Kesehatan Kulit

Inilah Cara yang Bisa Anda Lakukan untuk Hindari Kulit Bersisik

Paparan sinar matahari, cuaca yang ekstrim, atau kurang minum air putih, ternyata dapat membuat Anda mengalami kulit bersisik. Kulit bersisik muncul akibat rusaknya lapisan kulit terluar, yaitu lapisan epidermis kulit, sehingga membuat kulit tampak lebih kering dan retak. Kulit bersisik dapat terlihat seperti serpihan-serpihan kecil atau ruam yang berwarna kemerahan pada kulit.

Salah satu penyebab kulit bersisik adalah kondisi kulit yang terlalu kering. Meski begitu, Anda tidak perlu khawatir. Anda bisa mencegah kulit bersisik akibat kulit kering dengan melakukan beberapa hal ini.

  1. Gunakan pelembap

Moisturizer atau pelembap kulit mampu mengembalikan protein keratin, yang merupakan bahan dasar pembentuk kulit agar tetap lembab, halus, dan sehat. Pelembap dapat mencegah kulit kering yang dapat menyebabkan kulit Anda bersisik, dengan cara menahan air dan kelembapan di kulit Anda.

  1. Gunakan tabir surya

Jika pelembap digunakan untuk menjaga kelembaban kulit, maka tabir surya atau sunscreen digunakan untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari. Kulit yang terbakar sinar matahari sering kali terasa perih, karena kulit menjadi bersisik, berwarna kemerahan, dan tidak jarang terkelupas. Oleh karena itu, gunakanlah tabir surya, minimal SPF 30, secara rutin saat Anda beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.

  1. Gunakan pelindung tambahan dari sinar matahari

Meskipun Anda telah menggunakan tabir surya untuk melindungi kulit, ada baiknya juga Anda tetap menggunakan pakaian pelindung, terutama saat cuaca ekstrim, entah terlalu panas atau dingin. Tanpa Anda sadari, angin dan cuaca dingin juga dapat mengurangi kelembaban alami di kulit, sehingga membuat kulit Anda tampak kering. Oleh karena itu, gunakan pakaian pelindung seperti kacamata, sarung tangan, topi, sepatu, atau syal.

  1. Perbanyak konsumsi air putih

Lapisan kulit Anda sebagian besar tersusun dari air, sehingga kulit membutuhkan banyak air untuk tetap terhidrasi optimal. Kulit yang tidak terhidrasi dengan baik akan terasa kering dan kasar, dan menyebabkan kulit bersisik. Anda dapat mencukupi kebutuhan air tubuh Anda dengan konsumsi air setidaknya delapan gelas sehari atau dengan konsumsi buah dan sayuran.

  1. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Jika Anda ingin menjaga kesehatan kulit, maka Anda juga harus memperhatikan apa yang Anda konsumsi. Makanan yang banyak mengandung karbohidrat dan lemak tidak sehat diketahui dapat meningkatkan risiko penuaan kulit. Sedangkan makanan yang kaya akan antioksidan justru diketahui dapat melindungi kulit dan mengurangi peradangan kulit. Beberapa makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah buah dan sayuran, seperti sayuran berdaun hijau, tomat, blueberry, kacang-kacangan, dan alpukat. Anda juga dianjurkan untuk mengonsumsi ikan, terutama yang mengandung antioksidan tinggi, seperti salmon.

  1. Mandi secara rutin, tapi jangan terlalu sering

Hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mencegah kulit bersisik adalah dengan mandi secara teratur dua kali sehari. Namun, meskipun mandi baik untuk kesehatan kulit, Anda tidak dianjurkan untuk mandi terlalu sering karena hal tersebut justru dapat menghilangkan minyak alami kulit Anda sehingga membuat kulit jadi kering. Anda lebih dianjurkan untuk mandi dengan air dingin, karena air panas dapat mengeringkan kulit lebih cepat. Scrubbing atau menggosok terlalu keras juga dapat menyebabkan kulit kering, sehingga Anda dianjurkan untuk mengelap tubuh Anda dengan handuk, bukan menggosoknya dengan keras.

Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya kulit bersisik akibat kondisi kulit yang terlalu kering. Tidak hanya mencegah terjadinya kulit bersisik, tetapi Anda juga bisa menjaga kondisi kesehatan kulit agar tetap sehat.

Penyakit

Gangrene

Gangrene merupakan gangguan yang serius dimana masalah tersebut menimbulkan kematian pada jaringan tubuh akibat kehilangan suplai darah. Kondisi tersebut dapat mempengaruhi bagian tubuh mana saja, namun bagian tubuh yang paling jauh adalah area yang paling rentan terhadap risiko gangrene.

Bagian tubuh yang jauh seperti di bagian kaki merupakan gangguan yang sering terjadi. Gangrene tidak hanya terjadi di luar tubuh, namun juga bisa terjadi di dalam tubuh. Gangrene terjadi akibat seseorang mengalami cedera, infeksi, atau kondisi jangka panjang yang mempengaruhi sirkulasi darah.

Gangrene bisa menyebar ke seluruh tubuh manusia sehingga menimbulkan syok jika kondisi tersebut tidak ditangani. Gangrene juga bisa berpotensi mengancam jiwa seseorang. Gangrene merupakan masalah yang serius bagi tubuh dimana gangguan tersebut bisa berakhir dengan amputasi atau kematian.

Gejala

Seseorang yang terkena gangrene akan mengalami gejala sebagai berikut:

  • Mengalami perubahan pada warna kulit.
  • Pembengkakan pada kulit yang terisi oleh cairan.
  • Menunjukkan garis yang jelas antara kulit yang sehat dan rusak.
  • Mengalami rasa sakit berat atau mati rasa secara tiba-tiba.
  • Mengeluarkan cairan yang berbau busuk yang keluar dari luka.
  • Kulit menjadi tipis dan berkilau.
  • Mengalami luka secara berulang di area yang sama.
  • Kulit terasa dingin ketika disentuh.
  • Demam.
  • Pusing.
  • Detak jantung bergerak dengan cepat.
  • Sesak.
  • Merasa bingung.

Penyebab

Seseorang yang mengalami gangrene disebabkan oleh faktor berikut: kurangnya suplai darah di dalam tubuh, infeksi bakteri, dan luka yang traumatis seperti luka tembak.

Faktor Risiko

Seseorang akan memiliki risiko yang lebih besar jika mereka:

  • Terkena obesitas.
  • Terkena diabetes.
  • Mengalami penyakit pembuluh darah.
  • Terkena hernia.
  • Mengalami radang usus buntu.
  • Mengalami pembekuan darah.
  • Mengalami cedera berat atau pernah menjalani operasi.
  • Merokok.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Menggunakan obat-obatan melalui suntikan.
  • Mengalami cedera kepala, gigitan hewan, atau luka bakar berat.

Diagnosis

Jika Anda mengalami gangrene, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang meliputi:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan bila gangrene disebabkan oleh infeksi bakteri.

  • Tes pencitraan

Tes pencitraan seperti MRI, CT scan, dan X-ray dapat dilakukan untuk mengetahui seberapa parah atau luas penyebaran pada tubuh pasien.

  • Arteriogram

Arteriogram dapat dilakukan untuk mengetahui jika ada penyumbatan di dalam pembuluh darah arteri.

  • Pembedahan

Pembedahan juga perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa luas penyebaran gangrene yang terjadi di dalam tubuh pasien.

  • Pemeriksaan kultur jaringan

Pemeriksaan ini dapat dilakukan untuk mengetahui keberadaan Clostridium perfringens yang merupakan penyebab umum gangrene.

Pengobatan

Jaringan yang telah mengalami kerusakan tidak dapat diobati. Meskipun demikian, berikut adalah pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Obat antibiotik

Obat antibiotik dapat digunakan jika pasien terkena infeksi.

  • Operasi vaskuler

Operasi vaskuler dapat dilakukan untuk meningkatkan aliran darah melalui pembuluh darah ke jaringan tubuh pasien.

  • Hyperbaric oxygen chamber

Hyperbaric oxygen chamber dapat digunakan untuk memperlambat pertumbuhan bakteri yang memicu gangrene dan memulihkan kulit.

  • Debridement

Debridement dilakukan dengan mengangkat jaringan mati untuk mencegah penyebaran akibat infeksi, serta membersihkan tubuh dari jaringan mati.

  • Amputasi

Amputasi perlu dilakukan bila pasien mengalami gejala yang sangat parah.

Pencegahan

Selain pengobatan, pencegahan gangrene juga dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Memperhatikan kondisi tubuh jika terdapat luka di bagian tangan dan kaki, terutama jika Anda mengalami diabetes.
  • Mencuci semua luka terbuka dengan air dan sabun, serta tetap menjaga kebersihan luka tersebut hingga pulih.
  • Menjaga berat badan.
  • Jangan menggunakan tembakau, karena dapat memicu kerusakan pada pembuluh darah.
  • Memperhatikan kondisi atau suhu tubuh karena bisa menyebabkan penurunan sirkulasi darah di bagian tubuh.