Hidup Sehat

Amankah Menggunakan Krimer Bubuk Saat Diet?

Minum kopi sudah menjadi kebiasaan yang mungkin sulit Anda hindari. Mengonsumsi kopi saat program diet memang tidak dilarang, asalkan tidak menambahkan gula ataupun susu tambahan. Namun, bagi Anda yang tidak suka dengan kopi hitam, terkadang krimer bubuk menjadi penggantinya supaya kopi tidak terlalu pahit. Akan tetapi, apakah penggunaan krimer bubuk aman dikonsumsi pada saat program diet? Yuk, simak penjelasannya.

Krimer bubuk dapat menambah kelezatan pada kopi

1. Krimer bubuk mampu menambahkan kalori

Kopi hitam polos tidak memiliki kalori, tetapi kalori mulai menumpuk ketika Anda menambahkan sesuatu seperti krimer bubuk. Setiap sendok makan krimer bubuk menyumbang setidaknya 10-20 kalori atau lebih banyak dengan lima kalori yang Anda dapatkan dalam satu sendok makan susu skim. Penambahan krimer bubuk mungkin tidak tampak seperti perbedaan besar, tetapi ketika Anda menghitung kalori untuk menurunkan berat badan, setiap hal kecil sangatlah berarti.

2. Krimer bubuk tidak benar-benar bebas susu

Meskipun banyak krimer bubuk yang tidak mengandung susu dan tidak mengandung laktosa, namun krim tersebut mungkin masih mengandung kasein. Kandungan tersebut merupakan protein susu yang dapat memicu reaksi pada mereka yang alergi susu. Kasein sering ditambahkan ke krimer bubuk untuk menambahkan rasa dan tekstur. Jika Anda alergi atau sangat sensitif terhadap susu, Anda mungkin bisa bereaksi terhadap kasein. Selain itu, vegan yang minum krimer bubuk kemungkinan tidak akan senang dengan fakta ini.

3. Mengandung bahan ekstra

Selain kasein, gula, natrium, dan sirup jagung dapat dimasukkan dalam daftar bahan pembuat krimer bubuk untuk menambahkan rasa yang hilang saat Anda tidak menggunakan susu atau krim. Anda juga harus memperhatikan pewarna makanan yang ditambahkan untuk meniru cara susu dan krim mengubah warna kopi Anda. 

Berikut adalah beberapa bahan lain dalam krimer bubuk yang harus Anda pikirkan dua kali untuk dimasukkan ke dalam secangkir kopi pagi:

MSG (monosodium glutamate). Bentuk MSG yang terkait terkadang diberi label sebagai rasa alami. Beberapa MSG mungkin juga berbahan dasar kedelai, yang dapat menyebabkan masalah bagi orang dengan alergi parah.

Dipotassium phosphate – Digunakan sebagai stabilizer dan anti-koagulan dalam krimer bubuk, bahan kimia ini juga digunakan dalam pupuk dan kosmetik. Bila dikonsumsi secara teratur, berpotensi menyebabkan masalah ginjal dan mengganggu beberapa obat.

Sodium Stearoyl Lactylate (SSL) – SSL menggantikan lemak dan gula tetapi juga digunakan sebagai pembersih, bahan pembusa, dan kosmetik. Mengonsumsinya secara berlebihan dapat menyebabkan kadar natrium abnormal dalam tubuh dan gejala intoleransi makanan seperti sakit kepala, sakit perut, mual, dan muntah.

4. Beberapa merek mengandung lemak trans

Lemak trans meningkatkan kolesterol jahat Anda sekaligus mengurangi kolesterol yang lebih bermanfaat (HDL). Pada akhirnya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Jika daftar bahan krimer bubuk mengandung minyak terhidrogenasi parsial, itu berarti lemak trans. Disarankan agar Anda tidak mengonsumsi lebih dari dua gram lemak trans dalam sehari; beberapa merek krimer bubuk mengandung satu gram per sendok makan!

5. Alternatif lebih sehat untuk pengganti krimer bubuk

Jadi, apa alternatif terbaik untuk peminum kopi yang intoleran laktosa? Alternatif terbaik adalah susu skim berkualitas tinggi. Kedelai, beras, almond, atau santan memberikan krim yang serupa pada kopi Anda tanpa bahan buatan. Namun, Anda harus selalu membaca kemasannya, karena beberapa di antaranya sering mengandung tambahan gula dan pengawet.

Jika Anda menyukai krim kental, krim kelapa adalah alternatif yang sangat baik. Setiap kaleng santan mengandung lapisan krim kelapa yang kaya. Anda dapat mengambil lapisan putih ini dan menyimpannya di lemari es untuk kopi pagi Anda. Panas dari minuman panas akan melelehkan kelapa kental. Produk kelapa juga dikenal karena manfaat kesehatannya, terutama dalam hal sistem kekebalan tubuh dan manajemen berat badan.