Uncategorized

Mengenal Acid Reflux dan Bahaya Jika Tidak Diobati

Gangguan pencernaan merupakan salah satu penyakit yang cukup umum dialami oleh banyak orang. Salah satunya adalah GERD atau Gastroesophageal reflux disease. Penderita GERD biasanya akan merasakan acid reflux.


Acid reflux tentu memberikan sensasi yang tidak nyaman di tenggorokan. Naiknya asam lambung ke esofagus juga akan memberikan sensasi terbakar di dada. Bisa terjadi setelah makan serta bisa lebih parah di malam hari.
Normalnya saat makan, makanan akan ke esofagus melalui otot katup sfingter yang kemudian akan masuk ke lambung. Akan tetapi, ketika seseorang mengalami acid reflux, otot katup sfingter ini tidak menutup dengan rapat, sehingga membuat acid reflux dari lambung naik ke esofagus.
Jika kondisi ini terjadi berulang dan semakin parah, maka seseorang disebut menderita GERD. Acid reflux yang terus menerus naik ke esofagus memang seharusnya diberikan penanganan segera sebelum esofagus dan tenggorokan mengalami iritasi.
Bahaya Acid Reflux bagi Esofagus
Ketika terjadi heartburn, biasanya akan terasa seperti sensasi terbakar. Hal ini akibat asam lambung yang membuat dinding esofagus menjadi iritasi. Jika terjadi terus menerus dan berlangsung lama, maka bisa menyebabkan esofagitis.
Gejala dari esifagitis ini berupa rasa nyeri, ada rasa makanan atau asam lambung naik ke kerongkongan, hingga sulit menelan. Namun, untuk mendiagnosis seseorang benar-benar mengalami esofagitis, perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Seperti tes endoskopi dan biopsi.
Esofagitis ini butuh penanganan medis segera agar tidak terjadi komplikasi.
Komplikasi GERD
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, GERD dan esofagitis yang membuat acid reflux akan terus menerus merusak esofagus. Sehingga dalam jangka panjang dapat menimbulkan komplikasi. Seperti:
Munculnya Cincin Esofageal
Acid reflux juga akan menimbulkan komplikasi berupa cincin esofageal atau lipatan jaringan abnormal di dinding bagian bawah esofagus. Cincin ini akan membuat esofagus menjadi sempit dan akan susah menelan.
Penyempitan Esofagus
Esophageal stricture atau penyempitan esofagus terjadi disebabkan oleh tumbuhnya jaringan parut akibat GERD ataupun tumor. Selain itu, disertai juga dengan gejala lain seperti sulit menelan serta adanya sensasi seperti makanan tersangkut di tenggorokan penderita.
Esofagus Barrett
Sel dinding esofagus akan rusak saat terkena acid reflux. Lalu, bentuknya akan berubah menyerupai dinding sel usus halus. Kondisi ini memang cukup langka dan bisa dialami tanpa munculnya gejala sama sekali. Akan tetapi, kondisi ini perlu menjadi perhatian. Sebab, esofagus barrett bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker esofagus.
Peradangan Pita Suara
Peradangan pita suara atau disebut juga refluks laringitis merupakan komplikasi lanjutan dari GERD akibat rusaknya lapisan kerongkongan dan tenggorokan.
Komplikasi peradangan ini biasanya ditandai dengan gejala berupa munculnya benjolan di tenggorokan, suara serah, panas dan nyeri yang terasa di tenggorokan, serta batuk.
Kanker Kerongkongan (Adenokarsinoma)
GERD yang tidak diobati dengan segera juga berisiko menjadi kanker di kerongkongan. Sebab, asam lambung yang mengenai lapisan kerongkongan terus menerus akan menimbulkan kerusakan sel sel normal di sekitar area tersebut.
Terlebih jika penderita GERD juga mengalami penyakit Barrett secara bersamaan, maka akan berisiko besar terkena penyakit kanker kerongkongan.
Jika acid reflux sudah mengganggu, sebaiknya segera periksakan ke dokter terkait keluhan yang Anda alami. Sehingga, Anda mendapatkan penanganan dengan segera. Jangan biarkan terus berlanjut untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi. Hindari juga semua yang dapat memicu terjadinya acid reflux dan menjauhi pantangannya.