Parenting

Dampak Pola Asuh Permisif Terhadap Perkembangan Anak

Memberikan kebebasan untuk anak boleh saja, tetapi jika berlebihan tentunya akan berpengaruh terhadap sikap anak. Pola asuh permisif yang memiliki karakteristik tersebut memiliki dampak positif, tetapi dampak negatif juga tidak dapat dihindari. Misalnya saja, kurangnya disiplin yang dilakukan oleh orang tua akan berpengaruh terhadap sikap tanggung jawab anak. 

Pengaruh pola asuh permisif pada anak

Ada dampak lainnya terkait pola asuh permisif yang bisa terjadi, diantaranya yaitu:

Kurang berprestasi

Mengingat orangtua dengan pola asuh permisif tidak banyak menerapkan ekspektasi, mereka tidak memiliki target. Menurut beberapa penelitian, pola asuh permisif berdampak pada anak yang kurang berprestasi secara akademik.

Kurang pandai mengambil keputusan

Selain itu, kebiasaan orangtua dengan pola asuh permisif yang tidak menerapkan aturan di rumah membuat anak kurang pandai mengambil keputusan. Lebih jauh lagi, anak jadi tidak piawai memecahkan masalah. Hal ini dapat menyebabkan anak memiliki keterampilan sosial yang buruk.

Kurang bisa memahami emosi

Mengingat anak dengan pola asuh permisif tidak terbiasa menghadapi berbagai emosinya sendiri secara efektif, mereka menjadi tidak terlatih memahami emosi. Utamanya, ketika ada hal-hal yang memicu stres atau kondisi sulit.

Cenderung berperilaku nakal

Karena merasa tidak ada aturan, anak-anak yang dibesarkan dengan pengasuhan permisif lebih cenderung berperilaku nakal bahkan terlibat dalam hal yang buruk, seperti minum-minuman beralkohol atau penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

Tidak bisa mengatur waktu atau kebiasaan

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh permisif tidak terbiasa dengan batasan atau aturan. Salah satu contoh pola asuh permisif, yaitu anak tidak diberi batasan dalam bermain games atau menonton televisi. Akibatnya, ia bisa melakukan kebiasaan yang kurang baik tersebut terlalu lama hingga menciptakan kebiasaan yang tidak sehat.

Cara menyeimbangkan pola asuh permisif

Meski demikian, ada beberapa cara untuk menyiasati pola asuh permisif seperti:

Buat aturan sederhana di rumah

Untuk membiasakan anak dengan aturan serta struktur, ciptakan aturan di rumah. Tujuannya adalah agar anak tahu apa ekspektasi orang tua terhadap mereka.

Buat mereka paham apa konsekuensi dari perbuatan

Selain aturan, ajarkan juga konsekuensi dari setiap perbuatan mereka. Contoh konsekuensi yang logis adalah membatasi akses terhadap hal yang mereka sukai atau time-out yang diberikan jika melanggar aturan.

Konsisten

Meskipun sedikit sulit bagi orangtua dengan pola asuh permisif, sebisa mungkin lakukan hal-hal di atas dengan konsisten. Meski demikian, tak perlu mengesampingkan kebiasaan Anda yang cenderung penyayang dan dekat dengan anak. Bantu anak memahami mengapa perlu ada aturan dan konsekuensi.

Beri hadiah perilaku yang baik

Ketika anak mulai mengikuti aturan yang diterapkan di rumah, sesekali berikan hadiah sederhana untuk membantu mereka memahami konsekuensi.

Bayi & Menyusui

Panduan Memberikan Obat Demam Bayi Sesuai Usia

Panduan Memberikan Obat Demam Bayi Sesuai Usia

Demam adalah tanda umum penyakit, tetapi itu tidak selalu berarti buruk. Faktanya, demam berperan sebagai kunci dalam melawan infeksi. Jadi, haruskah Anda memberikan obat demam bayi atau membiarkan demamnya mereda dengan sendirinya? Pemberian obat demam bayi dan anak boleh saja, namun dengan catatan untuk tidak memberikannya pada mereka yang tidak mengalami gangguan kekebalan atau mengonsumsi obat kemoterapi dan belum pernah menjalani operasi.

Anak kecil sering mengalami demam jika batuk atau pilek, misalnya, karena tubuh sedang melawan infeksi. Anak Anda mungkin mengalami demam jika merasa lebih panas dari biasanya saat Anda menyentuh dahi, punggung atau perutnya, merasa berkeringat atau lembap, atau pipinya memerah.

Panduan memberikan obat demam bayi dan anak yang tercantum di bawah ini adalah untuk suhu yang diukur dengan termometer rektal dan oral. Termometer ini memberikan pengukuran suhu tubuh inti yang paling akurat. Jenis termometer lain, seperti termometer telinga (membran timpani) atau dahi (arteri temporal), meskipun nyaman, namun memberikan pengukuran suhu yang kurang akurat. Lebih lengkapnya simak panduan memberikan obat demam bayi yang tepat berikut.

Bayi dan balita

0-3 bulan

Demam dengan suhu 38ºC atau lebih tinggi, diambil secara rektal. Anda harus segera menghubungi dokter, bahkan jika bayi tidak menunjukkan tanda atau gejala lain. Jangan berikan obat medis apapun.

3-6 bulan

Demam dengan suhu hingga 38,9ºC, diambil secara rektal. Anda harus mengajak si kecil untuk banyak beristirahat dan minum cairan seperti ASI atau susu formula. Obat tidak dibutuhkan untuk bayi usia tersebut. Hubungi dokter jika mereka tampak sangat sensitif, lesu, atau tidak nyaman.

3-6 bulan

Demam dengan suhu di atas 38,9ºC, diambil secara rektal. Segera hubungi dokter. Mereka mungkin akan merekomendasikan agar Anda membawa anak ke laboratorium untuk segera melakukan tes atau pengecekan lebih lanjut dan jangan berikan obat demam bayi sama sekali.

6-24 bulan

Demam dengan suhu di atas 38,9ºC, diambil secara rektal. Berikan anak asetaminofen (tylenol, lainnya). Jika anak berusia 6 bulan atau lebih, ibuprofen (advil, motrin, lainnya) juga sudah boleh diberikan. Baca label dengan hati-hati untuk mendapatkan dosis yang tepat. Jangan berikan aspirin kepada bayi atau balita. Hubungi dokter jika demam tidak merespons obat atau berlangsung lebih dari satu hari.

Anak-anak

2-17 tahun

Demam dengan suhu hingga 38,9ºC diambil secara rektal untuk anak-anak usia 2-3, dan diambil secara oral untuk anak-anak di atas 3 tahun. Anda harus mengajak anak untuk perbanyak istirahat dan minum banyak cairan. Anda tidak memerlukan obat demam bayi dalam hal ini. Namun, segera hubungi dokter jika anak tampak sensitif atau lesu atau mengeluh sangat tidak nyaman.

2-17 tahun

Demam dengan suhu di atas 39,9ºC diambil secara rektal untuk anak-anak usia 2-3, dan diambil secara oral untuk anak-anak di atas 3 tahun. Jika anak tampak tidak nyaman, berikan mereka asetaminofen (tylenol, lainnya) atau ibuprofen (advil, motrin, lainnya). Selalu baca label dengan saksama untuk mendapatkan dosis yang tepat.

Anda juga harus berhati-hati untuk tidak memberi anak Anda lebih dari satu obat yang mengandung acetaminophen, seperti beberapa obat demam  bayi yang juga diperuntukan untuk sakit batuk dan pilek. Hindari memberikan aspirin kepada anak-anak atau remaja. Hubungi dokter jika demam tidak merespons obat atau berlangsung lebih dari tiga hari.