Uncategorized

Informasi Produk Avoskin Miraculous Refining Serum

Avoskin kali ini meluncurkan produk barunya yang bernama Avoskin Miraculous Refining Serum yang termasuk dalam rangkaian produk Avoskin Miraculous Series. Produk yang diluncurkan Avoskin kali ini lebih terfokus pada eksfoliasi kulit. Avoskin Miraculous Refining Serum sendiri merupakan produk chemical exfoliator yang berbentuk acid serum atau exfoliating serum. 

Exfoliating serum adalah produk chemical exfoliator berbentuk serum dan memiliki tekstur encer seperti toner, namun sedikit lebih kental. Seperti exfoliating toner, produk ini dilengkapi dengan kandungan acid (AHA dan/atau BHA), dalam jumlah yang cukup untuk membantu proses eksfoliasi atau pengikisan sel-sel kulit mati pada kulit. 

Exfoliating serum biasanya mencantumkan berapa banyak kandungan AHA dan BHA di dalamnya, serta menyertakan petunjuk pemakaian sebagai chemical exfoliator. Seperti Avoskin Miraculous Refining Serum ini, yang mencantumkan kandungan secara terperinci, yaitu 10% AHA dan 3% BHA, pada kemasan produk. 

Kulit membutuhkan eksfoliasi untuk membersihkan bakteri pada wajah dan membersihkan pori. Selain itu eksfoliasi juga berguna meregenerasi kulit sehingga mengurangi keriput dan mencegah adanya tanda penuaan pada wajah, mencerahkan dan meratakan warna kulit serta menyamarkan bekas jerawat dan flek hitam. 

Avoskin Miraculous Refining Serum memiliki kandungan yang sangat berkualitas dan bagus untuk kulit diantaranya:

  • 10% AHA dalam bentuk Glycolic Acid
  • 3% BHA atau Salicylic Acid
  • 2% Niacinamide (untuk mencerahkan dan anti aging)
  • Ceramide (memperbaiki skin barrier dan melembapkan kulit)
  • Aloe Vera (melembapkan dan menenangkan)
  • Raspberry Extract (mencerahkan)

Seperti toner-nya, Avoskin Miraculous Refining Serum ini juga diformulasikan alcohol-free, paraben-free, fragrance-free, dan sulfate-free. Produk eksfoliasi yang baik memang harus memenuhi syarat bebas dari penggunaan keempat bahan tersebut, untuk mencegah terjadinya iritasi. Karena kulit yang sudah dieksfoliasi pasti lebih sensitif.

Lalu apa manfaat kandungan AHA dan BHA pada serum ini?

AHA (alpha hydroxy acid) merupakan  exfoliant yang bagus untuk kulit kering karena menambah kadar air dalam kulit. AHA pada produk ini berfungsi sebagai exfoliating agent yang memiliki kemampuan untuk membantu pengelupasan sel kulit mati sehingga mempercepat regenerasi kulit. Cara kerja AHA ini adalah mengikis sel kulit mati di permukaan kulit, sehingga kulit lebih cerah, tidak kusam, dan noda hitam memudar. 

Sementara BHA mampu mempenetrasi kulit lebih dalam sehingga bisa membersihkan pori-pori secara maksimal, mengatasi minyak berlebih, komedo, dan juga jerawat. Selain itu BHA juga secara natural bisa menenangkan kulit sehingga bisa cocok untuk kulit yang sedang breakout atau meradang karena jerawat. Prosentase aman kandungan AHA pada suatu produk maksimal berada di angka 10% dan BHA yang aman 3%. Sehingga produk Avoskin Miraculous Refining Serum aman untuk digunakan. 

Dengan kandungan 3% Salicylic Acid, 2% Niacinamide, dan Ceramide, serum ini bagus juga untuk merawat kulit yang berjerawat. Jadi pemilik acne prone skin, tidak perlu takut untuk mencoba exfoliating serum ini. Selain Niacinamide, Avoskin Miraculous Refining Serum juga dilengkapi dengan kandungan Ceramide. Ceramide bagus untuk menjaga kulit tetap lembab, kenyal, dan menjaga kulit dari ancaman buruk bakteri.Avoskin Miraculous Refining Serum memiliki tekstur yang semi-semi gel-lotion dan sangat ringan. Sehingga saat diaplikasikan serum ini mudah meresap dan tidak meninggalkan sensasi lengket. Produk ini dikemas dalam botol kaca tebal berwarna gelap, dengan aplikator berbentuk pipet. Jadi sangat higienis dan mampu melindungi produk dari kerusakan akibat oksidasi dan cahaya matahari. Gunakan Avoskin Miraculous Refining Serum pada awal step skincare routine kamu agar kandungan dalam serum ini dapat bekerja dengan baik.

obat

Kelompok Orang yang Perlu Mewaspadai Obat Griseofulvin

Salah satu masalah kulit yang paling sering menyerang adalah infeksi jamur. Ada banyak sekali penyakit dari kelompok ini, sebut saja panu; kadas; hingga kurap. Memang masalah kulit ini tidak termasuk membahayakan, dampaknya mungkin hanya menyerang psikologis—karena malu dan tidak percaya diri—alih-alih dampak fisik. Untungnya, sudah banyak sekali obat untuk mengatasi masalah ini, termasuk Griseofulvin.

Griseofulvin adalah nama generik dari obat yang masuk ke dalam golongan antijamur. Di Indonesia, terdapat begitu banyak merek dagang yang tersebar di pasaran. Obat ini bisa digunakan untuk mengobati infeksi jamur pada kulit, rambut dan kuku jari atau kaki. Dalam mengatasi masalah seseorang, Griseofulvin bekerja dengan memberhentikan pertumbuhan jamur.

Ini tidak termasuk obat bebas. Artinya, seseorang harus memiliki resep dokter sebelum mengonsumsinya. Sebab senyawa aktif yang dikandungnya dapat memberikan efek tertentu pada sekelompok orang. Yakni Griseofulvin tidak disarankan digunakan untuk anak di bawah usia 2 tahun, karena manfaat dan keamanannya tidak diketahui. Selain itu, obat ini juga tidak boleh diberikan pada penderita gagal hati dan porfiria. 

Jika kelompok orang di atas mengonsumsi Griseofulvin, mereka terancam dengan beberapa risiko kesehatan. Penggunaan Griseofulvin dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan fungsi hati, ruam kulit, urtikaria, dan eritema multiformis. 

Selain itu, sesorang juga bisa mengalami pusing, diare, sakit kepala, mual dan muntah, hingga insomnia. Lebih parahnya, meski jarang terjadi, seseorang juga dapat mengalami kebocoran protein ke dalam urine, penurunan jumlah sel darah putih, nyeri ulu hati, perdarahan saluran pencernaan, hingga sindrom Steven-Johnson.

Untuk itu amat penting untuk memberikan gambaran kondisi kesehatan Anda kepada dokter ketika pemeriksaan berlangsung. Selain itu, terbukalah kepada dokter Anda mengenai obat-obatan yang rutin dikonsumsi, termasuk suplemen dan obat herbal. Pasalnya, obat ini juga bisa berinteraksi dengan kelompok obat lain.

Penggunaan Griseofulvin dapat mengurangi efektivitas fenilbutazon dan obat antikoagulan. Sedangkan jika dikonsumsi bersama obat penenang akan mengurangi penyerapannya.  Efektivitas obat ini juga akan berkurang jika digunakan bersama obat daclatasvir, darunavir, gefitinib, dan nilotinib. Penggunaan Griseofulvin bersama pil KB juga akan mengurangi efektivitasnya. Selain itu, juga dapat mengakibatkan perdarahan.

Griseofulvin sebaiknya Anda konsumsi dengan mengikuti aturan pada label resep. Gunakanlah sesuai takaran dosis dan lama waktu penggunaan sesuai yang dianjurkan. Mengonsumsi Griseofulvin bentuk tablet, agar mudah ditelan, seseorang dapat menggerus tablet obat tersebut dan menaburkannya pada sesendok yoghurt. Cara minumnya langsung ditelan tanpa mengunyah. Jika masih ada sisa, jangan simpan campuran obat untuk digunakan lain kali.

Supaya gejala infeksi jamur yang diderita membaik, gunakan obat ini sampai habis. Memang obat ini membutuhkan waktu hingga beberapa minggu untuk menunjukkan khasiatnya. Malah dalam beberapa kasus infeksi tertentu, Griseofulvin  bahkan bisa baru menunjukkan hasil setelah dikonsumsi berbulan-bulan. Perlu Anda ingat bahwa Griseofulvin tidak mengobati infeksi bakteri, atau infeksi virus seperti flu.

Untuk penggunaan obat ini dalam jangka panjang, harus sering melakukan tes kesehatan di klinik dokter. Supaya obat bisa diserap lebih baik, sebaiknya konsumsi Griseofulvin bersama makanan yang mengandung lemak.

Penting juga untuk diingat bahwa seseorang harus tetap melanjutkan konsumsi obat meski kondisinya sudah berangsur membaik dalam beberapa hari. Karena penghentian konsumsi obat terlalu dini berisiko membuat jamur tumbuh kembali. Apabila kondisi Anda tidak membaik setelah mengonsumsi Griseofulvin selama jangka waktu yang ditetapkan, segera konsultasikan ke dokter. Termasuk ketika Anda mengalami reaksi alergi atau overdosis setelah mengonsumsi Griseofulvin, segeralah temui dokter.