Kesehatan Wanita

Bagaimanakah Siklus Haid yang Normal pada Wanita?

Menstruasi atau haid adalah hal normal yang dialami semua wanita. Menstruasi terjadi karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma sehingga lapisan pada dinding rahim yang telah menebal akan meluruh dan menyebabkan pendarahan pada vagina.

Siklus Haid yang Normal

Panjang siklus haid yang normal pada wanita berbeda-beda, umumnya berlangsung selama 28 hari. Ada juga yang mengalami siklus selama 21 hingga 40 hari namun, hal itu masih tergolong normal.

Siklus menstruasi pada wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kondisi medis tertentu hingga stres.

Siklus menstruasi seorang wanita dibagi menjadi empat fase dan panjang pada setiap fase tersebut berbeda-beda pada setiap wanita bahkan juga bisa berubah. Berikut fasenya.

Siklus haid 18 hari masih terbilang normal
  1. Fase Menstruasi

Merupakan fase awal pada siklus menstruasi yang berlangsung pada hari pertama hingga kelima saat menstruasi, namun ada juga yang mengalami periode dari dua hingga tujuh hari. Fase ini dimulai saat sel telur tidak dibuahi sehingga tidak adanya kehamilan yang terjadi dan menyebabkan penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.

Lapisan yang menebal pada dinding rahim akan meluruh melalui vagina dan mengeluarkan darah hingga lendir dari rahim. Selama fase ini, Anda juga akan mengalami gejala haid seperti:

  • Kram pada perut
  • Nyeri punggung
  • Nyeri pada payudara
  • Kembung
  • Lebih sensitif seperti mudah marah atau menangis
  • Sakit kepala
  1. Fase Folikuler

Fase ini berlangsung dari hari ke 6 hingga ke 14. Pada fase ini juga hormon estrogen akan meningkat sehingga akan menyebabkan lapisan dinding rahim menebal. Fase folikuler dimulai saat hormon perangsang folikel dilepaskan. Hormon tersebut berperan untuk merangsang ovarium menghasilkan folikel sekitar 5 hingga 20 kantung kecil.

Nantinya hanya telur yang paling sehat yang akan matang pada setiap folikel. Folikel yang matang tersebut akan memicu peningkatan hormon estrogen sehingga membuat lapisan dinding rahim menebal. Lalu folikel yang tersisa akan kembali terserap ke dalam tubuh.

  1. Fase Ovulasi

Pada siklus haid yang normal atau 28 hari, fase ini terjadi pada hari ke 14. Yang terjadi karena lonjakan hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel sehingga ovarium melepaskan sel telur atau yang disebut ovulasi. Setelah dilepaskan, sel telur memasuki tuba falopi tempat pembuahan dapat terjadi. Jika telur tidak dibuahi maka sel telur akan hancur sekitar 24 jam.

Fase ini juga merupakan fase dimana sel telur bisa mengalami pembuahan jika Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan, orang-orang menyebut fase ini dengan masa subur yang ditandai dengan:

  • Kenaikan suhu tubuh
  • Keputihan yang lebih kental dengan tekstur seperti putih telur

Pembuahan atau kehamilan juga bisa hidup sebelum Anda memasuki fase ovulasi, karena sperma bisa hidup hingga lima hari.

  1. Fase Luteal

Setelah sel telur dilepaskan maka kadar hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel menurun. Jika kehamilan terjadi maka tubuh akan memproduksi hCG yang bertugas untuk membantu korpus luteum (penghasil progesteron) mencegah lapisan endometrium terlepas. Namun jika tidak terjadi kehamilan maka korpus luteum akan hancur sehingga menyebabkan penurunan kadar progesteron dan memberikan sinyal pada lapisan endometrium untuk mulai luruh.

Anda juga akan mengalami gejala sindrom pramenstruasi (PMS) berikut jika tidak mengalami kehamilan:

  • Kembung
  • Payudara bengkak atau nyeri
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit kepala
  • Penambahan berat badan
  • Perubahan hasrat seksual
  • Keinginan makan makanan tertentu (mengidam)
  • Susah tidur

Pada siklus haid yang normal, fase ini akan berlangsung pada hari ke-15 hingga hari ke-28.

Kesehatan Wanita

Belum Tentu Hamil, Ini Penyebab Telat Haid 3 Hari yang Mungkin Terjadi

Keterlambatan siklus menstruasi seringkali dikaitkan dengan kehamilan. Ketika Anda mengalami telat haid 3 hari, ada kemungkinan bahwa Anda sedang memasuki masa pertama kehamilan. Namun, hal tersebut belum bisa dipastikan dengan akurat sebelum Anda melakukan tes kehamilan.

Menurut Dr. Aisyah Nur Ramadhani, siklus haid wanita memang tidak selalu datang tepat waktu setiap bulannya. Terkadang bisa maju atau mundur beberapa hari. Hal ini yang menyebabkan adanya keterlambatan menstruasi untuk beberapa orang.

Telat haid 2 hari belum tentu termasuk tanda hamil

Pada umumnya siklus haid wanita berdurasi antara 21-35 hari setiap bulannya. Dengan durasi perdarahan selama 3-7 hari. Dan bisa lebih pendek dan juga panjang tergantung kondisi setiap individu.

Penyebab telat haid 3 hari

Telat haid 3 hari belum bisa dipastikan sebagai tanda bahwa Anda positif hamil. Ada beberapa hal yang menyebabkan siklus menstruasi wanita tidak teratur dan menyebabkan keterlambatan menstruasi setiap bulannya.

Melansir Healthline, inilah 8 hal yang menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan terlambat.

  1. Stres

Stres dapat membuang hormon, mengubah rutinitas harian, dan bahkan mempengaruhi bagian otak Anda yang bertanggung jawab untuk mengatur siklus menstruasi. Seiring berjalannya waktu, stres dapat menyebabkan penyakit seperti kenaikan atau penurunan berat badan secara tiba-tiba, yang semuanya dapat mempengaruhi siklus menstruasi.

Jika menurut Anda stres dapat mengganggu siklus menstruasi, cobalah berlatih teknik relaksasi dan lakukan perubahan gaya hidup. Rajin berolahraga dapat membantu mengurangi stres dan melancarkan siklus menstruasi Anda.

  1. Berat badan yang rendah

Wanita dengan gangguan makan, seperti anoreksia nervosa atau bulimia, mungkin mengalami keterlambatan menstruasi. Ketika berat badan Anda berada 10 persen dibawah kisaran normal, hal ini dapat mengubah cara tubuh berfungsi dan memperlambat ovulasi.

Meningkatkan nafsu makan dan menambah berat badan dengan cara yang sehat dapat mengembalikan siklus menstruasi menjadi normal.

  1. Obesitas

Sama halnya seperti berat badan yang rendah dapat menyebabkan perubahan hormonal, begitu juga dengan kelebihan berat badan. Cara terbaik untuk mengembalikan siklus menstruasi agar berjalan lancar adalah dengan melakukan diet sehat dan olahraga yang teratur.

  1. Polycystic ovary syndrome (PCOS)

Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah suatu kondisi yang menyebabkan tubuh Anda memproduksi lebih banyak hormon androgen pria. Kista terbentuk di ovarium sebagai akibat dari ketidakseimbangan hormon. Hal ini bisa membuat ovulasi tidak teratur atau bahkan menghentikannya.

Hormon lain seperti insulin juga bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak seimbang. Ini karena resistensi insulin, yang berhubungan dengan PCOS. Perawatan untuk PCOS berfokus pada menghilangkan gejala-gejalanya saja. Dokter mungkin meresepkan alat kontrasepsi atau obat lain untuk membantu mengatur siklus menstruasi agar kembali lancar.

  1. Efek Pil KB

Anda mungkin mengalami perubahan dalam siklus menstruasi saat mengonsumsi atau menghentikan konsumsi Pil KB. Pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin, yang mencegah ovarium melepaskan sel telur. Diperlukan waktu hingga enam bulan agar siklus menstruasi Anda menjadi konsisten lagi setelah menghentikan pil. Jenis kontrasepsi lain yang ditanamkan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan keterlambatan menstruasi.

  1. Mengidap penyakit kronis

Penyakit kronis seperti diabetes dan penyakit celiac juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi Anda. Perubahan gula darah terkait dengan perubahan hormonal, jadi meskipun jarang terjadi, diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan menstruasi Anda tidak teratur.

Penyakit celiac menyebabkan peradangan yang dapat menyebabkan kerusakan pada usus kecil, yang dapat mencegah tubuh menyerap nutrisi penting. Ini dapat menyebabkan siklus menstruasi yang terlambat atau tidak sama sekali.

  1. Menopause dini

Kebanyakan wanita mulai menopause antara usia 45 hingga 55 tahun. Wanita yang mengalami gejala sekitar usia 40 atau lebih awal dianggap mengalami peri-menopause dini. Ini berarti persediaan sel telur Anda semakin menipis, dan akibatnya akan terjadi haid yang terlambat dan akhirnya tidak lagi mengalami haid.

  1. Masalah kelenjar tiroid

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif atau kurang aktif juga bisa menjadi penyebab terlambat atau tidaknya menstruasi. Tiroid mengatur metabolisme tubuh, sehingga kadar hormon juga dapat terpengaruh. Masalah tiroid biasanya dapat diobati dengan obat-obatan. Setelah melakukan perawatan, menstruasi Anda kemungkinan akan kembali normal.

Telat haid 3 hari tidak dapat selalu dihubungkan dengan kondisi kehamilan, ternyata banyak kemungkinan lain yang menyebabkan hal tersebut terjadi dan mengganggu siklus menstruasi Anda. Konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami siklus menstruasi terlambat terus menerus untuk mendapatkan penanganan yang lebih serius.

Kesehatan Wanita

Bagaimana Cara Membaca Hasil Pap Smear?

Bagaimana Cara Membaca Hasil Pap Smear?

Di Indonesia, kanker serviks masih menjadi ancaman bagi setiap perempuan. Bahkan kasus kejadian dan kematian akibat kanker serviks menduduki peringkat kedua setelah kanker payudara. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan yang dapat mendeteksi dini sel-sel abnormal dalam leher rahim.

Pap smear merupakan metode paling efektif untuk menjaga perempuan dari kanker serviks. Hasil pap smear dapat mendeteksi dini adanya sel kanker maupun sel abnormal (sel prekanker) di leher rahim yang dapat berkembang menjadi sel kanker. Prosedur ini sangat dianjurkan bagi perempuan yang telah berumur 21 tahun ke atas dan melakukannya secara rutin setiap tiga tahun sekali.

Prosedur pap smear dilakukan dengan mengambil sampel di serviks. Setelah itu, sampel akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah di dalam sampel tersebut terdapat sel kanker atau sel prakanker. Pemeriksaan dapat dilakukan sebagai prosedur rutin ataupun tes saat ada gejala kanker yang muncul.

Pemeriksaan pap smear tidak hanya dianjurkan bagi perempuan di usia 21 tahun ke atas. Wanita yang berisiko tinggi juga sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Wanita yang berisiko tinggi adalah mereka yang memiliki faktor berikut ini.

  • Penderita HPV (human papillomavirus)
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya akibat transplantasi organ, kemoterapi, atau penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang
  • Mendapatkan hasil pap smear abnormal atau lesi prakanker pada pap smear sebelumnya
  • Terpapar atau menggunakan obat dietilstilbestrol (DES)
  • Memiliki kebiasaan merokok

Pemeriksaan secara berkala dapat dihentikan apabila seorang perempuan menjalani operasi pengangkatan seluruh rahim atau serviks (histerektomi total). Namun, dengan catatan prosedur ini tidak dilakukan karena adanya indikasi kanker atau lesi prakanker. Jika pengangkatan rahim dilakukan karena adanya sel kanker maupun prakanker, pap smear harus tetap dilakukan secara rutin.

Bagaimana membaca hasil pap smear?

Setidaknya perlu waktu 1-3 minggu untuk mengetahui hasil pap smear. Hasil yang keluar pun dibagi menjadi tiga kategori, yaitu negatif, unclear, dan positif. Hasil yang negatif menandakan tidak adanya sel abnormal yang tumbuh di area serviks.

Sementara itu, hasil pap smear yang positif belum tentu menandakan adanya kanker. Saat hasil pemeriksaan positif, dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan dan tes lanjutkan yang disesuaikan dengan sel abnormal yang terlihat. 

Berikut penjelasan mengenai hasil pap smear yang keluar setelah pemeriksaan dilakukan.

1. Hasil pap smear normal

Jika hasil pap smear normal atau negatif, maka artinya tidak ada perubahan sel yang mencurigakan pada serviks. Ini merupakan hasil yang terbaik karena ini menjadi tanda bahwa tidak ada penyakit apapun yang ada di bawah sana. 

Meski hasil pap smear negatif, bukan berarti Anda perlu melakukan kegiatan ini secara rutin. Dokter sangat menyarankan untuk perempuan yang sudah menikah atau berusia 30-50 tahun untuk terus menjalani prosedur pap smear secara rutin setidaknya 3-5 tahun sekali.

2. Unclear (ASC-US)

Hasil pap smear yang perlu diwaspadai adalah ketika hasil yang keluar adalah unclear atau tidak jelas. Saat hasil ini keluar, pertanda bahwa sel di serviks terlihat abnormal. Namun, belum tentu sel tersebut merupakan sel kanker. 

Ingat, perubahan pada sel di leher rahim dapat disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah saat kehamilan, infeksi lain, atau menopause. Karena itu, ketika hasil yang keluar unclear, dokter akan menyarankan untuk melakukan pemeriksaan infeksi HPV lainnya.

3. Abnormal (positif)

Terakhir, jika hasil pap smear positif maka tandanya ada sel abnormal yang tumbuh di leher rahim. Meski demikian, hasil pap smear yang positif bukan berarti menandakan adanya sel kanker. 

Perubahan pada sel-sel di area serviks dapat disebabkan oleh banyak hal. Pada infeksi HPV, tingkatnya pun dibagi lagi dari yang bersifat minor (tingkat bawah) hingga serius (tingkat atas). 

Apabila tingkat sel abnormal berada pada level minor, maka kelainan tersebut akan sembuh dengan sendirinya tanpa harus ada yang dikhawatirkan. Namun perubahan yang serius dapat berubah menjadi sel kanker yang perlu ditangani segera.

Apapun hasil pap smear yang keluar, sangat penting bagi perempuan diusia 21 tahun ke atas untuk melakukan prosedur pap smear, sehingga dapat mendeteksi lebih dahulu apabila ada sel abnormal.

Kesehatan Wanita

Benarkan Estrogen Adalah Hormon yang Hanya Dimiliki Wanita?

Masih banyak yang menganggap bahwa estrogen adalah hormon yang khusus dimiliki wanita. Padahal, setiap manusia, termasuk pria membutuhkan hormon estrogen untuk mempermudah fungsi tubuh. Bedanya, kadar estrogen dalam tubuh wanita cenderung lebih banyak daripada pria. 

Setiap manusia sebenarnya memproduksi hormon estrogen secara natural dari dalam badan. Kadar estrogen dalam tubuhnya sebaiknya harus seimbang. Level estrogen yang terlalu sedikit dan terlalu berlebihan akan menimbulkan beberapa efek samping. 

Bagi pria, hormon estrogen adalah hormon yang sangat penting untuk menunjang sistem reproduksi. hormon ini akan bekerja sama dengan hormon testosteron untuk mengontrol gairah seksual, menunjang kemampuan ereksi, serta menambah produksi sperma. Estrogen juga berguna untuk mengontrol kolesterol pada tubuh dan menjaga kesehatan tulang dan dan jantung. Selain itu, kondisi kulit dan mood juga dipengaruhi oleh level estrogen. 

Bukankah Cukup Bagi Pria Memiliki Testosteron?

Perlu anda ketahui, testosteron dalam tubuh pria akan semakin berkurang seiring bertambahnya umur, sementara estrogen akan semakin bertambah secara alami. Anda tidak perlu khawatir berlebihan ketika hal ini terjadi. Selama kadarnya tidak terlalu tinggi, tidak ada yang perlu dicemaskan. Level estrogen yang tinggi biasanya hanya dipengaruhi oleh kondisi serius semacam diabetes dan kanker. 

Setidaknya, ada 3 jenis estrogen yang harus anda tahu

  • Estradiol : Ini adalah jenis estrogen yang paling umum. Pada pria, estradiol berguna untuk memproduksi sperma, mengatur gairah seksual dan membantu fungsi testis. 
  • Estriol : jenis estrogen yang diproduksi selama masa kehamilan
  • Estrone: jenis estrogen yang ditemukan pada wanita setelah masa menopause.

Apakah Pria yang Memiliki Estrogen Merupakan Hal yang Wajar?

Sangat wajar. Pria juga memiliki kadar estrogen, meskipun jumlahnya tidak sebanyak wanita. Kadar estrogen dalam tubuh pria dipengaruhi oleh umur dan riwayat kesehatan. Seorang pria normalnya memiliki kadar estrogen level estradiol 10-40 picograms per milimeter dan estrone 10-50 pg/ml. 

Meski begitu, jumlah level estrogen yang dimiliki seorang pria tetap tidak boleh berlebihan. Terlalu banyak estrogen yang ada di tubuh akan mengakibatkan kemandulan, disfungsi ereksi, serta depresi. Bahkan, sebuah penelitian membuktikan bahwa terlalu banyak estrogen bisa mengakibatkan migrain.  Sebaliknya, pria yang kekurangan estrogen akan mengalami gejala tidak mengenakkan seperti tulang yang keropos, osteoporosis, kelebihan lemak di bagian perut, serta berkurangnya gairah seksual.

Bagaimana Bila Level Estrogen Terlalu Tinggi?

Pria yang memiliki kadar estrogen terlalu tinggi dikhawatirkan akan mengalami berbagai masalah kesehatan kompleks. kelebihan kadar estrogen bisa disebabkan karena penggunaan antibiotik, stress, naiknya berat badan, munculnya tumor, serta liver. 

Oleh karena itu, menurunkanya merupakan salah satu langkah preventif. Anda sebaiknya mengurangi konsumsi alkohol, serta menambah asupan jenis makanan tertentu. Lakukan diet dan meditasi untuk mengontrol kelebihan berat badan serta mengatur tingkat sres. Hindari konsumsi daging yang berlebihan. 

Beberapa jenis makanan untuk menurunkan kadar estrogen adalah:

  1. Teh hijau
  2. Sayur-sayuran hijau semacam brokoli
  3. Anggur merah 
  4. Jamur
  5. Oats
  6. Jagung

Beberapa kondisi serius berikut ini mungkin akan terjadi ketika level estrogen pada pria terlalu berlebihan:

1. Kemandulan: Estrogen berlebihan bisa memperlambat produksi sperma. 

2. Pertumbuhan yang lambat: Terlalu banyak estrogen bisa berdampak pada lambatnya pertumbuhan. Akibatnya, postur tubuh pun jadi pendek.

3. Disfungsi ereksi: Kelebihan estrogen bisa mempengaruhi keseimbangan hormon. Padahal,. hormon yang serimbang sangat berpengaruh supaya anda tetap bisa ereksi. 

Bila anda ingin menurunkan kadar level estrogen, sudah sebaiknya berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Beberapa tindakan medis mungkin akan dilakukan untuk menurunkannya.

Kesehatan Wanita

Pantyliner Daun Sirih Apakah mereka Menguntungkan atau Membahayakan ?

Menggunakan pantyliner daun sirih harian lebih dan lebih umum untuk wanita. Ini dengan tujuan menjaga pakaian dalam tetap kering dan bebas dari cairan dan kelembapan harian. Mereka juga mencegah kemungkinan bau dan memiliki sensasi kebersihan yang lebih besar.

Tetapi apakah mereka baik untuk kesehatan wanita? Atau apakah mereka berbahaya? Kami akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan memberi Anda saran tentang cara menjaga area pribadi Anda tetap sehat dan bebas dari infeksi yang mengganggu.

Sama seperti bagaimana Anda menemukan merek baru dan cara yang beradaptasi dengan berbagai gaya pakaian dalam yang Anda kenakan di toko setiap hari, Anda mungkin juga mendengar bahwa itu tidak bermanfaat seperti yang dikatakan iklan.

Ada persyaratan tertentu agar area genital Anda berada dalam kondisi terbaiknya. Penting untuk mengetahui cara menghindari penderitaan akibat ketidaknyamanan penggunaan produk ini. Ketidaknyamanan termasuk terbakar dan iritasi dan dapat mengganggu rutinitas harian Anda, harga diri, dan bahkan mempengaruhi keintiman dengan pasangan Anda.

Anda harus ingat bahwa jika Anda tidak dapat berhenti menggunakan pantyliner daun sirih harian, ada tips yang dapat membantu Anda menghindari bahaya di masa depan.

Tips untuk Area Kelamin yang Sehat

Setiap wanita berbeda, yang berarti bahwa sebagian dari kita akan mendapat manfaat dari sesuatu yang merugikan orang lain, dan sebaliknya.

Secara umum, kita dapat menyebutkan bahwa:

Pertama, sebelum membelinya, pastikan mereka bernapas. Hindari penutup plastik dan pastikan lebih keropos. Ingatlah bahwa area genital Anda perlu berventilasi agar kelembapan tidak tinggal di sana dan menyebabkan infeksi.

Anda harus mengubahnya beberapa kali sehari, setiap maksimal 4 hingga 6 jam.

Penting juga untuk mencuci tangan dengan benar sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi dan saat menyentuh pantyliner.

Tips Mencegah Infeksi Pantyliner Lainnya Adalah:

  1. Area vagina tidak boleh diurai rambut karena rambut kemaluan melindungi area tersebut.
  2. Kebersihan yang tepat juga penting, terutama selama menstruasi.
  3. Hindari menggunakan sabun tangan karena dapat mengubah pH vagina. Sabun netral atau sabun yang dijual khusus untuk daerah ini bervariasi dan menawarkan kebersihan alat kelamin yang baik. Jenis terbaik adalah yang memiliki pH asam untuk menjaga area tetap bersih dan terlindungi.
  4. Kenakan pakaian dalam katun karena memungkinkan ventilasi yang baik di area tersebut.
  5. Hindari mengenakan celana ketat dalam waktu lama karena dapat meningkatkan suhu dan kelembapan di area tersebut, lingkungan yang menguntungkan bagi kuman oportunistik.
  6. Jangan memakai pakaian dengan bahan sintetis.
  7. Tidur dengan pakaian longgar.
  8. Hindari duduk dalam waktu lama.
  9. Jangan gunakan deodoran intim. Wewangian hanya menyamarkan bau dan dapat menyebabkan iritasi.
  10. Jaga agar area tersebut sekering mungkin.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Infeksi

Penggunaan antibiotik yang berkepanjangan, kehamilan, dan diabetes merupakan faktor yang mempengaruhi infeksi. Jika Anda berada dalam kelompok, Anda harus lebih berhati-hati.

Hati-Hati Jika Anda Mengalami Gejala Ini

  • Peningkatan konsistensi dan jumlah cairan vagina
  • Perubahan warna sekresi
  • Bau yang tidak menyenangkan
  • Sakit dan perih saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Hindari Pengobatan Sendiri

Kebanyakan wanita tidak memeriksakan diri ke dokter entah itu karena takut atau malu.

Sementara itu, agen penyebab infeksi menjadi lebih kuat dan membuatnya lebih sulit untuk dihilangkan.

Bila Anda menduga bahwa Anda memiliki infeksi vagina, hindari pengobatan sendiri dan temui dokter yang jika ditangani tepat waktu dapat disembuhkan dengan cara sederhana.

Ketika Anda mengobati sendiri, Anda hanya akan memperburuk situasi.

Sangat penting bahwa dokter Anda memilih obat yang tepat untuk setiap situasi pada khususnya. Jika Anda menderita beberapa gejala yang Anda curigai sebagai infeksi vagina, hentikan penggunaan pantyliner daun sirih.

Infeksi vagina yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan masalah pada saluran kemih seperti infeksi parah dan berbahaya bagi kesehatan Anda.

Para ahli mengatakan bahwa sebagian besar wanita pernah atau akan menderita di beberapa titik dari infeksi vagina.

Namun, bukankah lebih baik mencegahnya daripada menderita karenanya?

Hidup Sehat, Kesehatan Wanita

Inilah Gejala dan Penyebab Telat Haid

woman honding negative pregnancy test

Telat haid adalah kondisi di mana seorang wanita melewatkan satu atau lebih siklus menstruasi. Siklus menstruasi yang normal biasanya setiap 21-35 hari sekali. Beberapa wanita mungkin memiliki siklus menstruasi setiap 23 hari sekali. Durasi perdarahan haidnya itu sendiri rata-rata berlangsung dari 2 sampai 8 hari. Kondisi ini terkadang orang kepikiran sampai stres. Dari hal itu, mereka biasanya mencari cara mengatasi telat haid.

Padahal telat haid sebenarnya masih merupakan kondisi normal. Siklus haid tidak selalu pasti datang tepat waktu setiap bulannya. Kadang haid bisa lebih awal atau telat dari biasanya. Telat haid atau datang bulan terjadi ketika seorang perempuan baru pertama kali menstruasi, atau ketika mereka akan memasuki masa menopause.

Gejala Telat Haid

Tanda utama dari telat haid atau terlambat haid adalah tidak ada perdarahan yang keluar dari vagina pada periode waktu semestinya, selama satu bulan atau bahkan lebih.

Umumnya dikatakan telat haid atau terlambat haid setelah 5 hari atau lebih sejak tanggal yang seharusnya. Pada dasarnya gejala telat haid bisa bervariasi tergantung penyebabnya. Namun, kamu umumnya masih dapat mengalami gejala PMS selayaknya akan datang bulan meski tidak mengalami perdarahan. Maka dari itu, mencari cara mengatasi telat haid sebenarnya tidak perlu-perlu amat.

Selain tidak haid, gejala terlambat haid dapat meliputi:

  • Muncul jerawat
  • Perut kembung
  • Payudara terasa nyeri dan lebih sensitif
  • Sakit kepala
  • Lemas, lesu, dan tidak bertenaga
  • Kram pada perut bagian bawah dan punggung
  • Nyeri pada pinggul

Penyebab Telat Haid

Siklus haid yang normal umumnya setiap 28 hari sekali. Namun, kadang bisa haid lebih cepat dari itu atau bahkan lebih lama, setiap 35 hari sekali.

Dikutip dari Very Well Health, telat haid dapat disebabkan oleh:

Hamil

Telat atau terlambat haid adalah salah satu tanda paling awal dari kehamilan. Coba ingat-ingat kapan terakhir kali haid, dan kapan terakhir kali berhubungan seks dengan pasangan?

Kemudian, coba amati adakah gejala selain telat haid yang dirasakan? Misalnya timbul bercak cokelat, mual, payudara nyeri dan bengkak, atau mudah lelah. Jika berbagai gejala ini kamu rasakan, tak ada salahnya beli alat tes kehamilan (test pack).

Stres

Selain kehamilan, stres juga menjadi salah satu penyebab telat haid atau terlambat haid yang paling sering dialami wanita. Ketika stres, tubuhmu akan memproduksi hormon kortisol.

Produksi hormon kortisol yang berlebihan ini dapat mempengaruhi bagian otak yang berperan untuk mengatur menstruasi, yaitu hipotalamus. Hal tersebut dapat menyebabkan siklus haid jadi lebih awal, telat, tidak sama sekali, atau bahkan lebih menyakitkan.

Jika kamu merasa haid datangnya telat dan kebetulan sedang stres, cobalah berlatih teknik relaksasi seperti meditasi. Mulai juga mengubah gaya hidup agar lebih sehat, dengan menerapkan pola makan sehat dan olahraga teratur. Kamu juga menghilangkan stres dengan melakukan hal-hal yang dianggap menyenangkan hati.

Aktivitas fisik yang berat

Aktivitas fisik yang berat juga bisa mengacaukan siklus menstruasi dan membuatmu mengalami telat haid. Stres fisik dan pikiran akibat aktivitas fisik yang terlalu berlebihan dapat memengaruhi produksi hormon estrogen dan progesteron. Ketidakseimbangan hormon lah yang pada akhirnya menyebabkan siklus haid telat atau terlambat.

Di samping itu, kehilangan terlalu banyak lemak tubuh terlalu cepat akibat berolahraga terlalu intens juga dapat mengacaukan proses ovulasi. Olahraga memang baik untuk kesehatan. Akan tetapi, pastikan kamu melakukannya dalam tahap yang tidak berlebihan.

Kenaikan atau penurunan berat badan yang drastis

Perubahan berat badan yang terlalu drastis, entah naik atau turn, dapat mengacaukan kerja hipotalamus. Hipotalamus adalah kelenjar di dalam otak yang berfungsi mengatur berbagai proses dalam tubuh, termasuk siklus menstruasi setiap bulan.

Penurunan berat badan yang drastis dapat menghambat produksi hormon estrogen. Sementara jika kamu mengalami kelebihan berat badan, maka tubuh akan menghasilkan estrogen dalam jumlah yang banyak. Nah, kedua hal inilah yang dapat mempengaruhi proses ovulasi alias pelepasan sel telur setiap bulannya. Akibatnya, siklus haid setiap bulan akan telat atau mengalami gangguan.

Agar haid tidak telat, pastikan kamu dapat menjaga berat badan yang ideal. Jika terlalu kurus, maka berusahalah untuk meningkatkan berat badan dengan cara yang sehat. Begitu juga jika kamu memiliki berat badan berlebih.

Menyusui

Telat haid atau terlambat haid juga bisa disebabkan karena kamu sedang menyusui. Setelah hamil dan melahirkan, cukup banyak wanita yang tidak kunjung haid sampai selesai masa menyusui.

Ini disebabkan oleh pengaruh hormon prolaktin yang tugas utamanya merangsang produksi ASI. Hormon yang dihasilkan di kelenjar pituitari ini dapat menghambat kinerja hormon estrogen dan progesteron untuk mengatur proses menstruasi.

Ketika hormon prolaktin dihasilkan secara berlebihan, maka masa ovulasi akan terhambat sehingga siklus menstruasi jadi tidak teratur. Biasanya, telat atau terlambat haid akan hilang dan siklusnya kembali normal sekitar enam sampai selama minggu setelah masa menyapih. Namun, jika dalam tiga bulan setelah berhenti menyusui tak juga haid, segera periksa ke dokter kandungan.

Minum pil KB

Siklus haid mungkin cenderung telat atau tidak teratur selama masih rutin minum pil KB. Pasalnya, pil KB mengandung hormon estrogen dan progestin yang mencegah indung telur menghasilkan sel telur. Ini berarti pil KB juga akan mencegah terjadinya siklus haid atau membuat siklusnya telat. Pil kontrasepsi yang tidak diminum rutin pun bisa membuat siklus datang bulan terganggu.

Jika menginginkan kehamilan atau siklus menstruasi kembali teratur, sebaiknya hentikan pemakaian pil KB selama sebulan atau setidaknya 6 bulan. Namun, pastikan berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Selain pil KB, kontrasepsi yang diimplan atau disuntikkan juga dapat menyebabkan telat datang bulan.

Demikian penjelasan terkait gejala dan penyebab telat haid. Lantas, apakah masih perlu cari cara mengatasi telat haid? Silakan diputuskan sendiri ya!

Kesehatan Wanita

Penyebab Haid pada Gadis di Usia 10 Tahun

Bagi seorang perempuan sudah pasti tak dapat menentukan kapan menstruasi atau haid pertama mereka muncul. Beberapa di antaranya mengalami kondisi menstruasi yang datang lebih awal, bahkan ada perempuan yang sudah mengalami haid di usia 10 tahun. Jika kondisi demikian muncul patut diketahui risiko yang ada ketika seorang perempuan mengalami menstruasi lebih dini.

Menstruasi menjadi siklus alami yang terjadi pada setiap wanita, biasanya terjadi selama dua hingga tujuh hari. Dengan jarak antar periode antara 21-35 hari, menstruasi pertama disebut dengan menarche yang biasa terjadi dua hingga tiga tahun setelah mengalami pertumbuhan bulu kemaluan atau payudara.

Penyebab Haid Terlalu Dini

Menstruasi terlalu dini atau haid di usia 10 tahun biasanya disebabkan oleh beberapa faktor gaya hidup dan lingkungan. Termasuk paparan polusi udara dan gaya hidup yang kurang sehat, hal ini perlu dipahami oleh para orang tua agar tidak panik ketika mengalami kondisi ini. Berikut ini beberapa faktor yang menjadi penyebab menstruasi dini.

  • Hormon dan Pola Hidup

Faktor internal merupakan kondisi hormonal yang terlalu cepat berkembang atau adanya kelalaian yang dibawa sejak lahir. Kemudian faktor eksternal yang merupakan pola hidup, kondisi lingkungan sekitar dan makanan yang dikonsumsi, kedua faktor inilah yang harus ditinjau ketika perempuan mengalami haid di usia 10 tahun.

Produksi hormon dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh pola hidup dan pola makanan, tetapi pengaruh terbesar tentu saja datang dari pola makan. Perempuan yang sudah dan masih mengalami menstruasi tubuhnya akan aktif memproduksi hormon estrogen. Hormon ini dipengaruhi oleh kadar lemak tubuh jika tubuh kurang mendapat asupan lemak maka produksi hormon ini berkurang.

Begitu juga sebaliknya, yang menjadi masalah hanyalah banyak anak perempuan yang kelebihan lemak sehingga produksi estrogennya menjadi berlebih. Sementara kebutuhan lemak tak hanya bisa didapat dari makanan berminyak atau daging-dagingan, tetapi juga karbohidrat berlebih yang tak diolah menjadi energi akan disimpan menjadi lemak.

  • Pengaruh Minuman Soda

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan seorang profesor di Harvard School of Public Health menunjukkan bahaya minuman bersoda terhadap kondisi hormonal anak perempuan. Minuman bersoda mengandung kadar gula tinggi yang memengaruhi jumlah kalori harian dan indeks masa tubuh (BMI).

Minuman yang mengandung gula buatan berlebih juga harus diperhatikan, hindari konsumsi jus buah dan menggantinya dengan buah asli. Inilah pentingnya mengatur konsumsi gula pada anak, biasakan mengganti gula dengan madu, buat jus tanpa menggunakan gula dan menghindari konsumsi makanan ringan kemasan dalam jumlah berlebih. 

Selain pola makan, aktivitas harian yang dilakukan anak juga berpengaruh pada kondisi hormonal anak tersebut. Anak perempuan yang aktif bergerak dan rutin berolahraga akan lebih aman dari kondisi mengalami menstruasi dini.

  • Bahaya Menstruasi Dini

Penelitian terkait haid di usia 10 tahun memang banyak dilakukan, mengingat bahaya yang mengancam anak tersebut di kemudian hari. Perempuan yang mengalami menstruasi pasti akan mengalami menopause di masa tua, rentang waktu antara menstruasi dengan menopause akan semakin cepat begitu pula mengalami menopause.

Menopause atau kondisi penurunan drastis kesuburan menjadi momok bagi nyaris semua perempuan. Tubuh mereka tidak akan lagi memproduksi hormon estrogen dalam jumlah banyak, hal ini berdampak pada menurunnya kesehatan tulang dan jantung. Gairah seks juga akan menurun seiring berkurangnya produksi estrogen.