obat

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Kanamycin

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Kanamycin

Kanamycin merupakan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri serius. Infeksi bakteri ini bisa terjadi di bagian tubuh mana saja. Obat ini hadir dalam dua bentuk, yaitu berupa injeksi atau suntikan dan obat oral atau obat minum.

Biasanya, kanamycin baru akan digunakan apabila obat-obatan lainnya sudah terbukti tidak berhasil meringankan kondisi pasien. Penggunaannya harus dilakukan dengan hati-hati, karena akan ada resiko efek samping dari penggunaan jangka panjang.

Peringatan dalam menggunakan kanamycin untuk pengobatan

Kanamycin hanya dianjurkan untuk penggunaan jangka pendek, sekitar 7-10 hari saja. Ada beberapa peringatan yang perlu diperhatikan agar penggunaan obat ini tetap aman bagi kesehatan Anda.

Berikut ini beberapa peringatannya:

  • Resiko merusak ginjal dan saraf

Pada umumnya, tidak ada obat yang tidak memiliki resiko efek samping, termasuk kanamycin. Obat ini bisa menyebabkan gangguan pada ginjal, saraf, serta menyebabkan kehilangan pendengaran secara permanen.

Bahkan, efek samping ini bisa timbul hanya dalam dosis normal sekalipun. Biasanya, resiko efek samping ini semakin tinggi apabila Anda memiliki kondisi medis tertentu yang berhubungan dengan ginjal dan saraf.

Karena itu, kanamycin tidak dianjurkan bagi Anda yang memiliki gangguan ginjal ataupun saraf. Konsultasikan pada dokter Anda mengenai hal ini, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

  • Resiko menyebabkan gangguan otot dan pernapasan

Bukan hanya resiko efek samping berupa kerusakan ginjal dan saraf, penggunaan obat ini juga bisa menyebabkan masalah otot dan gangguan pernapasan. Resiko ini lebih tinggi apabila selain menggunakan kanamycin, Anda juga menggunakan obat-obatan tertentu untuk mengobati kondisi lainnya.

Salah satu obat yang bisa menimbulkan reaksi berbahaya ketika bertemu dengan kanamycin adalah obat untuk melemahkan otot dan obat tidur. Selain itu, apabila Anda pernah mendapatkan transfusi darah, resiko ini juga semakin tinggi.

Karena itu, selalu sampaikan dengan detail mengenai obat-obatan yang Anda konsumsi pada dokter. Hal ini penting agar dokter bisa menghindari pemberian obat yang menimbulkan reaksi negatif ketika saling berinteraksi.

  • Interaksi dengan obat-obatan

Kanamycin juga tidak dianjurkan bagi Anda yang mengonsumsi obat lain yang juga memiliki efek samping pada ginjal dan saraf. Karena, hal ini akan berbahaya bagi kondisi ginjal dan saraf Anda.

Obat-obatan itu dapat berupa amfoterisin B, bacitracin, kolistin, siklosporin, viomisin, dan lain sebagainya.

Sebaiknya, konsultasikan pada dokter Anda apakah obat yang Anda konsumsi aman bila digunakan bersamaan dengan kanamycin.

Efek samping penggunaan kanamycin

Baik kanamycin yang digunakan secara oral maupun melalui injeksi sama-sama memiliki efek samping. Beberapa efek samping itu berupa:

  • Reaksi alergi

Efek samping yang paling umum dari penggunaan kanamycin adalah reaksi alergi. Reaksi alergi ini bisa terjadi pada Anda yang memiliki alergi terhadap kandungan obat-obatan tertentu.

Reaksi alergi yang timbul pada setiap pengguna mungkin berbeda-beda. Tapi, umumnya alergi ini terjadi dalam bentuk gatal-gatal, ruam kemerahan di kulit, kulit yang mengelupas, pembengkakan, dan lain sebagainya.

  • Gejala kerusakan ginjal

Anda juga bisa mendeteksi apabila terjadi gejala kerusakan ginjal yang juga menjadi efek samping dari penggunaan kanamycin berkepanjangan. Kerusakan ginjal ini bisa terjadi bahkan ketika Anda mengonsumsi dalam dosis biasa.

Tanda-tandanya bisa dikenali dengan sulitnya buang air kecil, perubahan warna dan jumlah urin, serta peningkatan berat badan yang luar biasa.

Karena efek samping yang bisa ditimbulkannya, penggunaan kanamycin sebaiknya berdasarkan anjuran dari dokter. Selalu konsultasikan kondisi Anda pada dokter untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.