Penyakit

Lakukan Ini untuk Atasi Hiperplasia Adrenal Kongenital

Hiperplasia adrenal kongenital adalah sekelompok kelainan genetik yang mempengaruhi kelenjar adrenal. Kelenjar adrenal itu sendiri merupakan sepasang organ seukuran kenari yang berlokasi di atas ginjal.

Kelenjar adrenal berfungsi untuk menghasilkan hormon-hormon penting, seperti androgen, kortisol, dan mineralokortikoid. Saat seseorang menderita hiperplasia adrenal kongenital, tubuh mereka akan kekurangan enzim yang diperlukan untuk memproduksi hormon-hormon ini.

Apakah hiperplasia adrenal kongenital berbahaya?

Umumnya, kondisi ini bisa terjadi karena tubuh Anda mengalami kekurangan enzim yang bernama 21-hydroxylase. Rendahnya kadar enzim ini membuat Anda rentan terkena hiperplasia adrenal kongenital.

Pada anak-anak, penyakit ini bisa diderita apabila mereka memiliki kedua orang tua yang juga mengidap penyakti yang sama. Penyakit ini juga bisa diturunkan apabila kedua orang tua tidak memiliki penyakit ini, tetapi membawa mutasi genetik yang menyebabkan kondisi tersebut.

Beberapa gejala dari kondisi hiperplasia adrenal kongenital yang mungkin akan Anda rasakan berupa: 

  • Periode menstruasi yang tidak teratur
  • Masalah kesuburan, lebih sering terjadi pada wanita muda
  • Pertumbuhan bulu tubuh yang tidak diinginkan atau berlebihan
  • Perkembangan rambut kemaluan yang terlalu dini
  • Pertumbuhan jerawat yang parah

Kondisi hiperplasia adrenal kongenital menjadi berbahaya apabila telah berkembang komplikasi berupa krisis adrenal. Komplikasi ini sebenarnya cukup jarang terjadi. Namun, Anda perlu waspada karena komplikasi ini sangat serius.

Krisis adrenal terjadi pada penderita yang menjalani pengobatan dengan glukokortikosteroid. Selama penggunaan obat ini, Anda akan mendapat lebih banyak tantangan ketika mengendalikan stres dan gejala. 

Akibatnya, kapan saja hal ini bisa menyebabkan penurunan kadar tekanan darah, mengakibat syok, hingga menyebabkan kematian.

Anda bisa mengenali gejala dari krisis adrenal berupa diare, muntah-muntah, syok, dehidrasi, dan kadar gula darah rendah. Krisis adrenal harus segera diatasi dengan pengobatan sedini mungkin. 

Cara mengatasi gejala hiperplasia adrenal kongenital

Ada beberapa pilihan pengobatan yang bisa dilakukan bagi penderita kondisi ini. Langkah-langkah pengobatannya berupa: 

  • Penggunaan pil KB

Percaya atau tidak, pil KB juga bisa berkontribusi untuk mengatasi gejala dari penyakit ini. Pil KB dipercaya efektif untu mengendalikan siklus mentruasi, mengurangi jerawat, dan terkadang juga mencegah rambut rontok yang tidak normal.

Karena itu, pil KB juga dipercaya bisa mengatasi gejala hiperplasia adrenal kongenital yang menyebabkan pertumbuhan jerawat berlebih serta siklus mentruasi yang tidak teratur.

  • Obat-obatan

Selain pil KB, ada juga jenis obat-obatan lain yang bisa digunakan untuk mengobati kondisi ini. Jika pil KB kurang efektif meredakan gejala, dokter mungkin akan memberikan Anda obat lain dengan penggunaan steroid dosis rendah untuk sementara waktu.

Konsumsi obat-obatan untuk mengobati hiperplasia adrenal kongenital harus dilakukan secara berkala setiap harinya. Beberapa jenis obat yang mungkin diberikan selain steroid adalah suplemen garam, mineralokortikoid, serta kortikosteroid. 

  • Operasi rekonstruktif

Pasien bayi perempuan dalam rentang usia 6 hingga 12 bulan dapat menjalani operasi yang disebut dengan feminizing genitoplasty. Operasi ini dilakukan guna mengubah tampilan dan fungsi alat kelamin mereka. 

Setelah beranjak dewasa, prosedur operasi ini mungkin perlu diulang kembali. Akan tetapi, resikonya adalah kemungkinan merasakan nyeri atau rasa sakit ketika berhubungan seksual atau mengalami kehilangan sensasi pada klitoris. 

Sebaiknya, berkonsultasilah dengan dokter untuk menentukan upaya pengobatan hiperplasia adrenal kongenital yang paling tepat. Jika kondisi ini menyerang anak Anda, pertimbangkan juga bagaimana dampak jangka panjangnya untuk anak.