Bayi & Menyusui

Beberapa Varian Vitamin Gummy yang Enak dan Sehat

Pemenuhan asupan vitamin untuk si kecil tak bisa dipandang remeh. Pasalnya, asupan vitamin yang cukup bisa membantu anak terhindar dari berbagai penyakit. Untuk anak sendiri, vitamin yang banyak dicari adalah vitamin gummy. Namun demikian, vitamin tersebut punya banyak varian yang mungkin bisa membuat anda sebagai orang tua bingung untuk memilihnya. 

Oleh karena itu, artikel ini ditulis dengan maksud supaya bisa membantu anda sebelum memilih dan membeli vitamin gummy. Di dalam artikel ini, akan dibahas empat varian vitamin gummy yang nantinya dapat anda pilih atau komparasikan dengan pilihan anda sebelumnya. Tanpa berlama-lama, mari kita simak bersama. 

Vitamin gummy yang enak untuk anak

Vidoran Gummy Nutri 

Varian pertama vitamin gummy adalah Vidoran Gummy Nutri. Sebetulnya, jenis yang satu ini sudah banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia. Pasalnya, produk itu diyakini memiliki kandungan vitamin C yang tinggi dan tentunya bagus untuk anak. Kita sudah ketahui bersama bahwasannya vitamin C memang bagus karena dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Kondisi tersebut tentunya bisa menjadikan anak tidak mudah terserang virus yang menyebabkan berbagai penyakit. 

Sebagai informasi, Vidoran Gummy Nutri ini memiliki varian rasa buah-buahan yang banyak. Tentu ini menjadi sisi positif karena bisa membuat si kecil suka saat mengkonsumsinya. Di samping itu, vitamin gummy jenis ini juga terbilang terjangkau harganya. 

Curcuma Plus Gofit Gummy 

Mungkin di antara pembaca ada yang baru mengetahui varian vitamin gummy Curcuma Plus Gofit Gummy. Nah, bagi anda yang baru mengetahuinya, vitamin merek ini ternyata bagus untuk menambah nafsu makan si kecil. Oleh karena itu, vitamin gummy jenis ini disarankan bagi anda yang anaknya sedang dalam fase susah makan. 

Selain manfaat tersebut, Curcuma Plus Gofit Gummy juga diyakini bagus untuk perkembangan otak si kecil, selain juga membantu memperlancar pencernaan. Sama seperti varian sebelumnya, jenis vitamin gummy yang satu ini juga mengandung vitamin C dan dapat anda beli dengan harga yang terjangkau. 

Sakatonik ABC Gummy Fruit and Veggie 

Varian vitamin gummy berikutnya yang bisa anda pilih adalah Sakatonik ABC Gummy Fruit and Veggie. Untuk informasi, vitamin tersebut disarankan dikonsumsi oleh anak yang kekurangan asupan buah dan sayur. Sebab, Sakatonik ABC Gummy Fruit and Veggie mengandung ekstrak alami buah dan sayur. Kita perlu ketahui bahwa asupan serat yang diperoleh dari sayur atau buah ini penting untuk kesehatan si kecil, selain membantu proses pencernaan. 

Di sisi lain, informasi tambahannya adalah bahwa Sakatonik ABC Gummy Fruit and Veggie hanya bisa dikonsumsi oleh anak-anak yang berusia antara empat sampai dia belas tahun. Serupa dengan varian sebelumnya, Sakatonik ABC Gummy Fruit and Veggie juga dapat anda peroleh dengan harga yang terjangkau. 

Fitkom Gummy Fruit and Veggie 

Varian terakhir vitamin gummy yang disampaikan ialah Fitkom Gummy Fruit and Veggie. Vitamin yang satu ini dikenal karena mengandung ekstrak jeruk, mangga, wortel, dan bayam. Dari kandungan tersebut kita sudah tahu bahwasannya bila dikonsumsi oleh si kecil akan bagus sekali. Untuk merek yang satu ini, anda juga bisa mendapatkannya dengan harga yang terjangkau. 

Demikian varian vitamin gummy yang dapat dijabarkan. Anda tentu berhak menentukan memilihnya atau mencari varian lain yang tak disampaikan dalam artikel ini. Namun demikian, apa pun nanti yang anda pilih, jangan lupa agar memperhatikan aturan pakainya sebelum memberikannya kepada anak. Di sisi lain, jangan pula berpikir kalau vitamin merupakan pengganti nutrisi. Bagaimanapun juga, makan sayur dan buah perlu dan karenanya vitamin hanya asupan tambahan, bukan pengganti.

Bayi & Menyusui

Tanda Bayi Butuh Merk Susu Formula untuk Bayi Alergi Susu Sapi

Beberapa merk susu formula untuk bayi alergi susu sapi. Biasanya produk ini diberi label hipoalergenik.

Sebelum didiagnosis mengalami alergi terhadap susu sapi, biasanya bayi akan mengalami serangkaian gejala.

Nah untuk kamu para orang tua baru, berikut beberapa ulasan mengenai alergi susu sapi pada bayi yang harus kamu tahu!

Merek susu formula untuk bayi yang alergi susu sapi antara lain Puramino, Neocate, dan Morinaga Chil Kid

Mengenal alergi susu sapi pada bayi

Alergi susu sapi atau Cows’ Milk Allergy (CMA) merupakan salah satu kondisi yang umum dialami. Ini terjadi pada 7 persen bayi di bawah usia 7 tahun.

Makanya tak heran kalau saat ini kita bisa dengan mudah menemukan merk susu formula untuk bayi alergi susu sapi.

Jenis alergi pada susu sapi ini ada 2:

  • CMA langsung: gejala muncul beberapa menit setelah bayi minum susu sapi
  • CMA tidak langsung/tertunda: gejala muncul beberapa jam atau bahkan hari setelah bayi minum susu sapi

Gejala bayi mengalami alergi susu sapi

Tanda dan gejala alergi berbeda tergantung jenis alergi yang dialami. Berikut beberapa tanda dan gejala pada CMA langsung:

  • Terjadinya pembengkakan pada wajah, bibir, dan area sekitar mata
  • Munculnya ruam ataupun benjolan pada tubuh
  • Mengi
  • Muntah
  • Batuk
  • Diare

Berikut gejala alergi susu sapi pada jenis CMA tertunda atau tidak langsung:

  • Muntah susu
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Diare
  • Tidak mau makan
  • Muncul eksim

Alergi juga bisa menyebabkan bayi mengalami gejala demam seperti hidung berair dan tersumbat.

Cara mengatasi

Jika bayi kamu didiagnosis mengalami alergi terhadap susu sapi, maka langkah yang bisa dilakukan adalah mengelolanya. Dengan cara menghindari alergen atau penyebab alerginya.

Perawatan yang biasanya dilakukan adalah dengan menghindari berbagai produk yang mengandung protein susu sapi, mengganti susu formula dengan merk susu formula yang khusus untuk bayi alergi susu sapi, hingga konsumsi obat resep dokter.

Jika bayi masih menyusu, maka ibu biasanya diminta untuk menghindari produk yang terbuat dari susu sapi. Selain itu jangan pernah memberikan susu jenis apapun kepada bayi sebelum berkonsultasi dengan dokter atau praktisi nutrisi ya.

Pilihan alternatif untuk bayi alergi susu sapi

Salah satu opsi dalam mengelola alergi adalah mengganti susu formula dengan yang memang dibuat khusus untuk bayi alergi. Berikut adalah alternatif untuk bayi yang alergi susu sapi:

1. Susu formula kedelai

Susu formula ini dibuat dengan protein dari kacang kedelai. Dalam memilih susu kedelai, pastikan kamu berkonsultasi dengan dokter juga ya.

Karena, 8 hingga 14 persen bayi yang alergi dengan susu sapi kemungkinan akan bereaksi dengan susu kedelai juga. 

2. Susu formula berbasis asam amino

Susu jenis ini terbuat dari asam amino atau protein dalam bentuk yang paling sederhana. Kebanyakan bayi yang alergi dengan susu sapi dapat mentolerir merk susu formula yang berbasis asam amino.

3. Air susu ibu

Jika ibu masih dapat menyusui, maka sebaiknya terus berikan ASI minimal selama 6 bulan hingga usia 2 tahun.

Namun, jika memutuskan untuk menyusui, ibu harus melakukan perubahan pola makan. Hindari dairy product atau produk-produk makanan yang terbuat dari susu sapi.

Hal ini untuk mencegah apa yang ibu makan terbawa ke dalam ASI yang nantinya bayi minum.

Nah itu dia tanda di mana bayi membutuhkan merk susu khusus untuk bayi yang alergi susu sapi. Jangan lupa untuk selalu berkonsultasi dengan dokter jika menemukan gejala si atas ya!

Bayi & Menyusui

Ini 6 Rekomendasi Snack Bayi 7 Bulan yang Bagus

Usia bayi Bunda 7 bulan saat ini? Well, ini adalah masa-masa yang bagus untuk mengenalkan jenis-jenis rasa dan juga memperkuat kunyahnya. Anda pun sebaiknya peka dengan asupan snack yang boleh dan tidak dikonsumsi si kecil. 

Heinz Biskuit Bayi 7 Bulan ke Atas Rasa Apel 60 g harga terbaik

Asosiasi dokter anak di Amerika pun menyarankan pengenalan makanan padat selain ASI dan susu formula pada bayi di usia 7 bulan. Meski begitu, tidak semua bayi mulai di bulan yang sama. Ada bayi yang mampu mengunyah di usia 6 bulan dan bahkan 8 bulan. 

Nah, seperti apa ciri-ciri bayi yang boleh diberikan snack atau makanan padat? 

  • Bisa mengontrol gerakan kepala
  • Mampu duduk tanpa atau dengan sedikit bantuan
  • Otomatis membuka mulut saat disodorkan makanan
  • Mampu menelan makanan
  • Sudah mulai coba-coba asal memasukkan benda ke mulut
  • Mampu memegang benda kecil

Kriteria Snack Bayi 7 Bulan yang Boleh Diberikan

Memang sudah seharusnya anda mengetahui kriteria snack 7 bulan yang boleh diberikan ke si kecil. Pastinya, tidak semua jenis snack bisa dikonsumsi. Suatu makanan perlu memenuhi kriteria berikut ini supaya boleh dimakan bayi umur 7 bulan. 

1. Makanan yang padat namun bisa dilembutkan. Contoh: Buah-buahan yang sudah dilembutkan dan dipotong kecil. 

2. Makanan tanpa tulang. Bila ingin memberikan ikan atau ayam, pisahkan daging dari tulangnya. 

3. Makanan dengan ukuran kecil. 

4. Makanan tanpa biji. Pastikan semua biji buah sudah dikeluarkan. 

5. Makanan yang matang. Hindari memberi snack mentah pada bayi. 

5 Rekomendasi Snack Bayi 7 Bulan yang Bagus Buat Si Kecil

Nah, bila bayi anda sudah memenuhi kriteria yang disebutkan, serta anda sudah siap dengan berbagai jenis makanan di atas, maka yang selanjutnya perlu anda perhatikan adalah memilih snack yang sesuai dengan ciri-ciri yang disebutkan. Anda bisa coba 5 rekomendasi snack bayi 7 bulan berikut ini. 

1. Bayam dan Ubi

Anda bisa memadukan ubi dengan bayam untuk snack si kecil! Cukup haluskan dan campur keduanya, kemudian hangatkan ke dalam panci selama kurang lebih 15 menit. Tunggu sampai matang. 

2. Alpukat

Buah alpukat sangat cocok sebagai snack bayi 7 bulan. Di dalamnya terkandung berbagai macam nutrisi dan lemak sehat. Bunda bisa mengambil daging alpukat dan kemudian menyuapkannya dengan sendok. Sebelumnya tumbuk dulu dagingnya hingga halus, lalu potong-potong hingga seukuran mulut bayi anda. 

3. Ubi

Selain dicampurkan dengan bayam, Bunda bisa memotong kecil-kecil ubi untuk dibuat french fries. Pastikan ukuran potongannya sangatlah kecil supaya bayi bisa menelannya. 

4. Roti dan Keju

Bagi anda yang ingin memenuhi kebutuhan kalsium si kecil, silahkan stock roti dan keju. Dua snack ini kaya akan kalsium dan vitamin. Penyediaannya pun juga tidak ribet. Anda tinggal menyuapkannya ke bayi anda. 

5. Kue dari Tepung Beras

Ukurannya yang kecil membuat kue beras sangat bagus untuk latihan bayi memegang benda. Anda sebenarnya bisa membuatnya sendiri di rumah. Namun, saat ini juga sudah tersedia berbagai merek kue dari tepung beras, loh. 

6. Pisang 

Buah yang mudah diperoleh ini bisa jadi opsi untuk snack bayi 7 bulan. Anda cukup memotongnya menjadi bagian-bagian yang kecil seukuran kepalan tangan. Warna buahnya yang mencolok menarik nafsu makan si kecil. Tekstur pisang yang memang lembut akan memudahkan si kecil mengunyah. 

Beberapa rekomendasi snack bayi 7 bulan ini masih bisa anda campurkan dengan bahan makanan lain. Namun, tetap perhatikan kriteria makanan campurannya. Hindari memberikan snack yang mentah, panas, dan terlalu keras. 

Bayi & Menyusui

Clodi Bayi atau Popok Biasa, Mana yang Lebih Baik?

Clodi bayi atau popok kain adalah jenis popok yang bisa dipakai berulang kali. Karena terbuat dari kain, setelah dipakai, Anda tidak bisa langsung membuangnya melainkan mencucinya terlebih dahulu untuk dipakai kembali di kemudian hari.

Clodi bayi dapat dicuci dan digunakan berkali-kali.

Perbedaan utama clodi ada pada bahan yang digunakannya. Tidak seperti popok sekali pakai, popok kain dibuat dari campuran berbagai macam bahan kain yang tak jauh berbeda dengan kain pada pakaian bayi secara umum. 

Perbedaan clodi bayi dengan popok biasa

Selain berbeda dari segi bahan dasar, ada perbedaan lain yang cukup signifikan antara popok kain dengan popok sekali pakai pada umumnya. 

  • Popok sekali pakai

Popok sekali pakai umumnya terbuat dari bahan yang sangat ringan dan tipis, namun tetap memiliki daya serap yang tinggi. Karena sangat ringan, maka popok ini tidak memberatkan saat dibawa bepergian.

Selain itu, ringannya popok sekali pakai juga memudahkan Anda untuk membuangnya langsung setelah digunakan. 

Pada popok sekali pakai, umumnya ada kandungan kimiawi yang digunakan dalam proses pembuatannya. Kandungan ini meliputi parfum, chlorine, dan latex yang merupakan bahan dasar umum pada pengolahan popok.

  • Clodi bayi

Clodi pada dasarnya terbuat dari campuran berbagai macam bahan kain. Bahan kain ini bisa saja merupakan kain katun, nilon, serat mikro, wol, maupun rami. 

Di satu sisi, popok kain tidak dibuat dengan penambahan berbagai macam bahan kimia. Hal ini tentu lebih baik untuk kesehatan kulit bayi Anda. 

Akan tetapi, salah satu kekurangannya adalah popok kain cenderung meninggalkan aroma yang kurang sedap. Apalagi jika Anda tidak bisa membersihkannya dengan benar-benar maksimal. 

Tentunya, baik popok kain maupun popok biasa sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Anda bebas memilih jenis popok yang ingin diberikan pada bayi Anda sesuai dengan kebutuhan.

Panduan memilih popok kain untuk bayi

Apabila Anda sudah memutuskan untuk memberikan popok kain bagi bayi Anda, maka pastikan Anda memilih jenis popok yang sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan:

  • Jenis popok kain yang dipilih

Perlu diketahui, tidak semua popok kain memiliki fitur yang sama. Ada berbagai macam jenis popok kain yang memiliki fungsi berbeda-beda.

Ada popok berjenis hybrid yang lebih praktis dan memiliki daya serap tinggi. Ada juga clodi bayi yang dilengkapi dengan fitur saku untuk menambahkan sisipan guna meningkatkan daya serap dan menebalkan popok.

  • Bahan kain yang digunakan

Pemilihan bahan kain juga perlu Anda pertimbangkan ketika akan memilih clodi. Bahan kain yang buruk bisa menyebabkan kulit bayi Anda rentan mengalami iritasi. 

Setiap jenis bahan kain memiliki kelebihan masing-masing. Misalnya, bahan kain dari kapas cenderung lebih lembut, tapi rentan terhadap kebocoran. Sedangkan, bahan kain poliester memiliki harga yang terjangkau dan tahan air, namun rentan membuat kulit kesulitan untuk bernapas. 

  • Harga popok

Tentunya, Anda juga perlu mempertimbangkan harga popok kain yang akan dibeli. Pilihlah harga yang dengan kualitas yang seimbang. 

Apabila bayi Anda memiliki alergi kulit, maka tidak ada salahnya mencoba untuk menggunakan popok yang lebih mahal demi keamanan dan kesehatan bayi.

Jangan ragu untuk menggunakan clodi bayi sebagai pengganti popok sekali pakai. Anda bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan, karena mengurangi tambahan sampah dengan tidak membuat popok sekali pakai secara berkala.

Bayi & Menyusui

5 Susu UHT untuk Bayi yang Direkomendasikan Sebagai Pendamping MPASI

Susu UHT untuk bayi dianggap sebagai salah satu cara praktis untuk melengkapi nutrisi pada anak. Selain kemasannya yang bisa dibawa ke mana-mana, susu UHT untuk bayi juga dipercaya mengandung banyak manfaat bagi kesehatan.

Meski demikian, si kecil harus berusia minimal 1 tahun sebelum orang tua dapat memberi susu yang bentuknya mirip susu segar ini. Selain itu, susu juga bukan pengganti makanan bayi sehingga anak tetap harus mendapat asupan bergizi seimbang dari nasi, daging, sayur, dan buah-buahan.

Ada pula beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika Anda ingin memberi susu UHT untuk bayi.

  • Jangan lupa untuk tetap memberikan  gizi seimbang yang didapat dari makanan lain, seperti nasi, sayur, buah, dan daging.
  • Ibu tetap dapat memberi ASI pada anak yang berusia di atas 1 tahun dan mengonsumsi susu UHT. IDAI merekomendasikan ibu tetap memberi ASI hingga usia anak minimal 2 tahun.
  • Takaran pas untuk pemberian susu UHT adalah 473-700 ml per hari. Terlalu banyak minum susu UHT dapat membuat anak tidak nafsu makan sehingga mengganggu asupan nutrisinya secara keseluruhan.
  • Pilih susu yang mengandung lemak (full-fat), karena lemak susu penting untuk menjaga berat badan anak dan membantu tubuhnya menyerap vitamin A dan D. Namun, Anda bisa memilih susu low-fat atau non-fat jika anak terindikasi mengalami obesitas.
  • Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan bahwa susu UHT tidak boleh dijadikan sebagai pengganti makanan padat. Takaran pemberian susu UHT adalah maksimal 30 persen dari total kebutuhan kalori untuk anak yang berusia di atas 1 tahun.

Pilihan susu UHT untuk bayi

Ada beberapa merek susu UHT untuk bayi yang bisa Anda berikan untuk si Kecil. Merek susu UHT ini mudah ditemui di sekitar, sehingga Anda tidak akan kesulitan untuk menemukannya.

  1. Frisian Flag Milky

Frisian Flag Milky merupakan salah satu produk dari Frisian Flag yang di khususkan untuk balita. Dari tampilan dan ukuran, kemasan susu Frisian Flag Milky sangat praktis dan cocok untuk memani aktivitas si Kecil. Susu ini memiliki rangkaian zat gizi makro yang terdiri dari zat gizi penting seperti protein, karbohidrat dan lemak. Selain itu ada juga kandungan zat gizi mikro yang terdiri dari multi vitamin dan mineral untuk mendukung asupan gizi harian si Kecil.

  1. Ultra Mimi

Ultra mimi merupakan produk susu Ultrajaya yang terbuat dari susu segar alami berkualitas tinggi. Produk ini mengandung nutrisi yang lengkap dan berimbang yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang si Kecil. Selain itu, kandungan vitamin, kalsium, dan nutrisi yang ada didalam susu mini sangat mudah dicerna dan diserap oleh tubuh. Susu mini juga sangat mudah didapatkan dengan harga cukup terjangkau.

  1. Indomilk UHT

Susu Indomilk UHT, susu dalam kemasan kotak siap minum diolah dengan proses sterilisasi HTST (High Temperature Short Time) yang akan membunuh bakteri jahat. Susu ini mengandung vitamin A, B1, B6, dan D3 yang berguna untuk tumbuh kembang anak. Varian rasanya juga menyerupai rasa susu segar alami yang baik bagi tubuh. Harga susu Indomilk juga terjangkau dibandingkan dengan susu UHT lainnya.

  1. Dancow Enriched

Dancow Enriched dengan Growth Plus Formula, merupakan produk susu kemasan 110ml siap minum dari Nestlé Research Center. Yang mengandung protein, zat besi, kalsium, zink, vitamin C, vitamin A, vitamin B1, B2, B6 dan B9, vitamin D, vitamin E, vitamin K, serta biotin untuk pertumbuhan si Kecil yang optimal.

  1. Greenfields UHT

Greenfields UHT merupakan produk susu cair dari Greenfields yang diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil. Susu ini mengandung protein, vitamin, dan mineral penting, seperti kalsium dan fosfor yang sangat baik untuk mengoptimalkan pertumbuhan si Kecil.

Jadi, jangan ragu lagi jika ingin memberikan susu UHT untuk bayi. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikannya. Hal ini dilakukan agar nutrisi si Kecil seimbang dan sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan.

Bayi & Menyusui

Manfaat Cup Feeder Bayi Dibandingkan Botol Susu

Belakangan, cup feeder bayi mulai dipilih oleh banyak ibu yang bekerja. Hal ini karena cup feeder memiliki banyak manfaat, salah satunya untuk mencegah bayi mengalami bingung puting. 

Selain itu, cup feeder bayi juga berguna untuk bayi yang lahir prematur dan belum bisa menyusu serta bayi yang sedang sakit, sehingga sulit menyusu langsung pada ibunya. 

Dibandingkan botol, memberikan susu melalui cup feeder juga lebih mudah, praktis, serta gampang dibersihkan. Tak heran jika dalam waktu belakangan, penggunaan cup feeder bayi cukup ngetren. 

Manfaat cup feeder bayi

Sebagai bahan pertimbangan, untuk kamu yang bingung apakah akan memberikan bayi cup feeder atau botol susu, berikut ini beberapa manfaat dari penggunaan cup feeder bayi. 

  • Cocok digunakan untuk bayi yang lahir prematur

Cup feeder biasanya sangat direkomendasikan untuk bayi yang lahir prematur yakni pada usia kandungan 29 minggu. Metode ini juga bisa membantu bayi yang memiliki berat badan lahir rendah atau memiliki masalah medis tertentu, seperti bibir sumbing.

  • Solusi untuk bayi yang tidak mau menyusu langsung

Pada beberapa kasus ditemukan bayi yang tidak bisa menyusu langsung pada ibunya. Hal ini bisa terjadi karena puting yang rata, sehingga bayi kesulitan mengisap atau karena masalah mastitis. 

Salah satu solusinya adalah dengan memberikan ASI melalui cup feeder bayi. Dengan cara ini, bayi pun tidak akan mengalami bingung puting. 

  • Mengurangi risiko pertumbuhan gigi yang tidak normal

Salah satu penyebab pertumbuhan gigi yang terganggu pada anak adalah penggunaan dot. Dengan menggunakan cup feeder bisa mencegah pertumbuhan gigi yang tidak normal pada bayi. 

Hal ini disebabkan karena cup feeder diberikan dengan cara menghisap layaknya menghisap puting susu ibu, sehingga cukup aman. 

Selain itu, penggunaan botol susu biasanya juga membuat gigi terendam susu yang bisa menyebabkan gigi bayi jadi bolong dan keropos. 

  • Bayi belajar menggunakan cangkir

Penggunaan cup feeder sejak dini juga bisa membantu bayi belajar minum dari gelas dengan cepat. Hal ini karena bentuk cup feeder memang seperti gelas kecil. Sehingga saat sudah besar, anak tidak kesulitan lagi ketika minum langsung dari gelas. 

  • Murah

Selain membantu bayi dari bingung puting, cup feeder juga memiliki harga yang relatif murah dibandingkan dengan botol susu. Selain itu, cup feeder juga lebih praktis, ringkes, dan mudah dibersihkan. 

Cara menggunakan cup feeder yang tepat agar tidak tersedak

Bentuk cup feeder yang seperti cangkir bisa meningkatkan risiko tersedak pada bayi. Apalagi jika penggunaannya tidak berhati-hati.

Untuk mencegahnya, berikut ini beberapa cara penggunaan cup feeder yang tepat pada bayi agar tidak tersedak. 

  • Letakkan bayi di pangkuan dengan memegang bagian leher serta punggung agar tidak bergeser. Pastikan posisi bayi dalam keadaan nyaman, sehingga mencegah bayi bergerak yang bisa menyebabkan bayi tersedak atau cup feeder terjatuh. 
  • Secara perlahan, dekatkan cup feeder pada mulut bayi dan minumkan ASI dengan hati-hati dan sedikit demi sedikit. 
  • Apabila bayi sulit menjangkau, miringkan cup feeder sedikit hingga ASI bisa terjangkau dan bisa dihisap oleh bayi. 
  • Tuang ASI perlahan ke dalam mulutnya dan biarkan bayi menghisap ASI sesuai dengan kebutuhannya. Apabila sudah kenyang, biasanya ia akan menutup mulutnya. 

Nah, itu dia beberapa manfaat penggunaan cup feeder yang bisa jadi referensimu. Apabila penggunaan dot terlalu ribet apalagi saat mencucinya, sebaiknya gunakan cup feeder yang lebih praktis dan juga murah. 

Bayi & Menyusui

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Perut kembung atau secara medis disebut meteorismus adalah sebuah tanda adanya gangguan pada saluran cerna. Kembung tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh bayi.  Para orang tua baru umumnya kerap panik dan bingung bagaimana cara mengatasi perut kembung pada bayi. 

Sebenarnya, pada bayi dibawah 3 bulan kembung merupakan hal yang normal terjadi. Hal ini disebabkan karena belum sempurnanya sistem saluran pencernaan pada bayi. Selain itu, pada bayi diatas 6 bulan biasanya akan membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). Biasanya bayi akan mencoba banyak sekali makanan baru yang dapat mengakibatkan perut kembung. Maka dari itu, para orang tua tentunya perlu untuk berhati-hati dalam menentukan MPASI dan juga mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi.

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Ada banyak hal yang menjadi penyebab perut bayi kembung. Namun, perut kembung yang dialami bayi tidak selalu menjadi tanda penyakit yang serius. Berikut beberapa penyebab perut bayi kembung.

  • Banyaknya udara yang tertelan

Posisi menyusu yang tidak pas ataupun penggunaan dot yang tidak sesuai dapat menyebabkan banyaknya udara yang ikut masuk ke saluran pencernaan si Kecil. Contohnya, seperti pada saat mulut bayi sudah terbuka tetapi tidak langsung menggapai puting sang ibu dan juga aliran dot yang terlalu deras. Hal tersebut menyebabkan banyaknya udara berlebih yang ikut masuk ke saluran cerna si kecil.

  • Makanan yang dikonsumsi oleh ibu

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu dapat menjadi pemicu perut bayi kembung. Hal ini dikarenakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan terserap ASI, sehingga kembung pada bayi tidak terhindarkan. 

Maka dari itu, para ibu yang sedang menyusui perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang dapat memicu produksi gas sesudah dicerna, seperti bawang, brokoli, kentang, dan kol.

  • Tidak cocok dengan makanan atau minuman tertentu

Pada bayi usia 6 bulan keatas biasanya akan membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa MPASI, bayi akan mencoba banyak sekali makanan dan minuman baru yang belum pernah ia konsumsi sebelumnya dengan tekstur yang lebih padat. Hal ini dapat menyebabkan kembung karena lambung bayi masih menyesuaikan dengan makanan dan minuman baru tersebut. Terlebih lagi jika makanan tersebut mengandung lemak, gula, pati, dan tinggi serat, yang dapat meningkatkan resiko perut bayi kembung.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Udara ataupun gas masuk kedalam saluran cerna adalah hal yang wajar. Namun berbeda dengan orang dewasa yang saluran pencernaannya sudah matang, bayi membutuhkan bantuan untuk dapat mengeluarkan gas tersebut dari sistem pencernaannya. Berikut cara mengatasi perut kembung pada bayi:

  1. Perhatikan posisi menyusui

Untuk mengatasi perut kembung pada bayi, selalu pastikan jika posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari badannya, baik saat menyusui secara langsung ataupun melalui dot. Dengan begitu susu akan lebih mudah masuk ke dalam perut dan udara berlebihnya akan menuju ke atas.

  1. Bantu bayi bersendawa setelah menyusu

Salah satu cara agar udara dapat keluar dari sistem pencernaan si kecil yaitu dengan gendong bayi menghadap Anda, sanggah kan kepada dan lehernya di pundak Anda, lalu menepuk punggungnya dengan lembut hingga bayi sendawa.

  1. Pijat perut bayi

Ada 2 cara pijat yang dapat dicoba yaitu pijat dengan cara mengelus searah jarum jam atau Anda bisa memijat dengan cara seolah-olah menulis huruf ILU menggunakan telapak tangan Anda. 

Anda juga dapat menggunakan minyak telon ataupun balsem bayi untuk menghangatkan perut si Kecil. 

  1. Periksa kembali makanan pendamping ASI 

Jika bayi sudah mengkonsumsi MPASI, Anda perlu meninjau kembali makanan pendamping ASI yang diberikan. Pasalnya, beberapa makanan terutama yang mengandung sorbitol (alkohol gula) dapat meningkatkan resiko bayi mengalami perut kembung.

Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi. Biasanya kembung akan reda dalam waktu beberapa saat. Namun, jika kembung tak kunjung reda dan menunjukan adanya tanda-tanda masalah serius pada anak, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bayi & Menyusui

Panduan Memberikan Obat Demam Bayi Sesuai Usia

Panduan Memberikan Obat Demam Bayi Sesuai Usia

Demam adalah tanda umum penyakit, tetapi itu tidak selalu berarti buruk. Faktanya, demam berperan sebagai kunci dalam melawan infeksi. Jadi, haruskah Anda memberikan obat demam bayi atau membiarkan demamnya mereda dengan sendirinya? Pemberian obat demam bayi dan anak boleh saja, namun dengan catatan untuk tidak memberikannya pada mereka yang tidak mengalami gangguan kekebalan atau mengonsumsi obat kemoterapi dan belum pernah menjalani operasi.

Anak kecil sering mengalami demam jika batuk atau pilek, misalnya, karena tubuh sedang melawan infeksi. Anak Anda mungkin mengalami demam jika merasa lebih panas dari biasanya saat Anda menyentuh dahi, punggung atau perutnya, merasa berkeringat atau lembap, atau pipinya memerah.

Panduan memberikan obat demam bayi dan anak yang tercantum di bawah ini adalah untuk suhu yang diukur dengan termometer rektal dan oral. Termometer ini memberikan pengukuran suhu tubuh inti yang paling akurat. Jenis termometer lain, seperti termometer telinga (membran timpani) atau dahi (arteri temporal), meskipun nyaman, namun memberikan pengukuran suhu yang kurang akurat. Lebih lengkapnya simak panduan memberikan obat demam bayi yang tepat berikut.

Bayi dan balita

0-3 bulan

Demam dengan suhu 38ºC atau lebih tinggi, diambil secara rektal. Anda harus segera menghubungi dokter, bahkan jika bayi tidak menunjukkan tanda atau gejala lain. Jangan berikan obat medis apapun.

3-6 bulan

Demam dengan suhu hingga 38,9ºC, diambil secara rektal. Anda harus mengajak si kecil untuk banyak beristirahat dan minum cairan seperti ASI atau susu formula. Obat tidak dibutuhkan untuk bayi usia tersebut. Hubungi dokter jika mereka tampak sangat sensitif, lesu, atau tidak nyaman.

3-6 bulan

Demam dengan suhu di atas 38,9ºC, diambil secara rektal. Segera hubungi dokter. Mereka mungkin akan merekomendasikan agar Anda membawa anak ke laboratorium untuk segera melakukan tes atau pengecekan lebih lanjut dan jangan berikan obat demam bayi sama sekali.

6-24 bulan

Demam dengan suhu di atas 38,9ºC, diambil secara rektal. Berikan anak asetaminofen (tylenol, lainnya). Jika anak berusia 6 bulan atau lebih, ibuprofen (advil, motrin, lainnya) juga sudah boleh diberikan. Baca label dengan hati-hati untuk mendapatkan dosis yang tepat. Jangan berikan aspirin kepada bayi atau balita. Hubungi dokter jika demam tidak merespons obat atau berlangsung lebih dari satu hari.

Anak-anak

2-17 tahun

Demam dengan suhu hingga 38,9ºC diambil secara rektal untuk anak-anak usia 2-3, dan diambil secara oral untuk anak-anak di atas 3 tahun. Anda harus mengajak anak untuk perbanyak istirahat dan minum banyak cairan. Anda tidak memerlukan obat demam bayi dalam hal ini. Namun, segera hubungi dokter jika anak tampak sensitif atau lesu atau mengeluh sangat tidak nyaman.

2-17 tahun

Demam dengan suhu di atas 39,9ºC diambil secara rektal untuk anak-anak usia 2-3, dan diambil secara oral untuk anak-anak di atas 3 tahun. Jika anak tampak tidak nyaman, berikan mereka asetaminofen (tylenol, lainnya) atau ibuprofen (advil, motrin, lainnya). Selalu baca label dengan saksama untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Anda juga harus berhati-hati untuk tidak memberi anak Anda lebih dari satu obat yang mengandung acetaminophen, seperti beberapa obat demam  bayi yang juga diperuntukan untuk sakit batuk dan pilek. Hindari memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja. Hubungi dokter jika demam tidak merespons obat atau berlangsung lebih dari tiga hari.

Bayi & Menyusui

Sudah Amankah Posisi Tidur Bayi? Cek Tipsnya

Sudah Amankah Posisi Tidur Bayi? Cek Tipsnya

Saat bayi tidur, Anda pasti senang karena artinya Anda juga bisa mengambil istirahat sejenak. Namun jangan lupa, perhatikan selalu posisi tidur bayi. Posisi tidur yang salah bisa berisiko menimbulkan masalah kesehatan bagi bayi sampai kematian mendadak. 

Kondisi ini terjadi karena sistem pernapasan dan imunitas bayi masih tergolong rendah sebelum usia 2 tahun. Karena itu, posisi tidur bayi yang salah bisa mengganggu sistem pernapasannya dan membuatnya kesulitan bernapas hingga akhirnya gagal napas jika tidak Anda tolong dengan segera. 

Jadi, bagaimanakah mengetahui posisi tidur bayi cukup aman untuk keselamatannya? Tidak usah ambil pusing. Berikut ini adalah beberapa tips posisi tidur bayi yang aman dan dapat Anda terapkan sesegera mungkin 

Pastikan Posisi Tidur Bayi Telentang 

Posisi tidur bayi Anda masih cenderung miring atau justru tengkurap? Segera ubah kebiasaan tersebut. Pastikan Anda selalu menaruh bayi untuk tidur dengan posisi telentang setiap kali hendak tidur. Ini merupakan posisi terbaik untuk membuat pernapasannya berjalan lancar sehingga risiko kematian mendadak dapat diminimalkan sekecil mungkin. 

Susui Sebelum Tidur 

Pastikan Anda menyusui bayi sebelum tidur. Dalam sebuah survei dan penelitian, menyusui bayi saat ia hendak tidur sampai ia mengantuk bisa membuat risiko gagal napas ketika tidur terhindari. Namun, jangan salah kaprah. Anda cukup menyusui si kecil sampai ia mengantuk, kemudian tinggal menimang atau menepuk dan mengusap punggungnya guna membuatnya terlelap. Jangan biasakan menyusuinya sampai benar-benar tertidur karena hanya akan membuat risiko tersedak dan perut kembung semakin besar. 

Sebaiknya Bayi Tidur Terpisah 

Bagaimana cara tidur bayi Anda selama ini? Masih banyak orang memilih tidur satu ranjang dengan bayi. Posisi tidur bayi seperti itu sangat berisiko. Pasalnya, bayi bisa saja tertiban oleh Anda, khususnya ketika Anda sedang benar-benar tertidur lelap dan dalam kondisi lelah. Cobalah untuk memisahkan tempat tidur bayi dalam keranjang tersendiri. Untuk bayi di bawah satu tahun, memutuskan tidur dalam satu kamar dan di ranjang yang terpisah adalah pilihan terbijak. 

Pakaikan Selimut? Pertimbangkan Lagi 

Anda mungkin berpikir posisi tidur bayi dengan selimut akan membuatnya nyaman dan tidurnya menjadi lelap sepanjang malam. Jangan salah. Posisi tidur bayi dengan selimut justru rentan bisa berisiko bayi kesulitan bernapas apabila selimutnya tertarik sampai menutupi wajah. Jadi jika Anda masih sering memakaikan selimut ke bayi, coba pertimbangkan lagi. Lebih baik Anda menurunkan suhu udara di ruangan daripada memakaikannya selimut yang berisiko, bukan? 

Singkirkan Semua Mainan 

Mainan yang terlalu banyak di ranjang bayi bisa memicu bahaya, walaupun posisi tidur bayi sebenarnya sudah tepat. Adanya mainan di sekelilingnya juga rentan membuat bayi ingin menggapai mainan tersebut hingga posisi tidurnya berubah menjadi berbahaya. Jadi setiap bayi hendak tidur, cobalah untuk menyingkirkan seluruh mainannya. Biarkan ranjang bayi bersih untuk persiapan tidur sang buah hati. 

Gunakan Kasur Datar dan Kuat 

Kualitas kasur bisa sangat berpengaruh pada posisi tidur bayi yang aman. Pastikan Anda menggunakan kasur yang datar dan kuat sebagai tempat tidur bayi. Jangan sampai, tempat tidur bagi mudah “mendelep” sehingga membuat bayi terjebak ke bawah dan sulit untuk bergerak ataupun bernapas. Pastikan pula kasur bayi datar supaya ia tidak mudah terguling sehingga posisi tidur bayi berubah menjadi berbahaya. 

Jadi dari semua tips di atas, bagian mana saja yang sudah Anda praktikkan untuk posisi tidur bayi yang aman? Jika ada yang belum, segera digenapi, yuk.

Bayi & Menyusui

Tips Melakukan Stimulasi Bayi agar Cerdas dari Usia 0-24 Bulan

Tips Melakukan Stimulasi Bayi agar Cerdas dari Usia 0-24 Bulan

Agar bayi tumbuh cerdas dan pintar, orang tua perlu tahu cara menstimulasi anak sejak dini. Cara stimulasi bayi agar cerdas umumnya bisa dilakukan dengan stimulasi umum dan spesifik yang sesuai dengan usia bayi.

Stimulasi adalah rangsangan suara (auditori), visual, sentuhan, kinestetik yang diberikan sejak otak bayi mulai berkembang (sejak bayi baru lahir). Tujuan stimulasi adalah merangsang kualitas dan kuantitas sel-sel otak agar dapat bekerja dan berfungsi secara optimal.

Kecerdasan seseorang umumnya dapat dilihat dari hasil atau pencapaian tertentu. Hal tersebut juga berlaku pada bayi. Ciri bayi cerdas dan pintar dapat dilihat dari perkembangan dan tumbuh kembang anak sejak bayi baru lahir.

Dikutip dari Kidspot Australia, sejumlah ciri bayi pintar dan cerdas yang harus diperhatikan sejak dini adalah di antaranya seperti ini.

  1. Mencapai milestones

Mencapai milestones atau pencapaian lebih cepat dari pada bayi lainnya di usia mereka. Misalnya bayi lebih cepat berjalan atau lebih cepat berbicara dari bayi lainnya dalam standar umur perkembangan mereka.

  1. Mudah berkonsentrasi

Saat bayi telah memiliki konsentrasi dan fokus yang baik, maka bayi bisa masuk ke dalam kategori bayi pintar dan cerdas. Misalnya si Kecil bisa fokus pada mainannya atau membaca buku hingga selesai tanpa teralihkan.

  1. Mampu menyelesaikan masalah

Dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik. Ini bisa terlihat misalnya ketika Anda meletakan mainan di suatu tempat yang tak bisa dijangkaunya, kemudian ia mencari beragam cara untuk mengambilnya.

  1. Suka menyendiri

Ciri bayi pintar yang satu ini mungkin sering disalah artikan oleh para orangtua. Namun, bayi yang pintar umumnya akan lebih menikmati waktunya bermain sendiri atau ditemani orang dewasa ketimbang bermain dengan rekan seusianya. 

  1. Memiliki rasa penasaran tinggi

Rasa penasaran yang tinggi umumnya dapat terlihat pada bayi usia di atas 1 tahun, yakni saat mereka mengajukan pertanyaan yang begitu kompleks dan rinci. Mereka akan mulai menanyakan mengapa suatu kejadian bisa terjadi dan menuntut alasannya yang jelas.

  1. Memiliki berat badan lahir tinggi

Penelitian menunjukan berat badan lahir yang tinggi dapat disamakan dengan IQ yang sedikit lebih tinggi di sepanjang hidupnya.

Memberi stimulasi bukan berarti memberikan banyak mainan edukasi kepada anak Anda, atau mendaftarkannya pada banyak sekolah atau kursus. Sebaliknya, gerakan sederhana seperti menyentuh bayi dengan rasa sayang sudah bisa dikatakan sebagai bentuk stimulasi, yang menandakan bahwa ia mendapat kasih sayang dari orangtuanya.

Selebihnya, Anda dapat melakukan stimulasi bayi agar cerdas dan pintar sejak dini sesuai dengan usianya. Nah, berikut beberapa contoh cara menstimulasi otak bayi agar cerdas berdasarkan usia yang dapat Anda jadikan rujukan.

  1. Bayi berusia 0-3 bulan
  • Menyentuh bayi dengan kasih sayang
  • Memberikan bayi pijatan
  • Menggendong dan mengatun-ayunkannya
  • Menatap matanya
  • Mengajaknya bercanda
  • Membuatnya tengkurap (tummy time)
  1. Bayi berusia 3-6 bulan
  • Memanggil nama si bayi
  • Melihat cermin
  • Bermain cilukba
  • Melatih untuk berguling dan duduk
  • Memegang dan bermain dengan mainan.
  1. Bayi berusia 6-9 bulan
  • Memanggil nama bayi dan melambaikan tangan
  • Menunjuk objek
  • Bersalaman dan tepuk tangan
  • Memegang gelas dan minum dari gelas
  • Melatih duduk tegak
  • Melatih berdiri sambil berpegangan.
  1. Bayi berusia 9-12 bulan
  • Melatih kosakata bayi dengan mengajak berbicara satu suku kata, misalnya mama, papa, mimi, bobo)
  • Menggelindingkan bola
  • Corat-coret
  • Meniru mimik orangtua
  • Melatih berdiri dan berjalan.
  1. Anak usia 12-18 bulan
  • Menunjuk gambar atau objek
  • Menggabungkan kata
  • Menyusun balok dan puzzle
  • Menggunakan sendok
  • Bermain dengan boneka
  • Meniti tangga (dengan dampingan orangtua)
  • Membungkuk
  • Berjalan mundur
  • Berlari dan menendang bola
  1. Anak usia 18-24 bulan
  • Mengenalkan nama-nama bagian tubuh
  • Membacakan buku cerita
  • Bermain musim
  • Tahu nama-nama kegiatan sehari-hari
  • Bermain lilin mainan
  • Mencuci dan mengeringkan tangan
  • Membuka pakaian
  • Melempar bola
  • Melompat
  • Menggosok gigi

Bukan hanya stimulasi bayi agar cerdas dan pintar serta tumbuh dengan sehat yang harus diperhatikan. Namun, ketika masih ASI eksklusif maupun saat memasuki masa MPASI di usia 6 bulan, Anda juga perlu memastikan jenis makanan bergizi untuk bayi.

Makanan yang perlu dikonsumsi ibu untuk mendorong anak tumbuh cerdas, aktif dan sehat sejak masih bayi salah satunya seperti sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, alpukat, brokoli hingga buah beri.