Kehamilan

7 Cara Efektif Atasi Stres pada Ibu Hamil

Stres adalah suatu kondisi yang sering kali dialami seseorang, termasuk ketika sedang hamil. Stres pada ibu hamil justru telah dianggap lebih berbahaya, karena sangat berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan janin yang dikandung. Penyebab stres pada ibu hamil pun bisa bermacam-macam, mulai dari masalah pribadi, keluarga, kondisi kesehatan, ekonomi, serta faktor lingkungan.

Fatalnya, jika ibu hamil tidak mengelola stresnya ini dengan baik, maka dapat memengaruhi kesehatan janin di dalam rahim. Bagaimana bisa ini terjadi? Apa yang sebaiknya bumil lakukan agar tidak stres selama hamil? Tenang, Anda akan menemukan jawabannya di sini.

Penyebab stres pada ibu hamil

Umumnya, penyebab stres pada ibu hamil yang sering dirasakan, meliputi:

  • Khawatir mengalami keguguran.
  • Takut terhadap proses persalinan atau melahirkan.
  • Mengalami berbagai keluhan selama hamil, seperti mual, kelelahan, perubahan mood, dan sering sakit punggung.
  • Masih bekerja saat hamil.
  • Memikirkan nanti apakah bisa atau tidak merawat bayi.
  • Takut kondisi finansial tidak mampu untuk membesarkan anak.

Penyebab stres pada ibu hamil yang paling serius memengaruhi kesehatan ibu dan janin, termasuk:

  • Mengalami duka cita yang mendalam, seperti kematian orang terdekat, perceraian, atau kehilangan pekerjaan atau rumah.
  • Hamil dalam kondisi sulit, seperti terlilit hutang, punya gangguan kesehatan, mengalami pelecehan, atau depresi yang dimulai sebelum hamil.
  • Terjadi suatu bencana, seperti angin topan, gempa bumi, atau sejenisnya.
  • Berada dalam lingkungan yang rasisme atau kelompok minoritas, sehingga sulit menjalani aktivitas sosial sehari-hari.
  • Punya trauma masa lalu, seperti riwayat keguguran, melahirkan prematur, atau berat badan bayi lahir rendah (BBLR).

Bahaya stres pada ibu hamil dan janin.

Sebenarnya, stres adalah bagian dari kehidupan seseorang dan ini normal terjadi. Bahkan, adanya rasa khawatir akan masa depan bayi yang dikandung merupakan tanda bahwa Anda ingin menjadi orang tua yang terbaik untuk si Kecil.

Hanya saja, stres yang berlebihan selama hamil, tidak dikelola dengan baik, atau berlarut hingga waktu yang lama, itulah yang berbahaya. Saat Anda stres, tubuh akan berada di dalam kondisi ‘fight or run’. Akibatnya, terjadilah ledakan sekresi hormon kortisol dan hormon stres lainnya. Peningkatan hormon ini akan membuat detak jantung Anda semakin cepat dan memicu komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah (BBLR), atau keguguran.

Suatu studi yang diterbitkan oleh jurnal Obstetric Medicine menjelaskan bahwa ibu hamil yang mengalami stres lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit selama kehamilan. Ini disebabkan adanya efek perlawanan dari sistem kekebalan tubuh sebagai respon stres pada ibu hamil.  Selain itu, stres juga akan memengaruhi pola perilaku ibu selama hamil, seperti nafsu makan menurun, malas bergerak, dan susah tidur.

Tips mencegah dan mengatasi stres pada ibu hamil

Anda bisa melakukan beberapa tips di bawah ini untuk membantu mencegah dan mengurangi stres yang berlebihan saat hamil.

  1. Tetap sehat dan bugar dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, istirahat cukup, dan rajin berolahraga, seperti berenang, yoga prenatal, atau meditasi.
  2. Mengikuti kelas kehamilan atau persalinan untuk mempersiapkan diri, agar tidak cemas dan panik berlebihan jelang lahiran tiba.
  3. Jika Anda adalah seorang pekerja, selesaikan pekerjaan dengan baik sebelum Anda mengambil cuti hamil dan melahirkan.
  4. Cerita kepada pasangan setiap keluhan yang Anda miliki, agar tidak menjadi beban dan pikiran Anda sendiri nantinya.
  5. Tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dirasa berat. Bila memungkinkan, Anda dapat meminta bantuan oranag tua atau kerabat untuk membantu Anda selama di rumah.
  6. Sesekali, lakukan aktivitas yang membuat Anda senang dan bisa menghilangkan stres, seperti mendengarkan musik, berbelanja, pergi ke salon, dan sejenisnya.
  7. Tidak langsung percaya dengan mitos-mitos tentang kehamilan yang ada. Jika mengalami keluhan tertentu, segera konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan.

Stres pada ibu hamil tentu tidak bisa disepelekan. Jika cara di atas tidak dapat mengatasi stres yang Anda alami, maka pertimbangkan berkonsultasi dengan dokter psikiater untuk menemukan solusi terbaik. Ini bertujuan agar stres tidak membawa dampak buruk untuk kesehatan Anda dan janin di dalam kandungan.

Kesehatan Mental

Cara Mengatasi Monday Blues yang Menyebalkan

Tips dan trik mengatasi monday blues yang menyebalkan

Hampir semua orang benci hari Senin. Setelah dua hari bersantai di akhir pekan yang penuh ceria, Senin menjadi momok menyebalkan bagi mereka yang harus bekerja ataupun bersekolah. Bukan menjadi hal yang aneh apabila istilah Monday blues menjadi populer. Sederhananya, Monday blues berarti sekumpulan emosi negatif yang dirasakan orang di awal hari kerja, terutama hari Senin. Menurut Alexander Kjerulf, seorang pembicara dan penulis buku internasional tentang kebahagiaan di tempat kerja, istilah Monday blues mengandung elemen-elemen depresi, keputusasaan, dan perasaan bahwa pekerjaan merupakan hal yang tidak menyenangkan namun tidak dapat dihindari. 

Mengatasi Monday blues

Apabila Anda merasa tegang, lesu, dan kewalahan di Senin pagi, beberapa strategi berikut ini dapat membantu Anda mengatasi Monday blues, seperti:

  • Jaga rutinitas perawatan diri di akhir pekan

Salah satu yang membuat hari Senin terasa berat adalah orang-orang sering meninggalkan kebiasaan makan, tidur, dan olahraga yang normal di hari Jumat sore. Apabila Anda makan dan minum berlebih dan memiliki pola tidur dan bangun yang berbeda pada akhir pekan, Anda akan merasa tidak nyaman di Senin pagi. Bukan berarti Anda tidak bisa memanjakan diri di akhir pekan. Namun, cobalah temukan keseimbangan antara rutinitas hari kerja dan kenyamanan beristirahat di hari Sabtu dan Minggu. 

  • Jangan bekerja di akhir pekan

Monday blues dapat menjadi tanda bahwa Anda membutuhkan batasan yang lebih ketat antara bekerja dan bermain. Apabila Anda terus bekerja atau memeriksa email di saat Anda perlu bersantai dan menikmati hari libur, Anda akan merasa terus kelelahan. Untuk dapat membuat batasan yang ketat tersebut, matikan semua notifikasi di hari Jumat dan hindari melakukan aktivitas bekerja di akhir pekan. Fokuslah untuk menghabiskan waktu untuk diri Anda sendiri. 

  • Jangan kacaukan siklus tidur

Mungkin hal ini terdengar cukup jelas, namun tidak mendapatkan cukup tidur dan istirahat dapat memberikan dampak yang besar terhadap hari Senin pagi Anda. Tidak mendapatkan tidur selama 7-9 jam setiap harinya (yang sangat direkomendasikan oleh sains) dapat membuat Anda merasa lebih cemas dan depresi. Anda tidak perlu terlalu ketat dalam menjaga pola tidur tersebut. Namun, hindari tidur 2-4 jam lebih terlambat dari waktu tidur biasanya di hari-hari kerja. 

  • Curi-curi start untuk tugas yang penting diperbolehkan, namun hanya apabila dibutuhkan

Meskipun menghabiskan akhir pekan tanpa melakukan tanggung jawab pekerjaan apapun terdengar sangat ideal, dalam realitanya hal ini terkadang tidak realistis. Apabila Anda tahu minggu depan merupakan minggu yang sangat sibuk ataupun memiliki tenggat waktu pekerjaan yang harus dipenuhi, menghabiskan satu atau dua jam di hari Sabtu dan Minggu disarankan agar hari Senin tidak terasa terlalu berat. Apabila Anda memutuskan untuk melakukan hal ini, pastikan Anda memiliki cukup banyak waktu untuk bersantai di akhir pekan, dan jangan bekerja terlalu keras. Bekerja terlalu keras di akhir pekan malah akan membuat hari Senin Anda terasa lebih melelahkan dan menyebalkan. 

Terkadang, Monday blues dapat menjadi pertanda bahwa Anda tidak menikmati atau menyukai pekerjaan yang Anda punya saat ini. Cobalah untuk mengenali sumber dari kecemasan dan ketakutan akan hari Senin. Apabila kolega dan bos Anda terlalu menuntut, Anda bisa membuat pertemuan untuk membicarakan masalah yang dimiliki agar lingkungan kerja menjadi lebih nyaman dan harmonis. Apabila tidak ada perubahan yang bisa dilakukan, Anda bisa menimbangkan beralih profesi di bidang yang Anda sukai.