Penyakit

Myositis

Myositis adalah inflamasi atau peradangan pada otot.

Myositis merupakan peradangan atau inflamasi pada otot. Myositis dapat merusak serat otot dan mengganggu fungsi otot sehingga tidak dapat berkontraksi. Myositis dapat menimbulkan gejala berupa nyeri, bengkak, atau kelemahan pada otot.

Meskipun myositis dapat menimbulkan berbagai gejala, seseorang yang mengalami myositis dapat sembuh dengan sendiri. Seseorang akan pulih dari gejala myositis dalam waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Walaupun jarang terjadi, myositis juga bisa menimbulkan gejala kronis berupa atrofi otot atau penyusutan otot dan kecacatan parah.

Gejala

Pada umumnya, myositis dapat menimbulkan kelemahan otot. Kondisi tersebut bisa memburuk dari waktu ke waktu. Myositis biasanya menyerang otot-otot besar seperti otot leher, bahu, dan punggung. Myositis tidak hanya terjadi pada satu sisi, namun juga bisa terjadi pada dua sisi tubuh.

Selain kelemahan otot, myositis juga dapat menimbulkan gejala sebagai berikut:

  • Pembengkakan di bagian otot.
  • Ruam.
  • Penebalan kulit tangan.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kesulitan menelan.

Penyebab
Sebagian besar penyebab myositis tidak dapat diketahui. Namun, seseorang yang mengalami myositis kemungkinan dipicu oleh faktor berikut:

  • Penyakit autoimun

Penyakit autoimun bisa menjadi salah satu faktor yang dapat memicu seseorang mengalami myositis. Contoh penyakit autoimun yang dapat menimbulkan masalah tersebut adalah lupus dan rheumatoid arthritis.

  • Infeksi

Infeksi berupa virus bisa menjadi faktor lain yang dapat membuat seseorang mengalami myositis. Contoh virus yang dapat memicu gangguan pada otot adalah virus influenza dan HIV.

  • Obat-obatan

Seseorang yang mengalami gangguan pada otot seperti myositis juga bisa dipengaruhi oleh obat-obatan tertentu seperti statin.

Diagnosis
Jika Anda mengalami gangguan otot seperti myositis, Anda sebaiknya periksa diri ke dokter. Dokter dapat membantu Anda mengatasi gangguan yang Anda alami dengan melakukan diagnosis yang meliputi:

  • Tes darah

Tes darah dapat dilakukan untuk mengukur kadar enzim otot dalam darah. Jika kadar enzim pasien tinggi, maka dapat menunjukkan adanya peradangan otot.

  • MRI

MRI (magnetic resonance imaging) dapat dilakukan untuk mengidentifikasi bagian otot yang mengalami masalah.

  • EMG

EMG (elektromiografi) dapat dilakukan untuk mendeteksi bagian otot yang lemah atau rusak akibat myositis.

  • Biopsi otot

Biopsi otot juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan otot pasien yang kemudian diperiksa di bawah mikroskop.

Pengobatan
Untuk mengatasi myositis, dokter dapat melakukan pengobatan berupa obat kortikosteroid seperti prednisone dan obat untuk menekan sistem imun (imunosupresan).

Pencegahan
Selain pengobatan di atas, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah myositis:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Mengkonsumsi makanan yang sehat seperti makanan yang dimasak dengan matang.
  • Menjaga kebersihan kulit.
  • Jangan menggunakan obat-obatan terlarang.

Berkonsultasi Dengan Dokter

Jika Anda mengalami gangguan pada otot seperti myositis, Anda sebaiknya konsultasikan masalah ini dengan dokter. Sebelum Anda berkonsultasi dengan dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  • Mencatat gejala yang Anda alami.
  • Mencatat riwayat medis (jika ada).
  • Mencatat obat-obatan yang Anda konsumsi.
  • Mencatat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter.

Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, dokter akan menanyakan kondisi Anda seperti:

  • Kapan gejala myositis terjadi?
  • Apakah gejala tersebut terjadi sekali atau secara berulang?
  • Apakah gejala tersebut membaik atau memburuk?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan?

Kesimpulan

Walaupun myositis bukan merupakan gangguan yang serius pada tubuh, Anda perlu waspada terhadap gangguan seperti ini. Jika Anda biarkan kondisi Anda seperti ini, maka dapat menimbulkan risiko seperti kesulitan menelan. Oleh karena itu, untuk mencegah masalah seperti ini, Anda sebaiknya ikuti arahan yang disebutkan di atas. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa tanyakan masalah ini ke dokter.