Penyakit

Scapular Disorder: Bahu Miring yang Disertai Sakit Tulang Belikat

Skapula atau tulang belikat dikelilingi oleh jaringan otot yang membantu menggerakkan lengan. Cedera pada area tersebut akan menyebabkan otot-otot menjadi lemah atau tidak seimbang. Kondisi tersebut meningkatkan risiko perubahan posisi skapula yang disebut dengan scapluar disorder (gangguan skapular) atau scapular dyskinesis (diskinesis skapular).

Dyskinesia skapula membuat lengan sulit digerakkan atau kaku, sakit tulang belikat, dan bahu terlihat turun. Artikel berikut akan membahas seputar gejala, penyebab, serta pengobatan gangguan skapular.

Penyebab 

Cedera yang terjadi pada tulang penopang skapula, sendi bahu, atau saraf dapat mengakibatkan gangguan skapular sehingga memicu sakit tulang belikat.

Selain karena cedera, otot-otot bisa melemah jika tidak terlalu sering digunakan. Namun melakukan gerakan berulang dalam waktu lama, seperti melempar pada atlet baseball, juga meningkatkan risiko terkena diskinesis skapula akibat ketidakseimbangan otot. 

Tanda dan gejala

Awalnya Anda mungkin tidak menyadari perubahan pada bahu akibat diskinesis skapula. Seiring berjalannya waktu, gejala akan semakin terasa, antara lain:

  • Nyeri atau sakit tulang belikat, terutama di bagian atas dan batas medial (bagian dalam). Ini dirasakan terutama saat mengangkat lengan atau membawa benda berat
  • Rentang gerak kaku dan terbatas. Anda mungkin tidak bisa mengangkat lengan ke atas
  • Saat menggerakkan bahu, cenderung disertai bunyi berderak
  • Postur tubuh yang terkulai sehingga bahu terlihat seperti turun, atau miring ke depan di sisi yang terdampak
  • Terlihat tulang belikat lebih menonjol pada sisi yang terpengaruh

Bagaimana mengobati diskinesis belikat?

Dalam beberapa kasus, gejala gangguan skapular dapat membaik hanya dengan melakukan perawatan sederhana yang meliputi:

  1. Memperbaiki postur tubuh

Gangguan pada tulang belikat dipicu dari postur tubuh saat kita melakukan aktivitas sehari-hari, baik itu duduk, berdiri, berjalan, atau mengangkat benda berat. 

Untuk memperbaikinya, pastikan tubuh dalam posisi tegak (tulang belakang lurus), tarik bahu Anda ke belakang, kemudian tekuk siku ke bawah dan belakang seolah-olah mencoba memasukkan tangan ke dalam saku belakang. 

  1. Olahraga secara rutin

Saat memulai program olahraga teratur, pastikan sesi latihan kekuatan tubuh bagian atas seimbang. Program latihan Anda juga harus mencakup latihan peregangan untuk otot bahu dengan dan rotasi sendi bahu. 

  1. Terapi panas

Mengompres atau berendam dengan air hangat dapat membantu meringankan otot bahu yang tegang. Ini juga akan meredakan nyeri dan melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh Anda. 

  1. Terapi fisik

Terapi fisik merupakan salah satu perawatan non-bedah untuk scupular disorder. Dokter atau ahli terapi fisik akan memberikan program latihan sesuai dengan penyebab sakit tulang belikat Anda. 

Terapi fisik biasanya berfokus pada dua hal, yaitu:

  • Memperkuat otot yang menstabilkan dan menggerakkan skapula, dan
  • Meregangkan otot yang kencang dan yang membatasi gerakan tulang belikat
  1. Minum obat antiinflamasi

Selain terapi fisik, dokter juga akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen untuk meredakan nyeri dan bengkak akibat disfungsi skapula. 

Perawatan di atas hanya efektif  untuk pasien yang mengalami diskinesis akibat kelemahan atau kekakuan otot. Namun jika gangguan disebabkan oleh cedera pada sendi bahu, maka dokter akan menyarankan prosedur pembedahan. 

Nantinya dokter akan memperbaiki atau merekonstruksi yang cedera, diikuti dengan rehabilitasi untuk mengembalikan gerakan normal skapula.

Catatan

Untuk menghindari sakit tulang belikat dan meringankan kondisinya, sebisa mungkin membatasi aktivitas yang memerlukan gerakan mengangkat lengan terlalu tinggi, seperti bermain bulu tangkis atau melempar benda. 

Diskinesis skapula umumnya membutuhkan waktu 4 – 8 minggu untuk pulih, namun jika keparahan meningkat maka proses penyembuhan bisa lebih lama.