Seks & Relationship

3 Hal yang Dilakukan untuk Mengobati Kecanduan Seks

Gangguan kontrol impuls terjadi ketika seseorang tidak mampu mengontrol perilaku yang sifatnya negatif dan agresif. Salah satunya perilaku seksual impulsif yang melibatkan pengalaman seksual menyenangkan seperti bergonta-ganti pasangan atau menyaksikan tayangan berbau pornografi, karena membuat pelakunya ketagihan kondisi ini bisa disebut dengan kecanduan sex.

Seseorang yang terlibat dalam perilaku seksual akan memicu produksi dopamin, yang berarti jika orang itu berhenti melakukan hubungan seksual, maka akan menginginkan lebih karena hal itu mengundang kepuasan tersendiri. Kondisi ini normal terjadi karena tidak berbeda dengan para pecandu seks yang bisa menginginkan perilaku seksial konsensial ketika mereka berhenti.

Mengatasi Kecanduan Sex

BagiĀ  sebagian orang, kecanduan seks sudah termasuk dalam perilaku kompilsif, menurut data dari International Classification of Diseases (ICD) milik WHO, menunjukkan bahwa beberapa gangguan seksual termasuk dorongan seksual yang berlebihan dan perilaku seksual kompulsif. Berikut beberapa langkah untuk bisa mengatasi kecanduan ini.

  1. Cognitive Behavioral Therapy (CBT)

Merupakan pengobatan yang termasuk ke dalam terapi ini sangat disarankan dalam mengatasi kecanduan seks. Terapi psikologis CBT ini membantu mereka yang mengalami perilaku seksual kompulsif, nantinya akan mendapat terapi dengan teknik serta peralatan yang membantu individu mengubah perilaku mereka.

CBT juga merupakan salah satu cara mengatasi kecanduan seksual dengan membantu seserorang mempelajari keterampilan baru dalam proses berhenti dari kecanduan. Keterampilan inilah yang nanti diharapkan dapat mendorong hasrat seksual yang tidak diinginkan akan berkurang secara bertahap seiring waktu berjalan.

  • Obat-obatan

Terdapat beberapa obat-obatan yang akan diresepkan oleh dokter untuk membantu seseorang yang mengalami perilaku seksual kompulsif mengatasi kecanduan seksual. Kemungkinan termasuk anti-androgen, seperti medroxyprogesterone (Provera), selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) DAN fleuxetine (Prozac).

Dokter bisa saja memberikan resep beberapa jenis obat di atas untuk membantu seseorang mengatasi masalah kecanduan seks, namun Food and Drug Administration (FDA) masih belum menentukan jenis obat yang mana yang sebenarnya digunakan untuk mengatasi kondisi kecanduan yang dialami seseorang itu.

  • Dukungan Keluarga

Dukungan dari keluarga maupun orang sekitar sangat dibutuhkan bagi seseorang yang mengalami perilaku seksual kompulsif untuk bisa mengatasi kondisi tersebut. Perilaku ini mungkin akan sulit dipahami dan diberikan toleransi oleh orang lain, tetapi dukungan kuat akan membantu seseorang terlepas dari perilaku seksual yang tidak diinginkan.

Selain itu hal ini juga bisa mendukung terciptanya hubungan seksual yang sehat, dalam mengatasi kecanduan akan seks ini memang tidak dapat dilakukan oleh mereka yang melakukannya sendiri. Terdapat banyak faktor dari luar yang bisa mendukung mengatasi kondisi tersebut, karena memang terdapat bahaya yang mengancam.

Bahaya Kecanduan Seks

Apabila tidak segera ditangani maka masalah ini akan berujung pada gangguan kontrol impuls, beberapa gejala dari perilaku seksual termasuk memikirkan seks tanpa henti, terlibat dalam perilaku seksual yang berisiko, terlibat dalam perilaku seksual di tempat kerja dan merasa tidak tertarik dengan hobi lain selain hubungan intim.

Lebih dari 90 persen orang yang mengidap kecanduan ini memiliki keainan kesehatan mental lain yang mendasarinya. Termasuk gangguan kepribadian ambang, depresi, gangguan kecemasan dan gangguan obsesif-kompulsif. Sangat disarankan untuk melakukan tindakan penanganan apabila mengalami beberapa gejala dari kecanduan ini.

Munculnya kecanduan sex berasal dari berbagai faktor, seperti zat dengan efek samping ketergantungan, alkohol dan rokok hingga kebiasaan berjudi, menggunakan gadget, bermain video games, aktivitas seksual hingga olahraga. Proses kemunculan kecanduan hubungan intin pada seseorang dapat dikatakan sebagai sesuatu yang rumit.