Kehamilan

Vitamin untuk Atasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan

Rambut rontok umumnya dapat dialami oleh siapapun termasuk wanita yang telah melahirkan. Rambut rontok setelah melahirkan adalah hal normal yang dialami oleh setiap wanita pasca melahirkan sehingga tidak perlu khawatir akan kondisi ini. Pastinya hal ini membuat para ibu khawatir karena jika dibiarkan, kondisi ini akan menyebabkan kebotakan. 

Rambut rontok pasca melahirkan dapat disebabkan oleh adanya perubahan hormon. Jumlah kadar hormon estorogen yang tinggi ketika hamil membuat rambut justru terlihat lebih sehat dan tebal. Namun setelah melahirkan, wanita hamil akan mengalami penurunan hormon estoregen pada tingkat normal yang sehingga menyebabkan rambut menjadi rentan patah dan rontok. 

Pasca melahirkan Anda bisa saja mengalami kerontokan 2 kali lipat dari biasanya. Kondisi ini akan berlansung beberapa bulan pasca melahirkan atau hingga satu tahun lamanya. Namun, setiap wanita memiliki rentan waktu yang berbeda- beda akan kondisi ini dan biasanya pada bulan ke 3- 5 bulan puncak kerontokan akan terjadi.

Terdapat beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi rambut rontok setelah melahirkan, salah satunya yaitu dengan mengonsumsi makan sehat dan bervitamin. Pasalnya, makanan sehat yang Anda konsumsi memiliki beberapa kandungan nutrisi yang berperan penting dalam menjaga kesehatan rambut agar tetap sehat dan kuat. 

Zat Besi

Zat besi memiliki peranan penting dalam mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh serta menunjang fungsi sel darah merah dalam tubuh, termasuk folikel sehingga secara tidak langsung membantu pertumbuhan rambut sehat. Selain menghambat suplai oksigen dalam tubuh, kekurangan zat besi juga dapat menyebabkan anemia yang memicu kerontokan pada rambut. Kandungan mineral ini dapat Anda temukan pada telur, sayuran hijau, daging merah, kacang- kacangan, dan tahu.

Vitamin A

Selama ini vitamin A ikenal sangat bermanfaat untuk mendukung kesehatan mata, namun selain itu vitamin A sangat bermanfaat dalam menunjang pertumbuhan rambut yang sehat. Mengkonsumsi cukup vitamin A dapat membuat rambut Anda hitam dan berkilau. Selain bermanfaat dalam membantu pertumbuhan rambut, vitamin A juga berperan dalam produksi kelenjar minyak, atau sebum, pada kulit kepala. 

Kelenjar minyak  berfungsi untuk membantu melembabkan kulit kepala sehingga kesehatan rambut dapat terjaga. Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin A dengan mengonsumsi kuning telur, yogurt, wortel, pepaya, bayam, dan masi banyak lagi. 

Vitamin C

Vitamin C memiliki berperan dalam membantu produksi kolagen yang penting dalam menjaga kesehatan rambut serta membantu proses pertumbuhan rambut. Vitamin C mampu merangsang pertumbuhan rambut, melembabkan kulit kepala dan mencegah tumbuhnya uban di usia dini. 

Selain itu, vitamin C juga berperan penting untuk mencegah kerusakan pada folikel rambut yang mana telah dipercaya mampu melindungi dari kerontokan yang menyebabkan kebotakan. Kekurangan asupan vitamin C dapat menyebabkan rambut menjadi rapuh dan mudah rontok. Untuk memenuhi kebutuhan vitamin C dalam tubuh Anda dapat mengonsumsi buah-buahan yang masam seperti jeruk, lemon, strawberry, nanas, pepaya dan sebagainya.

Vitamin D

Vitamin D merupakan kandungan vitamin yang memiliki peranan penting dalam menjalankan fungsi pada tubuh, seperti menjaga kekuatan dan kesehatan tulang, menjaga kekebalan tubuh, merangsang pertumbuhan sel, serta mampu membantu pertumbuhan folikel rambut baru. 

Ketika kekurangan vitamin D, fungsi folikel pada rambut akan terganggu dan dapat menyebabkan masalah ramut seperti rambut rontok atau juga bisa mengalami kebotakan dini. Untuk mencegah hal tersebut, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin D pada tubuh dengan berjemur di pagi hari dan mengonsumsi makanan yang mengandung kaya akan vitamin D.

Nah, itulah beberapa kandungan nutrisi yang Anda butuhkan dalam memulihkan rambut rontok setelah melahirkan. Selain mengonsumsi makanan sehat, Anda juga dapat menggunakan produk perawatan rambut seperti conditioner ataupun vitamin rambut untuk mebantu menjaga kesehatan rambut Anda.

Kehamilan

CPD Panggul Sempit, Masalah Ketika Melahirkan

Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah masalah medis yang dapat muncul saat melahirkan. Kondisi ini terjadi ketika bayi mengalami kesulitan untuk melewati jalan lahir. Bayi mungkin sangat besar atau dalam posisi persalinan yang sulit, atau panggul ibu mungkin terlalu sempit untuk bayi dapat lewat dengan selamat.

Sebenarnya CPD panggul sempit terjadi ketika ukuran kepala bayi dan panggul ibu tidak cocok, sehingga bayi sulit atau tidak mungkin dapat melewatinya. Hal ini sangat jarang terjadi. Namun, masalah lain, seperti posisi tubuh atau kepala bayi di dalam rahim, dapat menyebabkan persalinan berlangsung lambat atau berhenti berkembang. Komplikasi ini juga dapat menyebabkan persalinan terhambat dan terkadang dianggap CPD.

Kebanyakan wanita, termasuk ibu mungil, dapat dengan aman melahirkan bayi meskipun dokter yakin bayinya mungkin besar. Panggul fleksibel untuk menampung kelahiran, dan tulang di kepala bayi dirancang untuk berubah bentuk saat melahirkan. CPD biasanya didiagnosa selama persalinan ketika bayi tidak berkembang secara alami melalui proses kelahiran.

Dokter akan mencurigai Anda memiliki CPD panggul sempit jika:

  • Persalinan berlangsung lama atau berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.
  • Kontraksi uterus tidak cukup kuat untuk membuat persalinan terus berjalan.
  • Penipisan dan pelebaran serviks terjadi secara perlahan atau tidak terjadi sama sekali.
  • Kepala bayi tidak menempel atau memasuki panggul.
  • Bayi tidak bergerak ke bawah melalui stasiun panggul.

Karena CPD biasanya tidak terdiagnosis sampai timbul masalah selama persalinan, hal ini sulit untuk dicegah. Namun, dokter Anda akan memeriksa Anda dan memantau bayi Anda selama kehamilan Anda. Jika dokter mencurigai bahwa CPD bisa menjadi masalah, karena panggul Anda sempit, dokter akan mendiskusikan pilihan dengan Anda.

Perawatan untuk CPD adalah melanjutkan persalinan atau melanjutkan ke operasi caesar. Tujuan pengobatan adalah agar persalinan aman, sehingga dokter akan memutuskan bagaimana menangani kondisi tersebut berdasarkan bagaimana persalinan Anda berlangsung.

Jika Anda memiliki panggul sempit dan pernah mengalami CPD pada persalinan sebelumnya, dokter akan lebih siap untuk membuat rencana persalinan dengan Anda untuk mencegah komplikasi pada persalinan berikutnya.

Menghadapi CPD selama persalinan jarang terjadi. Tapi, masih wajar jika Anda merasa sedikit cemas, apalagi jika Anda merasa memiliki panggul sempit atau kecil. Jika Anda khawatir, Anda dapat berbicara dengan dokter Anda tentang kekhawatiran Anda.