Uncategorized

Rekomendasi Susu Nutrilon Royal untuk Anak Tanpa Alergi

Susu Nutrilon Royal merupakan salah satu produk unggulan yang sangat direkomendasi untuk Anda berikan kepada anak. Akan tetapi, ada beberapa jenis susu Nutrilon Royal yang tidak boleh diberikan sebelum usia si kecil mencapai tahap tumbuh kembang yang tepat. Oleh karena itu, buat Anda yang memiliki anak tanpa alergi.

Berikut ini ada berbagai jenis produk dari susu Nutrilon Royal yang dapat Anda berikan sesuai dengan usia anak.

1. Susu Nutrilon Royal 3

Nutrilon Royal formula ACTIDuobio+ terbukti klinis dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh si kecil agar siap hadapi masa depan. Berdasarkan penelitian pada 767 anak (12-29 bulan) di mana 23% populasi anak yang diberikan scGOS|lcFOS 9:1 6.3g/hari dan LCPUFA (EPA & DHA) 101.4 mg selama 52 minggu terlindungi dari infeksi saluran pernafasan atas (URTIs) dan infeksi saluran cerna (GIIs).

Susu Nutrilon Royal 3 dapat Anda berikan untuk anak usia 1-3 tahun. Nutrilon Royal 3 memiliki kebaikan ActiDuobio+. Kandungan ini terbukti secara klinis membantu memperkuat daya tahan tubuh si kecil. Susu Nutrilon Royal 3 memiliki FOS : GOS (1 : 9) yang lebih tinggi dan merupakan satu-satunya susu formula dengan kombinasi FOS : GOS yang dipatenkan untuk mendukung daya tahan tubuh. 

Kandungan omega 3 mampu mendukung kemampuan berpikir anak. Susu Nutrilon Royal 3 mengandung setidaknya omega 3 (Asam alfa-Linolenat) 103 mg/saji. Omega 6 (Asam Linoleat) 1274 mg/saji. Susu ini tidak mengandung gula tambahan sama sekali. Vitamin C & E dapat membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen dan membantu penyerapan zat besi. 

Sedangkan zat besi merupakan komponen hemoglobin di dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Berikan Nutrilon Royal 3, tiga kali sehari (700mL) untuk membantu kecukupan asupan nutrisi penting, apabila diberikan dengan takaran yang tepat. Susu ini tidak cocok untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan. 

2. Susu Nutrilon Royal 4

Nutrilon Royal 4 memiliki tambahan formula ACTIDuobio+ terbukti klinis dapat membantu memperkuat daya tahan tubuh si kecil agar siap hadapi masa depan. Kandungan scGOS|lcFOS 9:1 6.3g/hari dan LCPUFA (EPA & DHA) 101.4 mg, terbukti mampu melindungi anak dari infeksi saluran pernafasan atas (URTIs) dan infeksi saluran cerna (GIIs).

Susu Nutrilon Royal 4 menyimpan ACTIDuobio+ yang membantu memperkuat daya tahan tubuh si Kecil. Selain itu, susu ini juga memiliki kandungan FOS : GOS (1 : 9) lebih tinggi, yaitu satu-satunya susu formula dengan kombinasi FOS : GOS yang dipatenkan untuk dukung daya tahan tubuh. 

Kandungan omega 3 (Asam alfa-Linolenat) 103 mg/saji dan omega 6 (Asam Linoleat) 1274 mg/saji di dalam susu Nutrilon Royal 4 berfungsi mendukung kemampuan berpikir anak. Minuman ini tidak memiliki gula tambahan, sehingga aman untuk bayi. Vitamin C & E dapat membantu dalam pembentukan dan pemeliharaan jaringan kolagen dan membantu penyerapan zat besi. 

Zat besi merupakan komponen hemoglobin di dalam sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh. Anda dapat memberikan susu Nutrilon Royal 4 untuk anak usia 3-6 tahun. Berikan Nutrilon Royal 4, tiga kali sehari (700mL). Susu Nutrilon Royal 4 tidak cocok untuk bayi berusia kurang dari 12 bulan. 

Uncategorized

10 Rekomendasi Merk Pampers yang Aman untuk Kulit Sensitif Bayi

Pampers adalah salah satu hal penting dimiliki oleh bayi. Kulit bayi memang lebih sensitif dibanding kulit orang dewasa, sehingga penting untuk memilih popok yang sesuai dengan jenis kulit Si Kecil. Ada banyak merk pampers yang bisa jadi pilihan Ibu untuk kulit bayi yang sensitif, berikut rekomendasinya.

Rekomendasi Merk Pampers yang Aman untuk Kulit Sensitif Bayi

  1. Goo.N Excellent Active & Fun

Produk pampers yang satu ini asal Thailand. Popok ini punya daya serap yang tinggi bahkan hingga 5 kali lebih tinggi dibanding popol lainnya. Pampers ini juga didesain khusus untuk memudahkan bayi bergerak aktif dan mencegah terjadinya iritasi karena gesekan popok.

  1. MamyPoko Extra Dry

MamyPoko ini merupakan merk yang sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat. MamyPoko Extra Dry menawarkan keunggulan yang menjaga pantat Si Kecil tetap kering dan mencegah agar tidak terjadi gatal. Lapisan yang bergelombang pada pampers ini mampu mengunci cairan sehingga tak mudah bocor. Selain itu, lapisan popok ini juga berpori sehingga menjaga sirkulasi udaranya tetap baik.

  1. Merries Pants Good Skin

Popok Merries ini memiliki kualitas dengan teknologi Jepang. Pampers ini berdaya serap tinggi, berbahan lembut, tidak mudah bocor, mencegah iritasi, dan tidak meninggalkan bekas. Dengan banyak kelebihan yang dimiliki, harga pampers ini pun terjangkau. Anda bisa memilih merk pempers ini untuk melindungi Si Kecil.

  1. Nepia Genki Premium Soft Pants

Popok Nepia Genki Premium ini cocok untuk bayi yang baru lahir karena pasti memiliki kulit yang sangat sensitif. Popok ini bisa menyerap cairan dengan cepat, melancarkan sirkulasi udara, dan mencegah terjadinya kebocoran. 

Nepia Genki ini dilengkapi dengan teknologi deep embossing, yang mampu menjaga permukaan popok tetap kering dan mencegah terjadinya iritasi pada kulit. Apalagi popok ini punya desain yang lucu dan sesuai dengan usia anak, pasti gemes.

  1. Mamamia Baby Diapers Soft Magic

Pampers Mamamia ini merupakan produk asli Indonesia yang punya daya serap tinggi dan permukaannya juga lembut. Selain itu, popok ini juga dilengkapi dengan teknologi faster absorbing sehingga mampu mencegah iritasi dan menyerap cairan dengan lebih cepat. Ini tentu akan menghindari kulit bayi dari adanya iritasi.

Produk Mamamia ini menggunakan chlorine free yang disesuaikan untuk kulit bayi. Selain itu juga menggunakan velco tape yang akan memudahkan saat melapas dan merekatkan popok. 

  1. Huggies Ultra Soft Pants

Porduk pampers yang satu ini berupa celana sehingga bisa digunakan layaknya celana dalam. Pampers Huggies bisa mencegah kebocoran karena berpori sehingga cairan pun tidak menyebar ke mana-mana. Menggunakan popok ini akan membuat kulit bayi tetap lembut, kering, dan ada sensasi hangat.

Sensasi hangat dari popok ini bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak di malam hari. Ada pula lapisan pelindung yang akan mencegah terjadinya kebocoran hingga 12 jam. Anda tak perlu mengganti popok Si kecil secara berkala di malam hari karena takut bocor dengan pampers dari Huggies ini.

  1. Fitty Day Pants

Produk yang satu ini menawarkan pampers yang berukuran tipis dan tidak mengembang ketika menyerap cairan urine. Meski harganya ekonomis, tapi daya serap popok ini tak perlu diragukan karena bisa membuat kulit Si Kecil tetap kering. 

Kulit kering menjadi pertanda bahwa daya serap popok sangat baik. Dengan begitu bisa mencegah terjadinya iritasi pada kulit bayi yang sangat sensitif.

  1. Pokana Pants

Popok yang satu ini bisa langsung digunakan seperti celana dalam karena bentuknya celana. Desainnya pun dibedakan untuk bayi laki-laki dan perempuan, yang ditandai dengan perbedaan warna. Popok Pokana ini didesain tipis, ringan, dan sesuai dengan lingkar paha Si Kecil yang baru lahir hingga usia 1 tahun. Daya serap popok yang satu ini sangat baik dan bis amencegah terjadinya iritasi.

  1. Pampers Premium Care New Baby

Popok dari Premium Care New Baby ini menggunakan supergel yang mampu menyerap cairan lebih cepat dan bisa menjaga agar kulit bayi tetap kering hingga 12 jam. Merk pampers ini juga dilengkapi losion yang bisa mencegah kulit bayi dari rasa gatal akibat cairan atau kotoran. Tekstur dari pampers ini juga lembut, lentur, sehingga bayi mudah bergerak dengan aktif.

  1. Sweety Comfort Gold Newborn

Popok Sweety Comfort Gold Newborn ini cocok untuk bayi yang baru lahir. Sebab, popok yang satu ini menggunakan breathable cottony care sehingga membuat bayi merasa nyaman. Bahkan popok ini memberikan sensasi rasa sejuk di bokong bayi.

Selain itu, daya serap pampers dari Sweety ini juga tinggi, tipis, dan membuat bayi bebas bergerak aktif. Perekatnya kuat sehingga tak khawatir popok akan bergeser karena gerakan dari bayi.

Itulah rekomendasi merk pampers untuk bayi yang punya kulit sensitif. Pilihlah popok anak yang sesuai dengan kondisi kulit dan kebutuhan Si Kecil.

Referensi:

https://www.popmama.com/baby/0-6-months/rindi-1/rekomendasi-diapers-untuk-bayi/10 diakses pada 24 Juni 2021

https://toko.sehatq.com/produk/merries-pants-good-skin-l-20s diakses pada 24 Juni 2021

Bayi & Menyusui

Penyebab dan Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Perut kembung atau secara medis disebut meteorismus adalah sebuah tanda adanya gangguan pada saluran cerna. Kembung tidak hanya bisa dialami oleh orang dewasa, namun juga bisa dialami oleh bayi.  Para orang tua baru umumnya kerap panik dan bingung bagaimana cara mengatasi perut kembung pada bayi. 

Sebenarnya, pada bayi dibawah 3 bulan kembung merupakan hal yang normal terjadi. Hal ini disebabkan karena belum sempurnanya sistem saluran pencernaan pada bayi. Selain itu, pada bayi diatas 6 bulan biasanya akan membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). Biasanya bayi akan mencoba banyak sekali makanan baru yang dapat mengakibatkan perut kembung. Maka dari itu, para orang tua tentunya perlu untuk berhati-hati dalam menentukan MPASI dan juga mengetahui cara mengatasi perut kembung pada bayi.

Penyebab Perut Kembung pada Bayi

Ada banyak hal yang menjadi penyebab perut bayi kembung. Namun, perut kembung yang dialami bayi tidak selalu menjadi tanda penyakit yang serius. Berikut beberapa penyebab perut bayi kembung.

  • Banyaknya udara yang tertelan

Posisi menyusu yang tidak pas ataupun penggunaan dot yang tidak sesuai dapat menyebabkan banyaknya udara yang ikut masuk ke saluran pencernaan si Kecil. Contohnya, seperti pada saat mulut bayi sudah terbuka tetapi tidak langsung menggapai puting sang ibu dan juga aliran dot yang terlalu deras. Hal tersebut menyebabkan banyaknya udara berlebih yang ikut masuk ke saluran cerna si kecil.

  • Makanan yang dikonsumsi oleh ibu

Makanan yang dikonsumsi oleh ibu dapat menjadi pemicu perut bayi kembung. Hal ini dikarenakan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi oleh ibu akan terserap ASI, sehingga kembung pada bayi tidak terhindarkan. 

Maka dari itu, para ibu yang sedang menyusui perlu memperhatikan makanan yang dikonsumsi. Hindari makanan yang dapat memicu produksi gas sesudah dicerna, seperti bawang, brokoli, kentang, dan kol.

  • Tidak cocok dengan makanan atau minuman tertentu

Pada bayi usia 6 bulan keatas biasanya akan membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI). Pada masa MPASI, bayi akan mencoba banyak sekali makanan dan minuman baru yang belum pernah ia konsumsi sebelumnya dengan tekstur yang lebih padat. Hal ini dapat menyebabkan kembung karena lambung bayi masih menyesuaikan dengan makanan dan minuman baru tersebut. Terlebih lagi jika makanan tersebut mengandung lemak, gula, pati, dan tinggi serat, yang dapat meningkatkan resiko perut bayi kembung.

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Udara ataupun gas masuk kedalam saluran cerna adalah hal yang wajar. Namun berbeda dengan orang dewasa yang saluran pencernaannya sudah matang, bayi membutuhkan bantuan untuk dapat mengeluarkan gas tersebut dari sistem pencernaannya. Berikut cara mengatasi perut kembung pada bayi:

  1. Perhatikan posisi menyusui

Untuk mengatasi perut kembung pada bayi, selalu pastikan jika posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari badannya, baik saat menyusui secara langsung ataupun melalui dot. Dengan begitu susu akan lebih mudah masuk ke dalam perut dan udara berlebihnya akan menuju ke atas.

  1. Bantu bayi bersendawa setelah menyusu

Salah satu cara agar udara dapat keluar dari sistem pencernaan si kecil yaitu dengan gendong bayi menghadap Anda, sanggah kan kepada dan lehernya di pundak Anda, lalu menepuk punggungnya dengan lembut hingga bayi sendawa.

  1. Pijat perut bayi

Ada 2 cara pijat yang dapat dicoba yaitu pijat dengan cara mengelus searah jarum jam atau Anda bisa memijat dengan cara seolah-olah menulis huruf ILU menggunakan telapak tangan Anda. 

Anda juga dapat menggunakan minyak telon ataupun balsem bayi untuk menghangatkan perut si Kecil. 

  1. Periksa kembali makanan pendamping ASI 

Jika bayi sudah mengkonsumsi MPASI, Anda perlu meninjau kembali makanan pendamping ASI yang diberikan. Pasalnya, beberapa makanan terutama yang mengandung sorbitol (alkohol gula) dapat meningkatkan resiko bayi mengalami perut kembung.

Itulah beberapa cara mengatasi perut kembung pada bayi. Biasanya kembung akan reda dalam waktu beberapa saat. Namun, jika kembung tak kunjung reda dan menunjukan adanya tanda-tanda masalah serius pada anak, maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Bayi & Menyusui

Sudah Amankah Posisi Tidur Bayi? Cek Tipsnya

Sudah Amankah Posisi Tidur Bayi? Cek Tipsnya

Saat bayi tidur, Anda pasti senang karena artinya Anda juga bisa mengambil istirahat sejenak. Namun jangan lupa, perhatikan selalu posisi tidur bayi. Posisi tidur yang salah bisa berisiko menimbulkan masalah kesehatan bagi bayi sampai kematian mendadak. 

Kondisi ini terjadi karena sistem pernapasan dan imunitas bayi masih tergolong rendah sebelum usia 2 tahun. Karena itu, posisi tidur bayi yang salah bisa mengganggu sistem pernapasannya dan membuatnya kesulitan bernapas hingga akhirnya gagal napas jika tidak Anda tolong dengan segera. 

Jadi, bagaimanakah mengetahui posisi tidur bayi cukup aman untuk keselamatannya? Tidak usah ambil pusing. Berikut ini adalah beberapa tips posisi tidur bayi yang aman dan dapat Anda terapkan sesegera mungkin 

Pastikan Posisi Tidur Bayi Telentang 

Posisi tidur bayi Anda masih cenderung miring atau justru tengkurap? Segera ubah kebiasaan tersebut. Pastikan Anda selalu menaruh bayi untuk tidur dengan posisi telentang setiap kali hendak tidur. Ini merupakan posisi terbaik untuk membuat pernapasannya berjalan lancar sehingga risiko kematian mendadak dapat diminimalkan sekecil mungkin. 

Susui Sebelum Tidur 

Pastikan Anda menyusui bayi sebelum tidur. Dalam sebuah survei dan penelitian, menyusui bayi saat ia hendak tidur sampai ia mengantuk bisa membuat risiko gagal napas ketika tidur terhindari. Namun, jangan salah kaprah. Anda cukup menyusui si kecil sampai ia mengantuk, kemudian tinggal menimang atau menepuk dan mengusap punggungnya guna membuatnya terlelap. Jangan biasakan menyusuinya sampai benar-benar tertidur karena hanya akan membuat risiko tersedak dan perut kembung semakin besar. 

Sebaiknya Bayi Tidur Terpisah 

Bagaimana cara tidur bayi Anda selama ini? Masih banyak orang memilih tidur satu ranjang dengan bayi. Posisi tidur bayi seperti itu sangat berisiko. Pasalnya, bayi bisa saja tertiban oleh Anda, khususnya ketika Anda sedang benar-benar tertidur lelap dan dalam kondisi lelah. Cobalah untuk memisahkan tempat tidur bayi dalam keranjang tersendiri. Untuk bayi di bawah satu tahun, memutuskan tidur dalam satu kamar dan di ranjang yang terpisah adalah pilihan terbijak. 

Pakaikan Selimut? Pertimbangkan Lagi 

Anda mungkin berpikir posisi tidur bayi dengan selimut akan membuatnya nyaman dan tidurnya menjadi lelap sepanjang malam. Jangan salah. Posisi tidur bayi dengan selimut justru rentan bisa berisiko bayi kesulitan bernapas apabila selimutnya tertarik sampai menutupi wajah. Jadi jika Anda masih sering memakaikan selimut ke bayi, coba pertimbangkan lagi. Lebih baik Anda menurunkan suhu udara di ruangan daripada memakaikannya selimut yang berisiko, bukan? 

Singkirkan Semua Mainan 

Mainan yang terlalu banyak di ranjang bayi bisa memicu bahaya, walaupun posisi tidur bayi sebenarnya sudah tepat. Adanya mainan di sekelilingnya juga rentan membuat bayi ingin menggapai mainan tersebut hingga posisi tidurnya berubah menjadi berbahaya. Jadi setiap bayi hendak tidur, cobalah untuk menyingkirkan seluruh mainannya. Biarkan ranjang bayi bersih untuk persiapan tidur sang buah hati. 

Gunakan Kasur Datar dan Kuat 

Kualitas kasur bisa sangat berpengaruh pada posisi tidur bayi yang aman. Pastikan Anda menggunakan kasur yang datar dan kuat sebagai tempat tidur bayi. Jangan sampai, tempat tidur bagi mudah “mendelep” sehingga membuat bayi terjebak ke bawah dan sulit untuk bergerak ataupun bernapas. Pastikan pula kasur bayi datar supaya ia tidak mudah terguling sehingga posisi tidur bayi berubah menjadi berbahaya. 

Jadi dari semua tips di atas, bagian mana saja yang sudah Anda praktikkan untuk posisi tidur bayi yang aman? Jika ada yang belum, segera digenapi, yuk.

Bayi & Menyusui

Fakta-Fakta Seputar Suhu Tubuh Normal Bayi

Bayi adalah masa di mana seorang manusia masih membutuhkan bantuan orang lain. Fisik dan psikisnya belum kuat untuk menghadapi apa-apa sendiri. Mudahnya, bayi tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Perbedaan itu juga bisa dideteksi dari suhu tubuh normal keduanya. Dibanding orang dewasa, ada fakta unik di balik suhu tubuh normal bayi, semisal:

  • Tidak tetap, berubah sesuai keadaan sekitar

Ada satu fakta unik terkait suhu tubuh normal bayi, yakni kisaran suhu tubuhnya tidak tetap alias bisa berubah-ubah. Yang menjadikan suhu tubuh normal bayi berubah-ubah adalah tergantung dari waktu pengukuran suhunya, metode pengecekannya, hingga alat yang digunakan untuk mengukur suhu tersebut.

Salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah suhu udara. Suhu tubuh si kecil bisa jadi akan sedikit naik dalam cuaca panas. Kemudian, suhu tubuhnya bisa jadi lebih rendah saat cuaca dingin. Termasuk suhu tubuh normal bayi akan lebih tinggi saat si kecil aktif bergerak, dibandingkan saat dia beristirahat.

  • Tiap bagian tubuh merepresentasikan suhu tubuh yang berbeda

Ada beberapa area tubuh yang bisa dan umum digunakan untuk mengukur suhu tubuh normal bayi dengan termometer. Nah, tiap-tiap area tubuh tersebut ternyata punya representasi suhu tubuh yang berbeda, misalnya: 

  • Mulut: sekitar 35,8-37,5° Celsius.
  • Dubur: sekitar 36,6-38° Celsius.
  • Ketiak: sekitar 36,5-37,3° Celsius.
  • Telinga: sekitar 35,8-38° Celsius.

Fakta ini harus dipahami oleh para ibu. Jangan sampai situasi ini membuat bingung, serta panik karena mendapati hasil pengukuran suhu tubuh bayi berbeda-beda di tiap spot pengukuran.

  • Suhu tubuh normal terendah di bawah orang dewasa

Suhu tubuh normal orang dewasa berada di kisaran angka 36,1 sampai dengan 37,2 derajat Celsius. Berbeda dengan orang dewasa, suhu tubuh normal bayi bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari itu. Adapun “batas bawah” suhu tubuh bayi yang masih dapat dikatakan normal adalah 35,8 derajat Celsius. 

Suhu tersebut bisa didapatkan apabila mengukur suhu tubuh bayi dengan termometer di area mulut. Kondisi ini umum terjadi karena setelah melakukan aktivitas dan tidur, perlahan suhu bayi akan menurun mencapai titik ini. Hal ini akan terjadi pada tengah malam, sekitar pukul 02.00. Saat bangun pagi suhu tubuhnya akan naik menjadi sekitar 36,1° selsius.

  • Suhu tubuh normal tertinggi ada di atas orang dewasa

Hampir sama dengan fakta sebelumnya, intinya “batas atas” suhu tubuh normal bayi berada di atas orang dewasa. Kondisi ini terjadi karena mulai sejak bangun pagi, suhu tubuh bayi akan terus meningkat seiring aktivitas yang dilakukan sepanjang hari. Puncak suhu tubuh normal bayi tertinggi adalah pada sore hari. 

Pada saat itu, laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), suhu tubuh bayi bisa mencapai 37,5° selsius. Menghadapi kondisi ini, ibu tidak perlu khawatir dan langsung menganggap anaknya demam. Ini adalah suhu tubuh normal bayi setelah dia beraktivitas.

  • Hati-hati memilih tempat mengukur suhu

Seperti yang sudah ditulis di atas, bahwa ada beberapa area yang bisa digunakan untuk mengukur suhu tubuh normal bayi. Kendati bisa, tetapi tidak semua tempat tersebut baik untuk menentukan suhu tubuh si kecil. 

Masih menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), cara pengukuran suhu tubuh bayi yang disarankan adalah dengan termometer digital atau termometer air raksa yang diletakkan di ketiak. 

Pengukuran suhu tubuh dengan menggunakan termometer yang ditempelkan di dahi atau dimasukkan ke lubang telinga tidak dianjurkan karena tidak memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Sementara pengukuran suhu tubuh dengan memasukkan termometer ke lubang dubur juga tidak dianjurkan karena bisa melukai anus.

Itulah beberapa fakta unik terkait suhu tubuh normal bayi. Informasi di atas dapat dipahami sebagai sesuatu yang mungkin berguna bagi kamu dan keluarga di masa-masa mendatang. Di akhir, pastikan suhu tubuh bayi kamu tetap di ambang normal, ya, agar mekanisme tubuhnya selalu terjaga.

Bayi & Menyusui

Sindrom Bayi Biru Bayi 3 Bulan

Sindrom bayi biru, juga dikenal dengan sebutan methemoglobinemia bayi, merupakan sebuah kondisi di mana kulit bayi berubah menjadi biru. Kondisi ini sering terjadi pada bayi 3 bulan atau kurang, dan terjadi akibat berkurangnya jumlah hemoglobin di dalam darah bayi.

Hemoglobin adalah sebuah protein darah yang bertanggungjawab dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh dan mengantarkannya ke sel dan jaringan yang berbeda. Ketika darah tidak mampu membawah oksigen ke seluruh tubuh, bayi akan berubah menjadi biru (cyanotic). Sindrom bayi biru jarang ditemui di negara-negara berkembang. Namun, kondisi ini dapat ditemukan di negara-negara berkembang dengan kualitas pasokan air yang buruk. 

Penyebab sindrom bayi biru pada bayi 3 bulan

Penyebab utama kasus sindrom bayi biru pada bayi 3 bulan atau kurang adalah air yang terkontaminasi oleh nitrat. Setelah bayi meminum formula yang terbuat dari air kaya kandungan nitrat, tubuh akan mengubah nitrat menjadi nitrit. Nitrite tersebut akan mengikat hemoglobin di dalam tubuh, membentuk methemoglobin, yang tidak dapat membawa oksigen. Nitrat banyak ditemui di air minum di masyarakat petani yang menggunakan air sumur. Kontaminasi ini disebabkan karena penggunaan pupuk. Bayi 3 bulan atau kurang memiliki risiko paling tinggi untuk menderita sindrom bayi biru, namun kondisi ini juga dapat menyerang kelompok lain.

Orang-orang yang berisiko menderita methemoglobinemia adalah orang dewasa dengan kecenderungan genetik, menderita maag atau gastritis, dan gagal ginjal yang membutuhkan dialisis. Kondisi lain yang menyebabkan bayi tampak biru di antaranya adalah:

  • Tetralogy of fallot (TOF). TOF merupakan sebuah kondisi jantung bawaan serius yang menyebabkan ketidaknormalan struktural di jantung dan dapat mengakibatkan kurangnya oksigen di dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi terlihat biru, meskipun biasanya terjadi pada saat dilahirkan. 
  • Ketidaknormalan jantung bawaan lainnya. Ketidaknormalan jantung bawaan yang memengaruhi jumlah oksigen di darah bayi dapat menyebabkan kulit mereka terlihat biru. 
  • Methemoglobinemia. Hal ini disebabkan karena paparan nitric oxide yang dihirup, atau obat bius dan antibiotik tertentu. 

Gejala yang paling sering ditemui dalam kasus sindrom bayi biru adalah kulit di sekitar mulut, tangan, dan kaki yang berubah warna menjadi biru. Kondisi tersebut juga dikenal dengan sebutan cyanosis dan merupakan sebuah tanda bahwa seorang anak atau seseorang tidak mendapatkan cukup oksigen. Potensi gejala lain sindrom bayi biru adalah sulit bernapas, muntah, diare, hilangnya kesadaran, dan kejang. Dalam kasus yang parah, sindrom bayi biru dapat menyebabkan kematian. 

Perawatan bervariasi tergantung apa yang menyebabkan bayi berubah menjadi biru. Apabila penyakit jantung bawaan menyebabkan perubahan warna tersebut, operasi dibutuhkan untuk membenarkan ketidaknormalan yang terjadi. Dokter bedah biasanya mengoperasi anak sebelum bayi berusia 1 tahun, idealnya saat ia berusia 6 bulan, atau bahkan lebih dini. Operasi yang sukses berarti bayi akan mendapatkan cukup oksigen dan tidak akan terlihat biru. Apabila level nitrat yang tinggi dalam air menyebabkan sindrom bayi biru, dokter akan berkonsultasi dengan pusat pengendalian racun atau toxicologist untuk membantu menemukan cara terbaik dalam merawat kondisi ini. Menghindari sumber kontaminasi nitrat, misalnya air sumur atau air keran, sangat penting untuk semua bayi yang memiliki kondisi ini. 

Sindrom bayi biru merupakan sebuah kondisi langka ketika bayi 3 bulan meminum formula yang dibuat dari air yang telah terkontaminasi nitrat dalam level tinggi. Oleh karena alasan inilah, sangat penting untuk menghindari memberikan bayi air dari sumur hingga ia berusia setidaknya 1 tahun. Obat-obatan dan pemantauan bayi bisanya dapat membantu mencegah komplikasi. Jika tidak dirawat, sindrom bayi biru dapat menyebabkan kematian.

Bayi & Menyusui, Hidup Sehat

Makanan untuk Anak Muntah yang Bisa Cegah Dehidrasi

makanan untuk anak muntah

Banyak hal yang menyebabkan anak muntah, termasuk penyakit, mabuk perjalanan, dan berbagai masalah lainnya. Dalam beberapa kasus, muntah juga disertai dengan mual, sakit perut, dan diare. Mencegah dehidrasi merupakan kunci untuk memulihkan kondisi anak dengan cepat. Pemberian minuman dan makanan untuk anak muntah tidak boleh sembarangan karena salah pilih justru akan meningkatkan kejadian muntah kembali. 

Waspada dehidrasi

Muntah membuat cairan di dalam tubuh hilang sehingga penting untuk menggantinya sesegera mungkin. Kuncinya, minumlah air dalam jumlah kecil secara perlahan untuk mengganti cairan yang hilang. Dehidrasi serius bisa menyebabkan kerusakan ginjal. Hal ini akan semakin berbahaya jika terjadi pada anak-anak atau lansia.

Beberapa ahli juga menyarankan untuk menghindari tempat panas. Carilah tempat teduh dan sejuk untuk melindungi tubuh Anda agar tidak banyak kehilangan cairan.   

Minuman untuk anak muntah

Anjuran pemberian cairan ke anak-anak berbeda tergantung setiap tahapan usianya. Berikut ini aturan pemberian cairan yang bisa Anda lakukan setelah anak muntah:

  • Bayi usia di bawah 6 bulan

Jika muntah lebih dari 1 kali, beri bayi ASI selama 5 menit setiap 30-60 menit. Setelah 4 jam tanpa muntah kembali, beri ASI sesuai jadwal semula

  • Bayi usia 6-12 bulan

Berikan 2 sendok teh larutan elektrolit oral tanpa rasa setiap 15-20 menit. Jika tidak muntah kembali selama beberapa jam, tingkatkan jumlah elektrolit. Jangan beri cairan secara cepat dalam jumlah banyak. 

  • Anak-anak usia di atas 1 tahun 

Berikan kotak kecil es batu dan beberapa teguk air setelah muntah. Anda bisa memberikan 2 sendok teh hingga 2 sendok makan larutan elektrolit oral tanpa rasa tergantung usia anak. Hindari pemberian jus tinggi gula dan soda sebab keduanya memicu muntah. 

Makanan untuk anak muntah 

Setelah 8 jam tidak muntah, coba berikan makanan padat untuk anak, kecuali jika anak Anda berusia di bawah 6 bulan yang masih membutuhkan ASI eksklusif atau usia 6-12 bulan yang masih membutuhkan MP ASI dengan tingkat kelarutan yang disesuaikan usianya. Jangan memaksakan makanan apapun jika anak tidak menginginkannya. 

Anak akan memberitahu orang tua jika lapar. Berikut ini makanan yang biasanya diberikan kepada anak setelah muntah: 

  • Biskuit
  • Crackers
  • Kentang rebus atau dihaluskan
  • Sereal tawar
  • Pisang 

Makanan-makanan tersebut tergolong ke dalam makanan kering dan hambar sehingga tidak memicu mual dan muntah. Selain itu, makanan tersebut juga tinggi karbohidrat yang mampu menggantikan energi yang hilang karena muntah. 

Apabila setelah 24 jam anak tidak muntah, mulai diberikan makanan biasa secara perlahan. Sebaiknya tidak memberikan makanan yang mengandung susu karena berisiko menyebabkan muntah kembali. Hindari juga makanan yang mengandung tinggi gula dan lemak, seperti es krim, puding, dan gorengan. 

Kapan harus pergi ke dokter? 

Kejadian muntah tidak bisa dianggap remeh, jika telah terjadi tanda-tanda berikut ini sebaiknya Anda segera memeriksakan Si Kecil ke dokter:

Bayi

  • Sedikit atau bahkan tidak keluar air mata saat menangis
  • Bibir kering
  • Popok hanya diganti kurang dari 4 buah sehari atau selama 4-6 jam popok masih kering
  • Rewel
  • Bagian lunak di kepala bayi terlihat lebih datar, tidak seperti biasanya yang agak cekung
  • Lemas
  • Tidak ingin disusui

Anak-anak

  • Tidak buang air kecil selama 6-8 jam
  • Mulut kering dan pecah-pecah
  • Kulit kering, keriput, pucat terutama di bagian perut, lengan atas, dan kaki
  • Tidak aktif dan kewaspadaan turun
  • Mengantuk
  • Napas dalam dan cepat
  • Denyut nadi cepat bahkan lemah
  • Mata cekung
Kesehatan Kulit

Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi dengan Mudah

Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Bayi dengan Mudah

Kulit bayi dapat dikatakan lebih sensitif dibandingkan dengan kulit orang dewasa. Bekas gigitan nyamuk pada bayi dapat meninggalkan bintik kehitaman atau bekas luka. Anda tidak disarankan untuk menggunakan produk sembarangan yang dapat memperparah kondisi kulit bayi yang sensitif. Namun, Anda juga tidak perlu khawatir karena terdapat berbagai cara untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi.

Cara Menghilangkan Bekas Gigitan Nyamuk pada Kulit Bayi

Selain menimbulkan rasa tidak nyaman, bekas gigitan nyamuk juga dapat menyebabkan bentol yang berwarna putih atau kemerahan. Untuk mengatasi kondisi ini, berikut beberapa cara untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi.

  1. Lidah buaya

Lidah buaya atau aloe vera sering kali digunakan sebagai bahan utama produk perawatan kulit. Tanaman ini mengandung senyawa anti radang yang dapat mengatasi infeksi akibat gigitan nyamuk. Selain itu, lidah buaya mempunyai sifat anti inflamasi yang dapat meredakan rasa gatal, sakit, dan bengkak.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, simpan gel lidah buaya di dalam kulkas selama 10 hingga 15 menit. Setelah itu, oleskan gel lidah buaya pada area kulit bayi yang digigit oleh nyamuk.

  1. Madu

Madu dikenal dengan berbagai macam manfaatnya untuk kesehatan tubuh. Madu memiliki khasiat antibakteri dan anti peradangan, sehingga dapat digunakan untuk mengatasi peradangan akibat bekas gigitan nyamuk.

Oleskan sedikit madu pada bekas gigitan nyamuk agar bayi tidak menggaruknya dan tidak menyebabkan luka permanen.

  1. Kentang

Selain menjadi bahan masakan, kentang juga menyimpan khasiat untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi. Kentang mempunyai kandungan potasium dan vitamin C yang dapat membantu menghilangkan rasa gatal dan luka bekas gigitan nyamuk.

Caranya adalah dengan oleskan bagian dalam kentang pada kulit bayi yang terkena gigitan dan diamkan selama beberapa menit. Kemudian bersihkan kulit bayi secara perlahan menggunakan kain basah.

  1. Bawang putih

Apabila kulit bayi meradang akibat gigitan nyamuk, bawang putih dapat menjadi pilihan untuk mengatasinya. Usapkan bawang putih yang telah dipotong kecil ke kulit bayi untuk meredakan peradangan dan menghilangkan rasa gatal.

Selain itu, bawang putih dapat menjadi penangkal nyamuk sehingga aktivitas bayi dapat aman dari gigitan nyamuk.

  1. Minyak sereh

Aroma dari minyak sereh dapat menjadi alat untuk mengusir nyamuk. Tidak hanya aroma, minyak sereh juga mempunyai manfaat antimikroba yang dapat mengatasi radang. Maka dari itu, minyak sereh juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi bekas gigitan nyamuk pada bayi.

  1. Minyak kelapa

Saat terkena gigitan nyamuk, sangat penting untuk menjaga kelembapan kulit terutama di area yang terkena gigitan. Minyak kelapa dapat menjadi pilihan untuk menjaga kelembapan kulit tanpa mengganggu proses penyembuhan luka gigitan.

  1. Daun basil

Air rebusan daun basil mengandung eugenol yang dapat mengatasi rasa gatal pada kulit akibat gigitan nyamuk. Mengatasi rasa gatal dapat menghindari bayi untuk menggaruk bekas gigitan nyamuknya. 

Untuk membuatnya, rebus 28 gram daun basil kering dan kemudian diamkan airnya hingga dingin. Celupkan kain ke dalam rebusan air daun basil dan oleskan pada kulit bayi dengan lembut. 

  1. Lemon balm

Selama bertahun-tahun, lemon balm telah digunakan sebagai obat alami untuk mengatasi gangguan cemas dan sakit perut. Lemon balm adalah tanaman herbal yang mempunyai aroma sama dengan lemon.

Tidak hanya mengatasi gangguan cemas dan sakit perut, lemon balm juga dapat mengatasi bekas luka gigitan nyamuk. Hal ini dikarenakan lemon balm memiliki kandungan tanin dan polifenol.

  1. Teh chamomile

Selain mempunyai aroma yang menyenangkan, teh chamomile juga memiliki khasiat anti radang yang mampu mengatasi bekas gigitan nyamuk. 

Cara menggunakannya adalah dengan seduh terlebih dahulu teh chamomile di dalam air dan simpan di kulkas selama 30 menit. Kemudian, peras sisa air yang ada di kantung teh dan oleskan ke kulit bayi. Diamkan selama 10 menit dan setelah itu bilas kulit bayi dengan air bersih.

  1. Memijat area yang digigit nyamuk

Memijat bagian kulit yang tergigit nyamuk dapat menjadi pilihan untuk menghilangkan bekas luka. Memijat dapat melancarkan aliran darah sehingga, tubuh mendorong produksi kolagen yang membuat bekas luka gigitan nyamuk menghilang.

Anda dapat memijat area yang tergigit nyamuk secara perlahan sehingga tidak menyebabkan rasa nyeri pada kulit bayi.

  1. Kompres dingin

Suhu dingin dipercaya dapat meredakan peradangan dan rasa sakit karena gigitan nyamuk. Anda dapat mengkompres kulit bayi dengan kain bersih dan es batu. Namun, perlu diperhatikan jangan langsung menempelkan es batu ke kulit bayi, karena hal tersebut malah dapat merusak kulit bayi.

Saat akan mencoba beberapa alternatif untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk pada kulit bayi, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Kondisi kulit tiap bayi berbeda-beda, sehingga dokter dapat memberikan arahan yang tepat untuk menghindari efek samping yang dapat terjadi.