Hidup Sehat

Kapankah Anda Perlu Khawatir Tentang Kelelahan?

Hampir semua orang mungkin pernah merasa kelelahan atau mengalami rasa lelah. Pasalnya, rasa lelah yang dirasakan adalah masalah yang umum dirasakan oleh semua orang. Seringkali, ini bukanlah masalah medis, tetapi hanya kondisi yang memerlukan istirahat sejenak. 

Namun, ternyata kelelahan bisa berdampak negatif pada kesehatan dan rutinitas sehari-hari, baik dalam pekerjaan ataupun keluarga. Lalu, kapan Anda perlu khawatir pada kelelahan yang Anda alami? Simak penjelasannya pada artikel berikut.  

Apa itu kelelahan?

Sederhananya, kelelahan adalah rasa lelah. Kondisi ini umumnya berbeda dengan perasaan mengantuk atau perasaan apatis secara psikologis, meskipun keduanya mungkin termasuk dalam lelah itu sendiri. istilah lain untuk menggambarkan kelelahan, meliputi:

  • Berkurang atau tidak adanya energi 
  • Kelelahan fisik atau mental
  • Kurang motivasi

Penyebab kelelahan

Kelelahan termasuk kondisi umum yang hampir semua orang pernah merasakan. Namun, hal ini biasanya tidak disebabkan oleh penyakit. Ada banyak penyebab kelelahan medis dan non-medis, termasuk pola makan Anda dan gaya hidup. 

Faktor-faktor berikut dapat menyebabkan kelelahan, baik sendiri maupun kombinasi:

  • Psikologis dan psikososial, stres, kecemasan, dan depresi
  • Fisik, anemia, diabetes, demam kelenjar, dan kanker
  • Fisiologis, kehamilan, menyusui, kurang tidur, dan olahraga berlebihan

Beberapa jenis kelelahan biasanya dianggap sebagai masalah medis, termasuk kelelahan akibat:

  • Aktivitas fisik
  • Stres emosional
  • Kebosanan
  • Kurang tidur

The National Institute in Aging membuat daftar kebiasaan gaya hidup berikut yang dapat menyebabkan kelelahan:

  • Begadang 
  • Mengonsumsi terlalu banyak kafein
  • Mengonsumsi terlalu banyak alkohol
  • Makan junk food

Beberapa orang lebih sering menderita kelelahan dibandingkan yang lain. Misalnya, wanita lebih sering melaporkan kelelahan. Orang yang hidup dalam kemiskinan dan mereka yang menderita penyakit mental atau fisik juga cenderung mengalami kelelahan. 

Kelelahan yang disebabkan medis

Penyebab fisik dapat menyebabkan kelelahan, bersama dengan faktor psikologis dan fisiologis. Daftar penyebab fisik atau medisnya panjang, sehingga penting untuk menemui dokter untuk diagnosis yang akurat berdasarkan riwayat pribadi dan medis seseorang. Daftar alasan medis potensial untuk kelelahan meliputi:

  • Kegemukan 
  • Apnea tidur obstruktif
  • Insomnia
  • Anemia
  • Kekurangan zat besi
  • Kanker
  • Penyakit ginjal
  • Penyakit hati
  • Gagal jantung
  • Penyakit tiroid
  • Diabetes
  • Penyakit Addison
  • Anoreksia nervosa atau gangguan makan lainnya
  • Artritis, termasuk arthritis rheumatoid
  • Penyakit autoimun seperti lupus eritematosus sistemik
  • Fibromyalgia
  • Infeksi, terutama jangka panjang
  • AIDS, tuberculosis, dan mononucleosis
  • Malnutrisi

Lalu, kapankah perlu khawatir tentang kelelahan?

Mengalami kelelahan adalah hal normal, bahkan seminggu merasa lelah dari biasanya pun bukanlah hal yang aneh. Namun, kebanyakan orang dapat mengetahui kapan kelelahan mereka terasa seperti sesuatu yang lebih serius. 

Jika kelelahan yang Anda alami lebih dari dua minggu atau lebih dan merasa semakin parah, maka disarankan untuk segera mengunjungi dokter. Kelelahan Anda mungkin terkait dengan penyakit atau infeksi yang mendasarinya, terutama jika disertai dengan gejala, seperti demam ringan, sesak napas, atau kehilangan nafsu makan. 

Alasan lain untuk menemui dokter, adalah ketika Anda sering bangun karena kelelahan meskipun sedang tidur nyenyak, tidak merasa termotivasi untuk memulai hari, atau kesulitan melakukan aktivitas yang biasanya mudah. Hal ini bisa menjadi gejala gangguan tidur atau depresi. 

Cara mengatasi kelelahan

Pada dasarnya tidak ada obat untuk kelelahan, karena cara mengatasinya terhantung pada penyebab dari rasa lelah itu sendiri. Jika proses diagnostik tidak mengungkap penjelasan medis yang mendasari kelelahan, gaya hidup dan modifikasi pola makan berikut mungkin dapat membantu Anda mengatasinya:

  • Memperbaiki kebiasaan tidur dan memastikan tidur yang cukup
  • Berolahraga secara teratur serta menyeimbangkan istirahat dan aktivitas
  • Menghentikan konsumsi kafein dan minum banyak air
  • Makan sehat untuk menghindari kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan
  • Menetapkan ekspektasi yang realistis untuk beban kerja dan jadwal
  • Meluangkan waktu untuk bersantai, mungkin mencoba meditasi atau yoga
  • Mengidentifikasi dan menangani stres dengan, misalnya mengambil cuti kerja atau menyelesaikan masalah hubungan
  • Menghindari penggunaan alkohol, nikotin, dan obat-obatan terlarang

Bagi beberapa orang dengan kelelahan, dokter mungkin akan mempertimbangkan untuk menawarkan rujukan untuk konseling atau terapi bicara yang dikenal dengan terapi perilaku kognitif. Jadi, jika kelelahan sudah berlangsung dua minggu atau lebih, dan ada tambahan gejala, ada baiknya untuk segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sehat selalu!