Hidup Sehat

Pentingnya Home Care untuk Pasien Lansia di Rumah

Tahukah Anda, selain perawatan di rumah sakit, Anda juga bisa mendapatkan perawatan di rumah? Perawatan jenis ini disebut dengan home care. Biasanya, home care lebih umum dilakukan pada pasien berusia lanjut atau lansia.

Home care bisa membantu para lansia untuk bisa bertahan hidup selama mungkin meski memiliki penyakit atau pernah mengalami cedera tertentu. Layanannya biasa bersifat jangka panjang dan mencakup berbagai upaya perawatan untuk pasien lansia, seperti terapi wicara, terapi fisik, dan pelatihan keterampilan. 

Mengapa lansia memerlukan home care?

Di berbagai negara, adanya home care terbukti mampu memperpanjang usia pasien lansia. Hal ini bisa terjadi karena mereka rutin mendapatkan perawatan medis tanpa harus mengunjungi rumah sakit secara berkala.

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dengan menerapkan home care untuk lansia di rumah, yaitu: 

  • Meningkatkan keamanan

Seiring dengan bertambahnya usia, Anda pasti akan mengalami penurunan kesehatan secara keseluruhan. Banyak lansia yang memiliki gangguan penglihatan, pendengaran, dan keterbatasan mobilitas. Hal ini bisa membuat lansia yang hidup sendiri di rumah terancam mengalami cedera yang tidak disengaja.

Karena itu, dengan adanya bantuan dari pelayanan home care, aktivitas keseharian sang lansia di rumah bisa dipantau dengan baik. Dengan begitu, kemanan Anda akan lebih terjaga. 

  • Biaya yang terjangkau

Dibandingkan dengan melakukan pemeriksaan ke rumah sakit secara berkala, menyewa jasa home care akan jauh lebih menghemat biaya. Anda tidak perlu mengeluarkan dana berlebih untuk perawatan penyakit yang terkadang timbul karena kurangnya pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan bantuan home care, Anda akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan kondisi Anda sendiri. Selain itu, pelayanan yang diberikan juga akan terbatas pada pelayanan yang memang benar-benar dibutuhkan. Dengan begitu, biaya perawatan akan menjadi lebih murah bila dibandingkan dengan perawatan di panti jompo dan rumah sakit.

  • Membangun hubungan

Lansia yang tinggal sendirian di suatu rumah rentang merasa kesepian dan kekurangan interaksi sosial dengan orang lain. Keberadaan pelayanan jasa home care bisa membantu dalam menemani pasien, sehingga mendorong pasien untuk kembali membangun hubungan.

Bahkan, karena perawatan dilakukan di rumah, pasien masih bisa mengundang tamu dan keluarga untuk berkumpul bersama-sama di rumah. Aktivitas Anda nantinya tidak akan dibatasi karena Anda tidak menjalani perawatan rawat inap di rumah sakit atau pusat pengobatan khusus. 

Hal yang perlu diperhatikan saat memilih jasa home care

Ketika menyewa jasa dari home care, Anda akan tinggal dan bertemu dengan sang perawat setiap hari. Karena itu, Anda perlu berhati-hati dalam memilih jasa yang paling tepat dan terpercaya. 

Saat akan memilih jasa home care, pertimbangkanlah hal-hal berikut :

  • Pengalaman

Pengalaman penyedia jasa home care dan perawat yang akan melayani Anda nantinya penting untuk dipertimbangkan. Biasanya, agensi yang telah berkecimpung dalam dunia home care lebih lama lebih mudah dipercaya.

  • Profesional

Perawat home care yang profesional pasti bisa menjalankan tugasnya dengan bertanggung jawab dan disiplin, seperti hadir tepat waktu pada hari kerja, tidak bermain dengan internet saat bertugas, atau pun menghilang tiba-tiba di tengah jam kerja. 

  • Biaya

Anda juga perlu mempertimbangkan biaya jasa home care yang akan dipilih. Pastikan biaya jasa tersebut sesuai dengan anggaran pribadi Anda. Akan lebih baik jika Anda bisa mendapatkan jasa home care profesional dengan biaya yang terjangkau.Membayar jasa home care bisa membantu dalam merawat lansia yang tinggal di rumah. Anda bisa merasakan banyaknya manfaat dari menggunakan home care, membuat Anda dan keluarga menjadi lebih nyaman di rumah.

Uncategorized

Jangan Diremehkan, Ini Tanda-Tanda Penyakit Jantung pada Wanita

Penyakit jantung bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita. Umumnya, gejala penyakit jantung pada wanita sedikit berbeda dengan pria. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat, gejala ini bisa menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan.

Banyak orang berpikiran bahwa penyakit jantung lebih sering terjadi pada pria, sehingga informasi mengenai gejala kondisi ini pun disesuaikan dengan gejala pada pria. Padahal, wanita juga memiliki resiko yang sama untuk terkena penyakit ini.

Kurangnya edukasi mengenai gejala pada wanita bisa semakin meningkatkan resiko kematian akibat penyakit jantung pada wanita.

Tanda-tanda penyakit jantung pada wanita

Gejala penyakit jantung umum juga akan dirasakan oleh wanita, sama dengan penderita pria. Gejala umum tersebut meliputi nyeri di area dada serta adanya sensasi tekanan di dada.

Akan tetapi, pada wanita, rasa nyeri ini akan terasa sedikit berbeda. Nyeri yang ditimbulkan lebih ringan dari nyeri pada penyakit jantung pria. Hal ini membuat sebagian penderita wanita tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit jantung.

Pada tahap awal, gejala yang akan dirasakan mungkin berupa:

  • Nyeri di area punggung, rahang, dan tenggorokan
  • Nyeri punggung bagian atas
  • Sesak napas dan kelelahan
  • Perubahan warna kulit menjadi keabu-abuan
  • Berkeringat

Gejala-gejaal awal mungkin akan dirasakan saat Anda sedang beristirahat atau saat sedang melakukan aktivitas sehari-hari.

Apabila kondisi penyakit jantung sudah memasuki tahap yang lebih serius, Anda akan merasakan beberapa gejala tambahan berupa:

  • Pembengkakan di area kaki, tangan, dan pergelangan kaki
  • Penambahan berat badan
  • Gangguan tidur
  • Jantung terasa berdebar-debar terus menerus
  • Batuk, pusing, dan berkeringat
  • Maag dan gangguan pencernaan
  • Gelisah
  • Mudah pingsan

Faktor resiko penyakit jantung pada wanita

Berbeda dengan pria, beberapa kondisi bisa memiliki pengaruh besar dalam meningkatkan resiko penyakit jantung pada wanita. Faktor resikp penyakit jantung yang menyerang wanita antara lain:

  • Depresi

Depresi dan beberapa masalah kesehatan mental lainnya bisa meningkatkan resiko seorang wanita terkena penyakit jantung. Hal ini karena masalah mental memiliki pengaruh yang lebih besar pada perasaan wanita dibandingkan dengan pria.

Wanita yang mengalami depresi akan sulit menjalani pola hidup sehat dan mengikuti upaya pengobatan yang telah direkomendasikan oleh dokter.

  • Menopause

Setiap wanita pasti akan memasuki masa menopause, umumnya setelah melewati usia 45 tahun. Kadar hormon estrogen yang rendah setelah menopause dapat menimbulkan resiko penyakit yang lebih signifikan terhadap pembuluh darah yang lebih kecil.

Dalam beberapa kasus, menopause dini juga memiliki resiko yang lebih besar untuk terkena penyakit jantung.

  • Komplikasi kehamilan

Selama masa kehamilan, wanita rentan mengalami diabetes serta tekanan darah yang tinggi. Hal ini juga meningkatkan resiko jangka panjang wanita hamil terkena darah tinggi dan diabetes, bahkan setelah melahirkan.

Tekanan darah tinggi dan diabetes yang terjadi di tengah masa kehamilan dapat menyebabkan seorang wanita terkena penyakit jantung.

  • Tidak aktif

Menurut penelitian, sebagian besar wanita lebih tidak aktif secara fisik dibandingkan dengan pria. Pria lebih banyak menggunakan fisiknya untuk beraktivitas. Secara tidak langsung, ini juga bisa menjadi faktor utama penyebab penyakit jantung.

  • Kebiasaan merokok

Pada pria, kebiasaan merokok bisa menyebabkan penyakit jantung. Akan tetapi, resiko itu lebih tinggi pada wanita yang memiliki kebisaan merokok. Wanita yang merokok memiliki peluang lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung dibanding pria.

Penyakit jantung pada wanita dapat dihindari dengan mengenali faktor resikonya. Hindari hal-hal yang dapat meningkatkan peluang Anda terkena penyakit jantung dan cobalah untuk mengenali gejala yang berbeda dengan pria.