Hidup Sehat

Memanfaatkan Air Garam untuk Batuk, Ampuh dalam Sekejap!

Memanfaatkan Air Garam untuk Batuk, Ampuh dalam Sekejap!

Meski terkadang tidak menandakan suatu kondisi medis yang serius, tetapi batuk sangat mengganggu. Ketika seseorang mengalaminya, hampir pasti aktivitas sehari-harinya bakal terganggu. Terlebih di situasi pandemi seperti saat ini, jika kita batuk-batuk, mungkin sekali bisa membuat orang lain yang ada di sekitar kita merasa tidak nyaman. Oleh karena itu, kita perlu segera mengatasinya. Konon, air garam untuk batuk adalah salah satu jalannya.

Batuk kering atau batuk berdahak sama potensinya membuat seseorang tidak nyaman. Perasaan tidak nyaman tersebut akan semakin terasa ketika malam hari. Secara alamiah, batuk memang meningkat intensitasnya saat malam hari. Gravitasi menjadi salah satu alasan terbesar kenapa batuk sering makin parah di malam hari. Mudahnya, saat berbaring lendir di tenggorokan akan semakin menumpuk dan akhirnya batuk pun kerap muncul di malam hari.

Seperti tajuk yang diangkat artikel ini, seseorang mungkin butuh informasi mengenai cara mengatasi batuk dengan sekejap. Tulisan ini coba menghimpun beberapa upaya yang bisa dilakukan seseorang pada malam hari agar keesokan harinya, mereka sudah terbebas dari gangguan itu.

Berikut beberapa upaya mengatasi batuk dengan cara alternatif dalam waktu sekejap:

  • Teh herbal dengan campuran madu

Cara mengobati batuk dengan cepat pertama adalah minum teh herbal dengan madu. Minum teh herbal hangat dengan madu dapat membantu melegakan tenggorokan, mengurangi iritasi, dan mengencerkan lendir di saluran napas.

Usahakan untuk meminum teh yang tidak mengandung kafein agar tidur tidak terganggu. Selain itu, usahakan untuk menaruh termos berisi air hangat di dekat tempat tidur sehingga saat kamu terbangun di malam hari karena batuk bisa segera meminumnya.

  • Pastikan menghindari alergen penyebab batuk

Penyebab utama batuk yang menyerang seseorang adalah alergi. Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya. Akibatnya, gejala seperti bersin, pilek, dan batuk sering muncul sebagai respons tubuh terhadap alergi.

Alergen atau pemicu alergi yang umum menyebabkan batuk adalah jamur, bulu hewan peliharaan, dan juga debu. Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi alergen, seperti:

  • Rutin membersihkan kamar tidur dari debu-debu membandel;
  • Mencuci sprei dengan air panas selama seminggu sekali;
  • Mandi sebelum tidur untuk menghilangkan alergen yang berasal dari luar ruangan;
  • Tidak membiarkan hewan peliharaan masuk ke dalam kamar apalagi ke atas kasur.

Pastikan hal-hal di atas kamu lakukan agar tak ada kemungkinan batuk yang disebabkan alergi menimpa dirimu.

  • Kumur-kumur dengan air garam

Cara mengobati batuk dengan cepat lainnya dengan berkumur air garam. Air garam untuk batuk digadang-gadang dapat meredakan tenggorokan yang sakit dan mengalami iritasi. Selain itu, air garam juga membantu mengeluarkan lendir yang berada di belakang tenggorokan dan mengurangi rasa gatal di saluran napas.

Untuk memanfaatkan air garam untuk batuk, kamu bisa mencampur satu sendok teh garam dengan satu gelas air hangat dan berkumur sebanyak beberapa kali sebelum tidur.

  • Meninggikan bantal saat tidur

Cara mengobati batuk dengan cepat selanjutnya dengan meninggikan bantal saat tidur. Meninggikan bantal saat tidur dapat membantu mengatasi batuk di malam hari. Masalahnya, tidur telentang membuat lendir menumpuk di belakang tenggorokan dan dapat menghalangi saluran napas.

Akibatnya, kamu akan terbatuk-batuk sepanjang malam untuk mengeluarkan lendir yang menghalangi saluran napas. Untuk itu, cobalah menambah bantal saat tidur agar letak kepala lebih tinggi dari badanmu.

Cobalah  empat cara di atas ketika suatu waktu kamu terserang  batuk. Disarankan memulai dari memanfaatkan air garam untuk batuk. Sebab, cara alternatif ini dikatakan ampuh dan sudah banyak direkomendasikan oleh kalangan medis. Malah, cara ini sudah didukung oleh berbagai studi sehingga membuat posisinya semakin kuat.

Penyakit

Alergi Debu? Apa Yang Perlu Dilakukan?

Setiap orang memiliki reaksi alergi yang berbeda. Ada yang alergi terhadap makanan atau hewan, bahkan ada yang alergi debu. Alergi debu merupakan salah satu alergi yang terjadi secara umum. Orang yang mengalami alergi debu disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap tungau atau salah satu bagian tubuhnya seperti air liur.

Fakta Tentang Debu

Ketika manusia menghirup udara yang terpapar tungau, sistem kekebalan tubuh menganggap hal tersebut adalah zat yang berbahaya (alergen) dimana masalah tersebut membuat tubuh mengalami reaksi alergi.

Debu dapat menyebar melalui udara yang buruk seperti asap kendaraan. Debu dapat dibentuk dari sel-sel kulit manusia yang telah mati, dan dimakan oleh tungau dan hewan yang dapat memicu alergi di dalam tubuh.

Gejala

Seseorang yang terpapar kualitas udara yang buruk dapat memicu gejala seperti bersin, batuk, sesak nafas, hidung terasa gatal, dan nafas berbunyi atau mengi. Selain itu, gejala yang terjadi akibat debu bisa ringan, bahkan bisa parah.

Gejala debu bisa bertambah parah ketika Anda membersihkan rumah seperti menyapu halaman atau merapikan tempat tidur. Proses bersih-bersih rumah dapat menyebarkan partikel-partikel debu sehingga memudahkan partikel tersebut terhirup atau menempel pada kulit manusia.

Penyebab

Selain polusi udara, seseorang yang mengalami alergi debu kemungkinan dipicu oleh serangga, bulu hewan peliharaan, jamur, atau serbuk bunga yang berkembang biak atau menempel di bagian tertentu.

Tidak hanya itu, sebagian orang mengalami alergi debu karena mereka berada di lingkungan yang terdapat hewan kecoa. Bahaya kecoa yang berasal dari air liur, kencing, dan bagian tubuh sisa pembuangan yang terdapat pada debu dapat memungkinkan seseorang terkena risiko seperti ini.

Cara Mengobati Alergi Debu

Menghindari zat alergen adalah cara yang efektif untuk mengobati alergi debu. Meskipun demikian, hal tersebut mungkin sangat sulit untuk dilakukan ketika Anda keluar rumah dan cenderung mengalami alergi debu, karena penyebaran melalui udara.

Oleh karena itu, jika Anda mengalami alergi debu dan ingin mengobatinya, ada dua cara yang dapat Anda coba supaya gejalanya tidak bertambah parah. Cara-cara yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut:

  1. Menggunakan obat

Ada berbagai jenis obat yang dapat digunakan untuk mengobati alergi. Obat-obat tersebut adalah antihistamin, kortikosteroid, dan dekongestan. Obat-obat tersebut dapat Anda konsumsi dalam bentuk tablet, pil cairan, obat tetes mata, dan obat semprot hidung. Anda dapat memperoleh obat alergi baik dari resep dokter maupun apotek.

  • Imunoterapi

Imunoterapi adalah cara lain yang dapat Anda lakukan jika obat yang digunakan tidak bekerja dengan baik. Kegunaan imunoterapi adalah membuat tubuh lebih kebal terhadap debu penyebab alergi.

Cara melakukan imunoterapi adalah menyuntikkan ekstrak alergen ke dalam tubuh dengan dosis yang kecil. Imunoterapi dapat dilakukan antara 1 hingga 2 kali setiap minggu selama 3 hingga 6 bulan.

Selain melalui suntikan, Anda dapat melakukan imunoterapi dengan meletakkan tablet berbasis alergen di bawah lidah Anda. Obat tersebut akan larut sendiri. Setelah itu, tubuh Anda akan menyerap alergen tersebut.

Pencegahan

Untuk melakukan pencegahan terhadap debu, Anda tidak hanya membersihkan rumah Anda untuk mencegah debu, karena debu akhirnya akan datang lagi. Meskipun demikian, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk mencegah debu datang mengelilingi rumah Anda, antara lain:

  • Rutin mencuci perabot rumah tangga seperti seprai seminggu sekali dengan air panas.
  • Membersihkan permukaan perabot rumah tangga seperti meja untuk menghapus debu.
  • Sisakan ruang di rumah dengan membuang barang-barang yang tidak diperlukan. Ruangan yang terisi banyaknya barang dapat membuat debu muncul di tempat.
  • Gunakan filter HEPA (High Efficiency Particulate Arrestance) untuk menyaring debu.
  • Jangan membiarkan hewan masuk ke dalam kamar Anda.
  • Gunakan masker ketika membersihkan debu di rumah.

Alergi debu dapat terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Jika Anda mengalami gejala yang parah akibat debu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter.