Kesehatan Kulit

Kandungan Skincare yang Harus Dihindari Pemilik Kulit Kering

Memiliki kulit wajah yang kering memang tidak nyaman, karena akan terasa sensasi kulit tertarik. Untuk mengatasi hal tersebut seseorang mungkin butuh perawatan atau setidaknya menggunakan produk skincare. Namun, tidak semua produk skincare cocok dengan kondisi kulit kering. Ada beberapa kandungan skincare yang justru bisa memperparah kondisi kulit kering.

skincare

Oleh karena itu, perawatan jenis kulit kering tergolong gampang-gampang susah. Salah sedikit, bisa menyebabkan kulit wajah mengalami beberapa masalah, mulai dari kulit mengelupas atau bahkan iritasi. Untuk menjaga kulit kering dengan lebih baik, Anda perlu memperhatikan kandungan-kandungan skincare yang dipakai sehari-hari.

Ingat-ingat kandungan skincare yang tidak cocok untuk kondisi kulit kering di bawah ini. Informasi ini dapat Anda gunakan dalam proses pemilihan produk skincare agar tak salah ketika membeli.

  • Alkohol

Zat yang satu ini sudah sangat umum digunakan untuk kandungan skincare. Beberapa produk perawatan wajah, utamanya facial wash atau toner kerap memanfaatkan alkohol. Dalam produk perwatan kulit, alkohol berguna untuk membantu kulit menyerap kandungan skincare lain dengan baik. 

Namun, bagi Anda yang memiliki kulit kering sebaiknya menghindari menggunakan produk skincare yang mengandung alkohol. Karena kandungan ini dapat menghilangkan kelembapan alami yang membuat kulit semakin kering dan pecah-pecah. 

  • Salicylic acid 

Senyawa ini sebenarnya bagus untuk kulit karena dapat mengeksfoliasi dan membersihkan pori-pori, sehingga bisa menghancurkan komedo dan jerawat. Tetapi akan berbeda jika kandungan skincare ini diaplikasikan pada jenis kulit kering. 

Salicylic acid dapat memperburuk kondisi kulit kering. Kulit Anda bisa mengalami iritasi, apalagi jika Anda memakai salicylic acid secara berlebihan. Salicylic acid biasanya hadir dalam produk-produk untuk menangani masalah jerawat, mulai dari toner, pelembap, foundation, hingga bedak.

  • Retinoid

Retinoid adalah bahan yang sering dipakai untuk mengatasi berbagai masalah kulit, seperti jerawat, keriput, dan psoriasis. Kandungan skincare yang satu ini sering dipakai untuk kondisi kulit berjerawat dan keriput. Namun, perlu diingat bahwa kandungan ini sama sekali tidak cocok untuk tipe kulit kering.

Retinoid dapat menyebabkan berbagai masalah pada kulit kering, karena efek samping retinoid adalah membuat kulit menjadi kering. Jika Anda memakai kandungan ini, kulit yang secara alami sudah kering akan semakin kering, sehingga bisa menyebabkan iritasi. Bukan itu saja, retinoids juga bisa membuat kulit menjadi merah, bengkak, dan lecet.

  • Benzoyl Peroxide

Sebenarnya, kandungan yang satu ini cukup sering ditemukan pada produk acne-spot treatment gel. Meskipun dikenal sebagai penghilang jerawat dengan mudah dan ampuh, ternyata zat ini tidak selamanya cocok untuk semua jenis kulit, salah satunya kulit kering.

Benzoyl peroxide yang terdapat di skincare disarankan untuk dihindari oleh pemilik kulit kering. Pasalnya, selain menyebabkan kulit menjadi sangat kering, kandungan skincare ini juga dapat menyebabkan kulit kering menjadi merah dan iritasi.

  • Wewangian (Fragrance)
Pemilik kulit kering memang tidak direkomendasikan menggunakan produk skincare yang mengandung wewangian atau yang sering terlihat di label produk sebagai fragrance. Karena kandungan ini dapat menimbulkan iritasi bagi kulit kering khususnya pemilik kulit sensitif. Oleh karena itu, pilihlah skincare yang bebas fragrance untuk mencegah kulit semakin kering.
***

Untuk mengatasi kulit kering,  Anda mungkin dapat mencegah dan mengobatinya dengan lebih  memerhatikan produk skincare yang ingin Anda pakai. Mulai dari pembersih, krim, pencuci muka, hingga makeup. Pemilik kulit kering sebaiknya menggunakan produk dengan kandungan skincare yang menjaga kelembapan kulit, agar kulit terhidrasi. Jangan asal menggunakan produk dengan kandungan yang tidak semestinya jika tidak ingin kondisi kulit kering Anda menjadi semakin buruk. 

Kesehatan Kulit

Efektifkah Asam Salisilat Mengobati Jerawat?

Asam salisilat hampir selalu ada dalam daftar komposisi atau kandungan bahan-bahan untuk salep obat jerawat. Kandungan ini memang umumnya digunakan untuk mengobati berbagai masalah kulit.

Asam salisilat juga dapat ditemukan dalam kandungan obat-obatan kulit yang dijual secara bebas, seperti obat untuk mengatasi panu, kurap, kutil, maupun kapalan. Hal ini disebabkan oleh sifat dari asam salisilat itu sendiri, yaitu bersifat anti radang, anti jamur, dan keratolitik yang dapat membantu mengelupas sel-sel kulit mati.

Khasiat dan kegunaan asam salisilat

Kini muncul pertanyaan, apakah memang asam salisilat efektif untuk mengobati jerawat? Jawaban atas pertanyaan tersebut tentu bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis jerawat itu sendiri.

Asam salisilat secara rinci adalah jenis asam yang dapat diserap hingga masuk ke dalam pori-pori, sehingga akan lebih efektif digunakan untuk mengatasi jerawat atau komedo yang disebabkan oleh produksi minyak berlebih atau pori-pori tersumbat.

Karakter dari kulit berminyak umumnya memiliki pori-pori yang lebih terbuka. Ketika kotoran dan sel-sel kulit mati dan terjebak di dalam pori-pori bersama dengan minyak, maka biasanya akan muncul bintik putih komedo pada wajah. Sementara itu, komedo putih tersebut dapat berubah menjadi hitam jika minyak dan kotoran yang bercampur tadi mengalami proses oksidasi. Jerawat akan muncul ketika ada bakteri yang menginfeksi pori-pori tersumbat tersebut.

Asam salisilat akan bekerja dengan menghilangkan zat yang memicu sel kulit mati menggumpal dalam pori-pori. Ia akan membantu untuk melembutkan dan mengeluarkan kotoran dan sel kulit mati keluar dari pori-pori.

Anjuran dosis asam salisilat seperti apa yang aman digunakan?

Umumnya, salep obat jerawat yang dijual bebas mengandung sekitar 0.5-2% asam salisilat. Penggunaannya cukup mudah, yaitu Anda hanya perlu untuk mengoleskan salep tersebut pada jerawat sebanyak 1-3 kali. Obat ini akan mengeringkan jerawat dan membantu pengelupasan bekas jerawat tersebut.

Anda juga dapat menggunakan sabun wajah atau pembersih wajah dengan kandungan asam salisilat untuk mencegah timbulnya jerawat baru. Penting bagi Anda untuk mengikuti anjuran pemakaian produk tersebut.

Penggunaan asam salisilat yang terlalu banyak dapat menyebabkan kulit kering dan iritasi. Tentunya, ini merupakan catatan penting karena asam salisilat besar kemungkinannya tidak cocok digunakan pada kulit kering.