Penyakit

Hati-Hati! Ini Bahaya Tetrodotoksin Pada Ikan Buntal

Jika Anda pecinta sushi, Anda pasti tidak asing dengan ikan buntal. Jenis ikan yang satu ini banyak digunakan sebagai bahan dasar sushi, khususnya di Jepang. Akan tetapi, bila sang pembuat sushi tidak pandai, racun tetrodotoksin pada ikan buntal dapat membahayakan kesehatan.

Menurut penelitian, tetrodotoksin merupakan salah satu racun alami paling berbahaya. Kasus keracunan ikan buntal paling tinggi terjadi di Jepang. Akan tetapi, kondisi keracunan ini sebenarnya cukup jarang terjadi secara umum.

Apa yang terjadi bila keracunan tetrodotoksin?

Ikan buntal dianggap sebagai salah satu hidangan populer tidak hanya di Jepang, tetapi juga di beberapa negara Asia lainnya. Umumnya, warga Asia tahu bahaya dari racun ikan buntal, namun menaruh kepercayaan pada koki untuk menghilangkan racun tersebut agar ikan buntal menjadi santapan yang aman.

Meski begitu, keracunan masih mungkin terjadi, khususnya bila sang koki tidak ahli dalam mengangkat racun. Apabila hal ini terjadi, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala, seperti:

  • Mati rasa di area bibir dan lidah hingga sulit bicara
  • Sakit kepala
  • Sakit perut, mual-mual, muntah, dan diare
  • Tubuh terasa ringan dan mengambang
  • Mati rasa pada bagian-bagian wajah
  • Gangguan pernapasan
  • Otot melemah dan sulit berjalan
  • Kejang-kejang
  • Gangguan mental

Umumnya, gejala keracunan muncul dalam waktu kurang lebih 10-45 menit setelah racun ikan buntal dikonsumsi. Mati rasa pada area mulut dan lidah merupakan gejala yang paling utama muncul.

Kejang-kejang dan kehilangan kesadaran merupakan gejala yang timbul apabila kondisi sudah sangat memburuk. Bahkan, bila tidak segera diatasi, Anda bisa mengalami gejala kesulitan bernapas dan berdampak pada kematian.

Penanganan pasien keracunan tetrodotoksin

Sebenarnya, belum ada penelitian yang bisa menemukan obat khusus untuk mengatasi keracunan ikan buntal. Dokter tidak bisa mengobati atau menghilangkan racun tersebut secara keseluruhan dari tubuh menggunakan obat.

Akan tetapi, penanganan pasien keracunan tetrodotoksin difokuskan untuk mempertahankan nyawa sang pasien. Dokter akan mengupayakan agar pasien tetap bernapas dan mencoba mengeluarkan racun melalui muntahan atau buang air kecil.

Muntah biasanya dijadikan langkah pertama untuk menangani pasien yang mengalami keracunan ikan buntal. Apabila tiga jam telah berlalu sejak pasien mengonsumsi ikan buntal, dokter harus berusaha agar pasien bisa muntah sebagai jalan keluar bagi racun.

Secara khusus, hal ini harus dilakukan apabila pasien masih tersadar hingga tiga jam setelah racun masuk ke dalam tubuh.

Jika muntah terus terjadi tanpa henti, cobalah membaringkan pasien dengan posisi menyamping. Hal ini diharapkan dapat membantu meringankan gejala muntah-muntah yang dialami.

Apabila racun sudah menyebar dan kondisi semakin memburuk, pasien mungkin akan mengalami kejang-kejang dan kelumpuhan. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan sang pasien untuk bernapas.

Oleh sebab itu, pasien harus segera dibawa ke unit gawat darurat terdekat. Di sana, para tenaga medis akan mengupayakan agar pasien bisa tetap bernapas.

Sebaiknya, segera bawa pasien yang terkena racun tetrodotoksin ke rumah sakit terdekat. Bila Anda merasakan gejala awal seperti mati rasa pada area mulut, segera mencari pertolongan pertama ke dokter. Jangan tunggu sampai gejala semakin memburuk bahkan hingga mengancam jiwa.

Sebagai upaya pencegahan, Anda mungkin bisa menghindari konsumsi ikan buntal. Tidak seluruh juru masak memiliki keahlian yang sama dalam menghilangkan racun tetrodotoksin dari ikan buntal saat akan dikonsumsi.