali. Hindari juga makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak, seperti es krim, puding, dan gorengan. 

Kapan harus pergi ke dokter? 

Kejadian muntah tidak bisa dianggap remeh, jika telah terjadi tanda-tanda berikut ini sebaiknya Anda segera memeriksakan Si Kecil ke dokter:

Bayi

  • Sedikit atau bahkan tidak keluar air mata saat menangis
  • Bibir kering
  • Popok hanya diganti kurang dari 4 buah sehari atau selama 4-6 jam popok masih kering
  • Rewel
  • Bagian lunak di kepala bayi terlihat lebih datar, tidak seperti biasanya yang agak cekung
  • Lemas
  • Tidak ingin disusui

Anak-anak

  • Tidak buang air kecil selama 6-8 jam
  • Mulut kering dan pecah-pecah
  • Kulit kering, keriput, pucat terutama di bagian perut, lengan atas, dan kaki
  • Tidak aktif dan kewaspadaan turun
  • Mengantuk
  • Napas dalam dan cepat
  • Denyut nadi cepat bahkan lemah
  • Mata cekung