Hidup Sehat

Mengonsumsi Buah Kaleng Setiap Hari, Sehat atau Tidak?

Anda tentu tahu bahwa mengonsumsi sayur dan buah-buahan setiap hari baik untuk kesehatan. Tapi, bagaimana dengan konsumsi buah kaleng?

Banyak ahli yang menyatakan bahwa makanan kaleng, termasuk buah-buahan kaleng yang diawetkan, cenderung memiliki nutrisi yang jauh lebih sedikit. Selain itu, ada kandungan kimia berbahaya lainnya yang digunakan dalam makanan kaleng.

Mengenal proses pengolahan buah kaleng

Jika Anda ingin tahu tingkat kesehatan makanan kaleng, Anda perlu memahami dulu bagaimana proses makanan kaleng diolah.

Pada awalnya, pembuatan makanan kaleng ditujukan untuk menyediakan asupan makanan bagi para tentara di medan perang. Pengolahannya dilakukan dengan cara:

  • Pengolahan, tahap saat makanan dikupas, dicincang, diiris, dan dimasak.
  • Sealing, tahap saat makanan olahan disegel ke dalam kaleng.
  • Pemansan, tahap saat kaleng dipanaskan untuk membunuh bakteri berbahaya dan mencegah pembusukan.

Seluruh proses ini memungkinkan makanan untuk lebih mudah disimpan serta lebih aman untuk dimakan hingga 1-5 tahun lebih. Selain buah, makanan lain yang juga diolah ke dalam kaleng adalah sayur, kacang-kacangan, sup, dan makanan laut.

Perbandingan buah kaleng dengan buah segar

Biasanya, buah kaleng disediakan sebagai alternatif apabila jenis buah tertentu sedang tidak musim. Selain itu, buah yang telah diolah ke dalam kalengan cenderung lebih mudah untuk ditambahkan ke dalam makanan, misalnya ketika akan membuat kue buah.

Secara umum, buah kaleng memberikan jumlah vitamin dan mineral yang setara dengan buah segar. Biasanya, buah segar dibekukan atau diolah ke dalam kaleng segera setelah dipanen, sehingga kandungan vitamin dan mineralnya tetap terjaga.

Akan tetapi, buah yang disimpan di dalam kalengan mungkin akan memiliki kadar vitamin C yang sedikit lebih rendah dari buah segar. Hal ini terjadi karena pada proses pengalengan, sebagian vitamin akan terkuras.

Akan tetapi, selama disimpan di dalam kaleng, kadar vitamin C yang tersisa akan terus ada di dalam kaleng tersebut selama masa penyimpanan. Jadi, kadar vitamin itu tidak akan menurun seiring berjalannya waktu.

Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa nutrisi dalam buah kaleng justru akan meningkat selama proses pengolahan. Anda bisa melihat bagaimana nilai nutrisi dalam buah kalengan dari penjelasan di kemasan.

Ada juga beberapa kekurangan dari mengonsumsi buah kalengan dibandingkan dengan buah segar. Kandungan air yang tersimpan dalam kaleng biasanya mengandung kadar gula yang cukup tinggi. Hal ini akan berdampak pada peningkatan kadar gula darah Anda.

Selain itu, beberapa buah mungkin sudah dikupas sedemikian rupa sehingga siap makan. Akan tetapi, hal ini membuat serat dan nutrisi lainnya yang ada pada kulit buah menghilang.

Cara tepat mengonsumsi buah kaleng

Saat akan memakan makanan kaleng, termasuk dalam bentuk buah-buahan, penting bagi Anda untuk memperhatikan komposisinya terlebih dahulu. Ketahui nilai gizi dari makanan kalengan yang akan Anda makan.

Apabila Anda sedang berupaya menghindari garam, maka carilah makanan kaleng yang mengandung sodium rendah atau tidak mengandung garam sama sekali.

Ketika akan mengonsumsi buah dari kaleng, buang air yang tersimpan di dalamnya untuk menghindari peningkatan kadar gula. Karena, air dalam buah-buahan kalengan cenderung mengandung kadar gula yang tinggi.

Tidak semua jenis buah kaleng diolah dengan cara yang sama. Karena itu, mempelajari komposisi dan nilai gizi pada kemasan bisa membantu Anda untuk memutuskan apakah buah tersebut aman bagi Anda.