Penyakit

Gangrene

Gangrene merupakan gangguan yang serius dimana masalah tersebut menimbulkan kematian pada jaringan tubuh akibat kehilangan suplai darah. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi bagian tubuh mana saja, namun bagian tubuh yang paling jauh adalah area yang paling rentan terhadap risiko gangrene.

Bagian tubuh yang jauh seperti di bagian kaki merupakan gangguan yang sering terjadi. Gangrene tidak hanya terjadi di luar tubuh, namun juga bisa terjadi di dalam tubuh. Gangrene terjadi akibat seseorang mengalami cedera, infeksi, atau kondisi jangka panjang yang mempengaruhi sirkulasi darah.

Gangrene bisa menyebar ke seluruh tubuh manusia sehingga menimbulkan syok jika kondisi tersebut tidak ditangani. Gangrene juga bisa berpotensi mengancam jiwa seseorang. Gangrene merupakan masalah yang serius bagi tubuh dimana gangguan tersebut bisa berakhir dengan amputasi atau kematian.

Gejala

Seseorang yang terkena gangrene akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mengalami perubahan pada warna kulit.
  • Pembengkakan pada kulit yang terisi oleh cairan.
  • Menunjukkan garis yang jelas antara kulit yang sehat dan rusak.
  • Mengalami rasa sakit berat atau mati rasa secara tiba-tiba.
  • Mengeluarkan cairan yang berbau busuk yang keluar dari luka.
  • Kulit menjadi tipis dan berkilau.
  • Mengalami luka secara berulang di area yang sama.
  • Kulit terasa dingin ketika disentuh.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.
  • Sesak.
  • Merasa bingung.

Penyebab

Seseorang yang mengalami gangrene disebabkan oleh faktor berikut: kurangnya suplai darah di dalam tubuh, infeksi bakteri, dan luka yang traumatis seperti luka tembak.

Faktor Risiko

Seseorang akan memiliki risiko yang lebih besar jika mereka:

  • Terkena obesitas.
  • Terkena diabetes.
  • Mengalami penyakit pembuluh darah.
  • Terkena hernia.
  • Mengalami radang usus buntu.
  • Mengalami pembekuan darah.
  • Mengalami cedera berat atau pernah menjalani operasi.
  • Merokok.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Menggunakan obat-obatan melalui suntikan.
  • Mengalami cedera kepala, gigitan hewan, atau luka bakar berat.

Diagnosis

Jika Anda mengalami gangrene, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan bila gangrene disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti MRI, CT scan, dan X-ray dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah atau luas penyebaran pada tubuh pasien.

  • Arteriogram

Arteriogram dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada penyumbatan di dalam pembuluh darah arteri.

  • Pembedahan

Pembedahan juga perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa luas penyebaran gangrene yang terjadi di dalam tubuh pasien.

  • Pemeriksaan kultur jaringan

Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan Clostridium perfringens yang merupakan penyebab umum gangrene.

Pengobatan

Jaringan yang telah mengalami kerusakan tidak dapat diobati. Meskipun demikian, berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Obat antibiotik

Obat antibiotik dapat digunakan jika pasien terkena infeksi.

  • Operasi vaskuler

Operasi vaskuler dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah melalui pembuluh darah ke jaringan tubuh pasien.

  • Hyperbaric oxygen chamber

Hyperbaric oxygen chamber dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri yang memicu gangrene dan memulihkan kulit.

  • Debridement

Debridement dilakukan dengan mengangkat jaringan mati untuk mencegah penyebaran akibat infeksi, serta membersihkan tubuh dari jaringan mati.

  • Amputasi

Amputasi perlu dilakukan bila pasien mengalami gejala yang sangat parah.

Pencegahan

Selain pengobatan, pencegahan gangrene juga dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Memperhatikan kondisi tubuh jika terdapat luka di bagian tangan dan kaki, terutama jika Anda mengalami diabetes.
  • Mencuci semua luka terbuka dengan air dan sabun, serta tetap menjaga kebersihan luka tersebut hingga pulih.
  • Menjaga berat badan.
  • Jangan menggunakan tembakau, karena dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah.
  • Memperhatikan kondisi atau suhu tubuh karena bisa menyebabkan penurunan sirkulasi darah di bagian tubuh.
Penyakit

Fakta Mengenai Rabies Dan Kucing Rabies

Ciri-ciri kucing rabies ada banyak macamnya, mulai dari takut air dan demam.

Rabies adalah penyakit virus yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Penyakit ini adalah infeksi virus mematikan dan sangat menular dari sistem saraf yang dapat menginfeksi banyak jenis hewan berdarah panas, termasuk kucing, anjing, dan manusia. Faktanya, lebih dari 30.000 orang di seluruh dunia masih meninggal karena rabies setiap tahun.

Hewan dapat membawa virus rabies selama tiga hingga 12 minggu sebelum menunjukkan gejala apa pun, jadi Anda tidak dapat selalu mengetahui apakah kucing Anda memiliki rabies hanya dengan melihatnya. Begitu gejalanya muncul, kucing Anda biasanya akan mengeluarkan busa di mulut, sebuah tanda klasik rabies yang telah dikenal selama berabad-abad. Kucing rabies juga mungkin menjadi agresif luar biasa dan kehilangan rasa takut normal terhadap manusia atau, bisa juga menjadi sangat lambat dan tertutup. 

Meskipun parah, masih banyak orang yang mungkin tidak tahu mengenai rabies. Berikut beberapa fakta mengenai rabies:

  • Rabies bukan penyakit yang jarang terjadi

Rabies adalah penyakit yang berbasis dan sudah ada pada zaman kuno. Karena telah dicatat sejak zaman kuno dan relatif jarang terjadi pada manusia, seringkali penyakit ini tidak hanya dilupakan oleh masyarakat umum tetapi juga sebagai diferensial dalam diagnosis medis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit rabies ada di setiap benua kecuali Antartika.

  • Beberapa hewan lebih mungkin menularkan rabies daripada yang lain.

Semua hewan berdarah panas, terutama mamalia, seperti kucing dan anjing dapat memperoleh rabies, tetapi beberapa hewan lebih mungkin untuk menularkannya daripada yang lain. CDC memperkirakan bahwa di seluruh dunia, 90% dari paparan rabies disebabkan oleh anjing gila; paparan tersebut menyebabkan 99% kematian pada manusia.

  • Peliharaan Anda tidak “bertindak” seperti terkena rabies.

Tanda-tanda rabies yang paling khas adalah kelumpuhan yang tidak dapat dijelaskan dan perubahan perilaku. Misalnya, kucing Anda menjadi sangat agresif, atau anjing yang biasanya aktif bisa menjadi pemalu dan menutup diri. Terdapat banyak tanda-tanda klinis lain yang mungkin atau mungkin tidak ditunjukkan oleh hewan yang terkena rabies, seperti tidak makan, makan benda aneh yang bukan makanan, mengais mulut, tampak tersedak, sulit menelan, mengalami kejang, dan menunjukkan hipersensitivitas untuk disentuh.

  • Anda lebih mungkin terpapar rabies oleh hewan peliharaan daripada oleh satwa liar.

Salah satu cara terbaik untuk melindungi hewan peliharaan Anda dan juga diri Anda sendiri adalah melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan Anda terhadap rabies.

Kucing biasanya terjangkit rabies melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Gejala rabies pada kucing bisa memerlukan waktu hingga satu tahun untuk terlihat. Namun, rabies berkembang dalam tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap Prodromal
  2. Tahap Furious
  3. Tahap Paralytic

Setelah kucing Anda menunjukkan gejala, penyakit rabies berkembang dengan cepat. Namun, gejala pertama dapat meniru penyakit lain, sehingga membuat diagnosis menjadi sulit.

Kucing yang terinfeksi rabies hanya akan menularkan penyakit setelah tanda-tanda klinis berkembang. Jika kucing Anda masih hidup atau tidak menunjukkan tanda-tanda klinis rabies setelah periode pengamatan selama 10 hari, maka gigitan tersebut tidak mungkin menularkan rabies karena kucing tidak menumpahkan virus rabies pada saat gigitan terjadi. Namun, jika kucing Anda berpotensi terkena virus rabies karena gigitan hewan yang diduga menderita rabies, segera hubungi dokter hewan Anda.

Penyakit

Alergi Debu? Apa Yang Perlu Dilakukan?

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada yang alergi terhadap makanan atau hewan, bahkan ada yang alergi debu. Alergi debu merupakan salah satu alergi yang terjadi secara umum. Orang yang mengalami alergi debu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap tungau atau salah satu bagian tubuhnya seperti air liur.

Fakta Tentang Debu

Ketika manusia menghirup udara yang terpapar tungau, sistem kekebalan tubuh menganggap hal tersebut adalah zat yang berbahaya (alergen) dimana masalah tersebut membuat tubuh mengalami reaksi alergi.

Debu dapat menyebar melalui udara yang buruk seperti asap kendaraan. Debu dapat dibentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati, dan dimakan oleh tungau dan hewan yang dapat memicu alergi di dalam tubuh.

Gejala

Seseorang yang terpapar kualitas udara yang buruk dapat memicu gejala seperti bersin, batuk, sesak nafas, hidung terasa gatal, dan nafas berbunyi atau mengi. Selain itu, gejala yang terjadi akibat debu bisa ringan, bahkan bisa parah.

Gejala debu bisa bertambah parah ketika Anda membersihkan rumah seperti menyapu halaman atau merapikan tempat tidur. Proses bersih-bersih rumah dapat menyebarkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel tersebut terhirup atau menempel pada kulit manusia.

Penyebab

Selain polusi udara, seseorang yang mengalami alergi debu kemungkinan dipicu oleh serangga, bulu hewan peliharaan, jamur, atau serbuk bunga yang berkembang biak atau menempel di bagian tertentu.

Tidak hanya itu, sebagian orang mengalami alergi debu karena mereka berada di lingkungan yang terdapat hewan kecoa. Bahaya kecoa yang berasal dari air liur, kencing, dan bagian tubuh sisa pembuangan yang terdapat pada debu dapat memungkinkan seseorang terkena risiko seperti ini.

Cara Mengobati Alergi Debu

Menghindari zat alergen adalah cara yang efektif untuk mengobati alergi debu. Meskipun demikian, hal tersebut mungkin sangat sulit untuk dilakukan ketika Anda keluar rumah dan cenderung mengalami alergi debu, karena penyebaran melalui udara.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami alergi debu dan ingin mengobatinya, ada dua cara yang dapat Anda coba supaya gejalanya tidak bertambah parah. Cara-cara yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan obat

Ada berbagai jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati alergi. Obat-obat tersebut adalah antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obat tersebut dapat Anda konsumsi dalam bentuk tablet, pil cairan, obat tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat memperoleh obat alergi baik dari resep dokter maupun apotek.

  • Imunoterapi

Imunoterapi adalah cara lain yang dapat Anda lakukan jika obat yang digunakan tidak bekerja dengan baik. Kegunaan imunoterapi adalah membuat tubuh lebih kebal terhadap debu penyebab alergi.

Cara melakukan imunoterapi adalah menyuntikkan ekstrak alergen ke dalam tubuh dengan dosis yang kecil. Imunoterapi dapat dilakukan antara 1 hingga 2 kali setiap minggu selama 3 hingga 6 bulan.

Selain melalui suntikan, Anda dapat melakukan imunoterapi dengan meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda. Obat tersebut akan larut sendiri. Setelah itu, tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut.

Pencegahan

Untuk melakukan pencegahan terhadap debu, Anda tidak hanya membersihkan rumah Anda untuk mencegah debu, karena debu akhirnya akan datang lagi. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah debu datang mengelilingi rumah Anda, antara lain:

  • Rutin mencuci perabot rumah tangga seperti seprai seminggu sekali dengan air panas.
  • Membersihkan permukaan perabot rumah tangga seperti meja untuk menghapus debu.
  • Sisakan ruang di rumah dengan membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Ruangan yang terisi banyaknya barang dapat membuat debu muncul di tempat.
  • Gunakan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestance) untuk menyaring debu.
  • Jangan membiarkan hewan masuk ke dalam kamar Anda.
  • Gunakan masker ketika membersihkan debu di rumah.

Alergi debu dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika Anda mengalami gejala yang parah akibat debu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Sering Mengalami Gigi Ngilu? Berikut Cara Efektif Mengobatinya

Apakah Anda sering mengalami gigi ngilu, padahal gigi Anda dalam keadaan sehat dan tidak bermasalah? Bisa jadi gigi ngilu tersebut karena Anda memiliki gigi sensitif. Memang tidak semenyakitkan sakit gigi karena bolong, tapi gigi ngilu karena sensitif juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengobati gigi ngilu akibat gigi sensitif tersebut. Ada pun cara-cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Produk pasta gigi khusus untuk gigi sensitif telah banyak dijual di pasaran. Pasta gigi khusus ini bekerja dengan cara menahan rasa ngilu hanya pada permukaan gigi saja, sehingga tidak terasa sampai ke saraf gigi. Anda perlu untuk melakukan kebiasaan menggosok gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Oleskan gel fluoride

Jika Anda masih mengalami gigi ngilu walau telah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, maka segera konsultasikan dengan dokter gigi. Nantinya, Anda dapat meminta dokter untuk meresepkan gel fluoride. Gel ini digunakan dengan cara dioleskan pada gigi yang sensitif. Gel ini bekerja dengan menguatkan lapisan terluar gigi (enamel), sehingga dapat mengurangi rasa ngilu.

  • Menambal gigi

Jika gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya akar gigi, Anda dapat mengatasinya dengan mengoleskan bahan khusus di permukaan gigi sensitif. Bahan desensitivitas atau bonding ini biasanya digunakan untuk mengatasi gigi berlubang.

  • Mencangkok gusi

Jika alasan gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya bagian akar gigi akibat bergesernya posisi gusi, maka hal ini dapat diatasi dengan melakukan cangkok gusi. Nantinya, dokter akan mengambil jaringan gusi dari area lain di rongga mulut dan mencangkoknya pada bagian akar gigi yang terbuka.

  • Melakukan perawatan saluran akar

Ketika cara-cara yang telah disebutkan di atas belum berhasil juga untuk mengatasi gigi sensitif Anda, maka Anda harus melakukan perawatan saluran akar. Prosedur medis ini dilakukan dalam beberapa sesi, sehingga mengharuskan Anda untuk secara rutin datang ke dokter gigi.

Penting bagi Anda untuk terus menjaga dan merawat kesehatan gigi agar rasa ngilu tidak kunjung datang lagi.

Penyakit

Virus Gondongan Pada Anak Mudah Menular

Apakah Anda pernah melihat seseorang mengalami pembengkakan di area leher saat usia kecil? Gejala pembengkakan pada leher ini umumnya disebut sebagai gondongan. Godongan umumnya terjadi pada usia anak hingga remaja, sekitar usia 5 hingga 14 tahun. Pembengkakan di area leher tersebut disebabkan oleh kelenjar liur yang membengkak sehingga menimbulkan nyeri pada penderitanya. Namun, apa yang menjadi penyebab dari gondongan?

Penyebab penyakit gondongan pada anak

Gondongan disebabkan oleh virus yang bernama paramyxovirus. Gondongan pada anak bisa terjadi akibat virus ini menginfeksi kelenjar liur, di dekat telinga dan rahang, yang disebut sebagai kelenjar parotis. Hampir seperti penyakit infeksi lainnya, gondongan pada anak sangat menular. Seorang anak yang tidak terinfeksi dapat tertular melalui kontak dengan percikan bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi virus tersebut.

Tidak heran, biasanya gondongan terjadi pada lebih dari satu anak di satu sekolah atau di satu daerah tertentu. Selain dari kontak dengan orang yang tertular, virus gondongan pada anak ini juga dapat hidup di permukaan benda di sekitar Anda, seperti gagang pintu atau peralatan makan. Oleh karena itu, tanpa kita sadari virus dapat dengan mudahnya masuk ke hidung atau mulut anak, dan menyebabkan gondongan.

Gejala akibat penyakit gondongan pada anak

Setelah virus masuk ke dalam tubuh, biasanya gejala ini dapat timbul dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu setelahnya. Berikut beberapa gejala gondongan pada anak:

  • Terjadi pembengkakan kelenjar ludah di sekitar rahang sehingga menimbulkan rasa nyeri
  • Sulit untuk mengunyah makanan dan berbicara
  • Nafsu makan menurun
  • Telinga nyeri
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan mudah lelah

Pengobatan untuk gondongan pada anak

Karena gondongan pada anak disebabkan oleh virus, maka penggunaan antibiotik tidak disarankan. Berikut ini beberapa tindakan perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah untuk merawat anak yang mengalami gondongan.

  • Istirahat yang cukup
  • Berikan cairan yang cukup untuk mencegah timbulnya dehidrasi
  • Berikan parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan demam

Jika anak Anda lainnya tidak terkena gondongan, pastikan anak Anda telah mendapatkan imunisasi vaksin MMR untuk mencegah gondongan.

Penyakit

Cara Mencegah dan Mengatasi Hipertermia

Ketika terpapar suhu yang panas dan dalam waktu yang lama, Anda bisa terkena hipertermia. Hipertermia mampu membuat panas tubuh sulit turun. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan Anda terus berkeringat, pusing, sakit kepala, lemas, mual, ataupun berbagai masalah lainnya. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

Cara mengatasi hipertermia

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hipertermia. Berikut caranya:

  • Berhenti melakukan aktivitas dan pindah ke tempat dengan suhu yang sejuk
  • Longgarkan pakaian yang ketat
  • Berbaring dengan tenang hingga gejala yang Anda rasakan hilang
  • Dekatkan tubuh dengan kipas angin atau AC agar terasa sejuk
  • Minum air dingin atau minuman elektrolit agar cairan tubuh yang hilang bisa terganti
  • Hindari minum kopi, kafein, atau alkohol
  • Kompres pangkal paha, bawah lengan, leher, dan dahi dengan menggunakan air dingin
  • Aliri pergelangan tangan dengan air dingin selama 60 detik
  • Mandi air dingin atau berendam di dalamnya

Jika ada orang yang mengalami heat stroke (jenis hipertermia yang parah) sehingga tidak sadar, maka jangan memberinya cairan apapun. Anda harus segera hubungi dokter agar orang tersebut mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mencegah hipertermia

Untuk menghindari bahaya dari hipertermia, sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mencegah terjadinya hipertermia:

  • Agar tubuh tidak kekurangan cairan, minumlah air atau cairan elektrolit setiap 15 atau 20 menit sekali. Hal ini dapat membuat Anda terhindari dari hipertermia.
  • Jika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca sedang panas sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang ringan, nyaman dan warnanya terang. Pakaian tersebut dapat mencegah Anda terpapar panas.
  • Saat Anda beraktivitas dengan lama di lingkungan yang udaranya panas, sempatkan untuk beristirahat di tempat yang sejuk. Istirahat di tempat sejuk bisa membuat tubuh Anda merasa lebih nyaman.
  • Jika Anda tidak memiliki urusan yang sangat penting untuk keluar saat cuaca sedang panas, makan sebaiknya jangan keluar.

Jika gejala hipertermia yang Anda rasakan tidak juga hilang setelah 30 menit, setelah melakukan cara diatas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyakit

Pastikan Masalah Hipotensi Anda dengan Melakukan Pemeriksaan Ini

Banyak orang pernah mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah. Meskipun demikian, sebagian besar hipotensi tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat penderitanya tidak sadar jika ia sedang mengalami hipotensi. Salah satu gejala yang paling sering muncul pada penderita hipotensi adalah pusing dan perasaan melayang. Seseorang dianggap mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah jika tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg atau diastolik di bawah 60 mmHg. Sedangkan kondisi optimal yang perlu dicapai pada orang sehat adalah 120/80 mmHg.

Pemeriksaan penunjang pada hipotensi

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat Anda lakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan penyebab yang mendasari kondisi tekanan darah rendah. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan darah

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dan jumlah sel darah merah pada tubuh. Keduanya dapat mempengaruhi tekanan darah menjadi rendah.

  • Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan EKG bermanfaat untuk mengetahui adanya kelainan pada jantung, baik kelainan irama, kelainan struktural, maupun gangguan pada asupan darah dan oksigen otot jantung. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, hal ini juga akan tampak dalam hasil EKG.

  • Ekokardiogram

Tes ini adalah salah satu pemeriksaan untuk mengetahui struktur dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini dilakukan bedasarkan prinsip gelombang ultrasonic.

  • Stress test

Kondisi hipotensi dapat disebabkan oleh masalah pada jantung. Jika dicurigai adanya hipotensi, penderita dapat diminta untuk melakukan Latihan fisik berat. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat kerja jantung saat beristirahat atau saat bekerja keras.

  • Manuver valsava

Manuver ini dilakukan untuk memeriksa sistem saraf otonom. Caranya dengan melakukan analisis denyut jantung dan tekanan darah setelah beberapa siklus pernapasan dalam.

Perlu Anda ketahui, gejala hipotensi atau tekanan darah rendah sangat menyerupai dengan gejala beberapa penyakit lainnya. Kondisi ini ringan dan tidak berbahaya jika dapat segera ditangani. Akan tetapi, jika Anda sering mengalami pusing atau sering mengalami pingsan secara tiba-tiba, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.