Uncategorized

Malnutrisi Pada Anak

Malnutrisi adalah kondisi ketika tubuh mendapati terlalu sedikit nutrisi atau bahkan terlalu banyak nutrisi. Saat tubuh seseorang mendapati nutrisi yang terlalu sedikit bisa jadi orang tersebut terkena yang namanya “kekurangan gizi”. Sebaliknya, jika nutrisi yang didapat tubuh berlebihan, kelebihan gizi atau “over nutrition” pun tak bisa dihindari. Kedua kondisi malnutrisi ini bisa terjadi pada siapa saja baik usia muda maupun lanjut.

Jenis malnutrisi pada anak

Jenis malnutrisi pada anak dapat dibagi menjadi dua yaitu kekurangan gizi atau kelebihan gizi (overnutrition). 

  1. Kekurangan gizi 

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kekurangan gizi adalah kondisi tubuh saat tubuh mendapat nutrisi yang cukup yang dibutuhkan tubuh. Jika hal ini terjadi pada anak, ini menandakan bahwa anak tidak mendapat cukup protein, kalori, serta zat gizi mikro lainnya sehingga akhirnya menyebabkan anak menjadi kekurangan gizi. Beberapa hal yang terjadi saat anak kekurangan gizi adalah:

– Pertumbuhan anak cenderung lambat

– Rendahnya berat badan dan tinggi anak

– Lebih sensitif dan mudah marah

– Mudah lelah dibanding anak lainnya

– Penurunan intelektual

2. Kelebihan gizi

Malnutrisi tak hanya membahas kekurangan asupan.Salah satu jenis malnutrisi yang juga kerap terjadi adalah Kelebihan gizi atau overnutrition. Overnutrition terjadi saat anak terlalu banyak mendapat asupan nutrisi sehingga nutrisi akan menumpuk dan berlebihan.  Jika terus dibiarkan kondisi ini mampu menyebabkan terjadinya obesitas hingga penyakit  kardiovaskular terjadi pada anak. Beberapa hal yang kerap terjadi saat anak mengalami over nutrition:

– Kelebihan berat badan

– Kesulitan bergerak 

– Masalah pernapasan

– Mudah lelah

Faktor pendukung malnutrisi bisa terjadi pada anak:

1. Kurangnya pengetahuan orangtua akan masalah gizi dan nutrisi

Orangtua nyatanya bisa jadi penyebab seorang anak mengalami malnutrisi. Sebab orang tualah yang akan jadi penentu makanan apa yang dapat dikonsumsi oleh anak beserta keluarga dirumah. Saat orangtua tidak punya pengetahuan akan gizi  dan kesehatan, anak pasti juga akan sulit mendapat nutrisi yang layak. Itulah sebabnya mengapa peran pengetahuan orangtua sangat penting untuk tumbuh kembang anak. 

2. Kondisi medis tertentu

Ada berbagai kondisi kesehatan yang mampu mengakibatkan malnutrisi pada terjadi pada anak. Contohnya adalah Dispagia (kesulitan menelan, pencernaan akut, kanker, tumor, depresi, hingga penyakit mental). Saat anak mengidap kondisi medis tertentu, tak menutup kemungkinan anak akan susah mengkonsumsi dan mencerna makanan sehingga mampu menyebabkan malnutrisi terjadi.

3. Faktor ekonomi

Bisa dibilang faktor ekonomi adalah akar permasalahan pangan pada keluarga termasuk anak. Saat anak tidak bisa mendapat asupan makanan yang baik dan bergizi setiap harinya, kecukupan nutrisi anak pasti akan sulit didapat. Saat hal ini terus terjadi setiap harinya, malnutrisi pun tak dapat dihindari. 

Lalu bagaimana cara mengatasi malnutrisi pada anak?

Untuk mengatasi mengatasi malnutrisi pada anak, orang tua harus mengetahui terlebih dulu penyebab malnutrisi serta tingkat keparahan malnutrisi yang diidap anak. Selanjutnya, barulah disesuaikan dengan langkah yang akan dilakukan. Apakah kondisinya dapat diatasi dengan melakukan perbaikan pola makan dirumah, atau harus mendapat perawatan intensif oleh dokter.

1. Periksakan ke dokter

Jika kondisi malnutrisi anak parah hingga membuat anak susah melakukan aktivitas, memeriksakan kondisi kesehatan anak pada dokter spesialis adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Dokter nantinya akan memeriksa kondisi anak secara keseluruhan dan memberikan perawatan yang sesuai. 

2. Perubahan pola makan

Salah satu hal terpenting yang harus diperhatikan untuk mengatasi malnutrisi adalah perubahan pola makan. Pastikan anak tercukupi asupan nutrisi serta gizi seimbangnya jika anak mengalami kekurangan gizi akibat malnutrisi. Tingkatkan jumlah asupan protein, karbohidrat, serta vitamin dan mineral pada anak dengan rutin mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna. Kemudian jika anak mengalami overnutrition, diet sehat adalah salah satu cara yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi malnutrisi dalam kondisi tersebut. Terkait jumlah makanan yang dapat diberikan atau tidak pada anak, Anda dapat mengkonsultasikannya pada dokter spesialis gizi. 

3. Suplemen dan vitamin

Jika orangtua merasa asupan yang diberikan masih kurang maksimal,orangtua bisa bantu dengan berikan anak vitamin atau suplemen tambahan. Ada banyak vitamin dan suplemen yang dijual dipasaran yang berfungsi untuk memaksimalkan asupan serta nutrisi pada tubuh anak. Contohnya vitamin yang mengandung kalsium, asam lemak, zat besi, magnesium, kalium, vit A, C, dan D.

4. Jangan buat anak stres

Jangan pernah abaikan stres yang terjadi pada anak. Sebab hal ini mampu memperparah kondisi serta penyakit yang diidap anak. Anda bisa luangkan waktu untuk melakukan hal-hal yang disukai anak, dan jangan lupa juga untuk ciptakan suasana yang  nyaman saat dirumah agar anak terhindar dari stres. 

5. Buat anak tetap aktif bergerak

Aktif bergerak seperti rutin berolahraga memiliki dampak yang baik bagi kesehatan tubuh anak. Tak harus memaksa anak melakukan olahraga dengan intens untuk melakukannya, Anda bisa ajak anak untuk jalan santai setiap hari atau bersepeda di area lingkungan rumah agar anak dapat tetap aktif bergerak.

6. Dukungan keluarga

Disinilah peran orang tua sangat penting demi kesembuhan anak. Sebagai orangtua, tetap berikan support terbaik untuk anak agar anak bisa melewati masa sulit untuk penyembuhan penyakit malnutrisi. 

Itulah beberapa cara yang dapat para orangtua lakukan untuk mengatasi malnutrisi pada anak. Terlepas dari berbagai hal yang telah disebutkan untuk mengatasi malnutrisi, pastikan orangtua tidak lupa untuk rutin melakukan check-up pada dokter gizi agar perkembangan gizi anak dapat terus dipantau.