Kehamilan

Penyebab Perut Terasa Kencang Pada Setiap Trimester

Kehamilan adalah perjalanan yang penuh lika liku. Di atas semua perasaan tentang hidup yang berubah selamanya, tubuh Anda menjadi aneh dan sakit. Salah satu gejala kehamilan yang tidak terduga adalah perut terasa kencang.  

Pengencangan perut terjadi karena beberapa alasan, meskipun penyebabnya berbeda di setiap trimester. Inilah yang terjadi dengan perasaan mual di setiap bab perjalanan kehamilan Anda. Pada trimester pertama, terdapat tiga alasan perut terasa kencang, antara lain:

  • Terjadi penggembungan

Gas dan sembelit sering terjadi pada awal kehamilan, yang bisa membuat perut Anda terasa keras dan kencang. 

  • Sakit 

Rahimmu tumbuh seperti kotoran.  Terkadang jaringan dan ligamen di sekitarnya merasakan ketegangan. Semua peregangan itu dapat menyebabkan sesak, kram, atau bahkan rasa sakit yang menusuk di sisi perut Anda.

  • Peringatan keguguran

Kondisi ini sangat jarang terjadi, perut terasa kencang pada trimester pertama bisa mengindikasikan keguguran. Keguguran juga memiliki tanda peringatan lain, jadi segera hubungi dokter Anda jika Anda kurang yakin.

Saat trimester kedua dan perut Anda lebih menonjol, Anda mungkin merasakan perut terasa kencang yang disebut nyeri ligamen bundar. Pada dasarnya, ligamen di sekitar rahim Anda terentang seperti karet gelang.

Meskipun terasa sangat mengganggu saat merasakan nyeri menusuk di sekitar perut Anda, nyeri ligamen bundar benar-benar normal. Kemungkinan besar Anda akan merasakannya saat berganti posisi. Kemungkinan lain Anda memiliki rahim yang mudah teriritasi.

Dan ada kontraksi yang mungkin mulai Anda perhatikan pada trimester kedua. Jangan khawatir Anda belum saatnya melahirkan. Kontraksi kecil ini disebut Braxton-Hicks, dan itu adalah latihan tubuh Anda untuk yang kontraksi yang sebenarnya.

Pada trimester ketiga Anda mulai sering mengalami Braxton-Hicks, dan ya, Anda mungkin dalam bahaya persalinan nyata. Perut terasa kencang selama trimester ketiga sangat umum terjadi, tetapi itu tidak berarti Anda harus mengabaikannya. Anda disarankan untuk mengatur waktu kontraksi dan mencatat perbedaan antara persalinan palsu.

Perut terasa kencang adalah kondisi yang normal, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membuat perut Anda lebih baik. Jika perut kencang Anda tidak membaik, segera menghubungi dokter Anda jika Anda khawatir.

Kehamilan

CPD Panggul Sempit, Masalah Ketika Melahirkan

Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah masalah medis yang dapat muncul saat melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika bayi mengalami kesulitan untuk melewati jalan lahir. Bayi mungkin sangat besar atau dalam posisi persalinan yang sulit, atau panggul ibu mungkin terlalu sempit untuk bayi dapat lewat dengan selamat.

Sebenarnya CPD panggul sempit terjadi ketika ukuran kepala bayi dan panggul ibu tidak cocok, sehingga bayi sulit atau tidak mungkin dapat melewatinya. Hal ini sangat jarang terjadi. Namun, masalah lain, seperti posisi tubuh atau kepala bayi di dalam rahim, dapat menyebabkan persalinan berlangsung lambat atau berhenti berkembang. Komplikasi ini juga dapat menyebabkan persalinan terhambat dan terkadang dianggap CPD.

Kebanyakan wanita, termasuk ibu mungil, dapat dengan aman melahirkan bayi meskipun dokter yakin bayinya mungkin besar. Panggul fleksibel untuk menampung kelahiran, dan tulang di kepala bayi dirancang untuk berubah bentuk saat melahirkan. CPD biasanya didiagnosa selama persalinan ketika bayi tidak berkembang secara alami melalui proses kelahiran.

Dokter akan mencurigai Anda memiliki CPD panggul sempit jika:

  • Persalinan berlangsung lama atau berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.
  • Kontraksi uterus tidak cukup kuat untuk membuat persalinan terus berjalan.
  • Penipisan dan pelebaran serviks terjadi secara perlahan atau tidak terjadi sama sekali.
  • Kepala bayi tidak menempel atau memasuki panggul.
  • Bayi tidak bergerak ke bawah melalui stasiun panggul.

Karena CPD biasanya tidak terdiagnosis sampai timbul masalah selama persalinan, hal ini sulit untuk dicegah. Namun, dokter Anda akan memeriksa Anda dan memantau bayi Anda selama kehamilan Anda. Jika dokter mencurigai bahwa CPD bisa menjadi masalah, karena panggul Anda sempit, dokter akan mendiskusikan pilihan dengan Anda.

Perawatan untuk CPD adalah melanjutkan persalinan atau melanjutkan ke operasi caesar. Tujuan pengobatan adalah agar persalinan aman, sehingga dokter akan memutuskan bagaimana menangani kondisi tersebut berdasarkan bagaimana persalinan Anda berlangsung.

Jika Anda memiliki panggul sempit dan pernah mengalami CPD pada persalinan sebelumnya, dokter akan lebih siap untuk membuat rencana persalinan dengan Anda untuk mencegah komplikasi pada persalinan berikutnya.

Menghadapi CPD selama persalinan jarang terjadi. Tapi, masih wajar jika Anda merasa sedikit cemas, apalagi jika Anda merasa memiliki panggul sempit atau kecil. Jika Anda khawatir, Anda dapat berbicara dengan dokter Anda tentang kekhawatiran Anda. 

Kehamilan

7 Cara Efektif Atasi Stres pada Ibu Hamil

Stres adalah suatu kondisi yang sering kali dialami seseorang, termasuk ketika sedang hamil. Stres pada ibu hamil justru telah dianggap lebih berbahaya, karena sangat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan janin yang dikandung. Penyebab stres pada ibu hamil pun bisa bermacam-macam, mulai dari masalah pribadi, keluarga, kondisi kesehatan, ekonomi, serta faktor lingkungan.

Fatalnya, jika ibu hamil tidak mengelola stresnya ini dengan baik, maka dapat memengaruhi kesehatan janin di dalam rahim. Bagaimana bisa ini terjadi? Apa yang sebaiknya bumil lakukan agar tidak stres selama hamil? Tenang, Anda akan menemukan jawabannya di sini.

Penyebab stres pada ibu hamil

Umumnya, penyebab stres pada ibu hamil yang sering dirasakan, meliputi:

  • Khawatir mengalami keguguran.
  • Takut terhadap proses persalinan atau melahirkan.
  • Mengalami berbagai keluhan selama hamil, seperti mual, kelelahan, perubahan mood, dan sering sakit punggung.
  • Masih bekerja saat hamil.
  • Memikirkan nanti apakah bisa atau tidak merawat bayi.
  • Takut kondisi finansial tidak mampu untuk membesarkan anak.

Penyebab stres pada ibu hamil yang paling serius memengaruhi kesehatan ibu dan janin, termasuk:

  • Mengalami duka cita yang mendalam, seperti kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan atau rumah.
  • Hamil dalam kondisi sulit, seperti terlilit hutang, punya gangguan kesehatan, mengalami pelecehan, atau depresi yang dimulai sebelum hamil.
  • Terjadi suatu bencana, seperti angin topan, gempa bumi, atau sejenisnya.
  • Berada dalam lingkungan yang rasisme atau kelompok minoritas, sehingga sulit menjalani aktivitas sosial sehari-hari.
  • Punya trauma masa lalu, seperti riwayat keguguran, melahirkan prematur, atau berat badan bayi lahir rendah (BBLR).

Bahaya stres pada ibu hamil dan janin.

Sebenarnya, stres adalah bagian dari kehidupan seseorang dan ini normal terjadi. Bahkan, adanya rasa khawatir akan masa depan bayi yang dikandung merupakan tanda bahwa Anda ingin menjadi orang tua yang terbaik untuk si Kecil.

Hanya saja, stres yang berlebihan selama hamil, tidak dikelola dengan baik, atau berlarut hingga waktu yang lama, itulah yang berbahaya. Saat Anda stres, tubuh akan berada di dalam kondisi ‘fight or run’. Akibatnya, terjadilah ledakan sekresi hormon kortisol dan hormon stres lainnya. Peningkatan hormon ini akan membuat detak jantung Anda semakin cepat dan memicu komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), atau keguguran.

Suatu studi yang diterbitkan oleh jurnal Obstetric Medicine menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami stres lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit selama kehamilan. Ini disebabkan adanya efek perlawanan dari sistem kekebalan tubuh sebagai respon stres pada ibu hamil.  Selain itu, stres juga akan memengaruhi pola perilaku ibu selama hamil, seperti nafsu makan menurun, malas bergerak, dan susah tidur.

Tips mencegah dan mengatasi stres pada ibu hamil

Anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini untuk membantu mencegah dan mengurangi stres yang berlebihan saat hamil.

  1. Tetap sehat dan bugar dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan rajin berolahraga, seperti berenang, yoga prenatal, atau meditasi.
  2. Mengikuti kelas kehamilan atau persalinan untuk mempersiapkan diri, agar tidak cemas dan panik berlebihan jelang lahiran tiba.
  3. Jika Anda adalah seorang pekerja, selesaikan pekerjaan dengan baik sebelum Anda mengambil cuti hamil dan melahirkan.
  4. Cerita kepada pasangan setiap keluhan yang Anda miliki, agar tidak menjadi beban dan pikiran Anda sendiri nantinya.
  5. Tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dirasa berat. Bila memungkinkan, Anda dapat meminta bantuan oranag tua atau kerabat untuk membantu Anda selama di rumah.
  6. Sesekali, lakukan aktivitas yang membuat Anda senang dan bisa menghilangkan stres, seperti mendengarkan musik, berbelanja, pergi ke salon, dan sejenisnya.
  7. Tidak langsung percaya dengan mitos-mitos tentang kehamilan yang ada. Jika mengalami keluhan tertentu, segera konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan.

Stres pada ibu hamil tentu tidak bisa disepelekan. Jika cara di atas tidak dapat mengatasi stres yang Anda alami, maka pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter psikiater untuk menemukan solusi terbaik. Ini bertujuan agar stres tidak membawa dampak buruk untuk kesehatan Anda dan janin di dalam kandungan.

Kehamilan

Terapkan Hidup Sehat sebagai Cara agar Cepat Hamil

Program hamil atau yang sering disingkat dengan promil banyak diusahakan oleh pasangan yang memiliki keinginan untuk segera memiliki keturunan. Namun, berdasarkan fakta sebanyak 15% pasangan ternyata memiliki masalah kesuburan.

Mengubah pola hidup menjadi lebih sehat merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan kesuburan. Pola hidup sehat dapat memperbaiki kesuburan hingga 70%. Di bawah ini terdapat beberapa cara agar cepat hamil yang dapat Anda lakukan jika berencana memiliki keturunan dalam waktu dekat:

  • Makan pagi dengan porsi yang lebih banyak

Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa wanita dengan berat badan normal dan mengalami PCOS yang mengonsumsi sebagian besar asupan kalori pada pagi hari, memiliki tingkat kesuburan yang lebih baik. Hal ini disebabkan menurunnya kadar hormon insulin dan testosteron, sehingga berdampak pada meningkatnya kesuburan. Namun, Anda perlu untuk mengurangi asupan makan di siang dan malam hari untuk menjaga berat badan ideal. 

  • Hilangkan kebiasaan merokok dan minum alkohol

Sudah bukan rahasia lagi, bahwa kebiasaan merokok dan minum alkohol dapat membahayakan kesehatan jantung dan paru-paru. Tidak hanya itu, dua kebiasaan ini dapat menyebabkan infertilitas.

  • Penuhi kebutuhan protein nabati

Konsumsi daging secara berlebihan dapat memicu infertilitas. Sebagai gantinya, Anda dapat mengonsumsi kacang-kacangan atau biji-bijian untuk memenuhi kebutuhan protein bagi tubuh.

  • Aktif bergerak

Memiliki kebiasaan berolahraga merupakan salah satu kebiasaan baik dalam menerapkan pola hidup sehat. Tidak hanya bermanfaat untuk mengurangi lemak, namun melakukan olahraga dapat memperbaiki keturunan. Sebagai catatan, melakukan olahraga yang terlalu berat dapat memengaruhi infertilitas.

  • Hindari mengonsumsi lemak trans

Mengonsumsi lemak trans dalam jumlah yang terlalu banyak dapat mengganggu ovulasi yang berakibat pada meningkatnya risiko infertilitas.

  • Konsumsi makanan dengan kandungan antioksidan yang tinggi

Antioksidan dapat memperbaiki kesuburan pria dan wanita. Kandungan ini dapat mengatasi radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh melalui polusi udara atau kebiasaan merokok. Radikal bebas inilah yang menjadi penghambat kesuburan sperma. Anda dapat mengonsumsi makanan dengan kaya akan antioksidan dari buah-buahan, sayur, maupun kacang-kacangan. Antioksidan ini dapat berupa vitamin C dan E, folat, seng, dan juga beta-karoten.