Hidup Sehat, Kesehatan Wanita

Inilah Gejala dan Penyebab Telat Haid

woman honding negative pregnancy test

Telat haid adalah kondisi di mana seorang wanita melewatkan satu atau lebih siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang normal biasanya setiap 21-35 hari sekali. Beberapa wanita mungkin memiliki siklus menstruasi setiap 23 hari sekali. Durasi perdarahan haidnya itu sendiri rata-rata berlangsung dari 2 sampai 8 hari. Kondisi ini terkadang orang kepikiran sampai stres. Dari hal itu, mereka biasanya mencari cara mengatasi telat haid.

Padahal telat haid sebenarnya masih merupakan kondisi normal. Siklus haid tidak selalu pasti datang tepat waktu setiap bulannya. Kadang haid bisa lebih awal atau telat dari biasanya. Telat haid atau datang bulan terjadi ketika seorang perempuan baru pertama kali menstruasi, atau ketika mereka akan memasuki masa menopause.

Gejala Telat Haid

Tanda utama dari telat haid atau terlambat haid adalah tidak ada perdarahan yang keluar dari vagina pada periode waktu semestinya, selama satu bulan atau bahkan lebih.

Umumnya dikatakan telat haid atau terlambat haid setelah 5 hari atau lebih sejak tanggal yang seharusnya. Pada dasarnya gejala telat haid bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Namun, kamu umumnya masih dapat mengalami gejala PMS selayaknya akan datang bulan meski tidak mengalami perdarahan. Maka dari itu, mencari cara mengatasi telat haid sebenarnya tidak perlu-perlu amat.

Selain tidak haid, gejala terlambat haid dapat meliputi:

  • Muncul jerawat
  • Perut kembung
  • Payudara terasa nyeri dan lebih sensitif
  • Sakit kepala
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Kram pada perut bagian bawah dan punggung
  • Nyeri pada pinggul

Penyebab Telat Haid

Siklus haid yang normal umumnya setiap 28 hari sekali. Namun, kadang bisa haid lebih cepat dari itu atau bahkan lebih lama, setiap 35 hari sekali.

Dikutip dari Very Well Health, telat haid dapat disebabkan oleh:

Hamil

Telat atau terlambat haid adalah salah satu tanda paling awal dari kehamilan. Coba ingat-ingat kapan terakhir kali haid, dan kapan terakhir kali berhubungan seks dengan pasangan?

Kemudian, coba amati adakah gejala selain telat haid yang dirasakan? Misalnya timbul bercak cokelat, mual, payudara nyeri dan bengkak, atau mudah lelah. Jika berbagai gejala ini kamu rasakan, tak ada salahnya beli alat tes kehamilan (test pack).

Stres

Selain kehamilan, stres juga menjadi salah satu penyebab telat haid atau terlambat haid yang paling sering dialami wanita. Ketika stres, tubuhmu akan memproduksi hormon kortisol.

Produksi hormon kortisol yang berlebihan ini dapat mempengaruhi bagian otak yang berperan untuk mengatur menstruasi, yaitu hipotalamus. Hal tersebut dapat menyebabkan siklus haid jadi lebih awal, telat, tidak sama sekali, atau bahkan lebih menyakitkan.

Jika kamu merasa haid datangnya telat dan kebetulan sedang stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti meditasi. Mulai juga mengubah gaya hidup agar lebih sehat, dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur. Kamu juga menghilangkan stres dengan melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan hati.

Aktivitas fisik yang berat

Aktivitas fisik yang berat juga bisa mengacaukan siklus menstruasi dan membuatmu mengalami telat haid. Stres fisik dan pikiran akibat aktivitas fisik yang terlalu berlebihan dapat memengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormon lah yang pada akhirnya menyebabkan siklus haid telat atau terlambat.

Di samping itu, kehilangan terlalu banyak lemak tubuh terlalu cepat akibat berolahraga terlalu intens juga dapat mengacaukan proses ovulasi. Olahraga memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, pastikan kamu melakukannya dalam tahap yang tidak berlebihan.

Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis

Perubahan berat badan yang terlalu drastis, entah naik atau turn, dapat mengacaukan kerja hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar di dalam otak yang berfungsi mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi setiap bulan.

Penurunan berat badan yang drastis dapat menghambat produksi hormon estrogen. Sementara jika kamu mengalami kelebihan berat badan, maka tubuh akan menghasilkan estrogen dalam jumlah yang banyak. Nah, kedua hal inilah yang dapat mempengaruhi proses ovulasi alias pelepasan sel telur setiap bulannya. Akibatnya, siklus haid setiap bulan akan telat atau mengalami gangguan.

Agar haid tidak telat, pastikan kamu dapat menjaga berat badan yang ideal. Jika terlalu kurus, maka berusahalah untuk meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat. Begitu juga jika kamu memiliki berat badan berlebih.

Menyusui

Telat haid atau terlambat haid juga bisa disebabkan karena kamu sedang menyusui. Setelah hamil dan melahirkan, cukup banyak wanita yang tidak kunjung haid sampai selesai masa menyusui.

Ini disebabkan oleh pengaruh hormon prolaktin yang tugas utamanya merangsang produksi ASI. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini dapat menghambat kinerja hormon estrogen dan progesteron untuk mengatur proses menstruasi.

Ketika hormon prolaktin dihasilkan secara berlebihan, maka masa ovulasi akan terhambat sehingga siklus menstruasi jadi tidak teratur. Biasanya, telat atau terlambat haid akan hilang dan siklusnya kembali normal sekitar enam sampai selama minggu setelah masa menyapih. Namun, jika dalam tiga bulan setelah berhenti menyusui tak juga haid, segera periksa ke dokter kandungan.

Minum pil KB

Siklus haid mungkin cenderung telat atau tidak teratur selama masih rutin minum pil KB. Pasalnya, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur menghasilkan sel telur. Ini berarti pil KB juga akan mencegah terjadinya siklus haid atau membuat siklusnya telat. Pil kontrasepsi yang tidak diminum rutin pun bisa membuat siklus datang bulan terganggu.

Jika menginginkan kehamilan atau siklus menstruasi kembali teratur, sebaiknya hentikan pemakaian pil KB selama sebulan atau setidaknya 6 bulan. Namun, pastikan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Selain pil KB, kontrasepsi yang diimplan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan telat datang bulan.

Demikian penjelasan terkait gejala dan penyebab telat haid. Lantas, apakah masih perlu cari cara mengatasi telat haid? Silakan diputuskan sendiri ya!

Kesehatan Wanita

Penyebab Haid pada Gadis di Usia 10 Tahun

Bagi seorang perempuan sudah pasti tak dapat menentukan kapan menstruasi atau haid pertama mereka muncul. Beberapa di antaranya mengalami kondisi menstruasi yang datang lebih awal, bahkan ada perempuan yang sudah mengalami haid di usia 10 tahun. Jika kondisi demikian muncul patut diketahui risiko yang ada ketika seorang perempuan mengalami menstruasi lebih dini.

Menstruasi menjadi siklus alami yang terjadi pada setiap wanita, biasanya terjadi selama dua hingga tujuh hari. Dengan jarak antar periode antara 21-35 hari, menstruasi pertama disebut dengan menarche yang biasa terjadi dua hingga tiga tahun setelah mengalami pertumbuhan bulu kemaluan atau payudara.

Penyebab Haid Terlalu Dini

Menstruasi terlalu dini atau haid di usia 10 tahun biasanya disebabkan oleh beberapa faktor gaya hidup dan lingkungan. Termasuk paparan polusi udara dan gaya hidup yang kurang sehat, hal ini perlu dipahami oleh para orang tua agar tidak panik ketika mengalami kondisi ini. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab menstruasi dini.

  • Hormon dan Pola Hidup

Faktor internal merupakan kondisi hormonal yang terlalu cepat berkembang atau adanya kelalaian yang dibawa sejak lahir. Kemudian faktor eksternal yang merupakan pola hidup, kondisi lingkungan sekitar dan makanan yang dikonsumsi, kedua faktor inilah yang harus ditinjau ketika perempuan mengalami haid di usia 10 tahun.

Produksi hormon dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh pola hidup dan pola makanan, tetapi pengaruh terbesar tentu saja datang dari pola makan. Perempuan yang sudah dan masih mengalami menstruasi tubuhnya akan aktif memproduksi hormon estrogen. Hormon ini dipengaruhi oleh kadar lemak tubuh jika tubuh kurang mendapat asupan lemak maka produksi hormon ini berkurang.

Begitu juga sebaliknya, yang menjadi masalah hanyalah banyak anak perempuan yang kelebihan lemak sehingga produksi estrogennya menjadi berlebih. Sementara kebutuhan lemak tak hanya bisa didapat dari makanan berminyak atau daging-dagingan, tetapi juga karbohidrat berlebih yang tak diolah menjadi energi akan disimpan menjadi lemak.

  • Pengaruh Minuman Soda

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang profesor di Harvard School of Public Health menunjukkan bahaya minuman bersoda terhadap kondisi hormonal anak perempuan. Minuman bersoda mengandung kadar gula tinggi yang memengaruhi jumlah kalori harian dan indeks masa tubuh (BMI).

Minuman yang mengandung gula buatan berlebih juga harus diperhatikan, hindari konsumsi jus buah dan menggantinya dengan buah asli. Inilah pentingnya mengatur konsumsi gula pada anak, biasakan mengganti gula dengan madu, buat jus tanpa menggunakan gula dan menghindari konsumsi makanan ringan kemasan dalam jumlah berlebih. 

Selain pola makan, aktivitas harian yang dilakukan anak juga berpengaruh pada kondisi hormonal anak tersebut. Anak perempuan yang aktif bergerak dan rutin berolahraga akan lebih aman dari kondisi mengalami menstruasi dini.

  • Bahaya Menstruasi Dini

Penelitian terkait haid di usia 10 tahun memang banyak dilakukan, mengingat bahaya yang mengancam anak tersebut di kemudian hari. Perempuan yang mengalami menstruasi pasti akan mengalami menopause di masa tua, rentang waktu antara menstruasi dengan menopause akan semakin cepat begitu pula mengalami menopause.

Menopause atau kondisi penurunan drastis kesuburan menjadi momok bagi nyaris semua perempuan. Tubuh mereka tidak akan lagi memproduksi hormon estrogen dalam jumlah banyak, hal ini berdampak pada menurunnya kesehatan tulang dan jantung. Gairah seks juga akan menurun seiring berkurangnya produksi estrogen.