Bayi & Menyusui

Fakta-Fakta Seputar Suhu Tubuh Normal Bayi

Bayi adalah masa di mana seorang manusia masih membutuhkan bantuan orang lain. Fisik dan psikisnya belum kuat untuk menghadapi apa-apa sendiri. Mudahnya, bayi tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Perbedaan itu juga bisa dideteksi dari suhu tubuh normal keduanya. Dibanding orang dewasa, ada fakta unik di balik suhu tubuh normal bayi, semisal:

  • Tidak tetap, berubah sesuai keadaan sekitar

Ada satu fakta unik terkait suhu tubuh normal bayi, yakni kisaran suhu tubuhnya tidak tetap alias bisa berubah-ubah. Yang menjadikan suhu tubuh normal bayi berubah-ubah adalah tergantung dari waktu pengukuran suhunya, metode pengecekannya, hingga alat yang digunakan untuk mengukur suhu tersebut.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah suhu udara. Suhu tubuh si kecil bisa jadi akan sedikit naik dalam cuaca panas. Kemudian, suhu tubuhnya bisa jadi lebih rendah saat cuaca dingin. Termasuk suhu tubuh normal bayi akan lebih tinggi saat si kecil aktif bergerak, dibandingkan saat dia beristirahat.

  • Tiap bagian tubuh merepresentasikan suhu tubuh yang berbeda

Ada beberapa area tubuh yang bisa dan umum digunakan untuk mengukur suhu tubuh normal bayi dengan termometer. Nah, tiap-tiap area tubuh tersebut ternyata punya representasi suhu tubuh yang berbeda, misalnya: 

  • Mulut: sekitar 35,8-37,5° Celsius.
  • Dubur: sekitar 36,6-38° Celsius.
  • Ketiak: sekitar 36,5-37,3° Celsius.
  • Telinga: sekitar 35,8-38° Celsius.

Fakta ini harus dipahami oleh para ibu. Jangan sampai situasi ini membuat bingung, serta panik karena mendapati hasil pengukuran suhu tubuh bayi berbeda-beda di tiap spot pengukuran.

  • Suhu tubuh normal terendah di bawah orang dewasa

Suhu tubuh normal orang dewasa berada di kisaran angka 36,1 sampai dengan 37,2 derajat Celsius. Berbeda dengan orang dewasa, suhu tubuh normal bayi bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari itu. Adapun “batas bawah” suhu tubuh bayi yang masih dapat dikatakan normal adalah 35,8 derajat Celsius. 

Suhu tersebut bisa didapatkan apabila mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer di area mulut. Kondisi ini umum terjadi karena setelah melakukan aktivitas dan tidur, perlahan suhu bayi akan menurun mencapai titik ini. Hal ini akan terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 02.00. Saat bangun pagi suhu tubuhnya akan naik menjadi sekitar 36,1° selsius.

  • Suhu tubuh normal tertinggi ada di atas orang dewasa

Hampir sama dengan fakta sebelumnya, intinya “batas atas” suhu tubuh normal bayi berada di atas orang dewasa. Kondisi ini terjadi karena mulai sejak bangun pagi, suhu tubuh bayi akan terus meningkat seiring aktivitas yang dilakukan sepanjang hari. Puncak suhu tubuh normal bayi tertinggi adalah pada sore hari. 

Pada saat itu, laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh bayi bisa mencapai 37,5° selsius. Menghadapi kondisi ini, ibu tidak perlu khawatir dan langsung menganggap anaknya demam. Ini adalah suhu tubuh normal bayi setelah dia beraktivitas.

  • Hati-hati memilih tempat mengukur suhu

Seperti yang sudah ditulis di atas, bahwa ada beberapa area yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh normal bayi. Kendati bisa, tetapi tidak semua tempat tersebut baik untuk menentukan suhu tubuh si kecil. 

Masih menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara pengukuran suhu tubuh bayi yang disarankan adalah dengan termometer digital atau termometer air raksa yang diletakkan di ketiak. 

Pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan termometer yang ditempelkan di dahi atau dimasukkan ke lubang telinga tidak dianjurkan karena tidak memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sementara pengukuran suhu tubuh dengan memasukkan termometer ke lubang dubur juga tidak dianjurkan karena bisa melukai anus.

Itulah beberapa fakta unik terkait suhu tubuh normal bayi. Informasi di atas dapat dipahami sebagai sesuatu yang mungkin berguna bagi kamu dan keluarga di masa-masa mendatang. Di akhir, pastikan suhu tubuh bayi kamu tetap di ambang normal, ya, agar mekanisme tubuhnya selalu terjaga.