Hidup Sehat

Mengenal Ciprofloxacin, Antibiotik untuk Mengatasi Antraks

Penyakit antraks dapat mengancam keselamatan jiwa. Penyakit ini biasanya menyerang daerah tertentu yang ditandai dengan matinya hewan ternak seperti sapi, kambing, atau biri-biri. Ajaibnya, bakteri antraks bisa bertahan di tanah selama puluhan bahkan ratusan tahun. 

Antibiotik ciprofloxacin diberikan kepada orang-orang berada di daerah terinfeksi antraks. Antibiotik ini sebaiknya dikonsumsi sesegera mungkin setelah keadaan darurat antraks diinformasikan. 

Ciprofloxacin dan antraks

Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui antibiotik ciprofloxacin untuk mencegah penyakit antraks. FDA juga menyutujui penggunaannya tanpa resep dokter selama dalam keadaan darurat serta tetap memerhatikan dosis penggunaan dan tanggal kadaluwarsa yang ditentukan. Ciprofloxacin termasuk golongan antibiotik kuinolon yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri, salah satunya bakteri Bacillus anthracis penyebab antraks

Gejala awal antraks diantaranya demam, menggigil, kelelahan, batuk, atau sakit kepala. Seiring berjalannya waktu, penderita akan mengalami napas pendek, ketidaknyamanan di dada, kebingungan, atau mual. Gejala awal dirasakan setelah 7 hari bakteri antraks masuk ke dalam tubuh.

Beberapa orang yang berisiko terpapar antraks diantaranya:

  • Orang yang mengolah daging atau bekerja dengan hewan yang terbukti terinfeksi
  • Petugas laboratorium yang bersinggungan dengan bakteri antraks
  • Personel militer atau pertahanan negara yang diberi tugas di daerah terinfeksi
  • Dokter hewan yang bekerja dengan hewan yang terbukti terinfeksi
  • Pengunjung atau pelancong dari daerah terinfeksi
  • Konsumen yang memakan daging hewan terinfeksi

Akan tetapi, studi lebih lanjut menunjukkan, kombinasi terapi ciprofloxacin dengan obat antraks lain lebih efektif dalam pengobatan antraks dibandingkan menggunakan ciprofloxacin saja. Efektivitas pengobatan ciprofloxacin saja hanya menyembuhkan 50% hewan uji yang terinfeksi, sedangkan terapi kombinasi biasa sampai 90-100%. 

Dosis yang dianjurkan

Anda tidak disarankan melanjutkan konsumsi ciprofloxacin setelah muncul reaksi alergi, seperti kesulitan bernapas, serta pembengkakan bibir, lidah, atau wajah. Selain itu, bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit miastenia gravis atau melemahnya otot akibat gangguan saraf juga sebaiknya menghindari konsumsi antibiotik ini.

Hindari juga penggunaan ciprofloxacin bersaan dengan tiazidine atau obat diuretik. Hal tersebut disebabkan karena ciprofloxacin bisa meningkatkan efek samping tiazidine, seperti bradikardia dan hipotensi.   

Anak-anak dengan berat badan 31 kg atau kebih dan orang dewasa berumur 18 tahun lebih disarankan mengonsumsi 2 kali dalam sehari dengan pembagian 1 pil (500 mg) di pagi hari dan 1 pil (500 mg) di malam hari. Dosis pagi dan sore hari diselang selama 12 jam. 

Efek samping 

Terdapat efek samping bersifat umum dan serius setelah mengonsumsi ciprofloxacin. Berikut ini efek samping ciprofloxacin  secara umum: 

  • Mual dan muntah
  • Diare
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Ruam kulit
  • Infeksi vagina

Apabila efek samping di atas terjadi secara terus menerus bahkan semakin memburuk, segera konsultasikan ke dokter. Sementara, berikut ini efek samping ciprofloxacin yang bersifat serius:

  • Robek atau pembengkakan tendon otot
  • Kerusakan hati
  • Reaksi alergi berat
  • Masalah psikologis seperti perubahan suasana hati yang serius
  • Kejang dan tremor
  • Infeksi usus
  • Masalah saraf di bagian lengan, kaki, atau tangan
  • Meningkatnya sensitivitas kulit
  • Gula darah rendah
  • Detak jantung tidak beraturan
  • Sklera mata dan kulit berwarna kekuningan
  • Pendarahan dan luka yang tidak normal

Sebelum mengonsumsi ciprofloxacin, konsultasikan terlebih dulu ke dokter atau petugas kesehatan setempat berkaitan dengan efek samping yang akan didapatkan. Kondisi kesehatan, umur, interaksi dengan obat lain menentukan cocok atau tidaknya penggunaan ciprofloxacin.