Penyakit

L-Zinc

L-Zinc obat diare

L-Zinc merupakan salah satu obat yang dapat mengatasi diare. L-Zinc merupakan salah satu obat yang tergolong sebagai obat bebas terbatas. Yang dimaksud dengan obat bebas terbatas adalah obat yang dapat diperoleh secara bebas tanpa menggunakan resep dokter, namun pengguna harus pahami risiko yang mungkin timbul seperti efek samping pada tubuh.

Obat L-Zinc merupakan salah satu produk yang halal dimana obat tersebut baik untuk dikonsumsi. Obat L-Zinc bisa Anda beli dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar Rp 30.000,00. Obat tersebut juga bisa Anda beli baik di toko obat maupun secara online. Obat L-Zinc diproduksi oleh Lapi Laboratories. Obat L-Zinc tersedia dalam kemasan 1 box yang berisi 1 botol sebesar 100 mL.

Ciri-Ciri Zinc Sulfat

L-Zinc mengandung zinc sulfat dimana kandungan tersebut terlibat dalam pertumbuhan sel, pencegahan radikal bebas berbahaya, dan pemeliharaan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, zinc sulfat yang ada pada L-Zinc memiliki ciri-ciri sebagai berikut berdasarkan proses kerja obat:

  • Absorpsi

Zinc sulfat tidak dapat diserap dengan sempurna di saluran pencernaan dan kadar obat yang masuk ke peredaran darah hanya berkisar antara 20 hingga 30 persen.

  • Distribusi

Zinc sulfat bisa tersebar secara luas ke seluruh tubuh manusia dengan konsentrasi tertinggi di beberapa bagian seperti tulang, otot, dan mata. Zinc sulfat memiliki ikatan protein plasma lebih dari 50 persen yang terikat pada albumin, serta 40 persen terikat pada alfa-1-globulin.

  • Ekskresi

Zinc sulfat dapat diekskresi melalui feses, urin, dan keringat.

Penggunaan Obat L-Zinc

Jika Anda ingin menggunakan obat tersebut pada pasien (anak Anda), Anda perlu perhatikan bahwa penggunaan dosisnya harus sesuai kemasan dan anjuran dokter. Jika anak Anda berusia di antara 2 hingga 6 bulan, maka dosisnya adalah sebesar 1 sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari. Jika anak Anda berusia di antara 6 bulan hingga 5 tahun, maka dosisnya adalah sebesar 2 sendok takar 5 mL yang dikonsumsi sebanyak 1 kali sehari.

Pasien dapat mengkonsumsi obat L-Zinc baik dengan makanan maupun tanpa makanan. Selain itu, pasien perlu mengkonsumsi obat tersebut paling lambat 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Efek Samping Obat L-Zinc

Pada umumnya, L-Zinc sama seperti obat lain dimana obat tersebut dapat menyebabkan efek samping berupa:

  • Sakit kepala

Jika pasien mengalami sakit kepala, pasien sebaiknya mengkonsumsi banyak air putih dan istirahat yang cukup.

  • Pusing

Jika pasien merasa pusing, pasien sebaiknya berbaring dan beristirahat yang cukup.

  • Diare

Jika pasien mengalami diare, pasien sebaiknya minum banyak air putih untuk mengisi cairan di dalam tubuh akibat dehidrasi. Diare juga dapat menyebabkan dehidrasi. Selain itu, pasien juga sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan yang dapat menyebabkan diare seperti makanan yang pedas.

  • Mual

Jika pasien merasa mual, pasien sebaiknya konsumsi makanan yang ringan terlebih dahulu. Jika sudah membaik, pasien dapat menambah porsi makanan.

  • Muntah

Jika pasien muntah, pasien sebaiknya konsumsi banyak air putih untuk mencegah dehidrasi. Dehidrasi juga bisa disebabkan karena muntah.

Pertemuan dengan Dokter

Jika kondisi pasien tidak membaik akibat diare, maka pasien perlu bertemu dengan dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, berikut adalah hal-hal yang dapat Anda persiapkan:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda ajukan ke dokter.
  • Daftar gejala yang dialami pasien.
  • Riwayat medis (jika perlu).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter dapat menanyakan kondisi pasien seperti:

  • Kapan gejala akibat diare terjadi?
  • Apakah kondisinya membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda memiliki riwayat medis?

Setelah mengetahui kondisi pasien, dokter dapat melakukan diagnosis dan menentukan pengobatan untuk pasien.

Kesimpulan

L-Zinc merupakan salah satu pilihan pengobatan yang dapat digunakan untuk mengatasi diare. Meskipun demikian, ada beberapa efek samping yang timbul akibat obat tersebut. Oleh karena itu, pasien sebaiknya tanyakan kepada dokter pengobatan seperti apa yang lebih cocok untuk mengatasi diare.