Uncategorized

Celestamine Tablet dan Sirup, Apa Bedanya?

Celestamine merupakan obat yang mengandung zat aktif betamethasone dan dexchlorpheniramine maleate, yang fungsinya untuk membantu meredakan gejala-gejala alergi seperti kulit bengkak, merah-merah gatal, bentol hingga bersin-bersin. Obat ini terdapat dalam dua bentuk, yakni celestamine tablet dan celestamine sirup.

Obat yang diproduksi oleh Merck Sharp & Dohme Pharma ini bekerja dengan mengikat zat-zat yang terdapat di dalam tubuh, yang menyebabkan reaksi alergi sehingga dapat mencegah atau meredakan reaksi alergi yang muncul. Celestamine dapat menimbulkan rasa mengantuk bagi yang mengonsumsi, dan tidak disarankan untuk ibu hamil dan menyusui.

Jenis Celestamine

Obat ini terdapat dua jenis yakni celestamine tablet dan celestamine sirup, dari bentuknya sudah jelas kedua obat ini dibuat sebagai alternatif para peminumnya. Kandungan yang terdapat di dalamnya pun tentu dalam jumlah yang berbeda meskipun sama-sama masuk dalam golongan obat keras.

Celestamine jenis tablet termasuk dalam kelas terapi antihistamin dan antialergi dengan kandungan betamethasone 2 mg dan dexchlorpheniramine maleate sebanyak 0.25 mg. Obat ini dijual dengan satuan strip, berisi 10 tablet.

Sementara itu untuk jenis sirup masuk dalam kelas terapi antihistamin dan antialergi, mengandung betamethasone 2 mg dan dexlorpherinamine maleate 0.25 mg per 5 ml. Satuan penjualan obat ini dalam kemasan botol berisi 30 ml dan 60 ml. 

Kedua bahan yang terkandung di dalam obat ini telah digunakan secara luas untuk mengatasi berbagai infeksi dan masalah kulit lainnya. Cara kerja obat ini adalah dengan mengurangi peradangan dari dalam tubuh.

Aturan Pakai Obat

Obat ini dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makan, atau sesuai dengan yang diarahkan dokter ketika konsultasi sebelumnya. Pasien bisa makan terlebih dahulu jika merasa sakit perut setelah mengonsumsi obat ini tanpa makan terlebih dahulu. Untuk jenis tablet extended-release, jangan dihancurkan atau dikunyah ketika mengonsumsinya.

Ketika hal itu dilakukan justru dapat meningkatkan risiko efek samping, selain itu jangan dipecah kecuali pada obat terdapat garis bagi dan jika dokter atau apoteker memberi tahu untuk melakukannya. Telan seluruh atau sebagian tablet tanpa menghancurkan atau mengunyah obat tersebut.

Untuk konsumsi obat bentuk sirup, harus menggunakan sendok takar obat untuk mengukur dosis yang ditentukan. Jangan menggunakan sendok dapur untuk menakar dosis, pemberian dosis obat ini disesuaikan dengan usia pasien selain itu juga kondisi kesehatan dan respons tubuh. Dilarang untuk menambah atau meningkatkan konsumsi lebih sering tanpa rekomendasi dokter.

Jika konsumsi obat sudah dilakukan dan kondisi tak kunjung membaik, maka segera hubungi dokter untuk mencegah keadaan semakin memburuk. Ikuti aturan yang diberikan oleh dokter, atau apoteker sebelum memulai pengobatan, tanyakan kepada dokter hal yang ingin diketahui seputar penggunaan obat dan dampaknya.

Cara Menyimpan Obat

Baik celestamine tablet maupun sirup untuk menyimpannya jauhkan dari cahaya langsung dan jangan diletakkan pada tempat yang lembap. Jangan dibekukan, namun merek lain dari obat ini memiliki aturan penyimpanan yang berbeda. Selalu perhatikan instruksi penyimpanan pada kemasan produk, atau tanyakan pada apoteker. 

Selalu jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak dan hewan peliharaan, selain itu beberapa efek samping juga bakal dialami seseorang yang telah meminum obat ini. Hal inilah yang menjadi alasan seseorang perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsinya.

Di antaranya seperti atrofi kulit, kulit terasa terbakar, gatal, dermatitis kontak, hipertrikosis dan milia, jika seseorang mengalami beberapa gejala yang disebutkan maka segera hentikan konsumsi obat dan lakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter.