Penyakit

L-Zinc

L-Zinc obat diare

L-Zinc merupakan salah satu obat yang dapat mengatasi diare. L-Zinc merupakan salah satu obat yang tergolong sebagai obat bebas terbatas. Yang dimaksud dengan obat bebas terbatas adalah obat yang dapat diperoleh secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun pengguna harus pahami risiko yang mungkin timbul seperti efek samping pada tubuh.

Obat L-Zinc merupakan salah satu produk yang halal dimana obat tersebut baik untuk dikonsumsi. Obat L-Zinc bisa Anda beli dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 30.000,00. Obat tersebut juga bisa Anda beli baik di toko obat maupun secara online. Obat L-Zinc diproduksi oleh Lapi Laboratories. Obat L-Zinc tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebesar 100 mL.

Ciri-Ciri Zinc Sulfat

L-Zinc mengandung zinc sulfat dimana kandungan tersebut terlibat dalam pertumbuhan sel, pencegahan radikal bebas berbahaya, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zinc sulfat yang ada pada L-Zinc memiliki ciri-ciri sebagai berikut berdasarkan proses kerja obat:

  • Absorpsi

Zinc sulfat tidak dapat diserap dengan sempurna di saluran pencernaan dan kadar obat yang masuk ke peredaran darah hanya berkisar antara 20 hingga 30 persen.

  • Distribusi

Zinc sulfat bisa tersebar secara luas ke seluruh tubuh manusia dengan konsentrasi tertinggi di beberapa bagian seperti tulang, otot, dan mata. Zinc sulfat memiliki ikatan protein plasma lebih dari 50 persen yang terikat pada albumin, serta 40 persen terikat pada alfa-1-globulin.

  • Ekskresi

Zinc sulfat dapat diekskresi melalui feses, urin, dan keringat.

Penggunaan Obat L-Zinc

Jika Anda ingin menggunakan obat tersebut pada pasien (anak Anda), Anda perlu perhatikan bahwa penggunaan dosisnya harus sesuai kemasan dan anjuran dokter. Jika anak Anda berusia di antara 2 hingga 6 bulan, maka dosisnya adalah sebesar 1 sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari. Jika anak Anda berusia di antara 6 bulan hingga 5 tahun, maka dosisnya adalah sebesar 2 sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari.

Pasien dapat mengkonsumsi obat L-Zinc baik dengan makanan maupun tanpa makanan. Selain itu, pasien perlu mengkonsumsi obat tersebut paling lambat 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Efek Samping Obat L-Zinc

Pada umumnya, L-Zinc sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala

Jika pasien mengalami sakit kepala, pasien sebaiknya mengkonsumsi banyak air putih dan istirahat yang cukup.

  • Pusing

Jika pasien merasa pusing, pasien sebaiknya berbaring dan beristirahat yang cukup.

  • Diare

Jika pasien mengalami diare, pasien sebaiknya minum banyak air putih untuk mengisi cairan di dalam tubuh akibat dehidrasi. Diare juga dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, pasien juga sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan diare seperti makanan yang pedas.

  • Mual

Jika pasien merasa mual, pasien sebaiknya konsumsi makanan yang ringan terlebih dahulu. Jika sudah membaik, pasien dapat menambah porsi makanan.

  • Muntah

Jika pasien muntah, pasien sebaiknya konsumsi banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena muntah.

Pertemuan dengan Dokter

Jika kondisi pasien tidak membaik akibat diare, maka pasien perlu bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, berikut adalah hal-hal yang dapat Anda persiapkan:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami pasien.
  • Riwayat medis (jika perlu).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi pasien seperti:

  • Kapan gejala akibat diare terjadi?
  • Apakah kondisinya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi pasien, dokter dapat melakukan diagnosis dan menentukan pengobatan untuk pasien.

Kesimpulan

L-Zinc merupakan salah satu pilihan pengobatan yang dapat digunakan untuk mengatasi diare. Meskipun demikian, ada beberapa efek samping yang timbul akibat obat tersebut. Oleh karena itu, pasien sebaiknya tanyakan kepada dokter pengobatan seperti apa yang lebih cocok untuk mengatasi diare.

Penyakit

6 Gejala Darurat dari Hernia Epigastrik

6 Gejala Darurat dari Hernia Epigastrik

Istilah “turun berok” sudah tidak asing di Indonesia. “Turun berok” merupakan kondisi ketika organ di dalam tubuh menjadi menekan organ lain karena lemahnya jaringan ikat di sekitarnya. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal dengan istilah hernia. Hernia sendiri terbagi menjadi banyak jenis. Salah satu yang paling familiar adalah hernia epigastrik. 

Jenis hernia yang satu ini merupakan kondisi ketika otot perut melemah sehingga menyebabkan usus yang seharusnya berada di rongga perut menjadi menyasar ke area epigastrium yang merupakan dinding antara pusar dan tulang dada. Ketika Anda mengalami hernia ini, perut Anda akan tampak membengkak seperti benjolan. 

Umumnya benjolan akibat hernia epigastrik berukuran kecil. Gejala yang dialami penderitanya bisa hampir tidak dirasakan karena hanya sedikit nyeri perut. Namun pada beberapa penderita, ada gejala-gejala darurat yang bisa dialami. Jika mengalami gejala-gejala darurat di bawah ini sebaiknya Anda langsung berkonsultasi ke dokter sebab artinya Anda menderita hernia epigastrik yang tergolong parah dan bisa menyebabkan komplikasi. 

  1. Nyeri Perut Parah 

Nyeri perut merupakan gejala paling umum yang dirasakan oleh para penderita hernia epigastrik. Namun wajarnya, nyeri perut hanya terasa ringan dan tidak menimbulkan keluhan berlebihan. Apabila nyeri perut yang Anda rasakan sangat sakit, jangan ragu untuk segera menjumpai tim medis karena itu menunjukkan adanya kegawatdaruratan kondisi hernia yang mesti segera ditangani. 

  1. Demam Tinggi 

Hernia epigastrik juga dapat menimbulkan gejala demam. Demam tinggi dapat menyerang Anda apabila tekanan usus ke area epigastrium semakin kuat sehingga bisa memicu peradangan. Demam tinggi sendiri merupakan respons tubuh ketika ada peradangan di dalam tubuh sehingga memicu infeksi. 

  1. Mual dan Muntah 

Tekanan usus ke dinding yang menjadi pembatas antara pusar dan dada dapat memicu rasa tidak nyaman di perut sehingga merangsang rasa mual bagi para penderitanya. Bahkan gejala mual tersebut akan diikuti oleh gejala muntah pada tahap lanjutannya. Namun, gejala-gejala ini hanya terjadi jika usus sudah terlalu masung ke area epigastrium. Masuknya usus terlalu dalam ke area  epigastrium sendiri menunjukkan kondisi hernia epigastrik yang Anda alami sudah tergolong parah dan mesti segera mendapat pengobatan. 

  1. Pembengkakan Atas Pusar 

Gejala umum lainnya dari hernia epigastrik adalah munculnya benjolan di atas pusar. Benjolan tersebut menjadi petunjuk bahwa ada bagian usus yang “menyasar” tidak pada tempatnya menuju ke arah dada. Benjolan dari penyakit ini biasanya berukuran kecil. Perhatikan bagian atas pusar Anda, apabila benjolannya terus membesar, segeralah menyambangi rumah sakit karena artinya hernia yang Anda alami sudah semakin parah. 

  1. Kesulitan Buang Air Kecil

Dalam tahap yang cukup mengkhawatirkan, hernia epigastrik dapat menyumbat usus dan menimbulkan infeksi hingga ke saluran pembuangan. Salah satu gejalanya yang bisa Anda amati adalah sulitnya pasien hernia epigastrik untuk buang air kecil. Sumbatan pada usus serta infeksi yang merupakan komplikasi dari penyakit ini menjadi penyebabnya. 

  1. Pendarahan 

Organ tubuh yang tidak berada di area sewajarnya dan masuk ke area lain sangat rentan menimbulkan peradangan dan infeksi. Ini tidak terkecuali akan dialami oleh penderita-penderita hernia epigastrik. Dalam tahap yang lebih parah, infeksi dari hernia ini bisa menimbulkan pendarahan yang terus-menerus bagi penderitanya. Pada tahap ini, penderita harus segera mendapatkan penanganan segera, berupa operasi. 

***

Gejala hernia epigastrik di atas tergolong gawat darurat karena dapat memicu komplikasi bagi penderita penyakit ini. Beberapa komplikasi yang bisa saja Anda alami jika membiarkan gejala-gejala tersebut, antara lain penyumbatan usus hingga penggumpalan darah yang memicu beragam penyakit kronis lainnya.

Penyakit

Apakah Cedera Ligamen Lutut Anterior Harus Dioperasi?

Cedera ligamen lutut anterior (ACL) adalah kondisi ligamen krusiat anterior (salah satu ligamen utama di lutut) mengalami robekan atau keseleo. Cedera ACL paling sering terjadi saat berolahraga yang melibatkan gerakan berhenti mendadak atau perubahan arah, lompatan, dan pendaratan, seperti sepak bola, bola basket, dan ski lereng.

Memahami anatomi lutut

Struktur tulang sendi lutut terdiri atas tulang paha, tibia, dan patela. Ligamen krusiat anterior adalah salah satu ligamen utama pada lutut untuk menghubungkan tulang paha ke tibia.

Lutut pada dasarnya adalah sendi yang berengsel dan disatukan oleh ligamen kolateral medial (MCL), kolateral lateral (LCL), krusiat anterior (ACL), dan krusiat posterior (PCL). ACL adalah salah satu ligamen lutut yang menghubungkan tulang paha (femur) ke tulang kering (tibia) dan memberikan stabilitas rotasi pada lutut.

Permukaan lutut yang menahan beban ditutupi oleh lapisan tulang rawan artikular. Di antara permukaan tulang rawan femur dan tibia, terdapat meniskus yang bertindak sebagai peredam kejut dan bekerja sama dengan tulang rawan untuk mengurangi tekanan antara tibia dan tulang paha.

Penyebab cedera ligamen lutut anterior

Ligamen adalah pita penghubung antar tulang yang sangat kuat. ACL adalah salah satu jenis ligamen yang sering kali mengalami cedera. Secara umum, cedera ligamen lutut anterior sering terjadi saat melakukan olahraga yang memberikan tekanan pada lutut, termasuk:

  • Gerakan tiba-tiba melambat dan mengubah arah (memotong).
  • Berputar dengan kaki tertanam kuat di tanah atau lantai.
  • Gerakan mendarat yang canggung dari lompatan.
  • Berhenti tiba-tiba.
  • Pukulan langsung ke lutut atau benturan, seperti tekel sepak bola.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa atlet wanita berisiko lebih tinggi mengalami cedera ligamen lutut anterior dibandingkan atlet pria pada cabang olahraga tertentu. Hal ini karena adanya perbedaan kekuatan otot, kondisi fisik, dan kontrol neuromuskuler. Adapun perkiraan lainnya adalah perbedaan terkait gender, termasuk pelvis dan penyelarasan ekstremitas bawah (tungkai), peningkatan kelemahan ligamen, dan efek hormon estrogen pada ligamen.

Gejala umum

Saat cedera ligamen lutut anterior terjadi, Anda mungkin akan mendengar suara letupan yang keras di lutut. Segera setelahnya, lutut Anda akan mengalami nyeri, bengkak, dan jadi tidak stabil. Beberapa jam kemudian, pembengkakan akan semakin membesar, Anda akan kehilangan rentang gerak, nyeri hebat pada sendi lutut, dan ketidaknyamanan saat berjalan.

Lalu, apakah pengobatannya harus dioperasi?

Sebelum memutuskan pengobatan yang akan diberikan, dokter akan melihat seberapa parah cedera ligamen lutut anterior yang dialami. Dokter Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan dengan rontgen untuk mencari kemungkinan patah tulang. Selain itu, juga dilakukan pemindaian magnetic resonance imaging (MRI) untuk mengevaluasi dan memeriksa cedera pada ligamen lutut lainnya, tulang rawan meniskus, atau tulang rawan artikular.

Beberapa pengobatan yang mungkin dapat dilakukan adalah:

  • Mengangkat kaki melebihi tinggi kepala.
  • Kompres lutut yang cedera dengan kantong es (dibungkus handuk).
  • Minum obat ibuprofen untuk mengurangi nyeri dan bengkak.

Pengobatan cedera ligamen lutut anterior tidak selalu dioperasi. Operasi hanya dilakukan apabila tingkat kerobekan ligamen lutut akibat cedera cukup serius, misalnya terjadi cedera gabungan dengan bagian lutut yang lain. Namun, pada pasien tertentu, mungkin keputusan untuk menunda operasi adalah hal yang harus dilakukan, misalnya pada seorang atlet tertentu, anak-anak kecil, dan remaja.

Sebagian besar penderita cedera ligamen lutut anterior berisiko tinggi mengalami kerusakan lutut sekunder. Oleh sebab itulah, Anda mungkin harus mempertimbangkan untuk dilakukan operasi. Dalam kasus cedera gabungan, perawatan bedah akan sangat diperlukan.  

Jika dokter tidak merekomendasikan Anda untuk operasi dan lutut tetap stabil, maka pengobatan mungkin melibatkan:

  • Menggunakan kruk untuk menahan beban di lutut.
  • Memakai penjepit untuk menopang dan menstabilkan lutut.
  • Menjalani terapi fisik untuk memperkuat otot-otot di kaki dan mengembalikan gerakan menjadi normal.

Catatan dari SehatQ

Terlepas dari apakah Anda menjalani operasi atau tidak, rehabilitasi tetap berperan penting untuk membantu memulihkan dan mengembalikan kekuatan dan gerakan lutut Anda. Selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan cedera ligamen lutut anterior yang tepat sesuai dengan tingkat keparahan, tujuan, dan kebutuhan khusus lainnya.

Penyakit

Hati-Hati! Ini Bahaya Tetrodotoksin Pada Ikan Buntal

Jika Anda pecinta sushi, Anda pasti tidak asing dengan ikan buntal. Jenis ikan yang satu ini banyak digunakan sebagai bahan dasar sushi, khususnya di Jepang. Akan tetapi, bila sang pembuat sushi tidak pandai, racun tetrodotoksin pada ikan buntal dapat membahayakan kesehatan.

Menurut penelitian, tetrodotoksin merupakan salah satu racun alami paling berbahaya. Kasus keracunan ikan buntal paling tinggi terjadi di Jepang. Akan tetapi, kondisi keracunan ini sebenarnya cukup jarang terjadi secara umum.

Apa yang terjadi bila keracunan tetrodotoksin?

Ikan buntal dianggap sebagai salah satu hidangan populer tidak hanya di Jepang, tetapi juga di beberapa negara Asia lainnya. Umumnya, warga Asia tahu bahaya dari racun ikan buntal, namun menaruh kepercayaan pada koki untuk menghilangkan racun tersebut agar ikan buntal menjadi santapan yang aman.

Meski begitu, keracunan masih mungkin terjadi, khususnya bila sang koki tidak ahli dalam mengangkat racun. Apabila hal ini terjadi, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Mati rasa di area bibir dan lidah hingga sulit bicara
  • Sakit kepala
  • Sakit perut, mual-mual, muntah, dan diare
  • Tubuh terasa ringan dan mengambang
  • Mati rasa pada bagian-bagian wajah
  • Gangguan pernapasan
  • Otot melemah dan sulit berjalan
  • Kejang-kejang
  • Gangguan mental

Umumnya, gejala keracunan muncul dalam waktu kurang lebih 10-45 menit setelah racun ikan buntal dikonsumsi. Mati rasa pada area mulut dan lidah merupakan gejala yang paling utama muncul.

Kejang-kejang dan kehilangan kesadaran merupakan gejala yang timbul apabila kondisi sudah sangat memburuk. Bahkan, bila tidak segera diatasi, Anda bisa mengalami gejala kesulitan bernapas dan berdampak pada kematian.

Penanganan pasien keracunan tetrodotoksin

Sebenarnya, belum ada penelitian yang bisa menemukan obat khusus untuk mengatasi keracunan ikan buntal. Dokter tidak bisa mengobati atau menghilangkan racun tersebut secara keseluruhan dari tubuh menggunakan obat.

Akan tetapi, penanganan pasien keracunan tetrodotoksin difokuskan untuk mempertahankan nyawa sang pasien. Dokter akan mengupayakan agar pasien tetap bernapas dan mencoba mengeluarkan racun melalui muntahan atau buang air kecil.

Muntah biasanya dijadikan langkah pertama untuk menangani pasien yang mengalami keracunan ikan buntal. Apabila tiga jam telah berlalu sejak pasien mengonsumsi ikan buntal, dokter harus berusaha agar pasien bisa muntah sebagai jalan keluar bagi racun.

Secara khusus, hal ini harus dilakukan apabila pasien masih tersadar hingga tiga jam setelah racun masuk ke dalam tubuh.

Jika muntah terus terjadi tanpa henti, cobalah membaringkan pasien dengan posisi menyamping. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan gejala muntah-muntah yang dialami.

Apabila racun sudah menyebar dan kondisi semakin memburuk, pasien mungkin akan mengalami kejang-kejang dan kelumpuhan. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan sang pasien untuk bernapas.

Oleh sebab itu, pasien harus segera dibawa ke unit gawat darurat terdekat. Di sana, para tenaga medis akan mengupayakan agar pasien bisa tetap bernapas.

Sebaiknya, segera bawa pasien yang terkena racun tetrodotoksin ke rumah sakit terdekat. Bila Anda merasakan gejala awal seperti mati rasa pada area mulut, segera mencari pertolongan pertama ke dokter. Jangan tunggu sampai gejala semakin memburuk bahkan hingga mengancam jiwa.

Sebagai upaya pencegahan, Anda mungkin bisa menghindari konsumsi ikan buntal. Tidak seluruh juru masak memiliki keahlian yang sama dalam menghilangkan racun tetrodotoksin dari ikan buntal saat akan dikonsumsi.

Penyakit

Penyebab Keracunan Timbal yang Perlu Anda Waspadai

Timbal dapat ditemukan di lingkungan sekitar kita, seperti pertamangan dan manufaktur. Lalu, bagaimana jika benda asing tersebut masuk ke dalam tubuh? Kondisi ini bisa disebut sebagai keracunan timbal. Keracunan timbal adalah suatu kondisi serius dan terkadang dapat menyebabkan fatal seperti dapat menyebabkan gangguan mental dan fisik yang parah.

Kondisi ini sering dialami oleh janin dan anak-anak. Meskipun keracunan timbal dapat diobati, namun kerusakan apapun yang disebabkan oleh timbal tidak dapat diperbaiki lagi atau bersifat permanen. Pada tahap awal, keracunan timbal sulit untuk dideteksi. Gejalanya bisa tidak sampai terjadi penumpukan zat ini dalam jumlah yang berbahaya.

Gejala keracunan timbal pada anak

  • Keterlambatan perkembangan
  • Kesulitan belajar
  • Sifat lekas marah
  • Penurunan nafsu makan
  • Merasa lesu dan lelah
  • Sakit perut
  • Kejang

Gejala keracunan timbal pada bayi baru lahir

  • Dilahirkan secara prematur
  • Memiliki berat badan lahir rendah
  • Keterlambatan perkembangan

Penyebab keracunan timbal

Penyebab keracunan timbal adalah adanya timbal yang masuk ke tubuh. Kondisi ini bisa terjadi dengan berbagai cara, dan paparan timbal bisa muncul melalui banyak sarana.

Sumber paparan timbal

Sumber-sumber timbal umumnya meliputi:

  • Cat rumah tua
  • Mainan dan peralatan rumah tangga yang tua
  • Peluru, pemberat tirai, dan pemberat pancing yang terbuat dari timah
  • Pipa air dan keran
  • Tanah yang tercemar oleh knalpot mobil atau cat rumah
  • Perhiasan, tembikar, atau timah. Timah tidak dapat dicium atau dirasakan dan tidak terlihat dengan mata telanjang
  • Baterai
  • Beberapa obat tradisional, seperti jamu atau makanan yang mengandung timbal

Seseorang yang mengalami gejala keracunan timbal harus segera dibawa ke dokter. Apabila tidak ditangani dengan baik dan dibiarkan dalam jangka waktu lama, keracunan ini dapat menimbulkan komplikasi serius berupa: 

  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan jantung 
  • Gagal ginjal
  • Infertilitas atau ketidaksuburan
  • Kanker

Karena seringkali tidak menunjukkan gejala apapun, jangan menunggu sampai gejala keracunan timbal sebelum berkonsultasi dengan dokter. Periksakan diri ke dokter bila Anda mengalami memiliki riwayat paparan timbal, terutama jika profesi mengharuskan Anda terpapar timbal terus-menerus.

Penyakit

Myositis

Myositis adalah inflamasi atau peradangan pada otot.

Myositis merupakan peradangan atau inflamasi pada otot. Myositis dapat merusak serat otot dan mengganggu fungsi otot sehingga tidak dapat berkontraksi. Myositis dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, bengkak, atau kelemahan pada otot.

Meskipun myositis dapat menimbulkan berbagai gejala, seseorang yang mengalami myositis dapat sembuh dengan sendiri. Seseorang akan pulih dari gejala myositis dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Walaupun jarang terjadi, myositis juga bisa menimbulkan gejala kronis berupa atrofi otot atau penyusutan otot dan kecacatan parah.

Gejala

Pada umumnya, myositis dapat menimbulkan kelemahan otot. Kondisi tersebut bisa memburuk dari waktu ke waktu. Myositis biasanya menyerang otot-otot besar seperti otot leher, bahu, dan punggung. Myositis tidak hanya terjadi pada satu sisi, namun juga bisa terjadi pada dua sisi tubuh.

Selain kelemahan otot, myositis juga dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Pembengkakan di bagian otot.
  • Ruam.
  • Penebalan kulit tangan.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kesulitan menelan.

Penyebab
Sebagian besar penyebab myositis tidak dapat diketahui. Namun, seseorang yang mengalami myositis kemungkinan dipicu oleh faktor berikut:

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun bisa menjadi salah satu faktor yang dapat memicu seseorang mengalami myositis. Contoh penyakit autoimun yang dapat menimbulkan masalah tersebut adalah lupus dan rheumatoid arthritis.

  • Infeksi

Infeksi berupa virus bisa menjadi faktor lain yang dapat membuat seseorang mengalami myositis. Contoh virus yang dapat memicu gangguan pada otot adalah virus influenza dan HIV.

  • Obat-obatan

Seseorang yang mengalami gangguan pada otot seperti myositis juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan tertentu seperti statin.

Diagnosis
Jika Anda mengalami gangguan otot seperti myositis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda mengatasi gangguan yang Anda alami dengan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengukur kadar enzim otot dalam darah. Jika kadar enzim pasien tinggi, maka dapat menunjukkan adanya peradangan otot.

  • MRI

MRI (magnetic resonance imaging) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bagian otot yang mengalami masalah.

  • EMG

EMG (elektromiografi) dapat dilakukan untuk mendeteksi bagian otot yang lemah atau rusak akibat myositis.

  • Biopsi otot

Biopsi otot juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan otot pasien yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan
Untuk mengatasi myositis, dokter dapat melakukan pengobatan berupa obat kortikosteroid seperti prednisone dan obat untuk menekan sistem imun (imunosupresan).

Pencegahan
Selain pengobatan di atas, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah myositis:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti makanan yang dimasak dengan matang.
  • Menjaga kebersihan kulit.
  • Jangan menggunakan obat-obatan terlarang.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan pada otot seperti myositis, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat medis (jika ada).
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala myositis terjadi?
  • Apakah gejala tersebut terjadi sekali atau secara berulang?
  • Apakah gejala tersebut membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?

Kesimpulan

Walaupun myositis bukan merupakan gangguan yang serius pada tubuh, Anda perlu waspada terhadap gangguan seperti ini. Jika Anda biarkan kondisi Anda seperti ini, maka dapat menimbulkan risiko seperti kesulitan menelan. Oleh karena itu, untuk mencegah masalah seperti ini, Anda sebaiknya ikuti arahan yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan masalah ini ke dokter.

Penyakit

Gangrene

Gangrene merupakan gangguan yang serius dimana masalah tersebut menimbulkan kematian pada jaringan tubuh akibat kehilangan suplai darah. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi bagian tubuh mana saja, namun bagian tubuh yang paling jauh adalah area yang paling rentan terhadap risiko gangrene.

Bagian tubuh yang jauh seperti di bagian kaki merupakan gangguan yang sering terjadi. Gangrene tidak hanya terjadi di luar tubuh, namun juga bisa terjadi di dalam tubuh. Gangrene terjadi akibat seseorang mengalami cedera, infeksi, atau kondisi jangka panjang yang mempengaruhi sirkulasi darah.

Gangrene bisa menyebar ke seluruh tubuh manusia sehingga menimbulkan syok jika kondisi tersebut tidak ditangani. Gangrene juga bisa berpotensi mengancam jiwa seseorang. Gangrene merupakan masalah yang serius bagi tubuh dimana gangguan tersebut bisa berakhir dengan amputasi atau kematian.

Gejala

Seseorang yang terkena gangrene akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mengalami perubahan pada warna kulit.
  • Pembengkakan pada kulit yang terisi oleh cairan.
  • Menunjukkan garis yang jelas antara kulit yang sehat dan rusak.
  • Mengalami rasa sakit berat atau mati rasa secara tiba-tiba.
  • Mengeluarkan cairan yang berbau busuk yang keluar dari luka.
  • Kulit menjadi tipis dan berkilau.
  • Mengalami luka secara berulang di area yang sama.
  • Kulit terasa dingin ketika disentuh.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.
  • Sesak.
  • Merasa bingung.

Penyebab

Seseorang yang mengalami gangrene disebabkan oleh faktor berikut: kurangnya suplai darah di dalam tubuh, infeksi bakteri, dan luka yang traumatis seperti luka tembak.

Faktor Risiko

Seseorang akan memiliki risiko yang lebih besar jika mereka:

  • Terkena obesitas.
  • Terkena diabetes.
  • Mengalami penyakit pembuluh darah.
  • Terkena hernia.
  • Mengalami radang usus buntu.
  • Mengalami pembekuan darah.
  • Mengalami cedera berat atau pernah menjalani operasi.
  • Merokok.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Menggunakan obat-obatan melalui suntikan.
  • Mengalami cedera kepala, gigitan hewan, atau luka bakar berat.

Diagnosis

Jika Anda mengalami gangrene, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan bila gangrene disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti MRI, CT scan, dan X-ray dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah atau luas penyebaran pada tubuh pasien.

  • Arteriogram

Arteriogram dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada penyumbatan di dalam pembuluh darah arteri.

  • Pembedahan

Pembedahan juga perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa luas penyebaran gangrene yang terjadi di dalam tubuh pasien.

  • Pemeriksaan kultur jaringan

Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan Clostridium perfringens yang merupakan penyebab umum gangrene.

Pengobatan

Jaringan yang telah mengalami kerusakan tidak dapat diobati. Meskipun demikian, berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Obat antibiotik

Obat antibiotik dapat digunakan jika pasien terkena infeksi.

  • Operasi vaskuler

Operasi vaskuler dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah melalui pembuluh darah ke jaringan tubuh pasien.

  • Hyperbaric oxygen chamber

Hyperbaric oxygen chamber dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri yang memicu gangrene dan memulihkan kulit.

  • Debridement

Debridement dilakukan dengan mengangkat jaringan mati untuk mencegah penyebaran akibat infeksi, serta membersihkan tubuh dari jaringan mati.

  • Amputasi

Amputasi perlu dilakukan bila pasien mengalami gejala yang sangat parah.

Pencegahan

Selain pengobatan, pencegahan gangrene juga dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Memperhatikan kondisi tubuh jika terdapat luka di bagian tangan dan kaki, terutama jika Anda mengalami diabetes.
  • Mencuci semua luka terbuka dengan air dan sabun, serta tetap menjaga kebersihan luka tersebut hingga pulih.
  • Menjaga berat badan.
  • Jangan menggunakan tembakau, karena dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah.
  • Memperhatikan kondisi atau suhu tubuh karena bisa menyebabkan penurunan sirkulasi darah di bagian tubuh.
Penyakit

Fakta Mengenai Rabies Dan Kucing Rabies

Ciri-ciri kucing rabies ada banyak macamnya, mulai dari takut air dan demam.

Rabies adalah penyakit virus yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Penyakit ini adalah infeksi virus mematikan dan sangat menular dari sistem saraf yang dapat menginfeksi banyak jenis hewan berdarah panas, termasuk kucing, anjing, dan manusia. Faktanya, lebih dari 30.000 orang di seluruh dunia masih meninggal karena rabies setiap tahun.

Hewan dapat membawa virus rabies selama tiga hingga 12 minggu sebelum menunjukkan gejala apa pun, jadi Anda tidak dapat selalu mengetahui apakah kucing Anda memiliki rabies hanya dengan melihatnya. Begitu gejalanya muncul, kucing Anda biasanya akan mengeluarkan busa di mulut, sebuah tanda klasik rabies yang telah dikenal selama berabad-abad. Kucing rabies juga mungkin menjadi agresif luar biasa dan kehilangan rasa takut normal terhadap manusia atau, bisa juga menjadi sangat lambat dan tertutup. 

Meskipun parah, masih banyak orang yang mungkin tidak tahu mengenai rabies. Berikut beberapa fakta mengenai rabies:

  • Rabies bukan penyakit yang jarang terjadi

Rabies adalah penyakit yang berbasis dan sudah ada pada zaman kuno. Karena telah dicatat sejak zaman kuno dan relatif jarang terjadi pada manusia, seringkali penyakit ini tidak hanya dilupakan oleh masyarakat umum tetapi juga sebagai diferensial dalam diagnosis medis. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), penyakit rabies ada di setiap benua kecuali Antartika.

  • Beberapa hewan lebih mungkin menularkan rabies daripada yang lain.

Semua hewan berdarah panas, terutama mamalia, seperti kucing dan anjing dapat memperoleh rabies, tetapi beberapa hewan lebih mungkin untuk menularkannya daripada yang lain. CDC memperkirakan bahwa di seluruh dunia, 90% dari paparan rabies disebabkan oleh anjing gila; paparan tersebut menyebabkan 99% kematian pada manusia.

  • Peliharaan Anda tidak “bertindak” seperti terkena rabies.

Tanda-tanda rabies yang paling khas adalah kelumpuhan yang tidak dapat dijelaskan dan perubahan perilaku. Misalnya, kucing Anda menjadi sangat agresif, atau anjing yang biasanya aktif bisa menjadi pemalu dan menutup diri. Terdapat banyak tanda-tanda klinis lain yang mungkin atau mungkin tidak ditunjukkan oleh hewan yang terkena rabies, seperti tidak makan, makan benda aneh yang bukan makanan, mengais mulut, tampak tersedak, sulit menelan, mengalami kejang, dan menunjukkan hipersensitivitas untuk disentuh.

  • Anda lebih mungkin terpapar rabies oleh hewan peliharaan daripada oleh satwa liar.

Salah satu cara terbaik untuk melindungi hewan peliharaan Anda dan juga diri Anda sendiri adalah melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan Anda terhadap rabies.

Kucing biasanya terjangkit rabies melalui gigitan hewan yang terinfeksi. Gejala rabies pada kucing bisa memerlukan waktu hingga satu tahun untuk terlihat. Namun, rabies berkembang dalam tiga tahap, yaitu:

  1. Tahap Prodromal
  2. Tahap Furious
  3. Tahap Paralytic

Setelah kucing Anda menunjukkan gejala, penyakit rabies berkembang dengan cepat. Namun, gejala pertama dapat meniru penyakit lain, sehingga membuat diagnosis menjadi sulit.

Kucing yang terinfeksi rabies hanya akan menularkan penyakit setelah tanda-tanda klinis berkembang. Jika kucing Anda masih hidup atau tidak menunjukkan tanda-tanda klinis rabies setelah periode pengamatan selama 10 hari, maka gigitan tersebut tidak mungkin menularkan rabies karena kucing tidak menumpahkan virus rabies pada saat gigitan terjadi. Namun, jika kucing Anda berpotensi terkena virus rabies karena gigitan hewan yang diduga menderita rabies, segera hubungi dokter hewan Anda.

Penyakit

Alergi Debu? Apa Yang Perlu Dilakukan?

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada yang alergi terhadap makanan atau hewan, bahkan ada yang alergi debu. Alergi debu merupakan salah satu alergi yang terjadi secara umum. Orang yang mengalami alergi debu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap tungau atau salah satu bagian tubuhnya seperti air liur.

Fakta Tentang Debu

Ketika manusia menghirup udara yang terpapar tungau, sistem kekebalan tubuh menganggap hal tersebut adalah zat yang berbahaya (alergen) dimana masalah tersebut membuat tubuh mengalami reaksi alergi.

Debu dapat menyebar melalui udara yang buruk seperti asap kendaraan. Debu dapat dibentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati, dan dimakan oleh tungau dan hewan yang dapat memicu alergi di dalam tubuh.

Gejala

Seseorang yang terpapar kualitas udara yang buruk dapat memicu gejala seperti bersin, batuk, sesak nafas, hidung terasa gatal, dan nafas berbunyi atau mengi. Selain itu, gejala yang terjadi akibat debu bisa ringan, bahkan bisa parah.

Gejala debu bisa bertambah parah ketika Anda membersihkan rumah seperti menyapu halaman atau merapikan tempat tidur. Proses bersih-bersih rumah dapat menyebarkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel tersebut terhirup atau menempel pada kulit manusia.

Penyebab

Selain polusi udara, seseorang yang mengalami alergi debu kemungkinan dipicu oleh serangga, bulu hewan peliharaan, jamur, atau serbuk bunga yang berkembang biak atau menempel di bagian tertentu.

Tidak hanya itu, sebagian orang mengalami alergi debu karena mereka berada di lingkungan yang terdapat hewan kecoa. Bahaya kecoa yang berasal dari air liur, kencing, dan bagian tubuh sisa pembuangan yang terdapat pada debu dapat memungkinkan seseorang terkena risiko seperti ini.

Cara Mengobati Alergi Debu

Menghindari zat alergen adalah cara yang efektif untuk mengobati alergi debu. Meskipun demikian, hal tersebut mungkin sangat sulit untuk dilakukan ketika Anda keluar rumah dan cenderung mengalami alergi debu, karena penyebaran melalui udara.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami alergi debu dan ingin mengobatinya, ada dua cara yang dapat Anda coba supaya gejalanya tidak bertambah parah. Cara-cara yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan obat

Ada berbagai jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati alergi. Obat-obat tersebut adalah antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obat tersebut dapat Anda konsumsi dalam bentuk tablet, pil cairan, obat tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat memperoleh obat alergi baik dari resep dokter maupun apotek.

  • Imunoterapi

Imunoterapi adalah cara lain yang dapat Anda lakukan jika obat yang digunakan tidak bekerja dengan baik. Kegunaan imunoterapi adalah membuat tubuh lebih kebal terhadap debu penyebab alergi.

Cara melakukan imunoterapi adalah menyuntikkan ekstrak alergen ke dalam tubuh dengan dosis yang kecil. Imunoterapi dapat dilakukan antara 1 hingga 2 kali setiap minggu selama 3 hingga 6 bulan.

Selain melalui suntikan, Anda dapat melakukan imunoterapi dengan meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda. Obat tersebut akan larut sendiri. Setelah itu, tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut.

Pencegahan

Untuk melakukan pencegahan terhadap debu, Anda tidak hanya membersihkan rumah Anda untuk mencegah debu, karena debu akhirnya akan datang lagi. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah debu datang mengelilingi rumah Anda, antara lain:

  • Rutin mencuci perabot rumah tangga seperti seprai seminggu sekali dengan air panas.
  • Membersihkan permukaan perabot rumah tangga seperti meja untuk menghapus debu.
  • Sisakan ruang di rumah dengan membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Ruangan yang terisi banyaknya barang dapat membuat debu muncul di tempat.
  • Gunakan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestance) untuk menyaring debu.
  • Jangan membiarkan hewan masuk ke dalam kamar Anda.
  • Gunakan masker ketika membersihkan debu di rumah.

Alergi debu dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika Anda mengalami gejala yang parah akibat debu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.

Penyakit

Sering Mengalami Gigi Ngilu? Berikut Cara Efektif Mengobatinya

Apakah Anda sering mengalami gigi ngilu, padahal gigi Anda dalam keadaan sehat dan tidak bermasalah? Bisa jadi gigi ngilu tersebut karena Anda memiliki gigi sensitif. Memang tidak semenyakitkan sakit gigi karena bolong, tapi gigi ngilu karena sensitif juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengobati gigi ngilu akibat gigi sensitif tersebut. Ada pun cara-cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Produk pasta gigi khusus untuk gigi sensitif telah banyak dijual di pasaran. Pasta gigi khusus ini bekerja dengan cara menahan rasa ngilu hanya pada permukaan gigi saja, sehingga tidak terasa sampai ke saraf gigi. Anda perlu untuk melakukan kebiasaan menggosok gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Oleskan gel fluoride

Jika Anda masih mengalami gigi ngilu walau telah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, maka segera konsultasikan dengan dokter gigi. Nantinya, Anda dapat meminta dokter untuk meresepkan gel fluoride. Gel ini digunakan dengan cara dioleskan pada gigi yang sensitif. Gel ini bekerja dengan menguatkan lapisan terluar gigi (enamel), sehingga dapat mengurangi rasa ngilu.

  • Menambal gigi

Jika gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya akar gigi, Anda dapat mengatasinya dengan mengoleskan bahan khusus di permukaan gigi sensitif. Bahan desensitivitas atau bonding ini biasanya digunakan untuk mengatasi gigi berlubang.

  • Mencangkok gusi

Jika alasan gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya bagian akar gigi akibat bergesernya posisi gusi, maka hal ini dapat diatasi dengan melakukan cangkok gusi. Nantinya, dokter akan mengambil jaringan gusi dari area lain di rongga mulut dan mencangkoknya pada bagian akar gigi yang terbuka.

  • Melakukan perawatan saluran akar

Ketika cara-cara yang telah disebutkan di atas belum berhasil juga untuk mengatasi gigi sensitif Anda, maka Anda harus melakukan perawatan saluran akar. Prosedur medis ini dilakukan dalam beberapa sesi, sehingga mengharuskan Anda untuk secara rutin datang ke dokter gigi.

Penting bagi Anda untuk terus menjaga dan merawat kesehatan gigi agar rasa ngilu tidak kunjung datang lagi.