Seks & Relationship

Tips Validasi Emosi untuk Redakan Emosi pada Pasangan

Tips Validasi Emosi untuk Redakan Emosi pada Pasangan

Melakukan validasi emosi penting dilakukan, terutama pada pasangan. Hal ini bermanfaat untuk membuat hubungan semakin harmonis dan membahagiakan. 

Ketika merasakan emosi pada pasangan, kamu bisa mengatakan apa yang selama ini kamu rasakan, misalnya apa yang membuat kesal dan tidak nyaman. Dengan melakukan validasi emosi, diharapkan akan timbul pemahaman serta penerimaan yang lebih baik dari pasangan. 

Validasi emosi juga penting untuk menjaga hubungan bertahan lama, di mana kamu dan pasangan saling berbagi uneg-uneg bersama dan mengambil solusi atau jalan terbaik atas beberapa hal. 

Apa itu validasi emosi?

Validasi emosi adalah tindakan membantu seseorang untuk merasa didengar dan dipahami. Validasi emosi juga terkait dengan mengkomunikasikan penerimaan diri sendiri dan orang lain, namun tidak berarti selalu menyetujui hal tersebut. 

Validasi emosi untuk sebuah hubungan sangat penting dan bisa membuat hubungan bertahan lama karena memiliki kekuatan untuk menenangkan ketakutan dan kekhawatiran serta bisa menambah kebahagiaan. 

Melakukan validasi emosi juga berguna untuk menyelesaikan masalah dengan pasangan, membuat pasangan jadi lebih terbuka sehingga komunikasi semakin intens. Validasi emosi yang baik akan sangat berdampak pada kehidupan rumah tangga yang semakin harmonis dan bahagia. 

Melakukan validasi memiliki dua fungsi utama, yakni:

  • Mengidentifikasi emosi tertentu pada seseorang 
  • Memberikan penawaran untuk menceritakan apa yang mereka rasakan

Cara melakukan validasi emosi agar hubungan makin harmonis

Ketika hubungan sedang renggang, kamu bisa mencoba melakukan validasi emosi dengan melakukan beberapa tips ini. 

Mendengarkan pasangan dengan penuh perhatian

Ketika pasangan sedang dalam perasaan penuh emosi, sebaiknya kamu mendengarkan pasangan dengan penuh perhatian. Perhatikan dengan seksama apa yang menjadi uneg-unegnya. 

Tahan untuk tidak menyanggah apa yang sedang mereka bicarakan, cukup dengarkan saja. Hentikan beberapa kegiatan seperti mematikan handphone dan TV. 

Mengakui dan menerima

Sebaiknya mengakui dan menerima apa yang pasangan rasakan. Misal kamu mengakui kesalahan bahwa beberapa kebiasaan yang kamu lakukan membuat kesal pasangan. Berikan ruang pasangan untuk marah atau mengeluarkan uneg-unegnya.

Memvalidasi tidak sama dengan menyetujui

Melakukan validasi bukan berarti kamu setuju dengan semua keputusan pasangan. Jika kamu merasa tidak sreg dengan pilihan pasangan kamu bisa berkompromi dan berdiskusi serta mengambil jalan tengah. Tidak perlu memaksakan kehendak. Kamu juga tidak perlu menyudutkan pasangan jika pilihan mereka tidak sesuai dengan pilihanmu. 

Tanyakan apa yang dirasakan pasangan

Jika pasangan bercerita mengenai kondisi sulit yang tengah mereka rasakan, kamu bisa mengajukan beberapa pertanyaan terkait apa yang pasangan inginkan. Mengajukan pertanyaan lembut seperti ‘Apa yang kamu rasakan sekarang?’ cukup membuat pasangan jadi lebih baik dan menunjukkan jika kamu sangat peduli pada pasangan.

Tunjukkan jika kamu mengerti

Tunjukkan pada pasangan jika kamu mengerti apa yang mereka rasakan. Selain dengan kalimat sederhana, kamu bisa menunjukkan validasi non-verbal dengan memberi pelukan pada pasangan atau membuatkan secangkir teh agar perasaan mereka lebih baik. 

Yang menyebabkan invalidasi emosi pada hubungan rumah tangga

Penyebab terjadinya invalidasi emosi pada sebuah hubungan yakni karena adanya perasaan ditolak, diabaikan, dan tidak dimengerti. Hal semacam ini bisa membuat emosi semakin meningkat yakni seperti rasa kesal dan menyakitkan. 

Invalidasi emosi yang tidak segera diatasi bisa mengganggu hubungan dengan pasangan. Hubungan jadi makin renggang dan tidak ada ruang untuk berkomunikasi dengan baik. 

Jangan berlarut-larut, segera lakukan validasi emosi dengan pasangan dengan melakukan penerimaan, mendengar keluh kesah pasangan, hingga melakukan hal yang bisa membuat satu sama lain bahagia.