Tips

Obat Tekanan Darah Tinggi, Perbedaan Captopril dan Amlodipine

Tekanan darah atau juga disebut juga dengan hipertensi, jika dibiarkan justru berisiko menyebabkan komplikasi hipertensi, bisa seperti serangan jantung atau stroke. Selain menerapkan gaya hidup sehat, seorang penderita tekanan darah sangat dimungkinkan mengonsumsi obat tekanan darah untuk mengurangi atau menurunkan tekanan darah yang muncul.

Dari sekia banyak obat yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, captoril dan amlodipine terbilang paling populer. Tak jarang, keduanya kerap kali digunakan untuk mengatasi tekanan darah yang diderita seseorang. Meskipun fungsinya sama, kedua obat ini memiliki perbedaan yang perlu diketahui para penggunannya.

Beda Captopril dan Amlodipine

Captopril

Perbedaan yang paling jelas dari captopril dan amlodipine adalah golongan obatnya, berbeda golongan obat berarti juga beda cara kerjanya. Captopril merupakan jenis obat yang masuk ke dalam golongan ACE Inhibitor. ACE merupakan singkatan dari angioestin converting enzyme, angioestin adalah zat kimia dalam tubuh yang bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

Kondisi ini bisa terjadi terutama pada ginjal, namun komponen tersebut sebenarnya bisa ditemukan di semua bagian tubuh. Penyempitan pembuluh darah akan menyebabkan terjadinya peningkatan atau kenaikan tekanan darah. Sementara, ACE Inhibitor adalah obat yang mencegah produksi angiostensin di tubuh.

Sehingga pembuluh darah dapat kembali rileks dan melebar, mekanisme inilah yang akan membuat tekanan darah turun. Catopril termasuk jenis obat resep, tidak sembarang orang bisa mendapatkan obat ini secara bebas di apotek. Selain itu, obat ini juga tidak aman dikonsumsi oleh ibu hamil, karena berisiko menimbulkan cacat hingga kematian pada janin.

Obat tekanan darah ini juga tidak boleh dikonsumsi pada ibu menyusui, dikarenakan kandungan dari obat tersebut bisa tercampur pada air susu dan terminum oleh bayi. Selain digunakan untuk menurunkan darah tinggi,captopril juga difungsikan untuk mengatasi gagal jantung kongestif, penyakit ginjal karena diabetes, hingga untuk mempercepat pemulihan setelah terjadi serangan jantung.

Amlodipine

Amlopidine merupakan obat penurun tekanan darah yang masuk golongan calcium blocker (CCB), cara kerja obat ini adalah dengan mncegah masuknya kalsium ke sel otot polos yang terdapat di jantung dan pembuluh darah. Jika ada kalsium yang masuk, pembuluh darah dan jantung akan bereaksi dengan cara berkontraksi lebih kuat serta kencang.

Kondisi itu meningkatkan tekanan darah naik, namun dengan mencegah kalsium masuk maka kenaikan tekanan darah tidak akan terjadi. Jika kalsium sudah terlanjur masuk dan menyebabkan kontraksi dalam pembuluh darah dan jantung. Obat CCB bisa membantu pembuluh darah untuk lebih rileks dan terbuka.

Sehingga detak jantung dan tekanan darah akan menurun, obat ini berbeda dengan captopril, almodipine bisa dikonsumsi oleh anak-anak yang sudah berusia di atas enam tahun. Meskipun hingga saat ini, belum diketahui efek yang ditimbulkan apabila obat ini dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui.

Sangat direkomendasikan bagi para penderita tekanan darah tinggi untuk selalu melakukan konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini. Obat tekanan darah tinggi ini juga dapat digunakan untk mengatasi kondisi nyeri dada atau angina, hingga gangguan yang disebabkan oleh penyakit jantung koroner.

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai perbedaan captopril dan amlodipine, diharapkan penderita tekanan darah tinggi tidak lagi sembarangan menggunakan obat tersebut. Sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika setelah mengonsumsi kedua obat tersebut tidak merasakan efek yang diinginkan.