Tips

Digunakan untuk Kesehatan, Ini Cara Kerja Stocking Varises

Bagi penderita varises, stocking varises menjadi salah satu upaya pengobatan yang dianjurkan secara medis. Varises merupakan kondisi ketika darah terkumpul di belakang katup kecil di pembuluh darah, menghambat proses aliran darah untuk kembali ke jantung.

Kondisi ini sering terjadi pada area kaki, saat darah harus menempuh jarak yang lebih jauh untuk mencapai ke jantung. Darah yang terhambat akan menggumpal di area pergelangan kaki atau betis, menimbulkan bercak kebiruan di kulit Anda.

Cara kerja stocking varises

Stocking varises merupakan salah satu cara tradisional untuk mengobati penyakit varises. Metode ini sudah dilakukan sejak bertahun-tahun silam, saat teknologi pengobatan belum berkembang seperti sekarang ini.

Secara fisik, stocking varises tampaknya tidak jauh berbeda dengan stocking biasa. Akan tetapi, menurut penelitian, stocking biasa tidak terbukti mampu mengatasi gejala varises. Oleh sebab itu, penderita varises harus secara khusus mengenakan stocking yang didesain untuk mengobati gejala varises.

Perbedaan fungsi stocking ada pada tekanan yang diberikan. Stocking yang dikhususkan untuk pengobatan varises umumnya memiliki tekanan yang berbeda dengan stocking biasa, menekan hambatan pada pembuluh darah agar darah dapat kembali mengalir dengan normal.

Tekanan pada stocking akan menekan permukaan arteri dan vena, mendorong pembukaan katup vena agar darah dapat mengalir dengan baik kembali ke jantung. Setiap stocking memiliki kadar tekanan yang berbeda-beda, dan pemakaiannya pun disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Memilih stocking varises yang tepat

Ketika memilih stocking varises, Anda perlu terlebih dahulu mengetahui tingkat keparahan kondisi Anda. Karena itu, lakukan konsultasi dengan dokter dan ikuti anjuran dokter dalam memilh stocking.

Tersedia beberapa jenis stocking dengan ukuran dan tingkat tekanan yang berbeda-beda. Secara umum, ada tiga jenis stocking utama yang digunakan sebagai pengobatan varises, yaitu:

  • Pantyhose, stocking yang tergolong ringan, mampu mengatasi varises ringan. Stocking ini tidak terlalu ketat, sehingga tekanan yang diberikan pun tidak terlalu besar.
  • Kaus kaki dan stocking kompresi, terdiri atas berbagai jenis ukuran dan tekanan. Anda bisa mendapatkannya di apotek atau toko online. Stocking ini memberikan tekanan yang lebih besar dari pantyhose.
  • Stocking resep dokter, hanya dapat dibeli berdasarkan resep dari dokter. Stocking jenis ini memberikan tekanan yang paling besar namun tidak terlampau ketat, sehingga tidak akan mempengaruhi sirkulasi darah.

Selain berbeda dari segi ukuran dan tekanan, stocking yang digunakan untuk pengobatan varises juga terdiri atas pilihan panjang yang berbeda. Terdapat stocking yang panjangnya mencapai lutut, sementara stocking lainnya memiliki panjang sampai ke paha.

Biasanya, untuk kasus varises yang cukup parah, dokter akan merespkan stocking dengan panjang mencapai paha. Selain itu, stocking dengan panjang ini juga sering digunakan untuk pembekuan darah sebagai proses pemulihan setelah operasi.

Cara menggunakan stocking varises

Stocking varises sebaiknya dikenakan pada pagi hari sebelum bangkit dari tempat tidur. Hal ini membantu agar katup tetap berada di posisi yang tepat untuk mendukung sirkulasi darah sepanjang hari.

Setelah digunakan, stocking bisa dicuci menggunakan air hangat, lalu keringkan dengan sinar matahari. Umumnya, penderita varises akan diminta untuk mengganti stocking baru setelah pemakaian selama tiga atau enam bulan.

Setelah penggunaan stocking varises secara rutin, kondisi varises yang Anda derita akan berangsur-angsur membaik. Pastikan untuk tetap melakukan pemeriksaan secara rutin dengan dokter untuk mengetahui kondisi diri Anda.

Tips

Obat Tekanan Darah Tinggi, Perbedaan Captopril dan Amlodipine

Tekanan darah atau juga disebut juga dengan hipertensi, jika dibiarkan justru berisiko menyebabkan komplikasi hipertensi, bisa seperti serangan jantung atau stroke. Selain menerapkan gaya hidup sehat, seorang penderita tekanan darah sangat dimungkinkan mengonsumsi obat tekanan darah untuk mengurangi atau menurunkan tekanan darah yang muncul.

Dari sekia banyak obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, captoril dan amlodipine terbilang paling populer. Tak jarang, keduanya kerap kali digunakan untuk mengatasi tekanan darah yang diderita seseorang. Meskipun fungsinya sama, kedua obat ini memiliki perbedaan yang perlu diketahui para penggunannya.

Beda Captopril dan Amlodipine

Captopril

Perbedaan yang paling jelas dari captopril dan amlodipine adalah golongan obatnya, berbeda golongan obat berarti juga beda cara kerjanya. Captopril merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan ACE Inhibitor. ACE merupakan singkatan dari angioestin converting enzyme, angioestin adalah zat kimia dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kondisi ini bisa terjadi terutama pada ginjal, namun komponen tersebut sebenarnya bisa ditemukan di semua bagian tubuh. Penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan terjadinya peningkatan atau kenaikan tekanan darah. Sementara, ACE Inhibitor adalah obat yang mencegah produksi angiostensin di tubuh.

Sehingga pembuluh darah dapat kembali rileks dan melebar, mekanisme inilah yang akan membuat tekanan darah turun. Catopril termasuk jenis obat resep, tidak sembarang orang bisa mendapatkan obat ini secara bebas di apotek. Selain itu, obat ini juga tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil, karena berisiko menimbulkan cacat hingga kematian pada janin.

Obat tekanan darah ini juga tidak boleh dikonsumsi pada ibu menyusui, dikarenakan kandungan dari obat tersebut bisa tercampur pada air susu dan terminum oleh bayi. Selain digunakan untuk menurunkan darah tinggi,captopril juga difungsikan untuk mengatasi gagal jantung kongestif, penyakit ginjal karena diabetes, hingga untuk mempercepat pemulihan setelah terjadi serangan jantung.

Amlodipine

Amlopidine merupakan obat penurun tekanan darah yang masuk golongan calcium blocker (CCB), cara kerja obat ini adalah dengan mncegah masuknya kalsium ke sel otot polos yang terdapat di jantung dan pembuluh darah. Jika ada kalsium yang masuk, pembuluh darah dan jantung akan bereaksi dengan cara berkontraksi lebih kuat serta kencang.

Kondisi itu meningkatkan tekanan darah naik, namun dengan mencegah kalsium masuk maka kenaikan tekanan darah tidak akan terjadi. Jika kalsium sudah terlanjur masuk dan menyebabkan kontraksi dalam pembuluh darah dan jantung. Obat CCB bisa membantu pembuluh darah untuk lebih rileks dan terbuka.

Sehingga detak jantung dan tekanan darah akan menurun, obat ini berbeda dengan captopril, almodipine bisa dikonsumsi oleh anak-anak yang sudah berusia di atas enam tahun. Meskipun hingga saat ini, belum diketahui efek yang ditimbulkan apabila obat ini dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui.

Sangat direkomendasikan bagi para penderita tekanan darah tinggi untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Obat tekanan darah tinggi ini juga dapat digunakan untk mengatasi kondisi nyeri dada atau angina, hingga gangguan yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan captopril dan amlodipine, diharapkan penderita tekanan darah tinggi tidak lagi sembarangan menggunakan obat tersebut. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika setelah mengonsumsi kedua obat tersebut tidak merasakan efek yang diinginkan.

Tips

Pro dan Kontra Behel Transparan Keramik

Behel keramik mirip dengan behel logam. Namun, behel jenis ini bracket transparan atau berwarna seperti gigi. Banyak orang lebih suka memakai behel transparan ini karena tidak terlalu terlihat di gigi apabila dibandingkan dengan behel logam. Hal ini dapat menjadi keunggulan tersendiri apabila Anda berpikir untuk memasang behel namun tidak terlalu percaya diri memakai behel logam konvensional. Namun, behel transparan keramik juga memiliki kekurangannya sendiri. Artikel ini akan mencoba membahas pro dan kontra pemakaian behel transparan keramik.

Keunggulan behel keramik

Berikut adalah beberapa keunggulan behel transparan keramik yang dapat Anda pertimbangkan apabila ingin memasang behel.

  • Lebih tidak terlihat apabila dibandingkan dengan behel metal. Bahan keramik yang digunakan pada behel ini dapat berwarna seperti gigi ataupun transparan, membuatnya tidak terlihat saat dipasang. Hal ini penting apabila Anda merasa tidak percaya diri saat memakai behel yang terbuat dari logam atau stainless steel.
  • Dapat menggerakkan gigi lebih cepat dibandingkan dengan metode perataan seperti Invisalign. Behel transparan keramik hanya akan membutuhkan waktu 18 hingga 36 bulan untuk meratakan gigi. Sementara itu, metode perataan gigi seperti Invisalign akan membutuhkan waktu bertahun-tahun agar terlihat hasilnya, meskipun gigi Anda tidak membutuhkan banyak perataan. Selain itu, metode perataan gigi tidak dapat dilakukan pada kasus-kasus parah seperti malocclusion dan ketidakselarasan.
  • Anda dapat memilih warna yang diinginkan. Behel logam biasanya hanya ada dalam satu waran, abu-abu atau perak logam. Behel keramik terdiri dari banyak warna, mulai dari transparan hingga warna apapun yang Anda sukai.
  • Tidak mengganggu pemeriksaan pencitraan. Behel logam dapat mengganggu sinyal saat pemeriksaan pencitraan. Sementara behel transparan keramik memproduksi gangguan sinyal dalam jumlah yang sangat sedikit.

Kekurangan behel transparan keramik

Adapun kekurangan dari behel keramik di antaranya adalah:

  • Lebih mahal dibandingkan dengan behel logam. Di Amerika Serikat sendiri, behel keramik memiliki harga Rp. 13 juta hingga 26 juta¬† lebih mahal dibandingkan dengan behel logam.
  • Dapat menyebabkan sensitivitas gusi. Bracket keramik lebih besar daripada bracket logam. Hal ini akan membuat membersihkan di sekitar bracket menjadi hal yang lebih sulit dilakukan. Apabila kebersihan mulut tida optimal, hal ini dapat menyebabkan gusi bengkak, terutama apabila sikat gigi tidak dapat menggapai enamel dan garis gusi.
  • Kurang tahan lama dibandingkan dengan behel metal. Behel keramik dua kali lebih rapuh dibandingkan dengan behel logam. Proses pelepasan lem (debonding) juga dikenal dapat menyebabkan kerusakan pada permukaan gigi (enamel).
  • Menggerakkan gigi lebih lambat dibandingkan dengan logam. Karena behel ini lebih rapuh, kemungkinan harus memperbaiki kerusakan bracket atau membuat penyesuaian tertentu dapat menunda proses pelurusan gigi.
  • Dapat meninggalkan noda. Tali elastis yang yang mengikat kawat dan bracket dapat dengan mudah meninggalkan noda, bahkan setelah behel dilepas.

Behel keramik sangat direkomendasikan digunakan apabila semua gigi dewasa Anda sudah tumbuh dan Anda tidak tumbuh gigi lagi. Hal ini dapat memastikan perbaikan yang lebih cepat dan risiko bracket rusak akibat tekanan pergerakan gigi yang rendah. Behel transparan keramik dapat menjadi pilihan yang baik apabila Anda ingin behel sedikit lebih tidak terlihat. Karena behel ini biasanya memiliki warna seperti gigi ataupun transparan, Anda akan tidak terlihat seperti memakai behel. Behel keramik biasanya akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga 3 tahun untuk meluruskan gigi, dibandingkan dengan kurang dari 1 tahun hingga 2 tahun untuk behel logam.

Tips

Kenali Bercak Mongol sebagai Tanda Lahir pada Bayi

Seorang bayi yang baru lahir terkadang memiliki tanda lahir bawaan, baik itu tanda berwarna kebiruan maupun keabuan pada kulitnya. Tanda lahir tersebut bisa jadi merupakan bercak mongol. Apa itu sebenarnya bercak mongol dan ciri apa yang menandakannya?

Bercak mongol pada bayi yang baru dilahirkan dan cirinya

Tanda lahir yang terdapat pada kulit bayi dapat muncul seketika setelah ia dilahirkan hingga jarak waktu dua bulan setelah kelahiran. Jika terdapat tanda yang muncul setelah batas waktu tersebut, maka tanda tersebut tidak dapat dikategorikan sebagai tanda lahir.

Bercak mongol merupakan salah satu tanda lahir yang muncul pada kulit bayi. Terdapat pigmen (pewarna) kulit yang berperan penting dalam pembentukan bercak ini. Proses ini disebabkan oleh sel melanosit yang berfungsi untuk memproduksi sel pigmen, terjebak dan tertinggal di dalam lapisan kulit bayi yang sedang terbentuk. Meskipun begitu, hingga saat ini belum diketahui secara jelas bagaimana sel tersebut dapat terjebak.

Bercak mongol dapat muncul pada kulit bayi ketika ia baru dilahirkan maupun dua bulan setelah kelahiran. Bercak ini umumnya muncul pada kulit bayi yang berwarna gelap dan sering dikaitkan dengan tanda seperti bekas memar. Bercak ini bersifat tidak berbahaya dan umumnya akan hilang ketika usia bayi bertambah, namun dalam kasus tertentu ia akan tetap ada pada kulit bayi.

Mongolian spots atau bercak mongol sering disalahartikan sebagai tanda bekas luka memar. Namun, hal tersebut dapat dibedakan dengan mengamati kapan bercak tersebut akan pudar. Jika tanda tersebut memang benar merupakan memar, ia akan hilang dalam beberapa hari ke depan. Namun, jika tanda tersebut adalah bercak mongol, bercak tersebut baru akan dapat hilang dalam waktu yang cukup lama.

Selain itu, bercak mongol tentu tidak diikuti dengan rasa sakit ketika area bercak tersebut disentuh, berbeda dengan bekas memar. Ada pun ciri-ciri lebih jelas tentang bercak mongol, yaitu:

  • Muncul dari awal kelahiran
  • Dapat muncul di area bokong, punggung bagian bawah, lengan, kaki, maupun bagian lain tubuh
  • Berwarna biru atau biru keabuan
  • Tidak timbul, melainkan memiliki permukaan yang rata
  • Bentuknya tidak beraturan
  • Lebarnya berukuran sekitar 2-8 cm atau lebih

Namun, jika bercak memiliki permukaan yang menonjol, tidak berwarna kebiruan, dan baru muncul ketika anak telah tumbuh dewasa, tanda tersebut bukan dikategorikan sebagai bercak mongol.