Hidup Sehat

Makanan untuk Kesehatan Hati bagi Penderita Hati Berlemak

Hati adalah inti utama dalam proses detoksifikasi tubuh. Hati yang sehat akan membawa dampak positif pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Hati berlemak (fatty liver) merupakan kondisi hati yang dipenuhi tumpukan lemak, dan cenderung disebabkan oleh konsumsi alkohol. Orang yang mengalami obesitas juga dapat mengembangkan kondisi ini.

Penderita hati berlemak disarankan mengonsumsi makanan untuk kesehatan hati. Secara umum pola makan untuk mereka menekankan pada diet rendah lemak dan kalori, serta tinggi serat.

Rekomendasi makanan untuk kesehatan hati

Menjaga pola makan adalah tujuan dari diet pada penderita hati berlemak. Dengan berat badan ideal, Anda bisa mencegah risiko terkena penyakit tersebut serta membantu proses penyembuhan.

Agar hati bisa berfungsi secara normal, ada banyak makanan untuk kesehatan hati yang dapat ditemukan dengan mudah. Beberapa mungkin sering Anda konsumsi, antara lain:

  • Kopi untuk menurunkan tingkat enzim hati yang abnormal

Kopi menjadi salah satu minuman berkafein yang dinikmati sebagian besar orang. Beberapa penelitian menunjukkan minum 2-3 cangkir kopi sehari dapat mencegah kerusakan hati dengan menjaga kadar enzim hati.

  • Sayuran hijau untuk mencegah penumpukan lemak hati

Sayuran hijau, terutama brokoli telah terbukti mampu melindungi Anda dari penyakit hati berlemak non-alkohol. Anda bisa mengonsumsinya dengan cara dikukus. Jika terlalu membosankan, kombinasikan dengan irisan almond dan buah beri kering, atau memanggang brokoli bersama dengan bawang putih dan sedikit cuka balsamic.

  • Ikan sebagai agen anti peradangan

Ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna sangat kaya akan lemak sehat omega-3. Asam lemak ini terbukti dapat mengurangi peradangan berlebih dan menjaga kadar lemak hati tetap stabil.

  • Oatmeal guna memasok energi

Oatmeal tinggi serat dan karbohidrat kompleks yang membantu hati bekerja secara optimal. Sarapan dengan oatmeal membari Anda pasokan energi sekaligus menjaga berat badan Anda agar terhindar dari risiko penyakit hati.

  • Kacang kenari dapat meningkatkan fungsi hati

Kacang kenari menjadi makanan untuk kesehatan hati berikutnya yang direkomendasikan. Tinggi asam lemak omega-3, mengonsumsi kacang kenari dapat meningkatkan fungsi hati pada pasien hati berlemak.

Kacang almond juga tak kalah baiknya. Vitamin E dan nutrisi yang terkandung di dalamnya mampu menurunkan risiko penyakit hati berlemak. Anda dapat memakan kacang kenari dan almond secara langsung atau menambahkannya dalam salad.

  • Alpukat, makanan terbaik untuk hati berlemak

Alpukat tinggi lemak sehat, dan penelitian menemukan buah lezat tersebut mengandung senyawa yang berfungsi menurunkan kerusakan hati. Alpukat juga kaya serat sehingga mengonsumsinya dapat serta merta membantu penurunan berat badan. Berat badan berlebih merupakan penyebab utama dari penyakit hati berlemak non-alkohol.

  • Minyak zaitun untuk mengontrol berat badan

Minyak zaitun merupakan alternatif sehat untuk memasak daripada margarin, mentega, atau minyak sayur yang umum digunakan. Penelitian menemukan bahwa minyak zaitun membantu mengontrol tingkat enzim hati sekaligus berat badan.

  • Teh hijau untuk mengurangi penyerapan lemak

Data mendukung potensi teh hijau dapam mengurangi penerapan lemak di hati, namun dibutuhkan penelitian lanjutan untuk memperkuat klaim tersebut. Namun teh hijau terbukti memiliki khasiat lain, termasuk menurunkan risiko kanker. Hal ini berasal dari katekin, jenis antioksidan yang ditemukan dalam teh hijau.

Catatan

Menjaga fungsi hati tak hanya memakan makanan untuk kesehatan hati, namun juga harus disertai dengan membatasi makanan pemicu kerusakan hati. Makanan bergula dan tinggi lemak jenuh, seperti gorengan dan makanan cepat saji harus dibatasi.

Pecinta seafood juga harus memerhatikan makanan mereka, karena kerang atau tiram yang tidak dimasak sepenuhnya sangat tidak direkomendasikan karena dapat memicu penyakit hati.