Hidup Sehat

Ini Biji Kopi Lokal Indonesia yang Disukai Dunia

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, dan merupakan rumah dari beberapa pulau yang memproduksi biji kopi lokal favorit. Pada tahun 2014, Indonesia menempati posisi ke 4 sebagai produsen kopi terbesar dunia. Di Indonesia sendiri, produksi dan penanam kopi di mulai pada akhir tahun 1600an dan awal 1700an, pada masa colonial Belanda, dan sejak saat itu telah menjadi bagian penting pertumbuhan dan perkembangan negara. Indonesia secara geografis dan iklim sangat cocok untuk perkebunan kopi, dekat dengan garis Khatulistiwa dan dikelilingi gunung-gunung besar menciptakan iklim mikro yang baik untuk produksi kopi. 

Ada banyak biji kopi lokal yang digemari oleh negara-negara di belahan dunia lain. Biji kopi lokal asli Indonesia ini berasal dari pulau-pulau yang berbeda yang menyebar ke seluruh bagian Indonesia. Adapun beberapa biji kopi lokal asli Indonesia favorit di antaranya adalah:

  • Kopi Gayo (pulau Sumatra)

Kopi Gayo memiliki nama yang sama dengan daerah pegunungan di mana kopi tersebut ditanam. Biji kopi lokal Indonesia ini, yang tumbuh di dataran tinggi provinsi Aceh Tengah, memiliki rasa yang unik dan berbeda. Biji kopi lokal ini tidak terlalu pahit ataupun terlalu kuat. Karena rasanya yang sempurna, kopi Gayo mendapatkan sertifikat Fair Trade dari Organisasi Internasional Fair Trade pada tahun 2010. Tidak hanya itu, kopi Gayo juga dinominasikan sebagai kopi terbaik di dunia pada Konferensi Internasional Ilmu Kopi. Kopi Gayo juga menjadi kopi termahal di pameran kopi yang diselenggarakan oleh Specialy Coffee Association di Amerika. Pada saat ini, negara-negara di Amerika dan Eropa menjadi tujuan eksport utama untuk biji kopi lokal ini. Kopi Gayo umumnya memiliki rasa seperti coklat dan “earthy”, tergantung bagaimana kopi tersebut dipanggang. 

  • Kopi Kintamani (Bali)

Biji kopi lokal ini memiliki ukuran yang besar dengan tekstur tubuh yang keras. Rasa kopi kintamani tidak terlalu pahit, dengan dua “notes” yaitu bunga dan lemon. Rasa lemon dan bunga tersebut berkontribusi terhadap rasa unik biji kopi lokal kintamani. Biji kopi lokal yang diproduksi di gunung Kintamani di pulau Bali ini memiliki produksi yang cukup besar, yaitu sekitar 2000 hingga 3000 ton setiap tahunnya. Tujuan utama eksport biji kopi lokal ini adalah Arab, Jepang, dan Australia. 

  • Kopi Flores/Bajawa

Pulau Flores juga memproduski biji kopi lokal dengan kualitas yang baik. Biji kopi lokal dari pulau ini dikenal dengan nama kopi Bajawa, yang memiliki level keasaman rendah dan tubuh yang kuat. Rasa utama kopi ini adalah coklat, vanilla, dan caramel. Biji kopi lokal Indonesia ini diproduksi di dataran tinggi Bajawa di pegunungan Flores. Produk biji kopi lokal Bajawa dieskspor ke Amerika Serikat. 

  • Kopi Jawa

Varietas utama kopi Jawa aslinya adalah Arabica dan Robusta. Di Jawa Tengah, biji kopi lokal didominasi oleh Arabica sementara Jawa Timur oleh Robusta. Ada banyak perkebunan kopi di pulau Jawa yang memproduksi biji kopi lokal berkualitas tinggi, seperti Jampit, Belawan, dan Kayu Mas. Karakteristik kopi ini adalah asam yang medium dan aroma seperti teh. 

Dengan berbagai biji kopi lokal berkualitas di atas, bukan menjadi hal yang mengherankan apabila Indonesia menempati posisi ke 4 sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia. 25 persen produk ekspor biji kopi lokal Indonesia adalah arabica, dengan 25 persen lainnya adalah robusta.