Penyakit

Apa Itu DVT (Deep Vein Thrombosis)?

Deep vein thrombosis atau DVT merupakan kondisi dimana adanya gumpalan darah yang terbentuk di vena yang berada jauh di dalam tubuh. Gumpalan sebagian atau sepenuhnya mampu menghalangi aliran darah melalui vena yang biasanya terjadi pada kaki bagian bawah, paha atau panggul.

Apa Itu DVT (Deep Vein Thrombosis)?

Deep vein thrombosis yang terjadi pada kaki bisa menyebabkan nyeri atau pembengkakan. Selain itu, deep vein thrombosis juga bisa terjadi pada bagian lain di tubuh seperti lengan, otak, usus, hati atau ginjal.

Kondisi ini bisa sangat serius karena gumpalan darah di pembuluh darah bisa lepas dan mengalir melalui aliran darah dan tersangkut di paru-paru. Jika sudah terjadi, maka gumpalan itu mampu menghalangi aliran darah yang menyebabkan emboli paru.

Gejala Deep Vein Thrombosis

Ada beberapa orang yang bisa mendapatkan DVT tanpa adanya gejala. Namun umumnya gejala deep vein thrombosis seperti:

  • Rasa sakit pada anggota tubuh yang terkena
  • Pembengkakan pada anggota tubuh yang terkena
  • Perasaan hangat di daerah kaki yang bengkak dan nyeri
  • Kulit merah atau berubah warna
  • Pembesaran vena

Dan jika gumpalan darah menyebabkan emboli paru, maka gejalanya meliputi:

  • Sesak napas yang terjadi secara tiba-tiba
  • Nyeri dada yang terasa saat batuk atau bergerak
  • Sakit punggung
  • Batuk yang dapat disertai dahak atau dahak berdarah
  • Berkeringat lebih banyak dari biasanya
  • Detak jantung cepat
  • Pusing
  • Pingsan

Penyebab Deep Vein Thrombosis

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan Anda terkena DVT, namun umumnya disebabkan oleh:

  • Berusia lebih dari 40 tahun.
  • Duduk dalam waktu yang lama karena pada saat itu otot di kaki bagian bawah tetap kendur sehingga membuat darah sulit untuk bergerak.
  • Beristirahat di tempat tidur dalam waktu lama seperti melakukan perawatan di rumah sakit.
  • Kehamilan membuat lebih banyak tekanan pada pembuluh darah di kaki dan panggul. Bahkan gumpalan juga bisa terjadi 6 minggu setelah melahirkan yang juga terjadi pada kaki.
  • Orang dengan kelebihan berat badan yang memiliki BMI di atas 30 juga berisiko.
  • Menderita iritasi usus, kanker atau penyakit jantung.
  • Memiliki kelainan darah bawaan yang membuat darah lebih kental dari biasanya.
  • Cedera pada vena yang terjadi karena patah tulang, operasi atau trauma lainnya.
  • Kebiasaan merokok mampu membuat sel darah lebih lengket serta mampu merusak lapisan pembuluh darah sehingga gumpalan mudah terbentuk.
  • Kolesterol tinggi.
  • Minum pil KB atau terapi hormon.

Diagnosa dan Pengobatan

Jika Anda curiga menderita DVT, maka biasanya dokter merekomendasikan tes seperti:

  • Tes D-dimer
  • Ultrasonografi
  • Venogram (hanya jika hasil tes ultrasound dan D-dimer tidak memberikan informasi yang cukup)
  • Pemindaian MRI dan CT scan

Sedangkan untuk pengobatannya ada berbagai macam pilihan yaitu:

  • Obat antikoagulan, untuk mencegah gumpalan tumbuh serta mengurangi risiko emboli.
  • Pemberian obat penghancur gumpalan yaitu trombolitik.
  • Filter vena cava inferior (IVC) digunakan hanya jika Anda tidak mengonsumsi obat guna menangkap gumpalan besar sebelum mencapai paru-paru.
  • Stoking kompresi, yaitu kaus kaki ketat untuk pergelangan kaki guna mencegah darah berkumpul.

Ada dasarnya pengobatan tersebut bertujuan untuk:

  • Menghentikan pertumbuhan gumpalan
  • Mencegah gumpalan menjadi emboli dan pindah ke paru-paru
  • Meminimalkan risiko komplikasi lain
  • Mengurangi risiko DVT mungkin kembali setelah perawatan

Pencegahan

Karena DVT berisiko menimbulkan komplikasi yang berbahaya, maka Anda perlu melakukan langkah pencegahan seperti menjaga gaya hidup sehat dengan berhenti merokok dan menurunkan berat badan. Serta usahakan untuk tidak duduk terlalu lama. Dan terpenting lakukan medical check up secara rutin untuk memantau kesehatan Anda.

Penyakit

Kenali Penyebab dan Cara Menghilangkan Darah Beku di Mata dengan Cepat

Entah karena terbentur atau tanpa penyebab yang jelas, ruam gelap keunguan di bawah mata bisa mengganggu penampilan. Dalam medis, kondisi ini disebut dengan hematoma periorbital atau  mata hitam (black eye)

Mata hitam terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit area mata pecah. Cairan atau darah beku yang terkumpul di jaringan sekitar mata kemudian menyebabkan memar. Cara menghilangkan darah beku di mata adalah dengan menjalani perawatan medis, namun kondisi tersebut juga bisa ditangani dengan perawatan rumahan yang bisa dilakukan sendiri. 

Air mata darah disebabkan oleh perubahan hormon

Penyebab mata hitam

Munculnya memar di bawah mata akibat penumpukan darah beku atau mata hitam biasanya disebabkan oleh trauma atau cedera pada kepala atau wajah. Trauma seperti benturan dapat membuat pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah sehingga darah bocor ke jaringan di sekitarnya. 

Mata hitam juga bisa muncul beberapa saat setelah dilakukannya prosedur pembedahan di area wajah seperti operasi hidung atau facelift. Kondisi ini tidaklah serius, namun terkadang mata lebam bisa menandakan kondisi medis yang serius yang dikaitkan dengan patah tulang tengkorak. 

Kondisi ini bisa terjadi pada orang dewasa maupun bayi dan anak-anak. Beberapa kondisi yang memungkinkan timbulnya darah beku di bawah mata meliputi:

  • Tulang hidung patah
  • Gegar otak
  • Demam berdarah
  • Hemofilia
  • Hematoma epidural (terbentuknya massa darah di antara tengkorak dan lapisan pelindung otak) 
  • Hematoma subdural (pendarahan di otak)
  • Sindrom bayi terguncang
  • Penyakit von Willebrand
  • Infeksi sinus atau infeksi di sekitar mata
  • Reaksi alergi atau kondisi kesehatan lainnya

Cara menghilangkan darah beku di mata 

Untuk menentukan penyebab mata hitam, dokter akan melakukan pemeriksaan dasar seperti apakah terdapat cedera, bagaimana cedera itu terjadi, dan pertanyaan terkait. Dokter juga akan melakukan tes penglihatan, CT Scan, dan rontgen wajah dan kepala jika dicurigai terdapat patah tulang tengkorak. 

Berdasarkan penyebabnya, dokter akan merekomendasikan perawatan meliputi obat pereda nyeri atau perawatan khusus patah tulang dan pendarahan otak. Untuk kasus cedera ringan, cara menghilangkan darah beku di mata bisa menggunakan perawatan rumahan antara lain:

  1. Kompres dingin

Kompres dingin adalah perawatan pertama dan utama untuk meredakan darah beku di mata. Es dapat mengurangi pembengkakan dan pendarahan sekaligus mengurangi rasa sakit. Perlahan memar pun akan mengecil dan lebih cepat sembuh. Saat memar dan pembengkakan berkurang, terapkan kompres hangat untuk membantu memperlancar peredaran darah. 

  1. Vitamin C

Vitamin C membantu memperkuat dan menebalkan dinding pembuluh darah sehingga mempercepat penyembuhan. Beberapa sumber vitamin C yaitu lemon, jeruk, brokoli, cranberry, atau suplemen vitamin C.

  1. Jus nanas dan pepaya

Nanas dan pepaya kaya akan antioksidan yang mempercepat penyembuhan cedera. Kedua buah ini juga mengandung enzim khusus, seperti bromelain dalam nanas, yang dapat melembutkan dan menyembuhkan kulit. Nanas dan pepaya bisa dikonsumsi secara langsung, diminum dalam bentuk jus, atau mengompres bawah mata dengan daging buahnya secara langsung.  

  1. Minyak witch hazel

Minyak witch hazel memiliki senyawa anti-inflamasi yang dapat mengobati memar di kelopak mata, juga efektif menenangkan dan menyembuhkan kulit yang terdampak. Selain menggunakan minyak witch hazel, kompres dengan minyak chamomile juga bisa menjadi alternatif ampuh. 

  1. Kentang

Selain nanas dan pepaya, senyawa dalam kentang juga berfungsi sebagai analgesik dan dapat meredakan ruam di bawah mata. Kompres mata dengan irisan kentang atau masker kentang selama 30 menit membantu memperkuat dinding pembuluh darah dan mengurangi pembengkakan yang ditimbulkan.

  1. Obat pereda nyeri apotek

Terkadang dokter tidak memberikan obat pereda nyeri namun tetap disarankan untuk meminum obat pereda nyeri yang bisa dibeli di apotek untuk mengurangi nyeri yang ditimbulkan. Obat pereda sakit yang direkomendasikan adalah ibuprofen atau asetaminofen, namun hindari aspirin karena dapat memperlambat pembekuan darah.

Apabila cara menghilangkan darah beku di mata di atas tidak berhasil atau kondisi semakin memburuk, tak ada salahnya untuk kembali menemui sesegera mungkin. Bisa jadi kondisi tersebut merupakan tanda-tanda trauma serius.

Penyakit

Kenali Kebutuhan dan Jenis-jenis Sayur untuk Anak

Banyak anak-anak yang tidak suka makan sayuran. Bahkan, tak jarang mereka menyisihkan sayur di pinggir piring. Alasannya pun bermacam-macam, ada yang rasanya pahit, hambar, teksturnya keras, dan sebagainya. Padahal, sayuran mengandung vitamin dan mineral untuk tumbuh kembang anak. Lalu, apa saja jenis sayur untuk anak yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangannya?

Kebutuhan Sayur untuk Anak

Sayuran merupakan salah satu makanan penting yang harus dikonsumsi anak-anak. Hal ini dikarenakan, sayuran dapat memenuhi kebutuhan energi, serat, vitamin, antioksidan, dan cairan pada anak. 

Lebih lanjut, sayuran juga dinilai dapat melindungi anak dari berbagai penyakit kronis, seperti stroke, penyakit jantung, dan kanker ketika mereka beranjak dewasa. Namun, kebutuhan sayur untuk anak bisa berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelamin. 

Melansir dari Healthy Kids, berikut jumlah sayuran yang harus dikonsumsi anak per harinya dilihat dari usia dan jenis kelamin. 

  • Usia 1-2 tahun: 2-3 sajian
  • Usia 2-3: 2,5 sajian
  • Usia 4-8 tahun: 4,5 sajian
  • Usia 9-11 tahun: 5 sajian
  • Usia 12-18 tahun: 5 sajian untuk perempuan, sedangkan untuk laki-laki 5,5 sajian 

Jenis Sayur untuk Tumbuh Kembang Anak

Berikut adalah beberapa jenis sayur untuk anak yang bagus untuk tumbuh kembangnya. 

Wortel

Wortel merupakan salah satu jenis sayuran yang memiliki banyak nutrisi. Sayuran berwarna jingga ini mengandung vitamin A dan beta-karoten yang tinggi sehingga baik untuk penglihatan anak serta membangun sistem imun tubuh dan melindungi sel -sel tubuh dari kerusakan. 

Tak hanya itu, wortel juga mengandung vitamin B1, B3, dan B6 yang dapat membantu tubuh dalam menghasilkan energi, perkembangan otak, dan sistem saraf pada anak. Namun, tekstur wortel yang keras terkadang sulit untuk dikunyah anak. 

Hal ini juga yang membuat anak tidak suka makan sayur. Maka dari itu, agar lebih mudah dikonsumsi oleh anak, Anda dapat mengolah menjadi makanan kesukaan anak, seperti nugget wortel, bakso wortel, dan sup ayam wortel sehingga teksturnya lebih lembut dan enak.

Brokoli

Tak hanya wortel, brokoli adalah sayur untuk anak yang baik dikonsumsi guna mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Sayuran berwarna hijau ini mengandung vitamin C, beta-karoten, asam folat, kalium, zat besi, dan serat yang tinggi.

Itulah mengapa, brokoli sering dijuluki sebagai superfood. Untuk mendapatkan nutrisi dari brokoli, sebaiknya Anda mengukus brokoli selama 5 menit. 

Cara ini dinilai lebih baik karena dapat menjaga kadar nutrisi pada sayuran hijau ini. Sementara itu, merebus brokoli justru dapat mengurangi kadar vitamin C pada brokoli hingga setengahnya. 

Jagung manis

Dibandingkan jenis sayuran lainnya, jagung manis merupakan salah satu jenis sayuran yang banyak disukai anak. Sayuran ini memiliki biji yang berwarna kuning dengan rasa yang manis. 

Jagung mengandung vitamin B kompleks yang berperan penting dalam perkembangan saraf dan otak. Selain itu, jagung manis juga cukup mudah untuk diolah menjadi makanan, seperti sup jagung manis, bakwan jagung, hingga puding jagung. 

Bayam

Sayur kaya vitamin dan mineral berikutnya adalah bayam. Sayuran berdaun hijau ini kaya akan kandungan vitamin A, C, K, asam folat, zat besi, dan masih banyak lagi. 

Dengan berbagai macam kandungan vitamin dan mineral ini, tak heran jika bayam memiliki sejumlah manfaat untuk kesehatan. Mulai dari melindungi mata dari kerusakan, menurunkan tingkat tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.

Ubi jalar

Ubi jalar juga menjadi sayur untuk anak yang baik bagi tumbuh kembangnya. Bahkan, sebagian anak sangat suka dengan sayuran ini karena rasanya yang manis. 

Selain itu, ubi jalar juga mengandung potasium, vitamin C, serta, dan beta-karoten yang dipercaya dapat mencegah beberapa jenis kanker dan melawan radikal bebas. Cara mengolahnya pun sangat mudah. 

Anda bisa mengolahnya menjadi camilan, seperti bola ubi, pai ubi jalar, dan puding yang pastinya disukai anak-anak. 

Itulah beberapa jenis sayur untuk anak yang bagus untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Jika anak tidak menolak mengonsumsi sayuran, Anda dapat mengolahnya atau mencampurkannya ke dalam makanan kesukaan anak.

Penyakit

Cara Atasi Hidung Terasa Sakit dan Kepala Pusing

Hidung terasa sakit disertai kepala pusing dapat menjadi gejala penyakit. Rasa sakit bisa terletak di sinus atau di pangkal hidung. Rasa sakitnya pun dapat bervariasi dalam tingkat keparahan mulai dari sakit kepala ringan hingga nyeri kepala dan wajah yang menyiksa, sakit gigi, dan sakit telinga. 

Hidung terasa sakit yang berada di belakang rongga hidung bisa jadi merupakan nyeri sinus. Rasa sakit atau nyeri pada sinus biasanya berkembang sebagai akibat dari peradangan dan kemacetan di rongga sinus.

Ada berbagai obat bebas, pengobatan rumahan, dan modifikasi gaya hidup yang dapat membantu mencegah atau mengurangi tekanan sinus dan menawarkan pereda nyeri sinus.

Cara Mengobati Hidung Terasa Sakit dan Kepala Pusing

Gejala hidung terasa sakit dan kepala pusing akibat nyeri sinus, dapat ditangani dengan obat-obat yang dijual bebas, pengobatan rumahan, hingga gaya hidup yang sehat. Namun, apabila gejala bertahan lebih dari seminggu atau terus berulang, segera temui penyedia layanan kesehatan. 

Ini bisa menjadi infeksi sinus bakteri atau sinusitis yang memerlukan antibiotik atau mungkin migrain atau kondisi lain yang memerlukan intervensi medis. Jika infeksi sinus jamur terjadi, Anda mungkin memerlukan pembedahan dan/atau obat antijamur.

Hidung tersumbat tapi tidak pilek mungkin ada kondisi kesehatan yang lebih serius
  • Perawatan tanpa resep

Obat OTC (over the counter) atau obat bebas dapat membantu menghilangkan rasa sakit, mendorong drainase hidung, atau mengobati alergi. Ini dapat berupa obat pereda nyeri umum, seperti acetaminophen, ibuprofen, naproxen, dan aspirin. 

Beberapa obat nyeri ini bisa dikombinasikan jika salah satunya tidak efektif saat digunakan sendiri. Namun, Anda harus berbicara dengan penyedia layanan kesehatan atau apoteker Anda sebelum mencobanya, dan beritahu mereka tentang obat lain yang Anda pakai.

  • Dekongestan

Dekongestan nasal yang dijual bebas dapat membantu memecah penyumbatan dengan mengurangi pembengkakan pembuluh darah. Mereka bekerja dengan baik untuk meredakan nyeri sinus dari pilek dan datang dalam obat-obatan oral, seperti Sudafed (pseudoephedrine) atau Sudafed PE (phenylephrine), atau semprotan hidung seperti Afrin (oxymetazoline).

Semprotan dekongestan hidung tidak boleh digunakan lebih dari tiga hari berturut berturut-turut untuk menghindari kondisi yang disebut kemacetan rebound, kecuali jika sudah dianjurkan oleh dokter Anda.

  • Antihistamin

Jika alergi menyebabkan hidung tersumbat, sakit pada hidung atau nyeri sinus, antihistamin yang dijual bebas dapat membantu. Antihistamin bekerja dengan menargetkan histamin, bahan kimia yang dilepaskan sebagai respons terhadap alergen dan berperan dalam gejala alergi, termasuk pilek. Antihistamin memblokir reseptor histamin untuk meredakan gejala alergi. Mereka termasuk, allegra (fexofenadine), claritin (loratadin), xyzal (levocetirizine), dan zyrtec (cetirizin)

  • Pengobatan Rumahan

Ada berbagai pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi hidung tersumbat untuk meredakan nyeri sinus. Pengobatan rumahan yang dapat Anda coba meliputi:

Minum air: jika Anda terhidrasi, maka akan mudah dalam mengencerkan sekresi hidung, serta membantu dalam pemulihan dari penyakit virus.

Neti pot: Sebuah neti pot digunakan untuk mengairi lorong-lorong hidung dan dapat membantu untuk kontrol kongesti dan sekresi hidung. 

Semprotan hidung saline: Semprotan hidung ini digunakan untuk melonggarkan sekresi hidung dan mengurangi hidung tersumbat dengan membiarkannya mengalir.

Humidifier: humidifier membantu menjaga kelembapan, dimana kelembaban mengendurkan sekresi hidung dan udara dingin dapat membantu mengurangi peradangan. Mandi air panas atau beruap juga bisa membantu melonggarkan hidung tersumbat.

Kompres hangat: Gunakan kain hangat atau bantal pemanas di atas sinus Anda untuk mengurangi rasa sakit. Lakukan ini beberapa kali sehari.

  • Menghindari Iritasi

Iritasi bisa menyebabkan berbagai penyakit dengan gejala hidung terasa sakit dan kepala pusing. Perhatikan pemicunya dan cobalah menghindarinya. Pemicu iritasi bisa berupa: 

  • Asap rokok
  • Polusi udara, seperti debu, asap, bau cat atau polusi bahan kimia lainnya
  • Alergen, seperti serbuk sari, jamur, hewan peliharaan, dan tungau debu
  • Teknik Relaksasi

Teknik relaksasi juga bisa membantu dalam mengelola atau mencegah rasa sakit, ini mencakup: 

Pijat, memijat kepala, wajah, atau leher dengan lembut 

Meditasi, fokus pada pernapasan, sensasi tubuh, dan lingkungan Anda

Hidung terasa sakit dan kepala pusing karena nyeri sinus bisa sangat menganggu. Mereka bisa datang dan hilang sendiri dalam beberapa hari. Saat itu, Anda bisa mencoba beberapa pengobatan atau perawatan rumahan untuk meredakan atau memberi Anda kelegaan. 

Jika rasa sakit Anda memburuk dan tak kunjung hilang, lebih dari seminggu, atau terus berulang, segera periksakan ke dokter untuk dapat membantu mengidentifikasi paparan dan/atau mengevaluasi jika ada kondisi medis lain yang mungkin menyebabkan ketidaknyamanan.

Temukan lebih banyak informasi seputar hidung terasa sakit dan kepala pusing di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Anda juga bisa berdiskusi seputar topik ini dengan dokter di aplikasi SehatQ. Download aplikasinya sekarang di App Store dan Play Store.

Penyakit

Ketahui Jenis-Jenis Donor Ginjal dan Syarat Menjadi Pendonor

Anda mungkin sudah sering mendengar kata donor ginjal. Namun, belum banyak yang mengetahui jenis-jenis donor ginjal, prosedur, hingga syarat untuk menjadi pendonor ginjal.

Donor ginjal merupakan prosedur pemberian satu atau sebagian organ ginjal dari satu orang ke orang lain dengan prosedur operasi transplantasi organ. Prosedur ini dilakukan ketika seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal atau penyakit ginjal yang kronis.

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik tidak mampu menyaring sisa metabolisme di dalam darah atau menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. Dengan donor ginjal, memungkinkan penderitanya dapat hidup aktif dengan ginjal yang sehat.

Syarat donor ginjal adalah kedua ginjal dalam kondisi sehat.

Jenis-jenis Donor Ginjal

Donor ginjal terbagi dalam dua jenis, yaitu:

  • Living-donor kidney transplant

Living-donor kidney transplant adalah donor ginjal yang berasal dari pendonor yang masih hidup. Orang yang hidup bisa memberikan salah satu ginjalnya kepada orang yang mengalami gagal ginjal.

  • Deceased-donor kidney transplant

Deceased-donor kidney transplant merupakan prosedur donor ginjal dari orang yang sudah meninggal. Pendonor umumnya adalah anggota keluarga pasien, karena terdapat kemiripan genetik antara anggota keluarga dan pasien. Namun, kemungkinan pendonor yang berasal dari luar keluarga juga tetap ada selama masih memiliki kecocokan dengan pasien.

Syarat Donor Ginjal

Donor ginjal bisa dilakukan ketika pendonor bersedia memberikan salah satu ginjalnya kepada orang lain. Terdapat beberapa peraturan khusus dari yang perlu diikuti agar bisa menjadi pendonor organ, baik dari sisi medis dan administratif.

  1. Syarat medis untuk bisa menjadi pendonor ginjal

Kriteria atau syarat medis yang harus dipenuhi oleh calon pendonor ginjal, diantaranya adalah:

  • Sehat fisik dan mental
  • Golongan darah cocok dengan penerima donor
  • Mengikuti seluruh proses pemeriksaan dan evaluasi medis sebelum prosedur dilakukan
  • Menerima risiko operasi
  • Ginjal berfungsi dengan normal
  • Secara antibodi, memiliki kecocokan ginjal antara pendonor dan penerima donor
  • Indeks massa tubuh dibawah 30
  • Tidak memiliki riwayat darah tinggi dan batu ginjal (dengan kondisi tertentu)
  • Pendonor tidak memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, dan kanker
  • Tidak menderita penyakit ginjal yang kronis
  • Tidak memiliki kondisi yang membahayakan jika menjalani prosedur donor ginjal
  1. Syarat administratif untuk bisa menjadi pendonor ginjal

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.38 Tahun 2016 telah mengatur syarat-syarat bagi seseorang untuk bisa melakukan donor ginjal. Syarat-syarat tersebut diantaranya adalah:

  • Calon pendonor memiliki surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktek yang berlaku
  • Telah berusia minimal 18 tahun (bisa dibuktikan dengan KTP, kartu keluarga, dan akta kelahiran)
  • Membuat pernyataan tertulis bahwa pendonor bersedia untuk menyumbangkan organnya tanpa meminta imbalan (secara sukarela)
  • Memiliki alasan untuk menyumbangkan organ tubuhnya secara sukarela
  • Mendapat persetujuan dari keluarga, seperti suami/istri, orang tua kandung, anak yang telah dewasa, atau saudara kandung
  • Membuat pernyataan bahwa pendonor telah memahami indikasi, risiko, prosedur, kontra indikasi, panduan hidup setelah mendonorkan ginjal, dan pernyataan persetujuannya
  • Membuat pernyataan bahwa pendonor tidak melakukan penjualan organ atau perjanjian khusus dengan donor atau pihak lain.

Kondisi yang Membuat Seseorang Membutuhkan Donor Ginjal

Salah satu penanganan bagi penderita penyakit ginjal adalah cuci darah, namun prosedur ini harus dilakukan seumur hidup. Sedangkan donor ginjal, bisa mengobati penyakit ginjal yang kronis dan membantu penderitanya hidup lebih baik dan lebih lama.

Tanda dan gejala penurunan fungsi ginjal, adalah seperti:

  • Pucat
  • Lemas
  • Tubuh terasa gatal
  • Penurunan kesadaran
  • SUlit buang air kecil
  • Pembengkakan pada bagian tubuh

Setelah menjalani operasi donor ginjal, pasien akan mendapatkan manfaat berikut:

  • Kualitas hidup lebih baik
  • Risiko kematian lebih rendang
  • Pantangan makan atau minum berkurang
  • Biaya perawatan lebih rendah

Sebelum memutuskan untuk menjadi pendonor, Anda harus memenuhi semua persyaratan dan memahami segala risiko yang mungkin muncul setelah melakukan donor ginjal. Konsultasikan secara matang terlebih dahulu kepada dokter sehingga Anda sudah yakin saat membuat keputusan.

Penyakit

Kardiomegali: Penyebab, Gejala, dan Pencegahan Jantung Membesar

Jantung membesar atau pembengkakan pada jantung disebut juga dengan kardiomegali. Kardiomegali merupakan istilah yang merujuk pada kondisi jantung membesar pada manusia. Penyebab  timbulnya kardiomegali ada banyak, namun paling sering ditemukan karena tekanan darah tinggi (hipertensi) dan penyakit jantung koroner. 

Ada dua macam jenis kardiomegali, yaitu kardiomiopati dilatasi dan kardiomiopati hipertrofik. Secara umum, kardiomiopati dilatasi merupakan tipe utama pembesaran jantung. Kedua sisi dinding/ventrikel menipis dan renggang. Sedangkan kardiomiopati hipertrofik muncul disebabkan ventrikel kiri membesar karena tingginya tekanan dalam darah. Untuk diagnosis kardiomegali dibutuhkan pemeriksaan secara medis, termasuk rontgen dada. 

Pembengkakan jantung gejalanya berupa rasa tidak nyaman pada dada.

Penyebab Kardiomegali

Penyebab umum jantung membesar adalah kondisi jantung yang sebelumnya memompa lebih keras sehingga terjadi kerusakan pada otot jantung. Penyakit arteri koroner juga menjadi salah satu penyebab sehingga menimbulkan penyumbatan dan mempengaruhi suplai darah pada jantung. Selain itu, berikut penyebab kardiomegali lainnya yang harus Anda ketahui: 

Hipertensi

Pada kondisi meningkatnya tekanan darah, jantung harus memompa lebih kencang untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Karena hal tersebut, otot jantung membesar dan menjadi tebal. Hipertensi juga menyebabkan ventrikel bagian kiri membesar dan membuat otot jantung menjadi lemah. 

Penyakit Arteri Koroner

Arteri koroner adalah kondisi dimana arteri tersumbat di jantung. Sehingga menghalangi aliran darah dan dapat menyebabkan serangan jantung. Ketika salah satu bagian otot jantung tidak berfungsi, jantung secara otomatis harus memompa lebih kencang untuk mendapatkan darah ke seluruh tubuh. 

Anemia

Anemia ditemukan apabila jumlah sel darah merah pada manusia tidak cukup untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh. Alhasil, anemia yang memburuk menyebabkan detak jantung menjadi terlalu cepat dan tidak teratur. Jantung kemudian merespon dengan memompa lebih banyak darah sehingga terjadi pembengkakan.

Hemochromatosis

Kelebihan zat besi dalam tubuh biasanya disebut dengan istilah hemochromatosis. Kondisi tersebut berkaitan dengan kelainan pada tubuh yang menyebabkan zat besi menumpuk di berbagai organ, termasuk jantung. Hemochromatosis menyebabkan ventrikel kiri jantung membesar dan otot jantung menjadi lemah. 

Aritmia

Detak jantung yang tidak teratur bisa jadi salah satu penyebab munculnya kardiomegali. Saat jantung berdegup dengan tempo yang tidak wajar, darah bisa terpompa balik ke dalam jantung dan mengakibatkan kerusakan pada ototnya. 

Selain penyebab di atas, kardiomegali juga disebabkan faktor penyakit keturunan, gangguan tiroid, efusi perikardial, hipertensi pulmonal, dan penyakit katup jantung.

Gejala Kardiomegali

Gejala yang ditimbulkan akibat kardiomegali biasanya menyerang bagian tubuh dan mengalami pembengkakan. Jantung berdebar menjadi lebih cepat dan tidak teratur. Selain itu, gejala dari kardiomegali bisa meliputi hal-hal berikut:

  • Nyeri dada dan rasa tidak nyaman di bagian lengan, leher, punggung, rahang, dan perut.
  • Gangguan irama jantung
  • Berat badan bertambah seiring jantung membesar
  • Sesak napas terutama saat beraktivitas yang berat
  • Kaki dan tungkai bengkak
  • Merasa terlalu cepat lelah

Masing-masing orang mengalami gejala yang berbeda-beda. Ada gejala berat dan ada juga yang ringan. Kardiomegali dapat terdiagnosis dengan akurat apabila telah melalui pemeriksaan medis, salah satunya dengan rontgen dada. 

Pencegahan kardiomegali dapat dilakukan dengan cara melakukan diet, tidak mengkonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan, serta melakukan pemeriksaan rutin terhadap kontrol darah, seperti diabetes dan kolesterol. Selain itu, dianjurkan juga mengonsumsi obat-obatan yang mencegah pembesaran pada jantung. Itulah penyebab, gejala, dan pencegahan terkait kardiomegali. Apabila gejala di atas sedang Anda rasakan, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan obat sesuai resep maupun prosedur non operasi. 

Penyakit

Cara Mencegah Meningitis, Salah Satu Infeksi Otak Berbahaya

Mencegah serta mengobati infeksi otak sangat diperlukan supaya penyakit saraf ini dapat segera disembuhkan serta tidak datang lagi.

Adapun infeksi saraf yang cukup terkenal adalah meningitis yang terjadi pada meningen atau lapisan yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang yang meradang.

Meningitis adalah salah satu penyakit saraf yang menular sehingga Anda harus waspada terhadap penyakit yang satu ini.

Karena itu, Anda diharapkan melakukan beberapa pencegahan supaya tidak tertular penyakit ini selain pengobatan berupa pemberian antibiotik, kortikosteroid, acyclovir, dan obat antijamur. Semua obat ini tergantung pada jenis meningitis yang Anda derita.

Adapun mengenai pencegahan, terdapat beberapa yang bisa Anda lakukan, yaitu:

Vaksinasi 

Vaksinasi akan melindungi dan mencegah Anda dari virus penyebab meningitis. Vaksinasi merupakan pencegahan yang paling utama.

Mencuci tangan

Karena meningitis dapat hinggap di benda-benda mati Anda disarankan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah memegang benda tersebut sebagai salah satu langkah pencegahan.

Menjaga kekebalan tubuh

Kekebalan tubuh juga merupakan faktor penting dalam mencegah meningitis sebab apabila kekebalan tubuh Anda jelek, penyakit ini akan mudah menyerang.

Anda bisa melakukannya dengan konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, dan istirahat yang juga teratur.

Tidak bergantian menggunakan barang pribadi

Sebab, meningitis dapat menular melalui air liur dan cairan lain dari saluran pernapasan, Anda disarankan untuk tidak berbagi peralatan makan dan minum dengan penderita meningitis.

Pencegahan alami melalui makanan

Salah satu upaya terhindar dari meningitis yang merupakan salah satu infeksi otak berbahaya adalah memperkuat kekebalan tubuh dengan cara konsumsi makanan yang bergizi seimbang. Berikut ini adalah makanan-makanan yang direkomendasikan untuk pencegahan!

Tahu 

Produk makanan fermentasi dari kedelai ini merupakan makanan yang tentunya sudah tidak asing lagi bagi Anda.

Dalam banyak menu makanan di Indonesia, tahu akan selalu muncul, dan diolah dengan berbagai cara, baik digoreng, direbus maupun dikukus.

Tahu sendiri merupakan makanan yang dapat membuat Anda terhindar dari meningitis karena kandungan probiotik di dalamnya.

Ikan salmon

Ikan air tawar yang satu ini mempunyai daging yang begitu lezat sehingga banyak orang yang ingin sekali menyantapnya.

Ternyata salmon juga bisa Anda gunakan untuk terhindar dari meningitis karena kandungan minyak tak jenuh ganda dan Omega-3 di dalamnya yang efektif mengurangi peradangan penyebab meningitis.

Tak hanya itu salmon juga dapat memberikan kekebalan pada tubuh Anda jika dikonsumsi secara rutin.

Jeruk

Ini adalah buah yang sangat dianjurkan untuk memperkuat kekebalan tubuh karena kandungan vitamin C-nya.

Selain itu, jeruk mengandung antioksidan yang berperan penting dalam menangkal radikal bebas penyebab meningitis.

Yogurt

Susu fermentasi ini mempunyai kandungan probiotik yang efektif melawan bakteri penyebab meningitis.

Selain itu, probiotik pada yogurt juga dapat melancarkan pencernaan, meredakan demam, pilek, dan flu.

Brokoli

Untuk sayuran, Anda dapat mengonsumsi brokoli yang mempunyai kandungan penting berupa vitamin, serat, protein hingga karbohidrat kompleks yang dapat membantu tubuh Anda terhindar dari meningitis.

Selain itu, brokoli mampu meningkatkan kekebalan tubuh serta dapat menangkal radikal bebas karena kandungan antioksidannya.

Buah kiwi

Buah khas Selandia Baru ini juga dapat mencegah terkena meningitis karena terdapat kandungan vitamin C yang cukup efektif melawan virus penyebab meningitis.

Tak hanya itu, seperti buah-buahan lainnya kiwi juga mengandung antioksidan sehingga juga mampu mencegah radikal bebas yang menyebabkan peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga Anda terhindar dari salah satu infeksi otak ini.

Penyakit

Gatal karena Diabetes, Apa Penyebabnya?

Diabetes merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi cara tubuh mengolah glukosa atau gula darah. Kondisi ini juga menimbulkan beberapa gejala yang berhubungan dengan kulit, yaitu gatal. Gatal karena diabetes bisa sangat berbeda dari gatal pada umumnya. 

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis yang menyebabkan gangguan metabolik. Kondisi ini ditandai tingginya kadar gula darah yang melebihi batas normal. Di Indonesia, prevalensi pasien diabetes mencapai angka 6,2% atau terdapat lebih dari 10,8 juta jiwa yang mengalami diabetes.

Orang dengan penyakit gula cenderung lebih sering mengalami kulit gatal daripada orang yang tidak memiliki kondisi tersebut. Gatal karena diabetes yang terjadi secara terus menerus bisa membuat tidak nyaman dan bahkan dapat menyebabkan infeksi serta rasa sakit bila digaruk secara berlebihan.

Gatal karena penyakit gula tidak boleh diabaikan. Pasalnya, kulit kering, teriritasi, dan gatal lebih mungkin terinfeksi, dan penderita diabetes mungkin tidak dapat melawan infeksi tersebut sesukses mereka yang tidak memiliki penyakit gula. Lalu, apa sih yang membuat kulit gatal karena diabetes?

Penyebab gatal karena diabetes

Diabetes memang dapat menyebabkan gatal di beberapa daerah kulit tertentu. Gatal karena diabetes dapat diakibatkan oleh rusaknya serabut saraf di lapisan luar kulit. Sering kali kondisi ini dikaitkan dengan polineuropati diabetik atau neuropati perifer. Kondisi ini merupakan akibat dari kerusakan pada serabut saraf. Penyebabnya, kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan gatal terutama pada kaki dan tangan.

Sebelum kerusakan saraf terjadi pada penderita diabetes, kadar sitokin yang tinggi beredar di tubuh. Sitokin merupakan zat inflamasi yang bisa menyebabkan rasa gatal pada kulit. Penelitian pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Diabetes Research menunjukkan bahwa peningkatan sitokin kemungkinan besar memiliki hubungan dengan kerusakan saraf diabetes.

Selain karena pengaruh kadar sitokin yang tinggi akibat dari tingginya gula darah, gatal karena diabetes juga dapat diakibatkan karena komplikasi termasuk gagal ginjal dan hati. Komplikasi tersebut dapat menyebabkan gatal derajat sedang hingga berat yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Faktor lainnya penyebab kondisi ini adalah efek samping dari obat-obatan yang digunakan atau memiliki alergi terhadap obat-obatan tersebut. Tetapi, seseorang tidak boleh langsung menghentikan pemakaian obat diabetes sampai memastikan dengan dokter bahwa mereka mengalami reaksi alergi. Dokter kemudian perlu mengganti resep obat untuk menangani diabetes.

Penderita diabetes juga dapat mengalami gangguan gatal akibat sirkulasi darah yang buruk. Dalam kasus ini, gatal lebih mungkin terjadi pada bagian bawah kaki. Selain itu, produk kulit yang mengandung parfum, pewarna, dan sabun yang kuat juga dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan gatal.

Gejala gatal karena diabetes

Gejala dari kondisi ini dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika seseorang memiliki neuropati perifer, mereka lebih mungkin mengalami gatal-gatal di bagian bawah kaki. Mereka mungkin juga akan mengalami mati rasa di bagian kaki atau tangan, serta sensasi kesemutan dapat menyertai gejala-gejala ini.

Selain gejala yang telah disebutkan, beberapa orang juga mengalami gatal disertai dengan perubahan tekstur kulit seperti kulit kering, kulit bersisik, kulit menebal, dan kulit berubah warna menjadi kehitaman.

Pada penderita diabetes tipe 2, menurut American Diabetes Association, gejala gangguan kulit karena diabetes ini biasa disebut sebagai akantosis nigrikans. Gejala gatal tersebut umumnya terjadi pada tahap prediabetes. 

Gatal karena diabetes dapat menjadi gangguan yang membuat seseorang tidak nyaman, bahkan saat menggunakan pakaian. Terkadang gatal juga dapat membangunkan seseorang di malam hari dan membuatnya merasa ingin selalu menggaruk gatal tersebut.

Penyakit

Berbagai Cara Mengobati Gusi Bengkak Karena Gigi Berlubang

Gusi Anda sangat penting untuk kesehatan mulut. Gusi terbuat dari jaringan kuat dan berwarna merah muda yang menutupi tulang rahan. Jaringan tersebut sangat tebal, berserat, dan dipenuhi oleh pembuluh darah. Apabila gusi Anda menjadi bengkak, gusi akan tampak menonjol. Pembengkakan pada gusi biasanya berawal di daerah di mana gusi bertemu dengan gigi. Namun, gusi Anda dapat membengkak dan menutupi bagian gigi.

ada beberapa rekomendasi obat gusi bengkak di apotik yang ampuh

Gusi yang bengkak akan tampak berwarna merah. Gusi yang bengkak sering iritasi, sensitif, dan menyebabkan rasa nyeri. Anda juga akan memperhatikan bahwa gusi bengkak mudah berdarah ketika Anda menyikat gigi dan melakukan flossing. Penyebabnya bermacam-macam, mulai dari gigi berlubang hingga infeksi. Artikel ini akan membahas cara mengobati gusi bengkak karena gigi berlubang. 

Cara mengobati gusi bengkak karena gigi berlubang dapat dimulai dengan mempraktekkan beberapa “home remedies” atau perawatan rumahan alternatif. Adapun hal-hal yang bisa Anda lakukan di antaranya adalah:

  • Obat kumur antiseptik

Cara merawat gusi bengkak karena gigi berlubang yang pertama adalah dengan menggunakan obat kumur antiseptik. Obat kumur jenis ini tidak dapat membersihkan plak dan karang gigi, namun dapat membantu mengontrol penumpukan bakteri plak tambahan. Obat kumur antiseptik tersedia dalam bentuk OTC atau over-the-counter di apotek. Carilah produk yang mengandung bahan dengan sifat antiseptik yang kuat, seperti cetylpyridinium chloride. Terkadang, dokter gigi akan meresepkan obat kumur antiseptik yang mengandung chlorhexidine, yang mana dianggap sebagai bahan paling efektif dalam mengatasi gusi bengkak. 

  • Berkumur menggunakan air garam

Sebuah studi tahun 2016 menginvestigasi efek berkumur menggunakan air garam terhadap pemulihan luka di gusi. Dalam studi tersebut, para peneliti mengambil sel gingival fibroblast dari gigi donor. Sel tersebut membuat jaringan penghubung pada gigi. Setelah melakukan isolasi terhadap sel yang rusak, para peneliti membilasnya dengan menggunakan larutan air garam selama 2 menit, tiga kali sehari. Mereka menemukan bahwa larutan air garam dengan konsentrasi 1,8 persen adalah yang paling efektif dalam meningkatkan tingkat pemulihan luka. Anda bisa membuat larutan air garam yang efektif dengan mencampur satu sendok teh air pada satu cup rebusan air yang telah didinginkan. Berkumurlah menggunakan larutan tersebut tiga hingga 4 kali setiap harinya. 

  • Berkumur menggunakan rempah atau herbal

Sebuah studi tahun 2014 menginvestigasi efek anti-plak dan anti-gingivitis pada obat kumur herbal yang mengandung minyak pohon teh, cengkeh, dan kemangi. Bahan-bahan tersebut memiliki sifat anti-bakteri dan anti-peradangan. Para peneliti membagi 40 peserta ke dalam dua kelompok Kelompok pertama menggunakan obat kumur yang tersedia di pasaran selama 21 hari, sementara kelompok yang lain menggunakan obat kumur herbal. Hasil menunjukkan bahwa obat kumur herbal sama baiknya dengan obat kumur di pasaran. Para peserta dari kedua kelompok menunjukkan peningkatan kesehatan gusi, seperti berkurangnya plak dan peradangan gusi. 

  • Ibuprofen

Obat penghilang rasa nyeri, seperti ibuprofen, dapat membantu mengurangi nyeri gusi pada saat seseorang mendapatkan perawatan abses gigi dan penyakit periodontal. 

Cara mengobati gusi bengkak karena gigi berlubang di atas patut untuk dicoba. Gusi bengkak pada satu gigi disebabkan oleh banyak hal, tidak hanya gigi berlubang saja. Beberapa kondisi lain di antaranya adalah kebersihan mulut yang buruk dan penyakit periodontal. Anda harus mengunjungi dokter gigi apabila pembengkakan terus menerus terjadi selama lebih dari 1 minggu. Anda juga perlu mencegah gusi bengkak dengan menjaga kesehatan mulut dengan rutin menyikat gigi dan mengunjungi dokter gigi 6 bulan sekali.

Penyakit

Scapular Disorder: Bahu Miring yang Disertai Sakit Tulang Belikat

Skapula atau tulang belikat dikelilingi oleh jaringan otot yang membantu menggerakkan lengan. Cedera pada area tersebut akan menyebabkan otot-otot menjadi lemah atau tidak seimbang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko perubahan posisi skapula yang disebut dengan scapluar disorder (gangguan skapular) atau scapular dyskinesis (diskinesis skapular).

Dyskinesia skapula membuat lengan sulit digerakkan atau kaku, sakit tulang belikat, dan bahu terlihat turun. Artikel berikut akan membahas seputar gejala, penyebab, serta pengobatan gangguan skapular.

Penyebab 

Cedera yang terjadi pada tulang penopang skapula, sendi bahu, atau saraf dapat mengakibatkan gangguan skapular sehingga memicu sakit tulang belikat.

Selain karena cedera, otot-otot bisa melemah jika tidak terlalu sering digunakan. Namun melakukan gerakan berulang dalam waktu lama, seperti melempar pada atlet baseball, juga meningkatkan risiko terkena diskinesis skapula akibat ketidakseimbangan otot. 

Tanda dan gejala

Awalnya Anda mungkin tidak menyadari perubahan pada bahu akibat diskinesis skapula. Seiring berjalannya waktu, gejala akan semakin terasa, antara lain:

  • Nyeri atau sakit tulang belikat, terutama di bagian atas dan batas medial (bagian dalam). Ini dirasakan terutama saat mengangkat lengan atau membawa benda berat
  • Rentang gerak kaku dan terbatas. Anda mungkin tidak bisa mengangkat lengan ke atas
  • Saat menggerakkan bahu, cenderung disertai bunyi berderak
  • Postur tubuh yang terkulai sehingga bahu terlihat seperti turun, atau miring ke depan di sisi yang terdampak
  • Terlihat tulang belikat lebih menonjol pada sisi yang terpengaruh

Bagaimana mengobati diskinesis belikat?

Dalam beberapa kasus, gejala gangguan skapular dapat membaik hanya dengan melakukan perawatan sederhana yang meliputi:

  1. Memperbaiki postur tubuh

Gangguan pada tulang belikat dipicu dari postur tubuh saat kita melakukan aktivitas sehari-hari, baik itu duduk, berdiri, berjalan, atau mengangkat benda berat. 

Untuk memperbaikinya, pastikan tubuh dalam posisi tegak (tulang belakang lurus), tarik bahu Anda ke belakang, kemudian tekuk siku ke bawah dan belakang seolah-olah mencoba memasukkan tangan ke dalam saku belakang. 

  1. Olahraga secara rutin

Saat memulai program olahraga teratur, pastikan sesi latihan kekuatan tubuh bagian atas seimbang. Program latihan Anda juga harus mencakup latihan peregangan untuk otot bahu dengan dan rotasi sendi bahu. 

  1. Terapi panas

Mengompres atau berendam dengan air hangat dapat membantu meringankan otot bahu yang tegang. Ini juga akan meredakan nyeri dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh Anda. 

  1. Terapi fisik

Terapi fisik merupakan salah satu perawatan non-bedah untuk scupular disorder. Dokter atau ahli terapi fisik akan memberikan program latihan sesuai dengan penyebab sakit tulang belikat Anda. 

Terapi fisik biasanya berfokus pada dua hal, yaitu:

  • Memperkuat otot yang menstabilkan dan menggerakkan skapula, dan
  • Meregangkan otot yang kencang dan yang membatasi gerakan tulang belikat
  1. Minum obat antiinflamasi

Selain terapi fisik, dokter juga akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen untuk meredakan nyeri dan bengkak akibat disfungsi skapula. 

Perawatan di atas hanya efektif  untuk pasien yang mengalami diskinesis akibat kelemahan atau kekakuan otot. Namun jika gangguan disebabkan oleh cedera pada sendi bahu, maka dokter akan menyarankan prosedur pembedahan. 

Nantinya dokter akan memperbaiki atau merekonstruksi yang cedera, diikuti dengan rehabilitasi untuk mengembalikan gerakan normal skapula.

Catatan

Untuk menghindari sakit tulang belikat dan meringankan kondisinya, sebisa mungkin membatasi aktivitas yang memerlukan gerakan mengangkat lengan terlalu tinggi, seperti bermain bulu tangkis atau melempar benda. 

Diskinesis skapula umumnya membutuhkan waktu 4 – 8 minggu untuk pulih, namun jika keparahan meningkat maka proses penyembuhan bisa lebih lama.