Uncategorized

Risiko Berbahaya dari Terbakar Matahari

Bagi kita yang tinggal di daerah tropis mungkin sudah terbiasa beraktivitas di bawah terik matahari bahkan kerap mengalami Terbakar Matahari (sunburn).

Jika kamu berpikir ini adalah kondisi yang normal dan biasa, sepertinya kamu harus berpikir ulang deh. Sebab, sunburn ini bisa merusak kesehatan kulit kamu jauh sampai ke masa depan.

Bekasnya mungkin bisa hilang dalam beberapa bulan, namun ada risiko penyakit seperti kanker kulit yang bisa menyerang. Pelajari lebih lanjut tentang bahaya sunburn pada artikel di bawah ini!

Apa itu sunburn?

Sunburn adalah kondisi reaksi perdagangan terhadap kerusakan radiasi ultraviolet (UV) pada lapisan terluar kulit. Seperti yang kita tahu, matahari memancarkan sinar ultraviolet (UV).

Sinar ultraviolet ini ada 3 jenisnya, yaitu UVA, UVB, dan UVC. Meskipun kita tidak bisa melihat sinar UV, namu sinar ini dapat menembus kulit lho.

Paparan sinar matahari yang terlalu banyak dan terlalu lama memungkinkan sinar UV untuk mencapai lapisan kulit bagian dalam dan terjadilah sunburn.

Sunburn yang ringan dapat diobati di rumah, tetapi jika kamu mengalami sunburn yang parah dan melepuh maka kamu memerlukan pertolongan medis segera. 

Gejala

Berikut beberapa tanda kalau kamu mengalami terbakar matahari:

  • Kulit kemerahan yang diakibatkan oleh peningkatan aliran darah. Hal ini bisa terjadi segera atau seiring waktu. Kamu mungkin tidak tahu kalau kamu mengalami sunburn sampai saat kamu kembali ke dalam ruangan.
  • Kulit terasa panas atau juga bisa disertai dengan merinding dan kedinginan
  • Nyeri
  • Kulit terasa gatal 
  • Muncul lepuh
  • Dehidrasi
  • Kulit yang mengelupas sebagai cara tubuh melepaskan sel-sel kulit mati

Gejala-gejala di atas bisa muncul di bagian kulit tubuh manapun. Biasanya lebih sering muncul pada area-area tubuh yang terpapar matahari langsung.

Biasanya kulit yang mengalami Terbakar Matahari (sunburn) akan berubah warna dalam waktu 2 sampai 6 jam setelah terbakar. Perubahan warna akan terus berkembang hingga 72 jam. 

Bahaya terbakar matahari

Berikut beberapa dampak berbahaya yang harus kamu waspadai dari terjadinya sunburn:

1. Kulit semakin gelap

Sel-sel kulit di lapisan atas kulit (epidermis) menghasilkan pigmen yang disebut melanin. Melanin ini lah yang memberi warna alami pada kulit.

Apabila kulit mendapatkan radiasi UV yang lebih banyak, maka lebih banyak melanin juga yang diproduksi. Hal ini dapat menyebabkan kulit menjadi coklat dan semakin gelap.

Warna coklat yang muncul ini adalah tanda kalau kulit telah rusak akibat radiasi sinar UV. Dan ini bukanlah tanda kesehatan yang baik.  

2. Penuaan dini

Terlalu sering mengalami Terbakar Matahari (sunburn) bisa mempercepat proses penuaan kulit, yang membuat kamu jadi terlihat lebih tua dari yang sebenarnya.

Penuaan yang disebabkan oleh paparan sinar UV ini disebut dengan photoaging. Beberapa gejalanya adalah:

  • Melemahnya kekuatan dan elastisitas kulit
  • Munculnya kerutan yang dalam
  • Kulit kering atau kasar
  • Terlihatnya urat merah halus di area pipi, hidung, hingga telinga
  • Bintik-bintik gelap atau berubah warna di berbagai daerah

3. Lesi prakanker

Lesi kulit prakanker ini bisa muncul sebagai bercak kasar dan bersisik pada area kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari.

Lesi yang timbul bisa berwarna keputihan, merah muda, cokelat, atau cokelat. Ini bisa berkembang menjadi kanker. Kanker kulit dapat menyebar ke area lain di tubuh, terutama jika tidak diobati.

4. Kerusakan mata

Paparan sinar matahari tidak hanya berdampak pada kulit, tapi juga mata. Sebab sinar UV dapat merusak jaringan di mata dan bahkan membakar mata retina, lensa, atau kornea.

Kerusakan akibat sinar matahari dapat menyebabkan katarak, atau mata berkabut. Apabila tidak diobati, kondisi ini dapat menyebabkan kebutaan.

Nah itu dia rangkuman terkait bahaya terbakar matahari yang harus kamu waspadai. Semoga bermanfaat!