Penyakit

Gatal karena Diabetes, Apa Penyebabnya?

Diabetes merupakan penyakit kronis yang mempengaruhi cara tubuh mengolah glukosa atau gula darah. Kondisi ini juga menimbulkan beberapa gejala yang berhubungan dengan kulit, yaitu gatal. Gatal karena diabetes bisa sangat berbeda dari gatal pada umumnya. 

Diabetes merupakan suatu penyakit kronis yang menyebabkan gangguan metabolik. Kondisi ini ditandai tingginya kadar gula darah yang melebihi batas normal. Di Indonesia, prevalensi pasien diabetes mencapai angka 6,2% atau terdapat lebih dari 10,8 juta jiwa yang mengalami diabetes.

Orang dengan penyakit gula cenderung lebih sering mengalami kulit gatal daripada orang yang tidak memiliki kondisi tersebut. Gatal karena diabetes yang terjadi secara terus menerus bisa membuat tidak nyaman dan bahkan dapat menyebabkan infeksi serta rasa sakit bila digaruk secara berlebihan.

Gatal karena penyakit gula tidak boleh diabaikan. Pasalnya, kulit kering, teriritasi, dan gatal lebih mungkin terinfeksi, dan penderita diabetes mungkin tidak dapat melawan infeksi tersebut sesukses mereka yang tidak memiliki penyakit gula. Lalu, apa sih yang membuat kulit gatal karena diabetes?

Penyebab gatal karena diabetes

Diabetes memang dapat menyebabkan gatal di beberapa daerah kulit tertentu. Gatal karena diabetes dapat diakibatkan oleh rusaknya serabut saraf di lapisan luar kulit. Sering kali kondisi ini dikaitkan dengan polineuropati diabetik atau neuropati perifer. Kondisi ini merupakan akibat dari kerusakan pada serabut saraf. Penyebabnya, kadar glukosa darah yang tinggi menyebabkan gatal terutama pada kaki dan tangan.

Sebelum kerusakan saraf terjadi pada penderita diabetes, kadar sitokin yang tinggi beredar di tubuh. Sitokin merupakan zat inflamasi yang bisa menyebabkan rasa gatal pada kulit. Penelitian pada tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Diabetes Research menunjukkan bahwa peningkatan sitokin kemungkinan besar memiliki hubungan dengan kerusakan saraf diabetes.

Selain karena pengaruh kadar sitokin yang tinggi akibat dari tingginya gula darah, gatal karena diabetes juga dapat diakibatkan karena komplikasi termasuk gagal ginjal dan hati. Komplikasi tersebut dapat menyebabkan gatal derajat sedang hingga berat yang mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Faktor lainnya penyebab kondisi ini adalah efek samping dari obat-obatan yang digunakan atau memiliki alergi terhadap obat-obatan tersebut. Tetapi, seseorang tidak boleh langsung menghentikan pemakaian obat diabetes sampai memastikan dengan dokter bahwa mereka mengalami reaksi alergi. Dokter kemudian perlu mengganti resep obat untuk menangani diabetes.

Penderita diabetes juga dapat mengalami gangguan gatal akibat sirkulasi darah yang buruk. Dalam kasus ini, gatal lebih mungkin terjadi pada bagian bawah kaki. Selain itu, produk kulit yang mengandung parfum, pewarna, dan sabun yang kuat juga dapat mengeringkan kulit dan menyebabkan gatal.

Gejala gatal karena diabetes

Gejala dari kondisi ini dapat bervariasi tergantung pada penyebabnya. Jika seseorang memiliki neuropati perifer, mereka lebih mungkin mengalami gatal-gatal di bagian bawah kaki. Mereka mungkin juga akan mengalami mati rasa di bagian kaki atau tangan, serta sensasi kesemutan dapat menyertai gejala-gejala ini.

Selain gejala yang telah disebutkan, beberapa orang juga mengalami gatal disertai dengan perubahan tekstur kulit seperti kulit kering, kulit bersisik, kulit menebal, dan kulit berubah warna menjadi kehitaman.

Pada penderita diabetes tipe 2, menurut American Diabetes Association, gejala gangguan kulit karena diabetes ini biasa disebut sebagai akantosis nigrikans. Gejala gatal tersebut umumnya terjadi pada tahap prediabetes. 

Gatal karena diabetes dapat menjadi gangguan yang membuat seseorang tidak nyaman, bahkan saat menggunakan pakaian. Terkadang gatal juga dapat membangunkan seseorang di malam hari dan membuatnya merasa ingin selalu menggaruk gatal tersebut.