Penyakit

Sering Mengalami Gigi Ngilu? Berikut Cara Efektif Mengobatinya

Apakah Anda sering mengalami gigi ngilu, padahal gigi Anda dalam keadaan sehat dan tidak bermasalah? Bisa jadi gigi ngilu tersebut karena Anda memiliki gigi sensitif. Memang tidak semenyakitkan sakit gigi karena bolong, tapi gigi ngilu karena sensitif juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara yang tepat untuk mengobati gigi ngilu akibat gigi sensitif tersebut. Ada pun cara-cara yang dapat Anda lakukan, antara lain:

  • Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif

Produk pasta gigi khusus untuk gigi sensitif telah banyak dijual di pasaran. Pasta gigi khusus ini bekerja dengan cara menahan rasa ngilu hanya pada permukaan gigi saja, sehingga tidak terasa sampai ke saraf gigi. Anda perlu untuk melakukan kebiasaan menggosok gigi dengan pasta gigi khusus gigi sensitif selama beberapa kali untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

  • Oleskan gel fluoride

Jika Anda masih mengalami gigi ngilu walau telah menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif, maka segera konsultasikan dengan dokter gigi. Nantinya, Anda dapat meminta dokter untuk meresepkan gel fluoride. Gel ini digunakan dengan cara dioleskan pada gigi yang sensitif. Gel ini bekerja dengan menguatkan lapisan terluar gigi (enamel), sehingga dapat mengurangi rasa ngilu.

  • Menambal gigi

Jika gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya akar gigi, Anda dapat mengatasinya dengan mengoleskan bahan khusus di permukaan gigi sensitif. Bahan desensitivitas atau bonding ini biasanya digunakan untuk mengatasi gigi berlubang.

  • Mencangkok gusi

Jika alasan gigi sensitif Anda disebabkan oleh terbukanya bagian akar gigi akibat bergesernya posisi gusi, maka hal ini dapat diatasi dengan melakukan cangkok gusi. Nantinya, dokter akan mengambil jaringan gusi dari area lain di rongga mulut dan mencangkoknya pada bagian akar gigi yang terbuka.

  • Melakukan perawatan saluran akar

Ketika cara-cara yang telah disebutkan di atas belum berhasil juga untuk mengatasi gigi sensitif Anda, maka Anda harus melakukan perawatan saluran akar. Prosedur medis ini dilakukan dalam beberapa sesi, sehingga mengharuskan Anda untuk secara rutin datang ke dokter gigi.

Penting bagi Anda untuk terus menjaga dan merawat kesehatan gigi agar rasa ngilu tidak kunjung datang lagi.

Penyakit

Virus Gondongan Pada Anak Mudah Menular

Apakah Anda pernah melihat seseorang mengalami pembengkakan di area leher saat usia kecil? Gejala pembengkakan pada leher ini umumnya disebut sebagai gondongan. Godongan umumnya terjadi pada usia anak hingga remaja, sekitar usia 5 hingga 14 tahun. Pembengkakan di area leher tersebut disebabkan oleh kelenjar liur yang membengkak sehingga menimbulkan nyeri pada penderitanya. Namun, apa yang menjadi penyebab dari gondongan?

Penyebab penyakit gondongan pada anak

Gondongan disebabkan oleh virus yang bernama paramyxovirus. Gondongan pada anak bisa terjadi akibat virus ini menginfeksi kelenjar liur, di dekat telinga dan rahang, yang disebut sebagai kelenjar parotis. Hampir seperti penyakit infeksi lainnya, gondongan pada anak sangat menular. Seorang anak yang tidak terinfeksi dapat tertular melalui kontak dengan percikan bersin atau batuk dari orang yang terinfeksi virus tersebut.

Tidak heran, biasanya gondongan terjadi pada lebih dari satu anak di satu sekolah atau di satu daerah tertentu. Selain dari kontak dengan orang yang tertular, virus gondongan pada anak ini juga dapat hidup di permukaan benda di sekitar Anda, seperti gagang pintu atau peralatan makan. Oleh karena itu, tanpa kita sadari virus dapat dengan mudahnya masuk ke hidung atau mulut anak, dan menyebabkan gondongan.

Gejala akibat penyakit gondongan pada anak

Setelah virus masuk ke dalam tubuh, biasanya gejala ini dapat timbul dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu setelahnya. Berikut beberapa gejala gondongan pada anak:

  • Terjadi pembengkakan kelenjar ludah di sekitar rahang sehingga menimbulkan rasa nyeri
  • Sulit untuk mengunyah makanan dan berbicara
  • Nafsu makan menurun
  • Telinga nyeri
  • Demam
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan mudah lelah

Pengobatan untuk gondongan pada anak

Karena gondongan pada anak disebabkan oleh virus, maka penggunaan antibiotik tidak disarankan. Berikut ini beberapa tindakan perawatan yang dapat Anda lakukan di rumah untuk merawat anak yang mengalami gondongan.

  • Istirahat yang cukup
  • Berikan cairan yang cukup untuk mencegah timbulnya dehidrasi
  • Berikan parasetamol atau ibuprofen untuk meringankan demam

Jika anak Anda lainnya tidak terkena gondongan, pastikan anak Anda telah mendapatkan imunisasi vaksin MMR untuk mencegah gondongan.

Penyakit

Cara Mencegah dan Mengatasi Hipertermia

Ketika terpapar suhu yang panas dan dalam waktu yang lama, Anda bisa terkena hipertermia. Hipertermia mampu membuat panas tubuh sulit turun. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan Anda terus berkeringat, pusing, sakit kepala, lemas, mual, ataupun berbagai masalah lainnya. Lalu, bagaimana cara untuk mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

Cara mengatasi hipertermia

Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi hipertermia. Berikut caranya:

  • Berhenti melakukan aktivitas dan pindah ke tempat dengan suhu yang sejuk
  • Longgarkan pakaian yang ketat
  • Berbaring dengan tenang hingga gejala yang Anda rasakan hilang
  • Dekatkan tubuh dengan kipas angin atau AC agar terasa sejuk
  • Minum air dingin atau minuman elektrolit agar cairan tubuh yang hilang bisa terganti
  • Hindari minum kopi, kafein, atau alkohol
  • Kompres pangkal paha, bawah lengan, leher, dan dahi dengan menggunakan air dingin
  • Aliri pergelangan tangan dengan air dingin selama 60 detik
  • Mandi air dingin atau berendam di dalamnya

Jika ada orang yang mengalami heat stroke (jenis hipertermia yang parah) sehingga tidak sadar, maka jangan memberinya cairan apapun. Anda harus segera hubungi dokter agar orang tersebut mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara mencegah hipertermia

Untuk menghindari bahaya dari hipertermia, sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan dalam mencegah terjadinya hipertermia:

  • Agar tubuh tidak kekurangan cairan, minumlah air atau cairan elektrolit setiap 15 atau 20 menit sekali. Hal ini dapat membuat Anda terhindari dari hipertermia.
  • Jika beraktivitas di luar ruangan, terutama saat cuaca sedang panas sebaiknya Anda menggunakan pakaian yang ringan, nyaman dan warnanya terang. Pakaian tersebut dapat mencegah Anda terpapar panas.
  • Saat Anda beraktivitas dengan lama di lingkungan yang udaranya panas, sempatkan untuk beristirahat di tempat yang sejuk. Istirahat di tempat sejuk bisa membuat tubuh Anda merasa lebih nyaman.
  • Jika Anda tidak memiliki urusan yang sangat penting untuk keluar saat cuaca sedang panas, makan sebaiknya jangan keluar.

Jika gejala hipertermia yang Anda rasakan tidak juga hilang setelah 30 menit, setelah melakukan cara diatas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

Penyakit

Pastikan Masalah Hipotensi Anda dengan Melakukan Pemeriksaan Ini

Banyak orang pernah mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah. Meskipun demikian, sebagian besar hipotensi tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat penderitanya tidak sadar jika ia sedang mengalami hipotensi. Salah satu gejala yang paling sering muncul pada penderita hipotensi adalah pusing dan perasaan melayang. Seseorang dianggap mengalami hipotensi atau tekanan darah rendah jika tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg atau diastolik di bawah 60 mmHg. Sedangkan kondisi optimal yang perlu dicapai pada orang sehat adalah 120/80 mmHg.

Pemeriksaan penunjang pada hipotensi

Ada beberapa pemeriksaan yang dapat Anda lakukan. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menemukan penyebab yang mendasari kondisi tekanan darah rendah. Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah:

  • Pemeriksaan darah

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kadar gula darah dan jumlah sel darah merah pada tubuh. Keduanya dapat mempengaruhi tekanan darah menjadi rendah.

  • Elektrokardiogram (EKG)

Pemeriksaan EKG bermanfaat untuk mengetahui adanya kelainan pada jantung, baik kelainan irama, kelainan struktural, maupun gangguan pada asupan darah dan oksigen otot jantung. Jika Anda pernah mengalami serangan jantung sebelumnya, hal ini juga akan tampak dalam hasil EKG.

  • Ekokardiogram

Tes ini adalah salah satu pemeriksaan untuk mengetahui struktur dan fungsi jantung. Pemeriksaan ini dilakukan bedasarkan prinsip gelombang ultrasonic.

  • Stress test

Kondisi hipotensi dapat disebabkan oleh masalah pada jantung. Jika dicurigai adanya hipotensi, penderita dapat diminta untuk melakukan Latihan fisik berat. Hal ini perlu dilakukan untuk melihat kerja jantung saat beristirahat atau saat bekerja keras.

  • Manuver valsava

Manuver ini dilakukan untuk memeriksa sistem saraf otonom. Caranya dengan melakukan analisis denyut jantung dan tekanan darah setelah beberapa siklus pernapasan dalam.

Perlu Anda ketahui, gejala hipotensi atau tekanan darah rendah sangat menyerupai dengan gejala beberapa penyakit lainnya. Kondisi ini ringan dan tidak berbahaya jika dapat segera ditangani. Akan tetapi, jika Anda sering mengalami pusing atau sering mengalami pingsan secara tiba-tiba, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.