Kesehatan Wanita

Bagaimanakah Siklus Haid yang Normal pada Wanita?

Menstruasi atau haid adalah hal normal yang dialami semua wanita. Menstruasi terjadi karena sel telur tidak dibuahi oleh sperma sehingga lapisan pada dinding rahim yang telah menebal akan meluruh dan menyebabkan pendarahan pada vagina.

Siklus Haid yang Normal

Panjang siklus haid yang normal pada wanita berbeda-beda, umumnya berlangsung selama 28 hari. Ada juga yang mengalami siklus selama 21 hingga 40 hari namun, hal itu masih tergolong normal.

Siklus menstruasi pada wanita dipengaruhi oleh berbagai faktor mulai dari kondisi medis tertentu hingga stres.

Siklus menstruasi seorang wanita dibagi menjadi empat fase dan panjang pada setiap fase tersebut berbeda-beda pada setiap wanita bahkan juga bisa berubah. Berikut fasenya.

Siklus haid 18 hari masih terbilang normal
  1. Fase Menstruasi

Merupakan fase awal pada siklus menstruasi yang berlangsung pada hari pertama hingga kelima saat menstruasi, namun ada juga yang mengalami periode dari dua hingga tujuh hari. Fase ini dimulai saat sel telur tidak dibuahi sehingga tidak adanya kehamilan yang terjadi dan menyebabkan penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron.

Lapisan yang menebal pada dinding rahim akan meluruh melalui vagina dan mengeluarkan darah hingga lendir dari rahim. Selama fase ini, Anda juga akan mengalami gejala haid seperti:

  • Kram pada perut
  • Nyeri punggung
  • Nyeri pada payudara
  • Kembung
  • Lebih sensitif seperti mudah marah atau menangis
  • Sakit kepala
  1. Fase Folikuler

Fase ini berlangsung dari hari ke 6 hingga ke 14. Pada fase ini juga hormon estrogen akan meningkat sehingga akan menyebabkan lapisan dinding rahim menebal. Fase folikuler dimulai saat hormon perangsang folikel dilepaskan. Hormon tersebut berperan untuk merangsang ovarium menghasilkan folikel sekitar 5 hingga 20 kantung kecil.

Nantinya hanya telur yang paling sehat yang akan matang pada setiap folikel. Folikel yang matang tersebut akan memicu peningkatan hormon estrogen sehingga membuat lapisan dinding rahim menebal. Lalu folikel yang tersisa akan kembali terserap ke dalam tubuh.

  1. Fase Ovulasi

Pada siklus haid yang normal atau 28 hari, fase ini terjadi pada hari ke 14. Yang terjadi karena lonjakan hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel sehingga ovarium melepaskan sel telur atau yang disebut ovulasi. Setelah dilepaskan, sel telur memasuki tuba falopi tempat pembuahan dapat terjadi. Jika telur tidak dibuahi maka sel telur akan hancur sekitar 24 jam.

Fase ini juga merupakan fase dimana sel telur bisa mengalami pembuahan jika Anda melakukan hubungan seksual dengan pasangan, orang-orang menyebut fase ini dengan masa subur yang ditandai dengan:

  • Kenaikan suhu tubuh
  • Keputihan yang lebih kental dengan tekstur seperti putih telur

Pembuahan atau kehamilan juga bisa hidup sebelum Anda memasuki fase ovulasi, karena sperma bisa hidup hingga lima hari.

  1. Fase Luteal

Setelah sel telur dilepaskan maka kadar hormon luteinizing dan hormon perangsang folikel menurun. Jika kehamilan terjadi maka tubuh akan memproduksi hCG yang bertugas untuk membantu korpus luteum (penghasil progesteron) mencegah lapisan endometrium terlepas. Namun jika tidak terjadi kehamilan maka korpus luteum akan hancur sehingga menyebabkan penurunan kadar progesteron dan memberikan sinyal pada lapisan endometrium untuk mulai luruh.

Anda juga akan mengalami gejala sindrom pramenstruasi (PMS) berikut jika tidak mengalami kehamilan:

  • Kembung
  • Payudara bengkak atau nyeri
  • Perubahan suasana hati
  • Sakit kepala
  • Penambahan berat badan
  • Perubahan hasrat seksual
  • Keinginan makan makanan tertentu (mengidam)
  • Susah tidur

Pada siklus haid yang normal, fase ini akan berlangsung pada hari ke-15 hingga hari ke-28.