Bayi & Menyusui

Tips Melakukan Stimulasi Bayi agar Cerdas dari Usia 0-24 Bulan

Tips Melakukan Stimulasi Bayi agar Cerdas dari Usia 0-24 Bulan

Agar bayi tumbuh cerdas dan pintar, orang tua perlu tahu cara menstimulasi anak sejak dini. Cara stimulasi bayi agar cerdas umumnya bisa dilakukan dengan stimulasi umum dan spesifik yang sesuai dengan usia bayi.

Stimulasi adalah rangsangan suara (auditori), visual, sentuhan, kinestetik yang diberikan sejak otak bayi mulai berkembang (sejak bayi baru lahir). Tujuan stimulasi adalah merangsang kualitas dan kuantitas sel-sel otak agar dapat bekerja dan berfungsi secara optimal.

Kecerdasan seseorang umumnya dapat dilihat dari hasil atau pencapaian tertentu. Hal tersebut juga berlaku pada bayi. Ciri bayi cerdas dan pintar dapat dilihat dari perkembangan dan tumbuh kembang anak sejak bayi baru lahir.

Dikutip dari Kidspot Australia, sejumlah ciri bayi pintar dan cerdas yang harus diperhatikan sejak dini adalah di antaranya seperti ini.

  1. Mencapai milestones

Mencapai milestones atau pencapaian lebih cepat dari pada bayi lainnya di usia mereka. Misalnya bayi lebih cepat berjalan atau lebih cepat berbicara dari bayi lainnya dalam standar umur perkembangan mereka.

  1. Mudah berkonsentrasi

Saat bayi telah memiliki konsentrasi dan fokus yang baik, maka bayi bisa masuk ke dalam kategori bayi pintar dan cerdas. Misalnya si Kecil bisa fokus pada mainannya atau membaca buku hingga selesai tanpa teralihkan.

  1. Mampu menyelesaikan masalah

Dapat menyelesaikan masalahnya dengan baik. Ini bisa terlihat misalnya ketika Anda meletakan mainan di suatu tempat yang tak bisa dijangkaunya, kemudian ia mencari beragam cara untuk mengambilnya.

  1. Suka menyendiri

Ciri bayi pintar yang satu ini mungkin sering disalah artikan oleh para orangtua. Namun, bayi yang pintar umumnya akan lebih menikmati waktunya bermain sendiri atau ditemani orang dewasa ketimbang bermain dengan rekan seusianya. 

  1. Memiliki rasa penasaran tinggi

Rasa penasaran yang tinggi umumnya dapat terlihat pada bayi usia di atas 1 tahun, yakni saat mereka mengajukan pertanyaan yang begitu kompleks dan rinci. Mereka akan mulai menanyakan mengapa suatu kejadian bisa terjadi dan menuntut alasannya yang jelas.

  1. Memiliki berat badan lahir tinggi

Penelitian menunjukan berat badan lahir yang tinggi dapat disamakan dengan IQ yang sedikit lebih tinggi di sepanjang hidupnya.

Memberi stimulasi bukan berarti memberikan banyak mainan edukasi kepada anak Anda, atau mendaftarkannya pada banyak sekolah atau kursus. Sebaliknya, gerakan sederhana seperti menyentuh bayi dengan rasa sayang sudah bisa dikatakan sebagai bentuk stimulasi, yang menandakan bahwa ia mendapat kasih sayang dari orangtuanya.

Selebihnya, Anda dapat melakukan stimulasi bayi agar cerdas dan pintar sejak dini sesuai dengan usianya. Nah, berikut beberapa contoh cara menstimulasi otak bayi agar cerdas berdasarkan usia yang dapat Anda jadikan rujukan.

  1. Bayi berusia 0-3 bulan
  • Menyentuh bayi dengan kasih sayang
  • Memberikan bayi pijatan
  • Menggendong dan mengatun-ayunkannya
  • Menatap matanya
  • Mengajaknya bercanda
  • Membuatnya tengkurap (tummy time)
  1. Bayi berusia 3-6 bulan
  • Memanggil nama si bayi
  • Melihat cermin
  • Bermain cilukba
  • Melatih untuk berguling dan duduk
  • Memegang dan bermain dengan mainan.
  1. Bayi berusia 6-9 bulan
  • Memanggil nama bayi dan melambaikan tangan
  • Menunjuk objek
  • Bersalaman dan tepuk tangan
  • Memegang gelas dan minum dari gelas
  • Melatih duduk tegak
  • Melatih berdiri sambil berpegangan.
  1. Bayi berusia 9-12 bulan
  • Melatih kosakata bayi dengan mengajak berbicara satu suku kata, misalnya mama, papa, mimi, bobo)
  • Menggelindingkan bola
  • Corat-coret
  • Meniru mimik orangtua
  • Melatih berdiri dan berjalan.
  1. Anak usia 12-18 bulan
  • Menunjuk gambar atau objek
  • Menggabungkan kata
  • Menyusun balok dan puzzle
  • Menggunakan sendok
  • Bermain dengan boneka
  • Meniti tangga (dengan dampingan orangtua)
  • Membungkuk
  • Berjalan mundur
  • Berlari dan menendang bola
  1. Anak usia 18-24 bulan
  • Mengenalkan nama-nama bagian tubuh
  • Membacakan buku cerita
  • Bermain musim
  • Tahu nama-nama kegiatan sehari-hari
  • Bermain lilin mainan
  • Mencuci dan mengeringkan tangan
  • Membuka pakaian
  • Melempar bola
  • Melompat
  • Menggosok gigi

Bukan hanya stimulasi bayi agar cerdas dan pintar serta tumbuh dengan sehat yang harus diperhatikan. Namun, ketika masih ASI eksklusif maupun saat memasuki masa MPASI di usia 6 bulan, Anda juga perlu memastikan jenis makanan bergizi untuk bayi.

Makanan yang perlu dikonsumsi ibu untuk mendorong anak tumbuh cerdas, aktif dan sehat sejak masih bayi salah satunya seperti sayuran, kacang-kacangan, ikan, telur, alpukat, brokoli hingga buah beri.