Uncategorized

5 Manfaat Selenium untuk Kesehatan Tubuh

Anda mungkin sering mendengar mineral, seperti zat besi dan kalsium, lalu pernahkah Anda mendengar selenium? Mineral mikro ini mungkin jarang Anda dengar, tetapi selenium memiliki fungsi dan manfaat untuk kesehatan. Salah satunya adalah mencegah kanker. Oleh karena itu, mineral mikro ini sangat dibutuhkan oleh tubuh agar bisa menjalankan fungsinya. Selain mencegah kanker, apa manfaat jenis nutrisi ini lainnya?

Apa Itu Selenium?

Selenium adalah salah satu mineral mikro yang dibutuhkan oleh tubuh dalam, tapi dalam  jumlah sedikit. Mineral ini terdiri dari dua jenis, yaitu anorganik (selenat dan selenit) dan organik (selenomethionine dan selenocysteine). Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi jenis nutrisi ini bisa memberikan banyak manfaat untuk tubuh. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda harus mencukupi kebutuhan tubuh akan mineral ini. Caranya dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang kaya akan jenis nutrisi ini. 

Perlu diingat bahwa kebutuhan jenis nutrisi ini setiap orang berbeda-beda. Hal ini bisa ditentukan berdasarkan usia dan jenis kelamin. Berdasarkan angka kecukupan gizi yang diterbitkan oleh Kemenkes RI, laki-laki dewasa membutuhkan 30 mikrogram selenium setiap harinya. Sementara perempuan dewasa, berkisar antara 24-25 mikrogram, anak dan bayi berkisar 7-22 mikrogram per harinya. 

Manfaat Selenium

Meskipun hanya dibutuhkan dalam jumlah sedikit, tapi tubuh tetap membutuhkan jenis nutrisi ini untuk menjalankan fungsi, seperti : 

  • Membantu memproduksi protein tertentu yang berperan dalam mencegah kerusakan sel
  • Membantu fungsi kognitif
  • Menjaga sistem imun
  • Menjaga kesuburan wanita dan pria

Selain itu, jenis nutrisi ini juga memiliki sejumlah manfaat lain yang baik untuk kesehatan tubuh. Berikut manfaat selenium untuk kesehatan.

1. Menangkal radikal bebas

Radikal bebas adalah senyawa yang tidak stabil dan jika jumlahnya berlebih dapat memicu tekanan oksidatif yang berujung pada kerusakan sel sehingga menyebabkan penyakit dan tanda-tanda penuaan dini. Dengan mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung Selenium, tubuh dapat melawan radikal bebas karena mineral ini sendiri  dapat berfungsi sebagai antioksidan. 

Mineral ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas berlebih dan melindungi sel dari kerusakan yang disebabkan oleh tekanan oksidatif.

2. Meningkatkan sistem imun tubuh

Dengan sifat antioksidannya yang kuat membantu menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan sel-sel imun rusak serta mengurangi peradangan. Alhasil, sel-sel imun dapat bekerja lebih kuat untuk melawan infeksi. 

Tak hanya itu, beberapa studi juga sudah menunjukkan bahwa pemberian suplemen selenium pada penderita HIV dapat mengurangi gejala penyakit tersebut. Pemberian suplemen jenis nutrisi ini pada penderita influenza, tuberkulosis (TBC), dan hepatitis C juga dapat memperkuat sistem imun tubuh mereka sehingga menurunkan risiko komplikasi hingga kematian. 

3. Menjaga kesehatan jantung

Selain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, selenium juga dapat menjaga kesehatan jantung. Mineral ini bekerja dengan cara meningkatkan kadar glutathione peroxidase. Zat ini merupakan antioksidan kuat yang membantu mengurangi peradangan dan tekanan oksidatif. 

Seperti yang diketahui tekanan oksidatif dapat menyebabkan sel-sel tubuh dan jantung rusak. Oleh karena itu, dengan mengonsumsi makanan maupun suplemen selenium adalah cara terbaik untuk menjaga tingkat tekanan oksidatif dan peradangan seminimal mungkin. Anda pun aman dari risiko penyakit jantung. 

4. Mengurangi gejala asma

Penyakit yang menyerang saluran pernapasan ini seringkali menimbulkan gejala seperti mengi, sesak napas, dan batuk. Dengan kemampuan jenis nutrisi ini dalam mengurangi peradangan dipercaya dapat membantu mengurangi gejala asma. Bahkan, penelitian menunjukkan bahwa fungsi paru menjadi lebih baik pada penderita asma dengan kadar selenium yang lebih tinggi dibandingkan penderita asma yang kadar seleniumnya rendah. Namun, manfaat selenium yang satu ini masih membutuhkan penelitian lebih jauh. 

5. Menjaga kesehatan kelenjar tiroid

Selenium berperan penting dalam menjaga kelenjar tiroid dari kerusakan oksidatif. Tak hanya itu, peran jenis nutrisi ini juga dibutuhkan untuk memproduksi hormon tiroid. Jumlah selenium yang cukup dapat mencegah terjadinya peradangan kelenjar tiroid, seperti hipotiroidisme dan penyakit Hashimoto.