Seks & Relationship

Sisi Positif dan Negatif Ketika Memendam Perasaan pada Seseorang

Mengungkapkan perasaan suka atau cinta kepada seseorang bukan perkara mudah. Sebagian orang memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya, sebagian lagi ada yang lebih memilih memendam perasaan tersebut. Baik mengungkapkannya maupun memendamnya mempunyai sisi positif dan negatifnya. 

Sisi Positif dari Memendam Perasaan

Kurang rasa percaya diri dan grogi menjadi alasan banyak orang sulit untuk mengungkapkan perasaaan. Namun, ternyata tidak selamanya memendam perasaan merupakan hal yang buruk. Ada beberapa sisi positif ketika lebih memilih memendam perasaan.

1. Merawat Cinta yang Sesungguhnya

Cinta diam-diam menjadi salah satu bukti Anda merawat rasa cinta dengan baik. Meskipun dia tidak tahu bahwa Anda mencintainya, perasaan Anda tetap untuk dirinya. Perasaan tersebut akan terawat dengan baik.

2. Tidak Semua Perasaan harus Diungkapkan

Saat Anda sedang jatuh cinta atau menyukai seseorang, tidak semua perasaan tersebut harus diungkapkan. Anda harus tahu kondisi dia dan apakah memungkinkan untuk mengungkapkan perasaan. Jika keadaan Anda ataupun dia tidak cocok untuk mengungkapkan perasaan, maka memendam perasaan menjadi cara yang tepat.

3. Makna Kesabaran yang Elegan

Mengagumi seseorang secara diam-diam karena tidak bisa mengungkapkan perasaan akan melatih kesabaran Anda. Anda akan belajar arti kesabaran karena hanya bisa mengaguminya diam-diam. 

4. Perasaan yang Dipendam Lebih Bertahan Lama

Umumnya perasaan yang diungkapkan lebih cepat hilang dibandingkan dengan perasaan yang dipendam. Memendam perasaan akan jauh lebih tahan lama dan setia. Jika Anda melihat tidak ada peluang untuk bersamanya tetapi ingin rasa untuknya bertahan lama, maka memendam perasaan menjadi pilihan yang tepat.

Sisi Negatif dari Memendam perasaan

Memang, tidak semua perasaan harus diungkapkan. Ada kalanya lebih baik dipendam. Namun, terdapat sisi negatif ketika Anda lebih memilih memendam perasaan.

1. Tidak Mempunyai Kesempatan Memilikinya

Anda tidak mempunyai kesempatan untuk memilikinya jika perasaan Anda tidak diungkapkan. Apalagi jika dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyukai Anda. Namun, meskipun dia seperti tidak menyukai Anda, Anda tidak tahu perasaan dia sebenarnya seperti apa.

Mungkin saja sebenarnya dia menyukai Anda, tetapi malu untuk menunjukkannya. Akan tetapi, jika Anda tidak mengungkapkannya, tidak ada peluang untuk memilikinya. Dia tidak akan tahu perasaan Anda jika Anda tidak memberi tahu. 

2. Tidak Akan Tahu Perasaannya

Ketika Anda menyukai atau mencintai seseorang, Anda pasti penasaran tentang perasaannya juga. Apakah dia mempunyai rasa yang sama atau tidak dengan Anda. Anda akan tahu perasaannya dari jawaban yang diberikan ketika Anda mengungkap perasaan tersebut.

Namun, jika Anda memilih untuk memendamnya, Anda tidak akan tahu bagaimana perasaannya kepada Anda. Mungkin saja meskipun nanti perasaan Anda sudah hilang, tetapi rasa penasaran Anda akan tetap ada. 

3. Keberanian Semakin Menciut

Suatu tindakan dapat dilakukan karena adanya keberanian. Jika Anda terbiasa memendam perasaan, maka keberanian untuk mengungkapkan akan semakin menciut. Anda akan semakin takut mendapatkan penolakan darinya, padahal belum tentu dia akan menolak perasaan Anda. 

4. Semakin Dipendam Semakin Sakit

Perasaan yang dipendam terlalu lama akan menimbulkan rasa sakit. Apalagi ketika melihat dia dekat dengan orang lain dan Anda tidak bisa berbuat apa-apa karena dia tidak mengetahui perasaan Anda. Anda hanya bisa menahan rasa sakit karena tidak bisa juga untuk memberitahukannya. 

Memendam perasaan mempunyai sisi positif dan negatif yang akan dirasakan. Sebagian keadaan mungkin lebih baik untuk memilih keputusan ini, tetapi sisi negatif dari memendam tersebut akan tetap ada, baik itu semua sisi negatif yang sudah disebutkan maupun hanya sebagian.

Seks & Relationship

Makanan Sehat Hari Valentine dan Ide Brilian Lainnya

Makanan Sehat Hari Valentine dan Ide Brilian Lainnya

Apa rencana Anda merayakan Hari Valentine di tahun 2021 ini? Keterbatasan untuk keluar rumah karena adanya pandemi Covid 19 membuat Anda mesti memutar otak agar perayaan Hari Valentine bisa tetap berkesan. Mencoba merayakan makanan sehat Hari Valentine pun sangat dianjurkan guna meningkatkan imunitas tubuh dari paparan virus. 

Memasak bersama di rumah dengan orang tersayang dapat menjadi perayaan Hari Valentine yang selalu berkesan. Memasak bersama makanan sehat Hari Valentine juga dapat mengusir rasa bosan karena terlalu banyak diam di rumah. 

Namun selain memasak bersama, banyak ide brilian lain yag dapat Anda lakukan untuk merayakan Hari Valentine di tahun 2021. Dari berbagai cara di bawah ini, mana yang ingin Anda coba terlebih dahulu?

  1. Maraton Film

Mengapa tidak merayakan Hari Valentine Anda dengan bersantai? Santai dalam hal ini bukan hanya beristirahat dan tidur, tetapi bisa juga dengan duduk berleha-leha sambil maraton film. Diskusikan film apa saja yang mau Anda tonton bersama pasangan Anda. Filmnya tidak harus selalu drama percintaan. Menonton film horror sekalipun bisa menjadi sangat seru untuk merayakan Hari Valentine Anda! Jangan lupa tambahkan makanan sehat Hari Valentine sebagai camilan menonton. Yogurt ataupun carrot cake dapat menjadi pilihan. 

  1. Membuat Kerajinan Bersama 

Jangan siapkan kado Valentine terlebih dahulu. Bagaimana jika Anda membuat konsep merayakan Hari Valentine dengan membuat kado yang dihasilkan dari kerajinan tangan. Sediakan beragam peralatan yang kira-kira dibutuhkan untuk membuat kerajinan tangan. Lalu, berlombalah membuat kado terunik dan terbaik dengan pasangan Anda. Bersiap-siaplah apabila hasil kerajinan tangan pasangan Anda ternyata lebih bagus daripada yang Anda buat. 

  1. Tulis Surat Cinta 

Saat ini Anda masih sudah sangat jarang mendapat surat karena semakin berkembangnya teknologi. Berbagai ucapan bisa dikirimkan lewat pesan instan dari ponsel Anda. Namun sesungguhnya, tulisan tangan bisa menjadi lamban cinta yang luar biasa. Mengucapkan Hari Valentine kepada pasangan lewat surat cinta akan lebih menghasilkan kesan yang luar biasa. Siapkanlah surat cinta yang menggambarkan betapa beruntungnya Anda memiliki dia. Tuliskan pula betapa Anda begitu besar mencintainya dan ingin selalu bersama. Dijamin, ia akan sayang kepada Anda. 

  1. Makan Malam Romantis

Makan malam untuk merayakan Hari Valentine tidak harus dirayakan di luar rumah dengan memesan makanan di restoran mewah. Makan malam sebagai lambang kasih sayang juga dapat dilakukan di rumah dengan menu-menu makanan sehat Hari Valentine. Anda bisa membuat makan malam layaknya fine dining. Buatlah salad balam dengan perasan lemon dan zaitun sebagai menu pembuka. Untuk menu utama, buatlah steak ikan yang lebih rendah kalori dan kolesterol. Sementara untuk penutup, puding stroberi akan membuat perayaan Valentine ditutup dengan sempurna. Jangan lupa untuk mendekorasi meja makanmu agar suasananya semakin romantis ya!

  1. Susun Album Foto

Pasti di ponsel Anda banyak foto yang menunjukkan memori bersama pasangan Anda, bukan? Dari awal jadian, pacaran, liburan bersama, atau bahkan saat Anda menikah dan berkeluarga. Apakah Anda tidak berminat mencetaknya? Cobalah cetak foto momen bersama pasangan yang Anda sukai sebanyak-banyaknya. Ajak pasangan untuk menyusun foto-foto tersebut menjadi sebuah album foto buatan sendiri. Dijamin, rasa cinta Anda berdua akan semakin bertambah melihat begitu banyak kenangan yang sudah terukir dan tersimpan dalam album buatan sendiri. 

*** 

Di rumah saja bukan halangan untuk merayakan hari kasih sayang. Menu-menu makanan sehat Hari Valentine pun bisa menjadi peneman di tiap kegiatan perayaan yang Anda lakukan di rumah.

Seks & Relationship

Tips Validasi Emosi untuk Redakan Emosi pada Pasangan

Tips Validasi Emosi untuk Redakan Emosi pada Pasangan

Melakukan validasi emosi penting dilakukan, terutama pada pasangan. Hal ini bermanfaat untuk membuat hubungan semakin harmonis dan membahagiakan. 

Ketika merasakan emosi pada pasangan, kamu bisa mengatakan apa yang selama ini kamu rasakan, misalnya apa yang membuat kesal dan tidak nyaman. Dengan melakukan validasi emosi, diharapkan akan timbul pemahaman serta penerimaan yang lebih baik dari pasangan. 

Validasi emosi juga penting untuk menjaga hubungan bertahan lama, di mana kamu dan pasangan saling berbagi uneg-uneg bersama dan mengambil solusi atau jalan terbaik atas beberapa hal. 

Apa itu validasi emosi?

Validasi emosi adalah tindakan membantu seseorang untuk merasa didengar dan dipahami. Validasi emosi juga terkait dengan mengkomunikasikan penerimaan diri sendiri dan orang lain, namun tidak berarti selalu menyetujui hal tersebut. 

Validasi emosi untuk sebuah hubungan sangat penting dan bisa membuat hubungan bertahan lama karena memiliki kekuatan untuk menenangkan ketakutan dan kekhawatiran serta bisa menambah kebahagiaan. 

Melakukan validasi emosi juga berguna untuk menyelesaikan masalah dengan pasangan, membuat pasangan jadi lebih terbuka sehingga komunikasi semakin intens. Validasi emosi yang baik akan sangat berdampak pada kehidupan rumah tangga yang semakin harmonis dan bahagia. 

Melakukan validasi memiliki dua fungsi utama, yakni:

  • Mengidentifikasi emosi tertentu pada seseorang 
  • Memberikan penawaran untuk menceritakan apa yang mereka rasakan

Cara melakukan validasi emosi agar hubungan makin harmonis

Ketika hubungan sedang renggang, kamu bisa mencoba melakukan validasi emosi dengan melakukan beberapa tips ini. 

Mendengarkan pasangan dengan penuh perhatian

Ketika pasangan sedang dalam perasaan penuh emosi, sebaiknya kamu mendengarkan pasangan dengan penuh perhatian. Perhatikan dengan seksama apa yang menjadi uneg-unegnya. 

Tahan untuk tidak menyanggah apa yang sedang mereka bicarakan, cukup dengarkan saja. Hentikan beberapa kegiatan seperti mematikan handphone dan TV. 

Mengakui dan menerima

Sebaiknya mengakui dan menerima apa yang pasangan rasakan. Misal kamu mengakui kesalahan bahwa beberapa kebiasaan yang kamu lakukan membuat kesal pasangan. Berikan ruang pasangan untuk marah atau mengeluarkan uneg-unegnya.

Memvalidasi tidak sama dengan menyetujui

Melakukan validasi bukan berarti kamu setuju dengan semua keputusan pasangan. Jika kamu merasa tidak sreg dengan pilihan pasangan kamu bisa berkompromi dan berdiskusi serta mengambil jalan tengah. Tidak perlu memaksakan kehendak. Kamu juga tidak perlu menyudutkan pasangan jika pilihan mereka tidak sesuai dengan pilihanmu. 

Tanyakan apa yang dirasakan pasangan

Jika pasangan bercerita mengenai kondisi sulit yang tengah mereka rasakan, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan terkait apa yang pasangan inginkan. Mengajukan pertanyaan lembut seperti ‘Apa yang kamu rasakan sekarang?’ cukup membuat pasangan jadi lebih baik dan menunjukkan jika kamu sangat peduli pada pasangan.

Tunjukkan jika kamu mengerti

Tunjukkan pada pasangan jika kamu mengerti apa yang mereka rasakan. Selain dengan kalimat sederhana, kamu bisa menunjukkan validasi non-verbal dengan memberi pelukan pada pasangan atau membuatkan secangkir teh agar perasaan mereka lebih baik. 

Yang menyebabkan invalidasi emosi pada hubungan rumah tangga

Penyebab terjadinya invalidasi emosi pada sebuah hubungan yakni karena adanya perasaan ditolak, diabaikan, dan tidak dimengerti. Hal semacam ini bisa membuat emosi semakin meningkat yakni seperti rasa kesal dan menyakitkan. 

Invalidasi emosi yang tidak segera diatasi bisa mengganggu hubungan dengan pasangan. Hubungan jadi makin renggang dan tidak ada ruang untuk berkomunikasi dengan baik. 

Jangan berlarut-larut, segera lakukan validasi emosi dengan pasangan dengan melakukan penerimaan, mendengar keluh kesah pasangan, hingga melakukan hal yang bisa membuat satu sama lain bahagia. 

Seks & Relationship

3 Hal yang Dilakukan untuk Mengobati Kecanduan Seks

Gangguan kontrol impuls terjadi ketika seseorang tidak mampu mengontrol perilaku yang sifatnya negatif dan agresif. Salah satunya perilaku seksual impulsif yang melibatkan pengalaman seksual menyenangkan seperti bergonta-ganti pasangan atau menyaksikan tayangan berbau pornografi, karena membuat pelakunya ketagihan kondisi ini bisa disebut dengan kecanduan sex.

Seseorang yang terlibat dalam perilaku seksual akan memicu produksi dopamin, yang berarti jika orang itu berhenti melakukan hubungan seksual, maka akan menginginkan lebih karena hal itu mengundang kepuasan tersendiri. Kondisi ini normal terjadi karena tidak berbeda dengan para pecandu seks yang bisa menginginkan perilaku seksial konsensial ketika mereka berhenti.

Mengatasi Kecanduan Sex

Bagi  sebagian orang, kecanduan seks sudah termasuk dalam perilaku kompilsif, menurut data dari International Classification of Diseases (ICD) milik WHO, menunjukkan bahwa beberapa gangguan seksual termasuk dorongan seksual yang berlebihan dan perilaku seksual kompulsif. Berikut beberapa langkah untuk bisa mengatasi kecanduan ini.

  1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Merupakan pengobatan yang termasuk ke dalam terapi ini sangat disarankan dalam mengatasi kecanduan seks. Terapi psikologis CBT ini membantu mereka yang mengalami perilaku seksual kompulsif, nantinya akan mendapat terapi dengan teknik serta peralatan yang membantu individu mengubah perilaku mereka.

CBT juga merupakan salah satu cara mengatasi kecanduan seksual dengan membantu seserorang mempelajari keterampilan baru dalam proses berhenti dari kecanduan. Keterampilan inilah yang nanti diharapkan dapat mendorong hasrat seksual yang tidak diinginkan akan berkurang secara bertahap seiring waktu berjalan.

  • Obat-obatan

Terdapat beberapa obat-obatan yang akan diresepkan oleh dokter untuk membantu seseorang yang mengalami perilaku seksual kompulsif mengatasi kecanduan seksual. Kemungkinan termasuk anti-androgen, seperti medroxyprogesterone (Provera), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) DAN fleuxetine (Prozac).

Dokter bisa saja memberikan resep beberapa jenis obat di atas untuk membantu seseorang mengatasi masalah kecanduan seks, namun Food and Drug Administration (FDA) masih belum menentukan jenis obat yang mana yang sebenarnya digunakan untuk mengatasi kondisi kecanduan yang dialami seseorang itu.

  • Dukungan Keluarga

Dukungan dari keluarga maupun orang sekitar sangat dibutuhkan bagi seseorang yang mengalami perilaku seksual kompulsif untuk bisa mengatasi kondisi tersebut. Perilaku ini mungkin akan sulit dipahami dan diberikan toleransi oleh orang lain, tetapi dukungan kuat akan membantu seseorang terlepas dari perilaku seksual yang tidak diinginkan.

Selain itu hal ini juga bisa mendukung terciptanya hubungan seksual yang sehat, dalam mengatasi kecanduan akan seks ini memang tidak dapat dilakukan oleh mereka yang melakukannya sendiri. Terdapat banyak faktor dari luar yang bisa mendukung mengatasi kondisi tersebut, karena memang terdapat bahaya yang mengancam.

Bahaya Kecanduan Seks

Apabila tidak segera ditangani maka masalah ini akan berujung pada gangguan kontrol impuls, beberapa gejala dari perilaku seksual termasuk memikirkan seks tanpa henti, terlibat dalam perilaku seksual yang berisiko, terlibat dalam perilaku seksual di tempat kerja dan merasa tidak tertarik dengan hobi lain selain hubungan intim.

Lebih dari 90 persen orang yang mengidap kecanduan ini memiliki keainan kesehatan mental lain yang mendasarinya. Termasuk gangguan kepribadian ambang, depresi, gangguan kecemasan dan gangguan obsesif-kompulsif. Sangat disarankan untuk melakukan tindakan penanganan apabila mengalami beberapa gejala dari kecanduan ini.

Munculnya kecanduan sex berasal dari berbagai faktor, seperti zat dengan efek samping ketergantungan, alkohol dan rokok hingga kebiasaan berjudi, menggunakan gadget, bermain video games, aktivitas seksual hingga olahraga. Proses kemunculan kecanduan hubungan intin pada seseorang dapat dikatakan sebagai sesuatu yang rumit.