Kehamilan

Cegah Kehamilan Dengan KB Alami, Efektifkah?

Dalam mencegah kehamilan, banyak hal yang bisa dilakukan oleh pasangan yang ingin menunda memiliki anak. Salah satunya adalah dengan menggunakan KB alami. KB alami sering digunakan untuk mengendalikan adanya kemungkinan hamil tanpa menggunakan alat kontrasepsi. 

KB alami dapat menjadi pilihan bagi pasangan yang enggan memakai alat kontrasepsi

Namun, seberapa efektifkah menggunakan KB alami dalam mencegah kehamilan? Apakah ada kemungkinan Anda tetap hamil atau tidak sama sekali? Yuk, simak penjelasannya berikut ini. 

Metode KB alami

KB alami atau keluarga berencana alami adalah salah satu bentuk pengendalian kelahiran atau kehamilan yang tidak menggunakan alat atau pil sama sekali, sehingga biasanya tidak menimbulkan efek samping sama sekali. 

Dengan metode ini, Anda harus mendeteksi kapan kesuburan Anda di mana kemungkinan besar Anda akan hamil. Jadi Anda dapat berhubungan seksual disaat waktu tidak subur Anda. 

Biasanya, ovarium melepaskan sel telur pada waktu yang hampir sama setiap bulannya, yang disebut ovulasi. Telur bergerak melalui saluran tuba menuju rahim. Telur yang tidak dibuahi bisa hidup 24 jam. Kesuburan terjadi sekitar 6 hari setiap bulan: 5 hari sebelum ovulasi dan hari ovulasi. KB alami menggunakan metode yang berbeda untuk menunjukkan hari-hari kesuburan tersebut. 

Jenis KB Alami

Anda dapat menggunakan KB alami untuk mengontrol kehamilan dengan beberapa cara, seperti:

  • Metode ritme atau kalender. Salah satu cara KB alami adalah berdasarkan kalender. Siklus menstruasi normal berlangsung antara 28 hingga 32 hari. Ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14. Jadi, hindari berhubungan seks tanpa kondom pada hari ke-8 hingga 19, karena saat itulah Anda paling subur. Tanyakan pada dokter Anda cara terbaik menggunakan metode ini. Pasalnya, metode ritme ini tidak berlaku untuk semua pasangan. Wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur ini bukan metode terbaik untuk pengendalian kelahiran.
  • Metode ovulasi atau lendir serviks. Di sini, Anda dapat melacak lendir yang dihasilkan serviks Anda. Saat Anda berovulasi, lendir Anda akan bening, melar, dan basah, seperti putih telur mentah. Catat setiap hari tentang seperti apa lendir Anda, sehingga Anda tahu kapan Anda sedang berovulasi. 
  • Metode basal body temperature (BBT). Suhu tubuh Anda bisa naik antara 0,5 dan 1 derajat saat Anda berovulasi dan tetap di sana sampai periode berikutnya. Dengan metode ini, Anda mengukur suhu tubuh sebelum bangun dari tempat tidur setiap hari. Dengan metode ini, Anda mengukur suhu tubuh sebelum bangun dari tempat tidur setiap hari, sebelum makan atau minum. 
  • Metode simtotermal. Metode ini menggabungkan antara BBT dan lendir serviks. 

Namun, apakah KB alami efektif?

KB alami tidak seefektif metode pengendalian kelahiran dibandingkan metode lainnya. Menurut CDC, tingkat kegagalannya adalah 24%. Artinya sekitar 1 dari 4 orang yang menggunakan KB alami akan hamil. Anda perlu berhati-hati, rajin, dan memiliki banyak pengendalian diri untuk mempraktikkan keluarga berencana yang alami. Anda harus mengikuti instruksi sepenuhnya untuk sukses. 

Manfaat KB alami

  • Keluarga berencana alami tidak membutuhkan biaya sama sekali alias gratis
  • Tidak ada efek samping
  • Anda dapat berhenti kapan saja, dan hal ini tidak akan berdampak pada tubuh Anda

Risiko KB alami

KB alami berencana alami mengharuskan Anda untuk memantau tubuh Anda dan mengikuti jadwal. Ini mungkin bukan untuk Anda jika Anda mengalami menstruasi yang tidak teratur atau jika Anda sedang menyusui. 

Bicara dengan dokter atau ginekolog Anda jika Anda memiliki pertanyaan tentang metode KB alami. Selain itu, metode ritme atau kalender dan bentuk KB alami lainnya tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Kondom pria memberikan perlindungan terbaik dari penyakit tersebut.